Tolak Keras Sertifikasi Dai, Anwar Abbas Siap Mundur dari Sekjen MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan menolak keras pernyataan Menag tentang rencana sertifikasi dai.

“Melihat sikap dan cara pandang menteri agama yang selalu bicara tentang radikalisme yang ujung2nya selalu  mendiskreditkan dan menyudutkan umat islam dan para dainya maka saya anwar abbas secara pribadi yang juga  kebetulan adalah sekjen MUI dengan ini menolak dengan tegas dan keras program dai dan penceramah bersertifikat yang akan dilaksanakan oleh kementrian agama  yang  akan melibatkan MUI,” kata Anwar Abbas kepada Jurnalislam.com, Sabtu (5/9/2020).

Bila hal ini terus dilaksanakan, dan  MUI menerimanya, maka begitu program tersebut diterima oleh MUI  maka ketika itu Anwar Abbas juga siap mundur.

“Saya Anwar Abbas tampa kompromi  menyatakan diri mundur sebagai Sekjen MUI,” pungkasnya.

Kasus Terus Melonjak, Pemerintah Bakal Tambah RS Rujukan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menambah jumlah Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19. Rencananya, akan ada 11 lagi RS yang menerima pasien Covid-19 di Ibu Kota.

Sebanyak 11 RS yang akan menjadi rujukan penanganan Corona ini, terdiri dari yang dikelola swasta, militer, hingga BUMN. Dengan tambahan 11 RS tersebut, maka akan ada tambahan 85 kamar ICU dan 286 ruang isolasi. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, saat ini Pemprov DKI memiliki 513 tempat tidur di Intensive Care Unit (ICU) dan 4.054 tempat tidur ruang isolasi.

Namun ditargetkan akan ditambah sehingga menjadi 4.800 tempat di ruang isolasi dan 650 tempat di ruang ICU. Dengan demikian, saat ini DKI kurang 137 kamar ICU dan 746 ruang isolasi. Dari RSUD seluruh Jakarta, diperkirakan ada penambahan 357 kasur ICU dan isolasi.

Selain itu RS Pertamina dan Siloam Mampang akan menambah 115 tempat tidur. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, jumlah rujukan RS masih dalam perhitungan dan bisa berubah.

“Jumlahnya masih bisa berubah,” kata Dwi saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2020). Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebutkan, pihaknya akan dilakukan pemetaan untuk memperkuat jejaring penanganan pasien Covid-19.

“Kami akan lakukan pemetaan perkota. Untuk melakukan penguatan jejaring di rumah sakit sekitarnya. Selain RSUD juga rumah sakit swasta yang menjadi mitra DKI. Terutama bagi pasien atau kasus tertentu yang membutuhkan layanan secara terus menerus karena tidak boleh putus,” ucap Widya.

Sumber: kompas.com

Kemenag Klaim Siap Jadi Fasilitator Sertifikasi Dai

JAKARTA(Jurnalislam.com)--Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan bahwa Kementerian Agama segera menggulirkan program penceramah bersertifikat. Target awal, program ini bisa diikuti 8.200 penceramah.

 

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan secara kolaboratif. Kementerian Agama berperan sebagai koordinator dan fasilitator.

 

“Program penceramah bersertifikat akan melibatkan banyak pihak, termasuk Lemhanas, BPIP, dan BNPT,” tegas Kamaruddin di Jakarta, Kamis (03/09).

 

“Program ini juga akan melibatkan MUI dan ormas Islam lainnya,” lanjutnya.

 

Kamaruddin menambahkan bahwa pemilihan narasumber program ini juga akan melibatkan ormas. “Inti program ini adalah penguatan wawasan kebangsaan dan pengarusutamaan pemahaman keagamaan rahmatan lil alamin,” tandasnya.

Angka Reproduksi Covid di Bandung Terus Meningkat

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Hingga saat ini, kasus positif Covid-19 di Kota Bandung masih terus meningkat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, total kasus positif aktif Covid-19 di Kota Bandung mencapai 125 kasus.

Sementara pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia ada sebanyak 49 orang. Data tersebut merupakan update terakhir hingga Kamis (3/9/2020). “Yang positif aktif bertambah, sekarang jadi 125 orang.

Kasus meninggal dunia 49 orang,” ungkap Rita selepas menghadiri agenda di bank bjb Tamansari Bandung, Jumat (4/9/2020).

Ia mengatakan, bertambahnya kasus positif Covid-19 tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah pengetesan Covid-19 di Kota Bandung. Saat ini, Pemerintah Kota Bandung juga tengah menggencarkan pemeriksaan masif ke 3.000 ASN Pemkot Bandung hingga 8 September mendatang.

“Kita harus siap akan ada penambahan kasus dengan adanya pengetesan masif ini,” ungkapnya.

