Giliran Warga Semarang Gelar Aksi Bela Nabi, Kecam Presiden Prancis

SEMARANG (Jurnalislam.com)—Ratusan peserta yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menggelar unjuk rasa Aksi bela Nabi mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyetujui dan memberikan izin majalah Charlie Hebdo atas penghinaan dengan mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Korlap acara Ahmad Marjuki menyampaikan acara yang digelar tersebut adalah bentuk kecaman yang menghina Nabi Muhammad sekaligus sebagai pembelaan kepada Rasulullah

“Acara ini kami gelar sebagai bentuk protes dan kecaman kepada mereka yang telah menghina nabi kita,” ucapnya kepada Jurnalislam.com, Jumat (30/10/2020).

Acara konvoi  dimulai setelah shalat Jumat, bermula dari Masjid Baiturrahman simpang lima menuju tempat orasi di bundaran air mancur jalan pahlawan Semarang

“Selain mengecam kami juga meminta kepada kaum muslimin membaikot semua produk Made in Prancis sebagai bentuk kemarahan kita karena telah melecehkan Nabi,” tambahnya

Salah satu orator aksi, ustaz Kholil Munandar  meminta adanya pembatasan kebebasan ekspresi dengan orang lain, karena bisa mezalimi pihak lain

“Kalau setiap orang bebas berekspresi ya seperti ini jadinya, ada guru yang menghina nabi dengan menampilkan kartun beliau, ” cetusnya

Sedangkan orator lain, ustaz Amur Yudha menjelaskan bahwa membela Rasulullah adalah bagian dari rukun Iman kepada Rasul

“Bahwa membela Nabi Muhammad adalah bagian dari keimanan kita kepada Rasul,” teriaknya dengan disambut pekikan takbir para peserta aksi

Acara yang dihadiri dari berbagai ormas tersebut juga diwarnai dengan aksi injak dan pembakaran foto presiden Prancis Emmanuel Macron

Reporter Agus Riyanto

Libur Panjang, 509 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

JAKARTA(Jurnalislam.com) — PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.140 kendaraan meinggalkan Jakarta.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, angka tersebut merupakan total kendaraan yang meninggalkan Jakarta selama tiga hari libur panjang dan cuti bersama pada 27-29 Oktober 2020.

“Total volume lalin yang meninggalkan Jakarta ini naik 40,3 persen jika dibandingkan lalu lintas saat masa kenormalan baru,” kata Dwimawan dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (30/10).

Dia menjelaskan, angka tersebut juga merupakan kumulatif arus lalu lintas dari beberapa Gerbang Tol (GT). Semua GT tersebut yakni yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur), GT Cikupa (arah Barat) dan GT Ciawi (arah Selatan).

Dwimawan mengatakan, untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 50,02 persen menuju arah Timur dan 27,73 persen menuju arah Barat. Begitu juga sebanyak 22,25 persen menuju arah Selatan.

Dia mengimbau kepada pengguna jalan tol agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. “Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan saat berada di tempat istirahat,” ucap Dwimawan.

Dwimawan menuturkan, pengguna jalan tol juga harus memastikan pengisian BBM dan saldo uang elektronik yang cukup. Selain mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara.

Sumber: republika.co.id

Prihatin Provokasi Presiden Prancis, PBB Minta Hormati Simbol Agama

NEW YORK(Jurnalislam.com) — Perwakilan Tinggi PBB untuk Aliansi Peradaban Miguel Angel Moratinos menyeru dunia untuk saling menghormati semua agama dan kepercayaan.

Hal ini penting guna mengembangkan budaya persaudaraan dan perdamaian.

Dalam sebuah pernyataan, Moratinos mengatakan dia mengikuti dengan keprihatinan mendalam akan meningkatnya ketegangan dan contoh intoleransi yang dipicu oleh majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur satir menggambarkan Nabi Muhammad.

“Karikatur yang menghasut juga telah memprovokasi tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersalah, yang diserang karena agama, kepercayaan atau etnis mereka,” kata Moratinos.

Dia menggarisbawahi bahwa penghinaan terhadap agama dan simbol-simbol suci agama memprovokasi kebencian dan ekstremisme kekerasan, yang mengarah pada polarisasi dan fragmentasi masyarakat.

