Buntut Penghinaan Rasulullah. Presiden Jokowi Didesak Usir Dubes Prancis

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Pasca pemenggalan kepala seorang guru penghina Nabi, pemerintah Prancis memasang karikatur Charlie Hebdo penghina Rasulullah di gedung pemerintahannya

Hal ini mendapat kecaman dari berbagai elemen umat Islam. Jamaah Ansharus Syariah (JAS) mengecam penghinaan pemerintah Prancis kepada Rasulullah.

“Mengecam keras tindakan penghinaan terhadap kehormatan Nabi Muhammad SAW, yang digambarkan dengan kartun yang mengandung unsur pelecehan,” kata Abdul Rachim Ba’asyir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (25/10/2020).

Ia juga menuntut sikap tegas dari pemerintah Indonesia sebagai negara Mayoritas Muslim dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis.

“Juga mengusir Duta Besar nya dari Indonesia sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prancis yang memberikan jalan bagi penghinaan terhadap Nabi Muhammad,” pungkasnya.

Erdogan: Marcon Butuh Perawatan Mental

ISTANBUL(Jurnalislam.com)- Presiden Turki Tayyip Erdogan menyebut Presiden Prancis, Emmanuel Macron adalah orang yang membutuhkan perawatan mental. Pernyataan ini disebut dalam pidatonya karena sikap Macron terhadap Muslim dan Islam.

Seperti diketahui, senak awal bulan ini, Macron berjanji untuk melawan “separatisme Islam”, yang disebutnya mengancam  mengambil kendali di beberapa komunitas Muslim di sekitar Prancis.

Sikap Macron ini dimulai sejak kasus pemenggalan seorang guru sejarah oleh seorang radikal Islam, yang ingin membalas penggunaan kartun Nabi Muhammad oleh guru tersebut di kelas untuk kebebasan berekspresi.

“Apa masalah orang bernama Macron ini dengan Muslim dan Islam? Macron membutuhkan perawatan pada tingkat mental,” kata Erdogan dalam pidatonya di kongres provinsi Partai AK di kota Kayseri, Turki tengah dilansir dari reuters, Sabtu (24/10).

“Apa lagi yang bisa dikatakan kepada seorang kepala negara yang tidak memahami kebebasan berkeyakinan dan yang berperilaku seperti ini kepada jutaan orang yang tinggal di negaranya yang merupakan anggota dari agama yang berbeda?”  tambah Erdogan.

Erdogan adalah seorang Muslim yang saleh dan memimpin Turki sejak Partai AK yang bernafaskan Islam pertama kali berkuasa pada tahun 2002. Ia juga telah berusaha untuk mengubah Islam menjadi arus utama politik di Turki, sebuah negara yang mayoritas Muslim tetapi sekuler.

Presiden Turki tersebut mulai bereaksi sejak 6 Oktober lalu setelah komentar awal Macron tentang “separatisme Islam”. Menurutnya, pernyataan itu adalah “provokasi yang jelas” dan menunjukkan “ketidaksopanan” pemimpin Prancis kepada Islam.

Turki dan Prancis adalah anggota NATO tetapi telah berselisih mengenai berbagai masalah termasuk kebijakan di Suriah dan Libya, yurisdiksi maritim di Mediterania timur dan konflik di Nagorno-Karabakh.

Erdogan dan Macron sempat membahas ketidaksepakatan mereka dalam panggilan telepon bulan lalu dan setuju untuk meningkatkan hubungan dan menjaga saluran komunikasi tetap terbuka.

Sumber: republika.co.id

SRPB Jatim dan Organisasi Mitra Hadir di Rakor BPBD Jatim

SURABAYA(Jurnalislam.com) – BPBD Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Acara yang dihelat di Hotel Singgasana, Surabaya ini berlangsung mulai Sabtu – Minggu, 24-25 Oktober 2020.

 

Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim juga ikut dalam rakor yang bertemakan Sinergitas dan Gotong Royong dalam Penanggulangan Bencana.  Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih dan para pengurus tampak hadir dalam acara ini.

 

Rakor ini dibuka oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Gatot Subroto. Sebanyak 50 pengurus dan organisasi mitra SRPB Jatim hadir dalam kegiatan ini. Selain itu, ada pula 50 peserta dari FRPB Jatim.

 

“Kita masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga nanti dalam penanganan bencana harus menyesuaikan protokol kesehatan,” ungkap Gatot Subroto dalam sambutannya.

 

Menurutnya, BPBD Jatim tidak bisa sendirian dalam penanganan bencana. “Maka hari ini diadakan rapat koordinasi, sehingga bisa saling mengisi kekosongan dalam penanggulangan bencana,” imbuhnya.

