Aa Gym Positif Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com)JAKARTA — Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar atau yang karib disapa Aa Gym dikabarkan positif covid-19.

Kabar tersebut disampaikan dalam akun instagramnya, Selasa pagi (29/12).

“Alhamdulillah ála kulli hal. Takdir Alloh hasil swab Aa positif. Doakan Aa yaa… Semoga kita semua selalu diberi kesehatan. Qadarulloh wa maa sya’a fa’ala,” tulis Aa Gym di akun Instagramnya, Selasa.

Dalam postingannya, Aa Gym mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja.

Ia mengatakan bahwa sudah mengisolasis sejak hari Sabtu. Saat itu, Aa Gym baru pulan dari Bandung dan merasa tidak enak badan.

“Dirapid non reaktif, awalnya dibilang kelelahan,” kata a Gym. Baru kemarin, hasil swab Aa Gym positif.

. “Alhamdulillah setelah di-swab kemarin di Yudistira, ternyata hasilnya positif. Alhamdulillah berarti harus karantina. Ini sekarang masih bagus, 98, dan suhu masih bagus 36,3. Alhamdulillah.

Ia pun memohon doa dari jamaah untuk diberikan kesembuhan.

 

 

Muhammadiyah Berpotensi Besar Miliki Bank Syariah Sendiri

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Peneliti Ekonomi Syariah dari SEBI School of Islamic Azis Setiawan menjelaskan, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk mendirikan bank syariah sendiri.

Salah satu faktor utamanya, Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat (ormas), mempunyai anggota dan amal usaha yang berskala luas.

Hanya saja, Azis menjelaskan, tantangan Muhammadiyah tidak akan mudah. Sebab, pendirian bank syariah membutuhkan visi yang kuat, modal besar dan sumber daya manusia (SDM) yang profesional.

Tantangan utamanya, belum tentu ada kesatuan pandangan secara luas terhadap urgensi kepemilikan bank syariah tersendiri.

Azis menjelaskan, di masa lalu, relasi antara ormas Islam dengan kepemilikan bank juga sudah ada preseden dan berakhir dengan tidak sepenuhnya baik.

“Terlebih, sirkulasi elit dalam tubuh Muhammadiyah juga cepat,” katanya, Ahad (27/12).

Di sisi lain, Azis menambahkan, pendirian bank syariah membutuhkan modal cukup besar dengan kebutuhan investasi teknologi yang besar. Tambahan modal dalam tiap tahunnya pun diperkirakan membutuhkan nilai signifikan untuk mendorong pertumbuhan bank.

Sumber: republika.co.id

Menag Ingin Kedepankan Dialog Sikapi Perbedaan Paham Keagamaan

 JAKARTA(Jurnalislam.com) —  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut semua warga negara berkedudukan sama di hadapan hukum, apa pun kelompok dan golongannya.

Perbedaan yang terjadi di antara kelompok, termasuk dalam hal keagamaan harus dapat diselesaikan dengan dialog tanpa tindakan-tindakan yang melanggar hukum.

Penyataan ini disampaikan Menag dalam Webinar Silaturahmi Nasional Lintas Agama yang digelar Polda Metro Jaya.

“Dia mau Syiah, mau Ahmadiyah, mau NU, mau Muhammadiyah, mau siapa pun, di depan hukum itu sama. Oleh karena itu negara wajib melindungi mereka, anggota-anggota organisasi ini sebagai warga negara,” tutur Menag Yaqut, Minggu (27/12).

“Artinya apa? Jika berbeda keyakinan, tidak boleh ada alasan kelompok yang paling besar mempersekusi, menghakimi sendiri kelompok yang lain. Ini sikap dasar pertama yang akan pemerintah pegang,” imbuhnya

Menag juga mengungkapkan dialog menjadi sikap dasar yang harus dipilih untuk mengatasi berbagai perbedaan-perbedaan yang terjadi, termasuk terkait hal keagamaan.

“Kedua, jika ada perbedaan pandangan, jika ada perbedaan keyakinan, jika ada perbedaan pendapat terkait hal-hal keagamaan, kita selesaikan dengan dialog. Kementerian Agama, dan Ssaya sebagai Menag siap memberikan fasilitas mereka untuk berdialog. Itu sikap dasar,” tegas Menag.

“Forum ini akan menjadi saksi dan mengawal, bahwa saya akan pegang dua hal itu selama saya diberikan amanah sebagai Menteri Agama,”tutup Menag.