Sumber: ayobandung

Bertambah 3269 Sehari, Kasus Corona RI Tembus 187 Ribu

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Kasus virus Corona di Indonesia hari ini bertambah sebanyak 3.269. Jumlah kasus terkonfirmasi positif Corona menjadi 187.537.

Dari data dari situs Kemenkes, Jumat (4/9/2020), total pasien sembuh menjadi 134.181 (+ 2.126) dan pasien meninggal menjadi 7.832 (+ 82). Jumlah pasien suspek Corona hari ini adalah 85.178.

Sedangkan total spesimen yang diperiksa hari ini 36.268 atau di atas target yang diberikan Presiden Jokowi (30 ribu spesimen per hari). Batas pengumpulan data dilakukan hingga pukul 12.00 WIB.

Informasi soal kasus Corona juga bisa dilihat di situs covid19.go.id milik pemerintah. Pada hari sebelumnya, kasus virus Corona yang terkonfirmasi sebanyak 184.268 (+ 3.622). Sedangkan jumlah pasien sembuh sebanyak 132.055 dan pasien meninggal dunia sebanyak 7.750.

Sumber: detik.com

Perlu Pendekatan Kearifan Lokal Agar Warga Taat Protokol Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) – RelawanCovid-19 dr. Tirta Mandira Hudhi mengatakan pelaksanaan disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat perlu dilakukan pendekatan kearifan lokal. Hal ini lantaran setiap daerah memiliki ciri khas.

“Pendekatan kearifan lokal itu sangat perlu dilakukan? Sangat perlu,” kata Tirta di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (5/9/2020).

Tirta mengatakan, pendekatan kearifan lokal perlu dilakukan karena setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda.

“Jadi contoh kayak gini di Jakarta kita bicara Jakarta ya, Jakarta itu kita tidak bisa kalau berdebat. Kalau di Surabaya agak ‘ngegas’ tidak apa-apa. Surabaya memang darahnya darah ‘ngegas’, Bung Tomo aja ngegas-gasan di radio kan. Tapi kalau di Jakarta itu hampir semua edukasi lewat medsos dan nggak bisa represif,” katanya.

Sementara itu, di wilayah Bali, para pecalang yang aktif melakukan edukasi untuk disiplin protokol kesehatan. “Contoh di Buleleng, saya ke sana pecalang yang aktif. Pecalang Bali di Buleleng itu lebih patuh pakai masker daripada pakai helm, karena di sana kalau enggak pakai masker dihukum push-up sama denda. Lebih kejam push up-nya dan efek malunya itu,” ungkap Tirta.

Sementara, di Surabaya berbeda dengan di Jakarta. Tirta mengatakan di Surabaya pendekatan dilakukan oleh grass root seperti Bonek dan para tenaga kesehatan (nakes). Sementara di Jakarta pendekatan menggunakan konten kreatif melalui media sosial. “Di Jakarta harus pakai medsos, gak bisa pake denda. Benar-benar pelan, kontennya gimana kreatifnya.”

Sumber: sindonews.com

Selama Sepekan, 180 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Pondok Rangoon

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Hampir sepekan, sebanyak 117 jenazah Covid-19 telah dimakamkan di TPU Pondok Rangoon Jakarta Timur. Jumlah jenazah tersebut tercatat sejak Senin (31/8) lalu.

“117 jenazah Covid-19 tercatatnya sejak Senin 31 Agustus ini. Jadi sampai Ahad bisa diperkirakan 170 jenazah,” kata Komando Regu PJLP TPU Pondok Ranggon, Nadi saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/9).

Nadi tak kaget dengan jumlah tersebut lantaran per pekan, kata dia, bisa mencapai angka 180 jenazah. Hingga saat ini, jenazah Covid-19 masih terus berdatangan ke TPU Pondok Ranggon. Pihaknya pun masih tetap melakukan pemakaman karena lahan masih tersisa 1.100 petak makam.

Namun, Nadi memperkirakan lahan tersebut akan penuh di bulan Oktober nanti. Dalam satu bulan, pihaknya bisa memakamkan mulai 700 hingga 720 jenazah Covid-19.

“Untuk bulan September masih aman, tapi Untuk di pertengahan Oktober sudah kritis,” ujar dia.

Jika dihitung, lahan yang tersisa untuk bulan Oktober diperkirakan hanya bisa menampung mulai 380 sampai 400 jenazah. Sampai saat ini, Nadi mengatakan, pihaknya belum mengetahui rencana ke depan jika makam di TPU Pondok Ranggon untuk jenazah Covid-19 penuh.