 

Sementara, Oky Sukma Hakim, Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengatakan, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim penghujan.

 

“Potensi La Nina cukup besar karena curah hujan meningkat hingga 40 persen,” jelas Oky yang ikut memberikan materi.

 

Belum lagi adanya informasi beberapa waktu lalu adanya potensi gempa megathrust di kawasan Selatan Pulau Jawa. Hal inilah yang harus diwaspadai, karena gempa dalam skala besar belum bisa diramalkan kehadirannya.

Sambut Milad ke-10, SMP Muhammadiyah PK Gelar Lomba Secara Daring

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Menyambut milad ke-10 dan 20 tahun Perguruan Muhammadiyah Kottabarat, SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar berbagai perlombaan secara daring.

 

Perlombaan tersebut adalah Plasmic (PK Olympiad Social, Mathematic, and Science) dan Bulan Bahasa. Perlombaan yang digelar secara maraton tersebut tersebut diikuti oleh ratusan siswa baik internal sekolah maupun eksternal sekolah.

 

Aryanto selaku humas menjelaskan bahwa kegiatan perlombaan tersebut digelar dalam rangka menyongsong milad sekolah yang kini berusia 10 tahun.

 

Menurutnya memasuki usia tersebut, sekolah masih harus terus berbenah, meneguhkan positioning guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

 

“Perlombaan Plasmic digelar untuk siswa SD se-Solo Raya sedangkan Bulan Bahasa untuk siswa internal SMP Muhammadiyah PK. Berdasarkan data peserta, siswa yang mengikuti Plasmic berjumlah 127 siswa SD se-Solo Raya dari 16 SD baik negeri dan swasta. Adapun peserta lomba bulan bahasa diikuti 269 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 SMP Muhammadiyah PK,” jelasnya kepada media.

 

Ia menambahkan kedua perlombaan, baik Plasmic dan Bulan Bahasa merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Kali ini kedua lomba digelar secara hampir bersamaan.

 

Olimpiade tingkat karesidenan tersebut, Plasmic, ditujukan untuk siswa kelas 5-6 SD. Peserta mendaftar sejak 28 September hingga 20 Oktober. Karena digelar daring maka panitia mengadakan simulasi pengerjaan soal sebelumnya.

 

Terdapat beragam lomba bulan bahasa seperti menulis cerpen, resensi buku, musikalisasi puisi, speeling bee, musikalisasi geguritan, mewarnai batik, pidato bahasa Arab, kaligrafi, video pendek, dan komik literasi.

 

Proses perlombaan digelar dari tanggal 10 s.d. 16 Oktober 2020. Beberapa lomba dalam bentuk video ditayangkan di youtube sekolah, PK TV untuk di-like dan dikomentari. Penilaian berdasarkan like dan viewer terbanyak.

 

Aryanto mengharapkan bahwa kegiatan perlombaan secara daring seperti ini mampu meningkatkan motivasi belajar para siswa. Pasalnya, para siswa sekarang sebagian besar sedang menempuh pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.

 

“Sebagai puncak acara berupa pengumuman dan penyerahan hadiah maka panitia menggelar awarding bertajuk Konser Pemuda Semarak Bulan Bahasa dan Plasmic 2020 pada Sabtu, 24 Oktober 2020 pukul 08.00 s.d. 10.30 live dari youtube sekolah, PK TV,” pungkasnya.

 

Indonesia Diizinkan Umrah oleh Saudi? Ini Kata Kemenag

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Penyelenggaraan ibadah umrah akan memasuki tahap ketiga. Arab Saudi dijadwalkan akan memberi kesempatan jemaah dari luar negaranya pada 1 November 2020. Namun, itu akan diawali pengumuman daftar negara yang diperbolehkan memberangkatkan jemaahnya.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema pelindungan jika jemaah Indonesia diizinkan umrah.

“Bapak Menteri Agama memberi arahan agar kami menyiapkan skema pelindungan, pelayanan, dan pembinaan.  Yang penting kita siap ketika Indonesia diperbolehkan kirim jemaah. Karena ini bagian dari pelayanan,” terang Oman di Jakarta, Sabtu (24/10).

Menurut Oman, pihaknya sudah finalisasi Rancangan Keputusan Menteri Agama (RKMA) tentang Penyelenggaraan Umrah di masa Pandemi. RKMA ini sebelumnya sudah dibahas dengan stakeholders, termasuk kementerian/lembaga terkait dan para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).  RKMA ini antara lain mengatur tentang kriteria jemaah, protokol kesehatan, dan kemungkinan karantina.