Webinar Nasional yang mengangkat tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kebhinekaan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu: Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Kapolda Metro Jaya M. Fadil Imran, dan Wakil Ketua MUI Marsyudi Syuhud. Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama dari seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring.

 

Muslimah Berperan Besar Membangun Keluarga Qur’ani

DEPOK(Jurnalislam.com)- Musyawarah Nasional (Munas) V Muslimat Hidayatullah (Mushida) digelar secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan. Munas ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr Nashirul Haq Lc MA pada Sabtu (26/12/2020).Muslimah Berperan Besar Membangun Keluarga Qur’ani

 

Munas virtual dengan tema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam” ini berpusat di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, digelar pada Sabtu dan Ahad (26-27/12/2020).

Ketum DPP Hidayatullah Nashirul Haq dalam amanatnya sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa Hidayatullah telah berdiri selama lebih dari 47 tahun.

Hidayatullah telah memegang teguh kesetiaan, semangat mengabdi kepada Ilahi, berkhidmat untuk agama dan umat, serta berkhidmat untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia lewat berbagai program di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi keummatan.

 

“Yang menjadi tantangan bahwa Muslimat Hidayatullah harus serius dan fokus menjalankan peran dan fungsinya untuk membangun keluarga Qur’ani menuju peradaban Islam,” kata Nashirul yang juga Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat dalam acara yang disiarkan live streaming melalui kanal Youtube Hidayatullah ID itu sebagaimana siaran pers panitia Munas V Mushida, Sabtu (26/12/2020) siang.

 

Lebih lanjut, Nashirul juga mengungkapkan bahwa rahasia suksesnya seorang suami dalam menjalankan amanahnya tergantung pada peran istri dan Muslimah dalam mengatur keluarga di rumah.

 

Munas  V Mushida digelar dengan protokol kesehatan yang ketat, antara lain setiap peserta yang akan datang ke arena munas wajib menjalani rapid test antigen. Panitia juga menyediakan layanan rapid test antigen di arena Munas.

 

Peserta yang hadir di ruang acara pembukaan Munas berjumlah 80 orang, terdiri dari Pengurus Majelis Murobbiyah, Majelis Penasehat, Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, serta perwakilan dari Pengurus Wilayah dari seluruh provinsi di Indonesia.

 

Sebagaimana yang diimbau Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dalam surat edarannya, bahwa untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan Covid-19 selama libur Natal dan tahun baru 2021, maka pelaku perjalanan dalam negeri harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Persiapan untuk rapid test antigen ini dilakukan dengan menjaga kondisi kesehatan agar mendapatkan hasil tes yang bagus.

 

Peserta yang datang ke tempat acara Munas V Mushida, baik di pusat maupun di daerah-daerah, dibatasi jumlahnya. Setiap Pengurus Wilayah (PW) di provinsi-provinsi dibatasi mengirimkan maksimal 2 orang ke pusat Munas. Begitu pula, seluruh peserta di pusat acara, dibatasi hanya 80-an orang yang menempati aula besar dengan kursi berjarak.

 

Ketua Panitia Neny Setiawaty mengingatkan agar seluruh peserta dan panitia selalu menaati peraturan protokol kesehatan. “Semua peserta wajib mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menghindari kontak fisik, memakai hand sanitizer, mencuci tangan, dan selalu memakai masker,” ujarnya.*

Ungkap Kasus Pembunuhan Laskar FPI, Anggota Komnas HAM Mendapat Doxing dan Serangan Personal

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Komnas HAM memberikan keterangan pers mengenai proses penyelidikan kasus pembunuhan enam orang lascar FPI oleh aparat.

Komnas HAM menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan sejak Tanggal 07 Desember 2020. Tim Penyelidik telah meminta keterangan berbagai pihak antara lain FPI, Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, serta Dokter Forensik. Tim juga telah melakukan pemeriksaan barang bukti dari Kepolisian, serta memeriksa saksi-saksi baik dari FPI, petugas polisi, dan saksi masyarakat.

Menurut Komnas Ham, bahwa selama proses penyelidikan, Komnas HAM mendapatkan beberapa fakta terutama karena tersebarnya informasi hoaks di berbagai platform media sosial.

“Adanya pemberitaan yang mencampuradukkan berita lain yang seolah-olah bagian dari berita dalam konteks peristiwa ini,” kata Anggkota Komnas HAM Choirul Anam dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Senin (28/12/2020).