“Sampai sekarang belum ada rencana apa-apa, masih fokus dengan sisa lahan 1.100 ini dulu,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

 

Mau Masuk Al Azhar Mesir, Rekomendasi Cuman Boleh dari Kemenag

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani memastikan hanya Kementerian Agama yang berwenang mengeluarkan rekomendasi santri untuk kuliah di Universitas Al-Azhar, Kota Kairo. Rekomendasi itu sekaligus menjadi legalitas keberangkatan calon pelajar dan mahasiswa ke Mesir.

 

Hal tersebut ditegaskan pria yang akrab disapa Dhani menyusul adanya pesantren yang memberikan jaminan pelajarnya belajar dan kuliah di Mesir sebagai bagian dari promosi pondoknya.

 

“Kemenag sudah bekerjasama dengan Al-Azhar dalam rekrutmen pelajar yang akan sekolah atau mahasiswa yang akan kuliah di sana. Jadi, hanya Kemenag yang berwenang mengeluarkan rekomendasi kepada para santri atau calon mahasiswa yang telah lulus seleksi,” kata Dhani di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

 

Menurut Dhani, Ditjen Pendidikan Islam sudah pernah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/Dj.I/PP.00.9/486/2014 tanggal 27 Februari 2014. Edaran ini mengatur tentang ketentuan untuk mendapatkan rekomendasi bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang melanjutkan Studi Islam ke luar negeri.

 

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Agama yaitu:

 

  1. Mengajukan surat permohonan ke Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI;

 

  1. Melampirkan surat keterangan bahwa yang bersangkutan telah terdaftar di lembaga pendidikan luar negeri;

 

  1. Melampirkan surat keterangan KBRI tentang status lembaga pendidikan yang dituju;

 

  1. Melampirkan surat pengantar dari Kemenag tempat domisili (Kabupaten/Kota);

 

  1. Melampirkan biodata lengkap pemohon;

 

  1. Melampirkan ijazah yang telah dilegalisir dan terdaftar di Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; dan

 

  1. Melampirkan foto copy paspor.

 

“Keberangkatan pelajar Ibbas ke Mesir dilakukan secara non prosedural serta tanpa sepengetahuan Kemenag. Ditjen Pendidikan Islam tidak pernah mengeluarkan rekomendasi belajar ke luar negeri bagi lulusan Pesantren Ibnu Abbas Serang,” ujarnya.

 

Pesantren Ibnu Abbas Serang juga tidak pernah mengajukan permohonan rekomendasi ke Ditjen Pendidikan Islam.”

 

Kemenag tengah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk menelusuri persoalan yang menimpa sejumlah santri Ibbas. Jika terbukti ada aktivitas yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, itu akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.

 

Dhani berharap masyarakat tidak mudah percaya jika ada pihak menjamin belajar atau kuliah di luar negeri, termasuk Al-Azhar. Perlu ditelisik apakah proses keberangkatannya dilakukan secara prosedural, dengan rekomendasi Kemenag atau tidak.

 

Kemenag, lanjut Dhani, rutin melakukan proses seleksi masuk Universitas Al-Azhar dan itu digelar terbuka sehingga bisa diikuti seluruh santri.

 

“Mereka yang lulus, akan mendapat rekomendasi, baik jalur beasiswa maupun mandiri,” lanjutnya.

 

Menurut Dhani, saat ini tidak kurang dari 6000 mahasiswa Indonesia yang belajar di Al-Azhar. Setiap tahun, minat calon mahasiswa untuk berangkat ke Al-Azhar terus meningkat. “Karenanya, Kemenag membuat regulasi, salah satunya dengan melakukan seleksi untuk diberikan rekomendasi,” imbuhnya.

 

Kemenag juga telah bekerja sama dengan Pusat Bahasa Al-Azhar (Pusiba) Cabang Indonesia dalam menyiapkan kompetensi bahasa calon mahasiswa Al Azhar. Pusiba dikelola oleh Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Al-Azhar, di bawah kepemimpinan TGB. M. Zainul Majdi. Berkantor di Bekasi, Pusat Bahasa ini adalah cabang pertama yang dibuka di luar Mesir, dan diresmikan para petinggi Al-Azhar yang dipimpin Deputi Grand Syeikh Al-Azhar, Syeikh Shaleh Abbas

 

“Persiapan bahasa calon mahasiswa Indonesia di Al-Azhar dilakukan melalui satu pintu, yaitu di Pusat Bahasa ini, karena langsung berada di bawah supervisi Al-Azhar,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono. Menurutnya, pemberangkatan santri untuk kuliah ke Al Azhar harus berdasarkan rekomendasi Kemenag.

 

“Kalau resmi, harus ada rekomendasi dari Kemenag,” tandasnya.

Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat Digelar di Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Silatnas Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat Islam Nasional bertajuk ‘Mengembalikan NKRI ke Pangkuan Ulama’ di Syariah Hotel Solo pada kamis, (3/9/2020) sukses digelar.