Kebebasan berekspresi harus dilakukan dengan cara yang sepenuhnya menghormati keyakinan agama dan prinsip semua agama, katanya.

“Tindakan kekerasan tidak dapat dan tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau kelompok etnis apa pun,” ujar Moratinos.

Awal bulan ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagai “agama dalam krisis” dan mengumumkan rencana undang-undang yang lebih keras untuk menangani separatisme Islam di Prancis.

Ketegangan semakin meningkat setelah kasus pemenggalan kepala seorang guru sekolah menengah, Samuel Paty, pada 16 Oktober di pinggiran Paris setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad di salah satu kelasnya tentang kebebasan berekspresi.

Penyerangnya, Abdullakh Anzorov, seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya, kemudian ditembak mati oleh polisi. Macron memberikan penghormatan kepada Paty, dan kartun yang dirilis oleh Charlie Hebdo juga diproyeksikan pada bangunan di beberapa kota.

Presiden Prancis membela karikatur itu, dengan mengatakan Prancis “tidak akan menghentikan kartun kami”. Pernyataan itu memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim.

Sumber: republika.co.id

PrancisTetapkan Status Keamanan Level Tertinggi

PARIS(Jurnalislam.com)  — Pemerintah Prancis meningkatkan status peringatan keamanan di wilayahnya ke level tertinggi setelah adanya penusukan  yang menewaskan tiga orang di Nice.

Pemberlakuan status darurat itu diumumkan oleh Perdana Menteri Prancis Jean Castex pada Kamis.

Castex di hadapan Majelis Nasional Prancis mengatakan, pemerintah akan memberi respons yang tegas atas serangan ini.  Seorang perempuan dan dua lainnya tewas dalam peristiwa yang diduga dilakukan oleh seseorang pelaku teror di sebuah gereja di Nice, Prancis, Kamis (29/10).

Beberapa jam setelah serangan teror di Nice, polisi menembak mati seorang pria yang diduga mengancam pejalan kaki dengan pistol di Montfavet, di dekat Kota Avignon, Prancis.

Dalam kesempatan terpisah, sejumlah media memberitakan seorang pria berkebangsaan Arab Saudi telah ditangkap oleh aparat di Kota Jeddah, Arab Saudi, setelah ia menyerang dan menyebabkan seorang penjaga di Kantor Konsulat Prancis, terluka.

Pascainsiden pemenggalan, Wali Kota Nice, Christian Estrosi lewat unggahannya di Twitter mengatakan serangan teror yang terjadi di Gereja Notre Dame itu serupa dengan serangan yang menyebabkan Samuel Paty, seorang guru asal Prancis, tewas pada bulan ini.

“Cukup!” kata Estrosi. “Ini waktunya bagi Prancis untuk bertindak tegas demi menghapus aksi fasisme Islam di wilayah kami,” kata dia.

Sejumlah wartawan di lokasi menyebut polisi bersenjata lengkap dengan pistol otomatis berjaga di sekitar gereja, yang berlokasi di pusat perbelanjaan Jean Medecin, Nice. Sejumlah ambulans dan kendaraan pemadam kebakaran juga terlihat siaga di lokasi teror.

sumber: republika.co.id

Deklarasi Pelajar Islam Surakarta, PII: Fokus Selesaikan Masalah Pelajar Bersama

SOLO (jurnalislam.com)- Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Surakarta bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kota Surakarta yang tergabung dalam Pelajar Islam Surakarta (PIS) menggelar Deklarasi dengan tema Mengobarkan Semangat Nasionalis Pelajar Islam Surakarta, Rabu (28/10), di Hotel Sahid Jaya, Jl. Gajah Mada No. 82 Kota Surakarta.

Kegiatan ini dilatarbelakangi isu maraknya pergaulan bebas, narkoba, paham komunis dan ekstremisme di kalangan pelajar, khususnya di kota Surakarta.

Ketua PII Zaim Muhammad, menyampaikan “Deklarasi ini mengajak agar semua pelajar, fokus pada permasalahan pelajar untuk segera diselesaikan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, masalah pelajar masih sangat banyak untuk diselesaikan bersama, jangan sampai perbedaan menjadi penghambat untuk organisasi pelajar bersatu menyelesaikan masalah pelajar

 

Macron: Kita Dilanda Serangan Teroris Islam

PRANCIS(Jurnalislam.com)—Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi lokasi penusukan di Basiliki Notre Dame, Nice, Prancis. Sebelumnya, tiga orang tewas setelah penyerangan pria bersenjata pisau dilakukan, Kamis (29/10/2020) pagi waktu setempat.

