Bertambah 122, 9222 Orang Indonesia Meninggal Akibat Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah kembali melaporkan jumlah kematian akibat virus corona.

Tercatat jumlah yang meninggal pada 17 September 2020 bertambah 122 orang. Sehingga total kematian menjadi 9.222 orang. Saat ini rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia hingga 16 September 2020 mencapai 4,0%.

Dimana tercatat angka kematian sempat mencapai angka 4,3% pada 30 Agustus dari jumlah terakumulasi Covid-19.

Sementara itu, tercatat penambahan kasus Covid-19 bertambah 3.635 kasus. Sehingga akumulasi sebanyak 228.993 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 41.804 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia kini dipublikasikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di https://www.covid19.go.id dan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/.

Dilema Pemerintah; Antara Pandemi dan Penyerangan Ulama

Oleh : Jumi Yanti Sutisna*

Antara pandemi corona dan penyerangan ulama, dua hal besar yang sedang menjadi tren saat ini di Indonesia. Dikatakan dua hal besar karena penanganan keduanya dinilai menentukan masa depan Indonesia, negeri tercinta.

Terkait yang pertama, tentang pandemi corona, dapat kita saksikan hingga kini, kondisi pandemi di Indonesia belum menunjukkan angin segar berupa harapan akan usai.

Sebaliknya yang terjadi malah semakin menjadi. Hal ini berbeda misalnya, dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura yang mulai mampu mengatasi pandemi corona.

Catatan BNPB ditemukan 3.963 kasus baru setiap harinya, hingga tanggal 16 September 2020 tercatat positive covid-19 sebanyak 228.993 jiwa dan angka kematian akibat covid-19 mencapai 9.100 jiwa yang merupakan 2 kali lipat gabungan kematian sisa negara ASEAN, sedangkan populasi Indonesia 43% populasi ASEAN.

Akibatnya, 59 negara luar me-lockdown Indonesia, melarang dari Indonesia masuk ke negara mereka. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pun memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang berisiko tinggi untuk dikunjungi karena kasus risiko penularan virus corona.

Dengan kondisi yang semakin menjadi, Presiden Jokowi pun mengeluarkan statement,

“Saya ingatkan, sekali lagi bahwa kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik”, artinya kata Jokowi, fokus utama pemerintah adalah penanganan kesehatan “Tetap nomor satu adalah kesehatan, adalah penanganan Covid-19. Karena memang kuncinya ada di sini” kata Jokowi ketika membuka sidang kabinet paripurna untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 7 September 2020.

Meski terkesan terlambat, Presiden  Jokowi mengeluarkan pernyataan ini, namun tetap itu bagaikan angin segar berupa harapan keseriusan pemerintah akan menangani pandemi ini.

Pernyataan Presiden Jokowi disambut dengan gerak cepat Gubernur Jakarta Anies Baswedan dengan mengumumkan ibu kota negara akan memberlakukan PSBB jilid 2 namun ternyata mendapatkan kritikan dua menteri negara yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

Sampai disini, ada sebuah pertanyaan besar. Apakah pemerintah sedang bermain drama? Pemimpin dan kabinetnya tidak satu suara.

Kemudian hal penyerangan ulama dan tokoh agama. Sedang marak diantara riuhnya pandemi virus corona. Lucunya, semua kasus penyerangan ulama dan tokoh agama akan berakhir dengan kesimpulan yang sama, hingga masyarakat pun sudah dapat menebaknya, yaitu penyerang ulama adalah orang gila.

Dari Kiai Hakam Mubarok di Lamongan, ustadz HR Prawoto di Bandung, KH Umar Basri di Cicalengka Bandung, ustadz Yazid di Pekanbaru hingga Syaikh Ali Jaber, semua penyerang mereka adalah orang gila, bahkan kasus ustadz HR Prawoto sampai kehilangan nyawa, namun kasus terhenti dengan kesimpulan penyerang adalah orang gila.

Rentetan kasus penyerangan ulama yang disimpulkan oleh pihak berwenang pelakunya adalah orang gila membuat masyarakat berpikir ada drama dibalik kasus penyerangan ulama, hingga tagar orang gila menjadi trending twitter diurutan kelima.