Menurutnya, muncul juga informasi yang membandingkan tindakan Komnas HAM dengan kasus yang lain, padahal kasus yang lain juga ditangani oleh Komnas HAM secara transparan.

“Bahkan belakangan juga muncul tindakan-tindakan doxing dan serangan terhadap personality anggota Komnas HAM,” pungkasnya.

Komnas HAM berharap kepada publik untuk berpartisipasi aktif dalam menyebarkan narasi positif yang bisa dipertanggungjawabkan sumber dan faktanya

Komnas HAM Temukan Selongsong Peluru dan Amankan Rekaman CCTV Kasus Pembuhan Laskar FPI

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Komnas HAM memberikan keterangan pers mengenai proses penyelidikan kasus pembunuhan enam orang lascar FPI oleh aparat.

Komnas HAM menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan sejak Tanggal 07 Desember 2020. Tim Penyelidik telah meminta keterangan berbagai pihak antara lain FPI, Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, serta Dokter Forensik. Tim juga telah melakukan pemeriksaan barang bukti dari Kepolisian, serta memeriksa saksi-saksi baik dari FPI, petugas polisi, dan saksi masyarakat.

“Tim Penyelidik juga melakukan investigasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan sejumlah barang bukti seperti proyektil peluru, selongsong dan serpihan bagian dari mobil yang diyakini terkait dengan peristiwa tersebut,” kata M Choirul Anam, dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Senin (28/12/2020).

Selain itu, tambahnya, tim turut mengamankan beberapa bukti petunjuk lainnya seperti rekaman percakapan, rekaman CCTV dan sebagainya.

“Komnas HAM berharap kepada publik untuk berpartisipasi aktif dalam menyebarkan narasi positif yang bisa dipertanggungjawabkan sumber dan faktanya,” pungkasnya.

Tarif Tol Naik di Saat Krisis dan Pandemi, Indef: Pemerintah Ngawur

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Rencana menaikkan tariff tol di tengah masih berlangsungnya krisis akibat pandemic covid-19 saat ini dinilai menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki kepekaan atas krisis (sense of crisis). Meskipun, kenaikan berkala tarif tol memang telah diatur dalam undang-undang.

Peneliti Indef Nailul Huda menegaskan, sebuah kebijakan termasuk soal tarif jalan tol seharusnya tetap didasari pada data dan kondisi masyarakat saat ini.

“Yang kita ketahui bersama, pendapatan masyarakat turun sangat drastis yang membuat daya beli masyarakat anjlok,” kata Huda saat dihubungi di Jakarta, Senin (28/12/2020).

Menurutnya, kenaikan tarif ini akan mendorong inflasi pada golongan harga-harga yang diatur oleh pemerintah. Akibatnya akan terjadi inflasi yang didorong dari sisi penawaran, bukan dari sisi permintaan. “Alhasil terjadi kenaikan harga yang justru merugikan ekonomi,” ucap dia.

Huda mengingatkan, pengguna jalan tol bukan hanya mobil pribadi, namun juga kendaraan angkutan lainnya seperti angkutan umum, truk pengangkut bahan makanan, atau truk pengangkut barang barang industri.

“Jadi dimana pola pikirnya pengelola jalan tol dan pemerintah menaikkan harga di saat seperti ini? Saya rasa mereka sudah salah dalam pola pikir penanganan pandemi jadi kebijakannya pun ngawur,” cetusnya.

Sumber: sindonews.com

Laznas BMH Gelar Khitanan Masal Gratis

JATIM(Jurnalislam.com)–Sebagai bentuk perhatian dan kepeduliaan kepada  keluarga dhuafa, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) perwakilan Jawa Timur adakan Khitan berkah bersama yatim dhuafa dan anak difable.

Acara diselenggarakan pada (25/12) di enam  kota dan kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten/Kota Bondosowo, Kediri, Sidoarjo, Malang, Gresik dan Sumenep.

Menurut Imam Muslim selaku Kepala Divisi Program Laznas BMH perwakilan Jatim, Khitan berkah ini berbeda dengan tahun sebelumnya baik dari jumlah peserta maupun layanan yang diberikan.

“Khitan berkah ini berbeda dengan tahun lalu, jadi jumlah peserta dibatasi dan ada layanan khitan dirumah yaitu petugas mendatangi peserta khitan di rumahnya,” ujar Imam Muslim.

“Suasana Pandemi dan sebagai upaya memutus rantai covid 19 maka selain peserta datang ke lokasi acara khitan dengan protokol covid 19, petugas dan panitia juga datang ke rumah peserta khitan untuk mengurangi keramaian,” tambah Imam Muslim.