“Hadirin sekalian, sekali lagi negara kita telah dilanda serangan teroris Islam,” katanya dalam konferensi pers di lokasi kejadian.

Ia mengumumkan peningkatan pengawasan gereja dengan menerjunkan patroli militer Sentinelle Prancis, dari 3.000 personil menjadi 7.000 tentara. Keamanan di sekolah juga akan ditingkatkan.

“Sangat jelas, itu adalah Prancis yang diserang,” tambah presiden 42 tahun itu seraya bersumpah negaranya tidak akan menyerah pada nilai-nilai sekuler yang dianut.

Sebelumnya, seorang pria persenjata pisau, yang diidentifikasi sebagai migran asal Tunisia berusia 21 tahun, melakukan penyerangan. AFP menulis dua orang mengalami luka sayatan di leher dan satu orang lagi meninggal di restoran dekat gereja karena beberapa luka tusuk.

Sumber: cnbcindonesia

Saudi Izinkan 20 Ribu Jamaah Umrah Per Hari

MAKKAH(Jurnalislam.com) — Sebanyak 20 ribu jamaah umroh dan 60 ribu itu jamaah umum akan diizinkan memasuki Masjidil Haram setiap hari mulai 1 November 2020. Hal ini menandai dimulainya fase ketiga pembukaan umrah secara bertahap.

“Sebanyak 19.500 orang akan diizinkan mengunjungi makam Nabi Muhammad Saw sejak hari itu dan seterusnya,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk layanan Haji dan Umrah, Dr. Amr Al-Maddah, dilansir dari Saudi Gazette, Jumat (30/10).

Al-Maddah mengatakan, kementerian telah mengerahkan semua kemampuannya, termasuk menyediakan peluang bagi semua operator dan penyedia layanan untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka. Umroh sendiri telah dimulai sejak fase pertama pada 4 Oktober dengan kapasitas hanya 30 persen, dan fase kedua pada 18 Oktober dengan mulai mengizinkan shalat di Masjidil Haram dan kunjungan ke Rawdah Sharif di Madinah dan meningkatkan jumlah jemaah umrah.

Pada fase ketiga nanti ujarnya, akan dibuka pada 1 November dan mulai menerima peziarah asing. Peziarah dan pengunjung dari dalam Kerajaan dan luar kerajaan baru akan diizinkan untuk melakukan Umrah dan sholat di Dua Masjid Suci dengan kapasitas penuh pada fase keempat.

Al-Maddah memaparkan, bahwa kedatangan dan pemberangkatan jemaah haji melalui jalur darat, udara, dan laut, akomodasi di Makkah dan Madinah, pelaksanaan umroh, kunjungan ke Rawdah Syarif dan makam Nabi, pelaksanaan shalat wajib di Dua Masjid Suci dan Transportasi antara dua kota suci tersebut semuanya akan ditinjau dan dipantau secara menyeluruh. Ini untuk memastikan bahwa semua tindakan pencegahan dan protokol pencegahan dalam membendung penyebaran virus corona berjalan dengan baik.

Menurutnya, mekanisme penyelenggaraan umroh untuk jemaah asing memerlukan prosedur khusus. Di antaranya mengisi pengajuan permohonan umroh lengkap dengan data pribadi dan kesehatan dan maksimal 50 orang per grup dari negara yang diizinkan

“Negara pengirim jemaah haji akan diklasifikasikan berdasarkan review berkala terhadap perkembangan terkini terkait situasi virus corona di negara-negara tersebut,” ujarnya.

Sejam umroh dibuka, ujarnya, ada 10 ribu jamaah yang memesan umrah setiap hari dan yang memesan untuk rombongan ada 500 rombongan, dengan 20 jamaah di setiap rombongan.

Sumber: ihram.co.id

 

Pemuda NU, Muhammadiyah, dan PII Deklarasikan Pelajar Islam Surakarta

SOLO (Jurnalislam.com)- Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Kota Surakarta tergabung dalam acara Deklarasi Pelajar Islam Surakarta (PIS) dengan tema Mengobarkan Semangat Nasionalis Pelajar Islam Surakarta  yang diadakan di Hotel Sahid Jaya, Jl. Gajah Mada No. 82 Kota Surakarta, Rabu (28/10).

