DDII: Pesantren Model Pendidikan Terbaik

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pesantren telah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia memperjuangan kemerdekaan.

Melalui lembaga non formal inilah, lahir banyak tokoh-tokoh besar yang pada setiap masanya menjadi motor penggerak untuk kemaslahatan bangsa.

Karena itu menurut Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Adian Husaini masa depan pendidikan Indonesia sejatinya adalah pendidikan pesantren yang merupakan amanah para ulama dan tokoh perjuangan kemerdekaan.

“Jadi pesantren itu lembaga perjuangan. Masa depan pendidikan kita ini pesantren. Kalau kita mau bertahan di era distribusi maka lembaga pendidikan kita sekarang ini tolong ubah menjadi pesantren,” kata Adian Husaini dalam pidato perdana sebagai Ketua Umum DDII dengan tema Menyongsong Kejayaan Pendidikan Kita pada Rabu (21/10).

Menurutnya pesantren sebagai pendidikan yang merupakan sistem dan model pendidikan Rasulullah menjadi pilihan terbaik. Sebab menurutnya pesantren menanamkan adab dan akhlak yang baik sebelum siswa atau santri memiliki ilmu yang tinggi.

Di pesantren, jelas Adian terdapat keteladanan dari guru kepada santrinya, penanaman adab dan akhlak, pendalaman materi pembelajaran dalam agama, penanaman ruh dakwah, dan menanamkan jiwa kemandirian. Selain itu menurut Adian keberadaan pesantren pun sesuai dengan tujuan pendidikan dalam konstitusi.

“Saya yakin betul pesantren itu model pendidikan terbaik yang abadi, jadi tujuan penting pendidikan nasional kita itu yang penting meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia, baru mencerdaskan kehidupan bangsa,”  katanya.

Sumber:

Yordania Laporkan Lonjakan Kasus Baru Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Yordania pada Rabu (21/10) melaporkan 2.648 kasus baru Covid-19, saat negara itu menghadapi sebuah wabah besar dengan tiga kali lipat jumlah kematian hanya dalam dua pekan terakhir. Ini merupakan angka harian tertingginya sejak awal pandemi.

Lonjakan dalam bulan terakhir itu menempatkan angka-angka infeksi Yordania di atas jumlah infeksi dari sebagian besar negara tetangganya di Timur Tengah dan membalikkan beberapa bulan keberhasilan dalam menahan wabah itu. Lonjakan itu juga beriringan dengan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah kematian harian, yang kini kisaran rata-ratanya 30.

Perdana Menteri Bisher al-Khasawneh mengatakan, negaranya memang memasuki “tahap yang sulit” setelah penularan komunitas yang meluas. Akan tetapi, Yordania tak akan memberlakukan kembali penguncian nasional.

“Penutupan-penutupan yang lama hanya akan mengarah pada penurunan sektor-sektor ekonomi keseluruhan,” kata Khasawneh dalam komentar-komentar saat berbicara dengan pers.

Menurut Khasawneh, karantina wilayah yang ketat akan melumpuhkan kehidupan harian dan melemahkan perekonomian yang bergantung bantuan yang sudah terpuruk. Sejak awal pandemi, negara dengan sekitar 10 juta penduduk itu mencatat 43.620 infeksi dan 443 kematian, kata pihak berwenang.

Khasawneh mengatakan, pemerintah memilih penguncian satu hari untuk sisa tahun ini, namun jam malam akan diperpanjang dua jam mulai pukul 11 malam. Pemerintah juga memutuskan menutup rumah-rumah penitipan anak pada hari Sabtu.

Sekolah, akademi, dan universitas akan tetap tutup sementara restoran dan kafe akan buka dengan penjagaan kesehatan lebih ketat. Larangan yang tegas atas kegiatan sosial, yang mengumpulkan lebih dari 20 orang pada acara pernikahan dan penguburan, masih berlaku.

Menteri Kesehatan Nizar Obeidat mengatakan, pemerintah sedang bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan lebih dari 3.000 kasus per hari. Ia menyebut, pihak berwenang akan melakukan segalanya untuk mencegah keambrukan sistem perawatan kesehatan.

Yordania memiliki 1.300 ranjang rumah sakit dan 700 ranjang perawatan intensif serta 600 unit mesin bantu pernapasan dan punya kapasitas untuk menaikkan jumlah itu. Obeidat menyebut, kini terdapat 1.078 pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Sumber: republika.co.id

KSP Moeldoko Diminta Perbaiki Komunikasi Publik

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam menyarankan Kantor Staf Presiden (KSP ke depan bisa membangun komunikasi publik yang persuasif dan dialogis.