Total ada 159 anak yatim dhuafa dan difable  penerima manfaat dari program khitan berkah tahun ini.

Muh Shalih, peserta khitan dari keluarga dhuafa penderita difable (Lumpuh) di Desa Kayen Kidul, Kota Kediri merasa bersyukur bisa khitan tahun ini.

“Alhamdulillah bahagia dan senang bisa khitan seperti temen-teman yang lain dan dapat uang saku,” ujarnya sambil tersenyum.

Acara ini mendapat banyak dukungan berbagai pihak seperti YBM PLN, Chania Care Center, Rumah Sunat, Klinik Hidayatullah, Al Fatih Khitan Care, Pegadaian dan lainnya.

“Semoga Program khutan berkah, bermanfaat dan dapat membantu keluarga dhuafa yang terkendala biaya untuk mengkhitan putranya,” tutup Imam Muslim

MUI Serukan Umat Terapkan Protokol Kesehatan

JAKARTA(Jurnalislam.com) Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Anwar Abbas mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19. Anwar menekankan kepatuhan pada prokes demi kebaikan semua orang.

Buya Anwar memantau peningkatan angka pasien Covid-19 meningkat. Menurutnya, takdir setiap orang sudah ditentukan oleh Allah, tapi karena tidak ada satu pun tahu takdirnya, maka sebaiknya mematuhi prokes karena masih tingginya penularan Covid-19.

“Melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan itu jangan lagi menjadi beban tapi harus menjadi kesadaran kita semua, karena mematuhi dan mengikutinya selain baik untuk diri kita sendiri juga baik untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara kita,” kata Anwar, Senin (28/12).

Anwar menyampaikan beberapa daerah seperti di Jakarta dan sekitarnya mengalami masalah daya tampung rumah sakit sudah nyaris tidak ada. Petugas rumah sakit juga sudah kewalahan.

“Untuk itu, kerja sama dari semua warga masyarakat untuk mendukung protokol kesehatan berupa menjauhi kerumunan dan selalu memakai masker dan menjaga jarak serta sering cuci tangan hendaknya kita tegakkan secara bersama-sama,” ujar Anwar.

Anwar menekankan kalau prokes dihiraukan, maka Indonesia akan menghadapi masalah besar. Diantaranya banyak korban sakit dan meninggal dunia, ekonomi semakin jauh terpuruk.

“Untuk itu mari kita perhatikan dan  tegakkan dengan sebaik-baiknya protokol kesehatan yang ada untuk kebaikan dan kemashlahatan kita semua,” ucap Anwar.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 6.528 orang, pada Ahad (27/12). Total kasus positif menjadi 713.365 orang. Sedangkan kasus sembuh bertambah sebanyak 6.983 orang hingga totalnya menjadi 583.676 orang. Lalu kasus kematian bertambah 243 kasus, sehingga totalnya menjadi 21.237 orang.

Sumber: ihram.co.id

Munas V Muslimat Hidayatullah Digelar Virtual, Terapkan Protokol Kesehatan

DEPOK(Jurnalislam.com)- Musyawarah Nasional (Munas) V Muslimat Hidayatullah (Mushida) digelar secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan. Munas ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr Nashirul Haq Lc MA pada Sabtu (26/12/2020).

 

Munas virtual dengan tema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam” ini berpusat di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, digelar pada Sabtu dan Ahad (26-27/12/2020).

 

Lewat momen Munas di tengah pandemi ini, Mushida mengimbau para kaum hawa di Indonesia agar memperkuat ketahanan keluarga dalam rangka menghadapi tantangan kehidupan pada masa kini dan mendatang. Imbauan ini juga ditujukan kepada para Muslimah khususnya anggota Mushida. “Berbagai tantangan yang ada, harus dihadapi Mushida dalam rangka menguatkan ketahanan keluarga Indonesia,” ujar Ketua Umum Mushida Reni Susilowaty dalam sambutannya.

 

Reni juga menekankan pentingnya peran para wanita Indonesia sebagai istri dari suaminya dan sebagai ibu dari anak-anaknya. Peran seorang ibu jelasnya yaitu sebagai pendidik, dan sebagai role model dalam bersikap, beribadah, berakhlak, serta berihsan.

 

Reny juga mengungkapkan bawah Munas V Mushida ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih dan menghasilkan program pemberdayaan masyarakat melalui integritas yang dimiliki oleh setiap Muslimah.