Dengan kegentingan ini akhirnya Presiden  Jokowi angkat bicara melalui Menko Polhukam Mahfud, “Presiden tadi pagi juga memerintahkan kepada saya agar BNPT, Polri, dan BIN menyelidiki semua kasus penyerangan kepada ulama yang dulu-dulu, apakah ada pola yang sama. Ini agar diusut tuntas agar tidak ada spekulasi di masyarakat,” kata Mahfud di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, seperti dalam keterangan tertulis dari Kemenko Polhukam, Rabu (19/6/2020)

Apakah pernyataan Jokowi ini akan sama seperti pernyataannya mengenai covid-19 yang hanya lip service belaka?

Antara corona dan penyerangan ulama. Dua hal besar yang menentukan masa depan Indonesia. Pandemi corona mempengaruhi keberlangsungan kesejahteraan ekonomi Indonesia dan ulama mempengaruhi keberlangsungan adab, keamanan dan persatuan Indonesia.

Bukan hal yang tidak mungkin Indonesia mampu mengatasi pandemi corona, karena Malaysia pun mampu melakukannya, asalkan pemerintan serius dan fokus dalam penanggulangannya, tidak banyak main drama.

Jika tidak mampu berfikir keras cara penanggulangannya, cukuplah belajar pada negara-negara yang telah berhasil menaklukkan pandemi corona.

Bukan hal yang sulit pula, mengatasi penyerang-penyerang ulama, dengan diberlakukannya undang-undang perlindungan kepada ulama dan tokoh agama. Mengatasi penyerang ulama akan menjadi sulit jika drama penyerangan ini sengaja diciptakan oleh pemegang kekuasaan negara.

Tidak ada yang tidak mungkin bagi pemerintah Indonesia untuk mampu mengatasi pandemi corona dan penyerang para ulama, hanya dengan fokus dan tidak banyak main drama.

*Penulis adalah Jurnalis Jurnalislam.com

 

Meski Zona Merah, Oded Pastikan Wabah Masih Terkendali

BANDUNG(Jurnalislam.com) – Wali Kota Bandung Oded M Danial meyakini, pandemi COVID-19 di Kota Bandung masih terkendali, kendati sejumlah kecamatan masuk kategori zona merah.

“Saya yakin di kota ini kita terkendali. Di Bandung rumah sakit rujukan isolasi pasien COVID-19 masih ada, insya Allah masih terkendali,” kata Oded, Kamis (17/9/2020).

Dia pun meyakinkan, kondisi di Bandung berbeda dengan di Jakarta. Terutama soal penanganan orang tanpa gejala (OTG). Di mana, di Bandung ditekankan untuk melakukan isolasi mandiri. Berbeda dengan Jakarta yang harus isolasi di RS atau tempat kusus.

 

Lebih lanjut Oded menjelaskan, ditemukannya beberapa warga atau ASN spirit  covid-19 lantaran pihaknya aktif melakukan trasing. Trasing perlu dilakukan untuk mengetahui penyebarannya.

“Ini agar tidak menjadi gunung es di kemudian hari. Kalau tidak ada testing, tidak akan kelihatan, dan itu berbahaya. Jadi kalau ada yang terpapar, kita bisa langsung arahkan untuk isolasi,” tegasnya

Sumber: sindonews.com

 

Potensi Klaster Covid Pilkada, Jokowi Didesak Buat Perppu

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) jika Pilkada Serentak tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Hal tersebut dikatakannya merespons kekhawatiran Presiden Jokowi tentang bahaya klaster pilkada atau penularan virus COVID-19 saat pilkada.

“Solusinya adalah Perppu jika ingin pilkada tetap dilaksanakan. Kenapa Perppu? Karena dengan Perppu itu bisa dilaksanakan dengan cepat, kalau undang-undang itu memerlukan waktu,” ujar Qodari kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Dia berpendapat penerbitan Perppu diperlukan untuk memasukkan sejumlah aturan baru yang arahnya untuk mencegah terjadinya ledakan penularan COVID-19 di masyarakat. Adapun perubahan aturan antara lain perlu menghilangkan kampanye pilkada yang melahirkan kerumunan.

“Untuk kampanye lebih baik alat peraga atau virtual saja dan menghapus rapat umum, pertandingan olahraga, konser musik, dan lain lain maka harus ubah UU, tapi karena waktu pendek, presiden bisa keluarkan Perppu,” jelasnya.

Dia pun meyakini Perppu itu nantinya bakal didukung oleh DPR. Sebab, mempertimbangkan dua alasan. Pertama, itu semua demi keselamatan rakyat banyak. Kedua, sekitar 80% dari kursi DPR RI merupakan bagian partai dari koalisi pemerintahan.