Hal tersebut dikatakan Arif menyikapi pernyataan Kepala Staf Presiden Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko yang mengakui komunikasi publik pemerintah sangat buruk ketika menggodok Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Bahkan, Moeldoko mengungkapkan semua jajaran kabinet ditegur Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Soal pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko yang semua ditegur Presiden, terutama perihal jeleknya komunikasi publik tentu itu bisa dalam beberapa sisi,” ujar Arif Nurul Imam , Kamis (22/10/2020).

Pertama, kata Arif, teguran Presiden Jokowi tersebut merupakan evaluasi pimpinan pada bawahan. “Sehingga teguran Presiden bisa dibaca sebagai peringatan pada bawahan, termasuk Pak Moeldoko,” ungkap Arif.

Kedua, Arif berpendapat, pernyataan bahwa KSP mau memperbaiki komunikasi publik pemerintah tentu karena institusi itu merupakan lembaga setingkat menteri yang salah satu tugasnya sebagai juru bicara pemerintah.

Artinya, lanjut dia, Moeldoko menyadari lembaga yang dipimpin perlu berbenah sehingga komunikasi publik pemerintah ke depan bisa lebih baik lagi.

Sumber: sindonews.com

Hari Santri, Pengurus NU Ziarahi Makam Syuhada Pasukan Hizbullah

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Jawa Tengah menziarahi komplek makam laskar Hizbullah yang gugur dalam perang mempertahankan kemerdekaan RI di kawasan Front Markas Medan Tenggara (MMTG) Samarang.

Rais PCNU Kota Semarang KH Habief Ismail mengatakan, kawasan Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang dulu pada era perang  kemerdekaan menjadi bagian medan tempur antara laskar Hizbullah yang beranggotakan para santri dan kiai melawan tentara Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

“Puluhan santri dan kiai itu gugur dan dimakamkan di sini, terima kasih kepada masyarakat dan warga NU di Tlogosari yang merawat komplek makam ini dengan baik sehingga setiap saat bisa diziarahi,” kata Kiai Hanief di Semarang, Rabu (21/10).

Dikatakan, PCNU Kota Semarang dengan disertai para pengurus lembaga, badan otonom NU, dan nahdliyin di ibukota Jateng, Senin (19/10) menziarahi makam tersebut.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kegiatan Hari Santri 2020. Bagai nahdliyyin, ziarah ke makam orang-orang saleh adalah ajaran yang sudah mentradisi,” paparnya.   Dari kegiatan ini lanjutnya, bisa diambil keteladanan semangat dan keikhlasan para santri dan kiai zaman itu yang begitu ikhlas mendarmabaktikan dirinya untuk keutuhan NKRI.

Sumber: nu.or.id

Bertemu Jokowi, Muhammadiyah Minta UU Ciptaker Ditunda

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Perwakilan PP Muhammadiyah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada siang tadi.

Muhammadiyah mengusulkan pelaksanaan omnibus law UU Cipta Kerja ditunda. Pertemuan rombongan PP Muhammadiyah dan Jokowi itu berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020) pukul 11.00-12.30 WIB. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Sutrisno Raharjo, Mensesneg Pratikno, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan secara panjang-lebar terkait latar belakang, materi, dan peran strategis dalam peningkatan ekonomi di Indonesia. Presiden juga menegaskan sikap dan pandangan terkait banyaknya kritik dari masyarakat,” kata Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis.

Mu’ti mengatakan Jokowi tak akan menerbitkan Perppu Cipta Kerja Kendati demikian, kata Mu’ti, Jokowi terbuka akan masukan dari semua pihak.

“Terkait dengan UU Cipta Kerja, PP Muhammadiyah menyampaikan catatan dan masukan tertulis yang diserahkan langsung kepada Presiden. Untuk menciptakan situasi yang tenang dan kemungkinan perbaikan, PP Muhammadiyah mengusulkan agar Presiden dapat menunda pelaksanaan UU Cipta Kerja sesuai peraturan yang berlaku. Di Indonesia terdapat beberapa UU yang ditunda pelaksanaannya karena berbagai alasan misalnya kesiapan, penolakan dari masyarakat, dan sebagainya. Terhadap masukan tersebut, Presiden menyatakan akan mengkaji dengan saksama,” kata Mu’ti.