 

Deklarasi PIS yang diikuti 4 Organisasi Pelajar di Surakarta diantaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

 

Deklarasi ini dilatarbelakangi isu maraknya pelajar yang melakukan penyimpangan sosial, terjangkit paham komunis dan radikal.

 

Ketua PC IPNU Kota Surakarta, M. Faiz Asykarullah menyampaikan, bahwa deklarasi tersebut sebagai bentuk mempererat silaturahmi antar pelajar di kota Surakarta.

 

“Deklarasi ini mempererat silaturahmi antar pelajar, jangan sampai kita di kotak-kotak-an dengan situasi yang ada, kita Islam, kita Indonesia, Kita satu hanya saja jalan kita berbeda (untuk menyelesaikan masalah pelajar-red),” ungkapnya

 

Dihadapan Jajaran Pemerintah Kota Surakarta, PD Muhammadiyah, PC NU dan Keluarga Besar (KB) PII. PIS dan 200 lebih pelajar menyampaikan deklarasinya, sebagai berikut:

 

1.Mempererat dan memperkuat ukhuwah Islamiyyah dikalangan pelajar Islam memperkuat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kebangsaan menuju masa depan Indonesia Maju

 

2.Menguatkan falsafah Pancasila yang dijiwai dengan ketuhanan yang maha Esa serta melindungi dari ideologi yang bertentangan dengan ideologi NKRI

 

  1. Merawat dan memperkuat kembali prinsip-prinsip beragama dalam berbangsa, bernegara serta bermasyarakat

 

  1. Mencegah segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba dan segala bentuk pergaulan bebas, serta bullying dikalangan pelajar

 

  1. Mencegah penyebaran Hoax dan penggunaan isu SARA untuk kepentingan Pilkada dan berbagai bentuk pemilihan pemimpin lainnya demi kenyamanan, ketentraman dan kedamaian di masyarakat

 

Deklarasi tersebut ditandatangani masing-masing ketua organisasi Pelajar Islam Surakarta yakni Zaim Muhammad Tsaqif (PII)

Siti Al-Huda (IPPNU), Ilham Widya Pasya (IPM)

dan M. Faiz Asykarullah (IPNU).

Tak Cukup Mengecam, KH Cholil Nafis Serukan Boikot hingga Pemutusan Hubungan Diplomatik

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis ikut bersuara terkait penghinaan terhadap Rasulullah dengan dibiarkannya percetakan karikatur Nabi Charlie Hebdo di Prancis.

Menurut Kiai Cholil Nafis, mereka yang menjunjung tinggi kebebasan itu tidak mengerti arti kebebasan itu sendiri.

“Kebebasan seseorang itu dibatasi dengan kebebasan orang lain, tidak ada kebebasan mutlak,” kata dia dalam sebuah acara di TVOne, Kamis (29/10/2020).

Karenanya, menurut Kiai Cholil, seperti apapun kebebasan itu tidak boleh menyinggung apalagi merendahkan orang lain.

“Maka ketika yang dicaci itu Nabi Muhammad, itu tidak akan mengurangi kemuliaannya, tetapi malah akan menjadi malapetaka,” tambah dia.

“Oleh karena itu menurut saya, sikap protes dari Indonesia itu kurang, perlu ditambah lagi dengan memboykot produk-produk dari Perancis, atau bahkan bisa diancam untuk memutuskan hubungan diplomatis,” pungkasnya.

Rengekan Prancis Akibat Boikot: Bukankah Mereka Lemah?

Oleh: Jumi Yanti Sutisna

Penayangan Karikatur Nabi Muhammad menggunakan proyektor ke gedung pemerintahan di Prancis oleh majalah Charlie Hebdo yang didukung oleh pemerintah Prancis sebagai bentuk penghormatan terhadap guru sejarah, Samuel Paty yang dipenggal kepalanya oleh seorang imigran muslim.

Samuel Paty tewas dengan kepala terpenggal saat dalam perjalanan pulang pada 16 Oktober 2020 lalu, yang sebelumnya guru berusia 47 tahun ini menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya saat mengajar tentang kebebasan berekspresi.