“Ada persyaratan bebas Covid, sehingga ada protokol tertentu yang harus diterapkan. Ini kita siapkan,” jelasnya.

“Termasuk protokol pada setiap aspek layanan, transportasi, konsumsi, dan akomodasi,” lanjutnya.

Oman memastikan skema pelindungan tersebut disesuaikan dengan ketentuan yang diberlakukan Saudi. Menurutnya, Saudi sudah menerbitkan edaran terkait umrah di masa pandemi. Edaran itu antara lain mengatur bahwa akomodasi atau kamar hotel maksimal diisi dua orang dengan jarak tempat tidur minimal dua meter.

Aturan lainnya, tidak ada layanan konsumsi dengan sistem prasmanan. Usia jemaah juga Saudi batasi, maksimal 50 tahun dan harus bebas Covid-19. Proses pendaftarannya dikontrol melalui sistem Itamarna yang disediakan Saudi dan dikoordinasikan dengan PPIU.

“Intinya, Kemenag siapkan mitigasi sesuai kebijakan Saudi. Sekarang kita menunggu daftar negara mana saja yang diizinkan memberangkatkan jemaah umrah mulai 1 November mendatang,” terang Oman.

Oman mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Konsul Haji KJRI Jeddah untuk update perkembangan kebijakan Arab Saudi. Setiap kebijakan baru yang dikeluarkan Saudi akan diinformasikan ke publik agar menjadi perhatian bersama.

 

Literasi Ekonomi untuk Santri Dukung Ekonomi Nasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pemerintah berupaya menguatkan literasi keuangan di kalangan pemuda, santri, maupun pelajar agar kepemilikan dan penggunaan rekening terus meningkat. Hal ini tentunya bisa mendukung ketahanan ekonomi atau sistem keuangan nasional.

“Santriwan dan Santriwati merupakan segmen prioritas dalam kelompok pemuda pada Strategi Nasional Keuangan Inklusif,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir dalam acara Seminar Keuangan Inklusif bagi Pemuda/Santri dalam rangka Hari Santri Nasional 2020, Jumat (23/10) di Jakarta.

Kelompok pemuda mempunyai potensi yang sangat besar, dengan santri/santriwati yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 18 juta orang. Jika seluruhnya terinklusi keuangan, maka bisa mendorong pencapaian target keuangan inklusif jangka panjang.

Berbicara tentang ekonomi yang inklusif, Iskandar menerangkan bahwa salah satu sumber dari pengangguran adalah karena tidak adanya akses masyarakat kelompok bawah terhadap 2 (dua) hal, yaitu akses pekerjaan dan akses pembiayaan.

“Pembangunan itu harusnya inklusif untuk semua orang. Jadi kita melakukan pelatihan keuangan inklusif ini, salah satunya adalah supaya seluruh masyarakat Indonesia bisa berusaha, bisa mendapatkan pekerjaan, tanpa mengecualikan dari kelompok mana,” tegasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa Pemerintah memiliki program One Pesantren One Product (OPOP). Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, pondok pesantren, dan masyarakat sekitar.

“Dengan program ini, Pondok Pesantren diharapkan bisa makin memberikan dampak terhadap lingkungan sekitarnya,” tutur Iskandar Simorangkir selaku Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif.

Pada perayaan Hari Santri Nasional ini, juga dilaksanakan serangkaian acara antara lain penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)/Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra), peresmian Pontrenmart, pembiayan fintech eSyirkah untuk ekspor usaha santri, peluncuran iPesantren, pembukaan Rekening Santri dan penyerahan Kartu Santri, peluncuran percontohan pembiayaan OPOP, serta edukasi/literasi keuangan syariah pesantren.

Melalui berbagai program keuangan inklusif, lanjut Iskandar, Pemerintah ingin memberdayakan masyarakat, khususnya yang belum tersentuh dengan pembiayaan. “Sehingga mereka bisa membuka usaha, bisa bekerja, untuk meningkatkan kesejahteraan,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan ini antara lain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso; Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj; Ketua PBNU Bidang Ekonomi, Eman Suryaman Abdurrahman; Ketua Perhimpunan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin, Irnanda Laksnawan; Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi NU, Afifi; Sekum Induk Koperasi Pondok Pesantren (INKOPONTREN), Syaiful Arifin; serta para Direksi BUMN, Bank Himbara, dan Bank Daerah

Charlie Hebdo, Karikatur Menghina Nabi Ditampilkan di Gedung Pemerintahan Prancis

PRANCIS(Jurnalislam.com)– Karikatur Nabi Muhammad ditampilkan menggunakan proyektor ke gedung pemerintahan di Prancis..