Sumber: detik.com

 

Jumlah Pasien Covid di RS AS Melonjak Tajam

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Jumlah pasien covid-19 di rumah sakit AS Serikat pada Rabu (21/10) mencapai 40 ribu untuk pertama kalinya sejak Agustus, menurut hitungan Reuters. Jumlah pasien covid-19rawat inap meningkat tajam ketika negara itu menyatakan lonjakan infeksi di sejumlah negara bagian di kawasan Midwest.

Rumah sakit mengalami peningkatan 36 persen pasien Covid-19 selama empat pekan terakhir dan rumah-rumah sakit di Midwest setiap hari mencatat jumlah tertinggi baru. Pada Oktober, 16 negara bagian telah melaporkan jumlah harian tertinggi Covid-19 terkait pasien yang dirawat di rumah sakit sejak pandemi mulai muncul.

Di antara wilayah dengan laporan seperti itu adalah negara-negara bagian yang berada di Midwest, yaitu Iowa, Kansas, Missouri, Nebraska, North Dakota, South Dakota, dan Wisconsin. Rawat inap pasien yang terserang virus corona telah membuat catatan tertinggi di setiap wilayah, kecuali di kawasan Northeast.

Rawat inap adalah metrik yang diawasi ketat karena tidak dapat diandalkan oleh banyak pengujian yang dilakukan. Selain rawat inap mencapai 40.264 orang pada Rabu, kasus baru Covid-19 pada rata-rata tujuh hari telah meningkat 45 persen dalam empat pekan terakhir.

Angka kasus baru juga mengarah pada tingkat yang terakhir terlihat selama puncak musim panas, menurut analisis Reuters. Pada Jumat (16/10), AS mencatat 69.478 kasus baru.

Sumber: republika.co.id

Kecam Armenia, Erdogan: Anda Tahu Mengapa Turki Berpihak pada Azerbaijan?

ANKARA(Jurnalislam.com) — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, bahwa ketua bersama Minsk Group (Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Prancis) memasok senjata ke Armenia dalam konflik yang sedang berlangsung. Erdogan juga mengecam pemerintah Armenia sebab melanggar gencatan senjata selama akhir pekan.

“Mengapa Turki berpihak pada Azerbaijan? Anda tahu tentang trio Minsk: Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis. Di pihak siapa mereka? Mereka bersama Armenia. Apakah mereka memberi Armenia semua jenis dukungan bersenjata? Ya, benar,” kata Erdogan dalam pidatonya, Ahad (18/10) waktu setempat dikutip laman Hurriyet Daily News, Senin.

Erdogan menegaskan, bahwa Azerbaijan tengah berupaya membebaskan wilayahnya dari pendudukan Armenia. Hal ini, kata dia adalah wajar. .

Dia mengulangi kritiknya terhadap komunitas internasional, khususnya Minsk Group yang dibentuk pada 1994 untuk menyelesaikan sengketa wilayah Nagorno-Karabakh. Armenia telah menduduki wilayah yang menjadi milik Azerbaijan pada masa-masa awal kemerdekaan bekas republik Soviet.

“Ketiga negara dari Minsk Group ini tidak mengizinkan negosiasi selama 30 tahun dan tidak mengembalikan wilayahnya ke Azerbaijan,” kata Erdogan.

Oleh karena itu, menurut Erdogan, Azerbaijan berjuang untuk mendapatkan kembali tanahnya dari Armenia, dan bentrokan menunjukkan bahwa tentara Azerbaijan pasti akan menang.

“Barat tidak memihak Azerbaijan. Sekali lagi Armenia yang melanggar gencatan senjata. Apakah Barat angkat bicara tentang itu? Tapi ketika Turki berbicara tentang itu, mereka mengeluh ‘Turki tidak pernah diam,'” ujarnya.ti

Armenia dan Azerbaijan kembali saling tuding lawan masing-masing melanggar gencatan senjata untuk kemanusiaan yang baru di medan pertempuran Nagorno-Karabakh, hanya beberapa jam setelah gencatan senjata itu disepakati.

Gencatan senjata tersebut disepakati pada Sabtu (17/10) tengah malam setelah gencatan senjata yang ditengahi Rusia untuk menghentikan pertempuran antara dua negara bertetangga itu di Kaukus Selatan pekan lalu gagal.