Ditayangkan selama 4 jam di dinding gedung pemerintahan Prancis sontak penayangan kontraversial ini menimbulkan kemarahan dan kecaman dari umat muslim dunia. Secara nabi Muhammad adalah nabi yang dimuliakan oleh muslim.

Sejak masa hidup Nabi Muhammad para pengikutnya rela mengorbankan nyawa untuk menjaganya. Kemuliaan nabi Muhammad bagi seorang muslim adalah lebih berharga dari apapun di dunia.

Wujud kemarahan muslim atas penayangan karikatur Nabi Muhammad adalah dengan mengeluarkan seruan boikot terhadap produk Prancis dan seruan aksi demontrasi melawan pemerintah Prancis khususnya presiden Emmanuel Macron yang telah mendukung majalah Charlie Habdo menayangkan karikatur Nabi Muhammad SAW ditambah lagi dengan  cuitannya di twitter “Kami tidak akan pernah menyerah kepada radikal Islam. Kami tidak menerima ujaran kebencian dan mempertahankan debat yang masuk akal”

Negara-negara Arab mempelopori aksi pemboikotan.  Di supermarket-supermarket Yordania, Qatar dan Kuwait sudah tidak menjual barang-barang milik Prancis.

Di Kuwait, serikat retail besar telah memerintahkan pemboikotan terhadap barang-barang Prancis hingga waktu yang tidak ditentukan, kemudian aksi boikot ini diikuti oleh 60 koperasi di negara ini. Serikat Non-pemerintah dari Masyarakat Koperasi Konsumen Kuwait menjelaskan perintah pemboikotan ini sebagai tanggapan atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad Rasul yang dimuliakan oleh Muslim, dan kebebasan berekspresi yang menjadi dalih Prancis tidak bisa disamakan dengan penghinaan pada agama yang menyakiti umat Islam.

Tidak hanya melakukan boikot produk Prancis, perjalanan travel ke Prancis pun ditutup oleh negara-negara Arab.

Selain aksi pemboikotan, aksi demonstrasi pun terjadi di Libya, Suriah, dan Jalur Gaza. Para pemimpin negara-negara Arab seperti Pakistan dan Turki pun memberi kecaman.

Seruan tagar #NeverTheProphet dan #BoycottFrenchProducts pun ramai menjadi trending kedua di negara-negara Arab seperti Aljazair, Turki, Mesir, Irak, Palestina, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, dan Qatar.

Rupanya kekompakkan negara-negara Timur Tengah melakukan embargo terhadap Prancis membuat Prancis kalang kabut dan menjerit.

Pemerintah Prancis melalui Kementerian Luar Negeri nya, meminta agar embargo ini segera dihentikan dan memberikan jaminan bahwa warga Prancis akan aman. Sungguh permintaan memalukan dari pemerintah Prancis setelah kelakuannya yang menyakiti umat Islam.

Permintaan pun tidak hanya dilakukan pemerintah Prancis, Federasi Pengusaha Prancis MEDEF pun mendesak perusahaan untuk menolak boikot produk yang dilakukan negara-negara Arab, karena menurut mereka boikot akan memperburuk keadaan. Apalagi sejumlah perusahaan di Prancis sudah terpukul karena pandemi virus corona.

Ternyata, sangatlah lemah para Islamophobia ini, selemah rumah laba-laba yang mudah dihancurkan. Jadi teringat Irak semasa kepemimpinan Saddam Husain, diembargo selama 10 tahun, namun Irak dibawah kepemimpinan Saddam Hussain masih mampu menjaga marwah negerinya.

Bayangkan, selama 10 tahun di embargo tanpa merengek pada lawan, inilah kekuatan muslim sebenarnya. Sangat jauh berbeda dengan yang dilakukan pemerintah Prancis kini,  belum sepekan di embargo namun rengekan dan jeritan sudah terdengar, sungguh lemah.

Ada hikmah yang dapat diambil dari tragedi Prancis ini. Seolah Allah hendak menunjukkan begitu lemahnya musuh Islam, sedangkan muslim sudah banyak contoh terdahulu bahwa seorang muslim memiliki kekuatan yang tangguh dan marwah yang tinggi tatkala muslim tegas berpegang teguh pada syariat, tidak terpecah dan tidak cinta dunia.