“Pasti DPR setuju, kalau tidak nanti akan banyak korban berjatuhan karena ini soal hidup mati rakyat banyak,” kata Qodari.

sumber: sindonews.com

BI: Perekonomian Nasional Alami Pemulihan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Bank Indonesia (BI) berupaya menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal ini sejalan dengan dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan koordinasi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Perekonomian global secara bertahap mulai membaik. Perkembangan ini terutama didorong oleh perbaikan pertumbuhan ekonomi di China dan Amerika Serikat, sedangkan kinerja perekonomian Eropa, Jepang, dan India belum kuat,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (17/9).

Menurutnya perkembangan positif di China dan AS sejalan dengan melandainya penyebaran Covid-19 yang mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat global ke level equilibrium normal baru dan dampak stimulus moneter dan fiskal yang cukup besar.

Sejumlah indikator dini pada Agustus 2020 mengindikasikan prospek positif pemulihan ekonomi global, seperti meningkatnya mobilitas, berlanjutnya ekspansi PMI manufaktur dan jasa di AS dan Tiongkok, serta naiknya beberapa indikator konsumsi.

“Perekonomian global yang membaik mendorong kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komoditas global semester II 2020, yang berpotensi lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Berlanjutnya peningkatan ekspor di berbagai negara dan indeks kontainer logistik global mengindikasikan perbaikan aktivitas perdagangan dunia pada triwulan III 2020,” jelasnya.

Sumber: republika.co.id

Menkeu: Covid Masih Bertahan Lama, Jangan Terlena

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pandemi Covid-19 mengguncang ekonomi di bebeberapa negara-negara di dunia.

Bahkan beberapa negara sudah masuk jurang resesi dan Indonesia diperkirakan juga akan masuk ke jurang yang sama.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan krisis akibat pandemi ini jangan membuat patah semangat. Namun harus dimanfaatkan untuk mengakselerasi reformasi di berbagai bidang, mulai dari kesehatan hingga pendidikan.

“Reformasi juga dilakukan dari sisi perlindungan sosial. Transformasi ekonomi Indonesia untuk memulihkan perekonomian Indonesia,” ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (16/9/2020).

Kata dia, penemuan vaksin menjadi salah satu angin segar yang cukup positif. Akan tetapi adaptasi dalam menghadapi krisis harus terus di bawa di masa-masa kepemimpinan mendatang.

“Covid-19 masih akan terus bersama kita, meskipun kita nanti bicara tentang vaksin. Kita mau bicara tentang menanganinya. Jadi saya berharap, Anda semuanya tidak menganggap ‘oh ini masalah temporer satu-dua bulan dan selesai’ tapi mindset kita berubah,” jelasnya.

Dia meminta semua pihak termasuk pemerintah jangan terlena agar tidak bernasib sama dengan Argentina yang secara terus-menerus hampir 100 tahun mengalami krisis akibat kebijakan yang tidak tepat dari pemerintahannya.

Sejumlah Kepala Daerah Wafat Karena Covid, Ini Arahan Kemendagri

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan beberapa arahan terkait sejumlah pejabat daerah meninggal akibat terinfeksi virus corona atau COVID-19. Terbaru, Sekda DKI Jakarta Saefullah meninggal dan dinyatakan positif COVID-19 pada Rabu 16 September 2020.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar meminta agar seluruh pejabat negara maupun daerah mematuhi Instruksi Presiden (Inpres) No 6/2020 tentang Protokol Kesehatan. Sebab, kata Bahtiar, virus Corona bisa menyerang siapapun dan tak mengenal jabatan.

“COVID-19 ini bisa kena siapapun, untuk itu terapkan 3M. Kemudian, hindari kerumunan, jaga imun tubuh dengan vitamin c dan vitamin e, semua ruangan upayakan bisa terpapar sinar matahari, olah raga, serta pikiran juga harus sehat tak boleh stres dan panik,” beber Bahtiar saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2020).

Para pejabat daerah maupun negara mau tidak mau memang harus melaksanakan tugasnya dengan turun langsung ke lapangan. Oleh karena itu, kata Bahtiar, penting penerapan protokol kesehatan bagi para pejabat negara.

“Ya tetap harus ada yang urus negara ini. Tinggal diatur gantian WFH. Dikantor kami sudah terapkan, yang masuk sesuai kebutuhan. Kemudian, yang ada riwayat sakit juga WFH. Tapi sekarang ini juga banyak klaster rumah OTG lalu bawa ke kantor,” ungkapnya.