Sumber: republika.co.id

Wakaf Uang Diharap Jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan bahwa pengelolaan wakaf uang sebagai salah satu milestone baru dalam sejarah pengelolaan wakaf kontemporer di Indonesia.

Hal ini disampaikan Menag saat menjadi keynote speaker pada webinar bertajuk ‘Perkembangan Wakaf Uang di Indonesia’ yang diselenggarakan PWNU DKI Jakarta, Selasa (20/10).

“Wakaf uang ini diharapkan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi umat dan instrument penanggulangan kemiskinan di negara kita,” kata Menag.

Disampaikan Fachrul Razi, wakaf uang juga memiliki prospek sebagai salah satu pilar mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Syariah dunia. “Saya tegaskan bahwa tatakelola wakaf bukan sekadar mengkapitalisasi jumlah dana dan nilai angka. Tatakelola wakaf sejatinya adalah urusan kemaslahatan umum,” tambah Menag.

Pada posisi ini, lanjut Menag, Kementerian Agama memiliki peran sentral dan substansial sebagai regulator pengelolaan wakaf. Kemenag bersinergi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang secara teknis mengembangkan dan memajukan perwakafan di Indonesia.

“Semoga pengelolaan wakaf uang dan peran ormas Islam terus dapat tingkatkan. Sinergi dan kolaborasi para penggerak perwakafan semakin baik dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas,” harap Menag.

Selain Menag Fachrul Razi, hadir juga beberapa pembicara lainnya seperti ketua BWI Mohammad M Nuh, Rois Syuriah KH Mahfudz Asirun dan Wakil Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Yusuf Mansur.

 

Innalillahi, Pengasuh Gontor KH Syukri Zarkasyi Meninggal Dunia

GONTOR(Jurnalislam.com)–Innalillah wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur,  Dr KH Abdullah Syukri Zarkasyi, MA, meninggal dunia.

Putra pertama dari KH Imam Zarkasyi salah seorang Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, dikabarkan wafat Rabu, 4 Rabi’ul Awwal 1442/21 Oktober 2020 pukul 15.50 WIB di kediamannya di Gontor. Almarhum meninggal akibat sakit. Kabar wafat almarhum disampaikan sejumlah alumni Gontor, antara lain, Hidayat Nur Wahid.

Lahir di Gontor pada 19 September 1942, KH Imam Zarkasyi menamatkan Sekolah Dasar di desa Gontor pada tahun 1954. Setelah menamatkan Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1960 melanjutkan studi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mendapatkan gelar Sarjana Muda pada 1965.

Adapun gelar Lc didapat dari Al-Azhar University Kairo, Mesir pada tahun 1976. Kemudian melanjutkan studi di lembaga yang sama hingga meraih gelar MA. Pada 1978, dan gelar Doctor Honoris Causa pada 2005 dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sumber: republika.co.id

Munas MUI Akan Bahas Politik DInasti hingga Filantropi Islam

 JAKARTA(Jurnalislam.com)-Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Musyawarah Nasional ( Munas) 2020 bulan depan. Sejumlah materi akan dibahas dalam Munas 2020.

Ketua Tim Materi Fatwa Munas MUI, Asrorun Niam Sholeh mengatakan Munas yang akan digelar pada 25-28 November 2020 itu ada membahas sejumlah fatwa. Materi fatwa itu dikerucutkan pada tiga bidang yakni sosial budaya, ibadah dan ekonomi syariah.

“Tiga bidang itu juga mencakup rencana fatwa tentang perencanaan haji belia dan dana talangan haji, pengawasan pengelolaan zakat dan zakat perusahaan, wakaf, pemilihan umum termasuk periode masa bakti presiden, Pilkada, dan politik dinasti, serta paham Komunisme,” ujar Asrorun dalam keterangannya di situs resmi MUI, Senin (19/10/2020).

Selain itu, Munas MUI 2020 juga turut akan membahas fatwa vaksin COVID-19. Di dalamnya akan dibahas mengenai rambu-rambu new normal, pemanfaatan bagi tubuh manusia hingga penanggulangan COVID-19.

Komisi fatwa menargetkan akan merampungkan materi fatwa selesai pada akhir Oktober 2020. Setelah itu, MUI akan mengundang ahli untuk melakukan finalisasi materi fatwa.

MUI berharap, dua minggu sebelum Munas MUI 2020, pihaknya sudah memberikan draf materi Munas MUI 2020. Sehingga, para peserta terlebih dahulu mempelajari draf materi tersebut.

Sumber: detik.com