Hal tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap guru sejarah, Samue; Paty, yang dipenggal kepalanya karena diduga menghina Rasulullah.

Penggambaran kontroversial dari  Charlie Hebdo ini ditampilkan ke gedung balai kota di wilayah Occitanie, yakni Montpellier dan Toulouse.

Proyeksi tersebut berlangsung selama lebih dari empat jam pada Rabu malam, 21 Oktober 2020.

Dilansir dari Breitbart, Walikota Carole Delga mengatakan bahwa keputusan untuk memproyeksikan karikatur kontroversial ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap Samuel Pay, guru yang dipenggal karena menghina Rasulullah.

“Tidak boleh ada kelemahan di hadapan musuh demokrasi, menghadapi mereka yang mengubah agama menjadi senjata perang, mereka yang berniat menghancurkan republik,” kata Carole Delga.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Singgung  NU, Gus Nur Ditangkap Polisi

MALANG(Jurnalislam.com)–Polisi menangkap tokoh aswaja  Sugi Nur Raharja atau karib disapa Gus Nur  pada Sabtu (24/10) dini hari ditangkap di kediamannya atas dugaan ujaran kebencian yang bermuatan SARA dan Penghinaan.

 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono membenarkan penangkapan terhadap warga asal Malang itu.

“Iya benar, dini hari tadi,” kata Awi kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi melalui pesan singkat. “Dini hari tadi Sabtu 24 Oktober 2020 Pukul 00.18 WIB di rumahnya Sawojajar, Kec Pakis, Malang.”

Meski demikian, Awi belum mau memaparkan lebih lanjut terkait penangkapan terhadap Gus Nur ini.

Sebelumnya pada Rabu (21/10) Gus Nur dilaporkan ke polisi oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim, lantaran dinilai telah menghina organisasi Nahdlatul Ulama pada acara dialog yang ditayangkan di kanal Youtube milik Refly Harun.

Pernyataan Gus Nur yang dipermasalahkan adalah bahwa “NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum–yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal, dan penumpangnya kurang ajar”.

Gur Nur, dalam acara diskusi tersebut, pun mengibaratkan para penumpang bus tersebut menganut pemikiran liberal, sekuler, dan merupakan PKI.

Menurut Azis, ia melaporkan Gus Nur karena dituding menghina organisasi.

Sumber: cnnindonesia

 

381 Ribu Kasus Corona Indonesia, 13 Ribu Kematian

JAKARTA(Jurnalislam.com) –Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus kematian akibat Covid-19 per 23 Oktober 2020 sebanyak 118 orang. Dengan demikian, total kematian menjadi 13.077 kasus.

Angka tersebut menjadikan rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 3,4%, menurun dibandingkan 4,3% pada 30 Agustus lalu dari jumlah terakumulasi Covid-19.

Sementara itu kasus Covid-19 bertambah 4.369 kasus sehingga akumulasinya menjadi 381.910 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 42.287 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 4.094 orang. Sehingga total sebanyak 305.100 orang sembuh. Sementara itu, sebanyak 161.763 orang menjadi suspek Covid-19.

Sumber:sindonews.com

Menhub Antisipasi Penularan Covid saat Libur Panjang

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo mengingatkan agar peningkatan laju penularan pandemi Covid-19 tidak terjadi lagi dalam liburan panjang akhir bulan Oktober nanti.

Lalu bagaimana pemerintah mengantisipasi dan mempersiapkan transportasi agar tidak ada penularan pandemi?

Terkait hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menyebut pihaknya telah melakukan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan dan memenuhi protokol kesehatan dengan baik.

“Kami tidak ingin di satu sisi senang. Lalu satu sisi ada gelombang kedua atau penularan besaran Covid-19,” ujar dia dalam telekonferensi, Jumat (23/10/2020).

Maka itu, pihaknya akan mengundang operator dari transportasi darat, udara dan laut. Hal itu untuk menyampaikan pesan-pesan soal kehati-hatian penularan virus corona. Di mana apabila ada operator yang tidak sesuai dengan sektor masing-masing ada sanksi dilakukan.

“Besok saya akan mengumpulkan seluruh Dishub di seluruh Indonesia. Kami juga ingin kehati-hatian ini bisa dilakukan sampai ke Papua. Peningkatan penularan Covid-19 memang berpotensi terjadi saat dalam perjalanan,” ungkap dia.

Budi juga menigingatkan agar masyarakat yang akan melakukan rekreasi harus dengan protokol kesehatan dengan baik. “Jadi kami dengan Polri akan melepas pasukan di berbagai tempat,” tandas dia.

Sumber: sindonews.com