Silatnas MUTU tersebut diinisiasi oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dan Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia (MPUI-I) itu juga sebagai ajang silaturahim dan sosialisasi Pokja Bela Negara MPUI-I kepada para ulama dan tokoh di Jateng DIY.

“Jadi Dewan Dakwah mendapatkan amanah menjadi tuan rumah dalam silatnas MUTU, secara nasional yang ditempatkan di jawa tengan dengan mengambil tema ‘Mengembalikan NKRI Kepada Pangkuan Ulama, dan beberapa kegiatan yang lain diantaranya GSB, gerakan subuh berjamaah dengan tema dari masjid kami bangkit membela NKRI,” kata ketua Panitia ustaz Aris Munandar kepada jurnalislam.com.

“Dan ini menjadi tema central kita dalam upayanya mempertahankan dan menjaga negara warisan dari ulama ulama kita yang lampau,” imbuh ustaz Aris yang juga ketua DDII Jateng tersebut.

Tak kurang sebanyak 150 ulama, tokoh dan pimpinan ponpes di Jawa Tengah hadir dalam Silatnas tersebut, beberapa perwakilan dari luar daerah seperti dari Bima, Banten dan Medan juga datang dalam kesempatan tersebut.

Sementara tokoh tokoh dari MPUI-I hadir sebagai pembicara diantaranya Ketua Bidang Idiologi dan Kenegaraan Dr. Muinudinillah Basri, Jubir MPUI-I ustaz Asep Syaripudin, Ketua Bidang Pendidikan dan Da’wah Prof. Daniel M. Rasyid, Ketua Bidang Bela Agama, Bangsa dan Negara ustaz Muhammad Achwan, dan Ketua Pokja Bela Negara ustaz Azhari Dipo Kusumah.

Hasil Silatnas MUTU

Ustaz Aris menjelaskan bahwa ada dua keputusan yang dihasilkan dalam Silatnas MUTU tersebut. Yakni mempersatukan tokoh dan ulama di berbagai daerah serta melakukan sosialisasi langkah kerja dari Kelompok Kerja Bela Negara MPUI-I kepada seluruh elemen.

“Hasilnya yang pertama adalah kita menjalin silaturahmi antar tokoh dan umat, itu yang paling penting dan membangun komunikasi ideal dengan para tokoh yang ada di daerah dan untuk menyatukan langkah bersama sama dalam upaya perjuangan,” ungkapnya

“Hasil yang kedua adanya draf tentang bagaimana Pokja (kelompok kerja) Bela Negara ini telah memiliki semacam langkah yang tertulis untuk bisa disosialisasikan kepada seluruh elemen karena diamanahkan karena gerakan ini buka gerakan yang tersembunyi tapi gerakan yang terbuka dan bisa diikuti oleh semua pihak baik dari TNI, Polri dan unsur pemerintah yang lain kita ajak bersama sama untuk membela dan menjaga NKRI,” tandasnya.

Satgas: Masih Ada Tokoh Wilayah Anggap Covid Konspirasi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, masih ada provinsi yang tidak percaya dengan pandemi Covid-19 (virus Corona). Bahkan, mengangap pandemi global itu sebagai sebuah konspirasi dan rekayasa. Untuk itu, pihaknya menerjunkan tim pakar ke provinsi tersebut.

“Untuk mitigasi, pakar antropologi, sosiologi dan psikolog untuk daerah tertentu yang masih adanya ketidakpercayaan tentang Covid yang masih anggap Covid rekayasa, masih anggap konspirasi. Kami akan upayakan tim gabungan menyasar ke daerah tersebut,” kata Doni dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Kemudian Doni melanjutkan, ada juga masyarakat yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19. Pihaknya pun telah mengambil data dari 5 provinsi, hasilnya yang tertinggi adalah warga DKI Jakarta dan Jawa Timur (Jatim) yang merasa mereka tidak akan terpapar Covid-19. Disusul Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan.

“Data 5 provinsi, masih ada masyarakat yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid. Tertinggi DKI, kedua Jawa Timur. Jadi kalau kita lihat hari ini DKI dan Jatim masih tinggi, data yang dikumpulkan sudah lumayan akurat. Berikutnya Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan,” urainya.

Selain itu, sambung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, pihaknya juga berupaya mengumpulkan data dari pasien yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet, ada 944 pasien yang dirawat di sana, dan mereka yang terpapar Corona, 62%-nya merupakan pengguna jasa transportasi umum.

“Dan kami sudah mengingatkan kepada Kemenpan RB dan Kementerian BUMN untuk membatasi bahkan harus mencegah karyawannya yang menggunakan transportasi publik,” ujar Doni.

Sumber: sindonews.com