Seperti yang telah dicontohkan pula oleh Sultan Abdul Hamid II pada akhir 1800-an, seorang pemimpin terakhir Utsmani.

Kala itu Prancis mempertunjukkan drama komedi tentang kehidupan Nabi Muhammad di sebuah teater di Paris. Mendengar kabar ini, Sultan Abdul Hamid II sebagai pemimpin dari negara muslim terbesar saat itu menurut beliau ini adalah penghinaan yang sudah keterlaluan terhadap Nabi Muhammad SAW dan kemuliaan Islam.

Sultan Abdul Hamid II mengirim surat ultimatum kepada pemerintah Prancis agar segera menghentikan pertunjukkan drama itu sebelum datang kemarahan Umat Islam, kemudian Prancis tidak hanya mengakhiri drama tersebut, bahkan juga mengasingkan banyak aktor drama ke Inggris untuk menenangkan hati Sultan. Sungguh luar biasa marwah pemimpin Islam saat itu.

Kurun waktu tidak lama, di London Inggris pun akan mempertunjukkan drama yang sama, Sultan Abdul Hamid II segera  mengirim surat ultimatum yang sama kepada pemerintah Inggris dengan ultimatum serupa dan memberi tahu pemerintah Inggris bahwa pertunjukan itu belum lama ini telah dilarang di Prancis.

Pemerintah Inggris memberi jawaban atas surat ultimatum Sultan dengan mengatakan “Ini bukan Prancis. Kami memiliki kebebasan di perbatasan kami.”

Setelah menerima jawaban dari pemerintah Inggris itu, Sultan Abdul Hamid II memberi jawaban kembali dengan jawaban yang cukup keras, “Nenek moyang saya memberikan nyawa mereka tanpa ragu demi kebaikan Islam.

Dalam urusan ini, saya dengan tegas akan menyiapkan perintah kepada seluruh Umat Muslim di seluruh dunia dan memberi tahu mereka tentang sikap angkuh dan kepongahan Anda jika terus melanjutkan dan membiarkan drama tidak sopan ini terjadi. Anda perlu mempertimbangkan apa akibat besar atas keputusan yang Anda perbuat!”

Apakah pemerintah Inggris tetap bersikukuh menampilkan drama penghinaan terhadap Nabi Muhammad?

Rupanya Inggris telah mengenal begitu dalam tentang kepribadian Sultan Abdul Hamid II bahwa setiap kata-kata yang dikeluarkan beliau tidak bisa dianggap remeh dan jika itu berupa ancaman maka ancaman itu bukanlah ancaman kosong. Akhirnya pemerintah Inggris pun segera mengakhiri sandiwara itu.

Sebuah contoh yang indah bukan?

Hikmah lain selain Allah ingin menunjukkan kelemahan musuh Islam adalah Allah hendak mengingatkan kembali kepada umat Islam Quran Surat Ali Imron ayat 139

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman”

Memanglah tampak kekuatan Islamophobia musuh Islam begitu besar, namun bukankah berkali-kali telah dibuktikan oleh sejarah tentang kelemahan musuh Islam meski mereka tampak hebat dan berjumlah banyak namun dapat dikalahkan oleh muslim yang memiliki karakter tangguh dan bermarwah.

Dan selama ini banyak tragedi penghinaan terhadap marwah Islam, seperti tragedi Syuriah, berapa banyak muslimah dilecehkan dan anak-anak muslim kelaparan, rumah-rumah mereka dihancurkan.

Lalu di Palestina pun tak jauh berbeda, tempat suci Masjidil Aqsa diinjak-injak, muslimah dilecehkan, anak-anak ditangkap dan ditembak. Kemudian Rohingya dan Uyghur, belum lagi muslim di India dan dibelahan dunia lainnya.

Adakah tindakan tegas dimana umat Islam dunia bersatu untuk melakukan pembelaan? Minimal seperti yang dilakukan sekarang, yaitu negara muslim bersatu melakukan embargo.

Bukan sebuah kemustahilan, jika muslim dunia bersatu melakukan embargo, saudara muslim yang tertindas akan tertolong dan kembali marwah Islam tegak.

Begitu pun individu muslim Indonesia mesti berani mengambil keputusan boikot produk musuh Islam sebisa mungkin.[]

*Penulis adalah Jurnalis