“Jadi prinsipnya semua waspada. Karena dirumah dan di lingkungan rumah kita juga bisa kena,” imbuhnya.

Sumber: sindonews.com

Wisma Atlet Disebut Masih Mampu Tampung Pasien Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kepala Penerangan Kogabwilhan I, Kolonel Marinir Aris Mudian memastikan, Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet,Kemayoran, Jakarta Pusat, masih cukup untuk menampung ribuan pasien positif virus Corona atau COVID-19.

Saat ini, kata Aris, ruangan RSD Wisma Atlet masih banyak yang kosong. “Masih banyak kosong. Kalau kita lihat data masih bisa untuk menampung. Towernya saja itu kan baru dipake 1.600an,” ungkapnya saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (17/9/2020).

Menurut Aris, jumlah kapasitas ruangan di RSD Wisma Atlet masih mampu untuk menampung ribuan pasien. Apalagi, belum lama ini pemerintah kembali membuka tower 5 Wisma Atlet untuk jadi tempat penanganan pasien COVID-19.

“Iya masih mencukupi. Apalagi kemarin sudah dibuka lagi tower 5, nambah lagi kapasitasnya. Kalau persisnya menampung berapa enggak tahu, tapi kalau tower 5 aja itu bisa nampung 1.500-an orang itu. Tower 5 masih kosong, belum ada penambahan,” bebernya.

Sebelumnya, beredar tayangan video mobil ambulans antre untuk memasuki RS Wisma Atlet. Mobil ambulans itu mengantre untuk mengantarkan pasien Covid-19 dengan gejala ringan-sedang yang akan menjalani perawatan di RS Wisma Atlet.

Sumber: sindonews.com

Kasus Corona Terus Melonjak, PSBB Dinilai Tepat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Umum Hidupkan Masyarkat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho menilai kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) merupakan pilihan bijak untuk masyarakat Indonesia.

Meski cukup pahit, opsi ini ditempuh agar rakyat tidak menanggung derita lebih mendalam akibat penyebaran virus Corona (Covid-19) yang kurvanya belum juga melandai.

Untuk itu, Harjuno berharap penanganan kesehatan dan upaya pemulihan ekonomi harus berjalan pararel agar pembiayaan kesehatan dan kehidupan ekonomi rakyat sehari-hari terpenuhi.

“Penanganan Covid 19 dan pemulihan ekonomi memerlukan kerja sama dan komitmen kuat dari semua pihak. Dengan demikian, Indonesia bisa terbebas dari Pandemi serta pelebaran defisit karena kontraksi ekonomi di tahun berikutnya tidak terjadi,” ujar Hardjuno di Jakarta, Rabu (16/9/2020) dalam keterangannya tertulisnya.

Menurut dia, penyelamatan kesehatan rakyat serta pemulihan ekonomi rakyat harus ditempatkan pada skala prioritas. Pandemi memberikan tekanan yang cukup siginifikan terhadap ekonomi nasional.

“Jangan cari panggung di Covid-19. Stop semua pencitraan, mari semua energi positif bangsa diarahkan untuk melawan covid-19 ini,” katanya.

Sumber: sindonews.com

Qatar Tolak Normalisasi Hubungan Israel Sebelum Masalah Palestina Selesai

DOHA(Jurnalislam.com) – Qatar menolak melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Alasannya, alasan normalisasi hubungan bukanlah inti solusi konflik Israel-Palestina yang sampai saat ini masih berlangsung.

“Kami tidak berpikir bahwa normalisasi adalah inti dari konflik ini dan karenanya tidak bisa menjadi jawabannya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Lolwah Rashid Al-Khater kepada Bloomberg.

“Inti dari konflik ini adalah tentang kondisi drastis yang dialami Palestina sebagai ‘orang tanpa negara’, hidup di bawah pendudukan,” lanjut Al-Khater.

Dia juga menyinggung kemajuan menuju solusi untuk krisis dengan Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA) yang memberlakukan blokade yang mencekik terhadap Qatar sejak Juni 2017.

Diplomat tersebut memuji upaya Kuwait untuk mengakhiri perselisihan dan blokade ekonomi dan diplomatik terhadap Doha. “Dalam dua bulan terakhir, ada pesan dan pembawa pesan yang bolak-balik,” katanya.

“Masih terlalu dini untuk membicarakan terobosan nyata, tetapi beberapa minggu ke depan mungkin akan mengungkap sesuatu,” ujarnya.

Sumber: sindonews.com