Wapres Nilai Perlu Transformasi Menuju Wakaf Produktif

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan transformasi wakaf di Indonesia memerlukan langkah fundamental besar, lewat wakaf tunai, dalam mewujudkan wakaf produktif. Wapres menyebutkan ada tiga upaya yang harus dikerjakan bersama oleh seluruh pihak untuk menjalankan wakaf uang nasional.

“Pertama, melakukan business process reengineering atau rekayasa ulang proses bisnis wakaf uang,” kata Wapres dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (22/1)

Kedua, lanjutnya, ialah dengan menetapkan program strategis wakaf nasional yang perlu didukung para tokoh, ulama dan masyarakat. Ketiga, dengan melakukan gerakan kampanye bersama dalam mengumpulkan wakaf uang sekaligus melakukan literasi dan edukasi tentang pentingnya wakaf tunai, tukasnya.

“Hal itu agar masyarakat dapat secara bersama-sama berwakaf, dengan menyerahkan uangnya untuk dikelola. Hasilnya, akan digunakan untuk mendanai program strategis wakaf nasional,” jelasnya.

Wapres juga mengingatkan tentang pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menyukseskan program wakaf tunai nasional.

“Tidak kalah penting juga adalah melakukan digitalisasi pada setiap prosesnya, serta terkoneksi dengan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional,” katanya.

Apabila semua langkah kunci dan faktor pendukung tersebut dilakukan dengan baik, katanya, maka transformasi wakaf uang di Indonesia akan berjalan sesuai tujuan yang diharapkan.

“Hasilnya adalah pengelolaan yang mampu memobilisasi wakaf uang secara maksimal, investasi yang optimal, dan hasil manfaatnya untuk mengembangkan ekonomi masyarakat dan mendukung kegiatan sosial yang semakin luas,” ujarnya.

Pemerintah akan meluncurkan program Gerakan Nasional Wakaf Tunai pada Senin (25/1), yang secara resmi dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Gerakan Nasional Wakaf Tunai merupakan inisiasi Wapres Ma’ruf Amin sebagai upaya untuk mendukung percepatan pembangunan nasional melalui partisipasi masyarakat dalam mengumpulkan dana sosial. Wapres menilai metode wakaf tunai dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: republika.co.id

Amien Rais- Busyro Muqoddas dkk Bentuk Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI

JAKARTA(Jurnalislam,com)—Tokoh nasolal membentuk  Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam anggota Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 menyampaikan sikap soal peristiwa itu.

 

TP3 menilai polisi telah melampaui kewenangannya sehingga menyebabkan enam anggota laskar FPI tewas.

“TP3 meyakini yang terjadi adalah pembunuhan dan pembantaian yang patut diduga telah direncanakan sebelumnya,” kata anggota TP3 Marwan Batubara dalam keterangan tertulis, Kamis (21/1/2021).

TP3 juga menilai apa pun alasan polisi melakukan penembakan anggota FPI tersebut sudah melampaui batas dan di luar kewenangan.

 

Sebab, mereka menegaskan bahwa polisi telah menggunakan cara-cara kekerasan di luar prosedur hukum dan keadilan atau extrajudicial killing.

 

Beberapa tokoh tercatat sebagai anggota TP3 seperti Amien Rais, Abdullah Hehamahua, Busyro Muqoddas, Muhyiddin Junaidi, Marwan Batubara, Firdaus Syam, Abdul Chair Ramadhan, Abdul Muchsin Alatas, Neno Warisman, Edi Mulyadi, Rizal Fadillah, HM Mursalin, Bukhori Muslim, Samsul Badah, Taufik Hidayat, HM Gamari Sutrisno, dan Candra Kurnia.

 

Jubir Klaim Vaksinasi Turunkan Risiko Terinveksi Covid hingga 65 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi mengajak masyarakat untuk semangat mengikuti vaksinasi Covid-19. Karena, menurutnya, dengan divaksin, risiko terinfeksi penyakit tersebut turun sekitar 65 persen.

“Dengan divaksinasi, risiko kita terpapar Covid-19 sudah menurun 65 persen. Jadi dengan kondisi ini kita harus mau menerima vaksin, supaya kita bisa melindungi diri kita dan orang di sekitar kita,” kata Nadia di Jakarta, Kamis (21/1).

Nadia menyadari bahwa saat ini banyak beredar berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait Covid-19 dan dampak vaksinasi Covid-19. Berita-berita tersebut membuat masyarakat menjadi ragu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Berita ini kemudian membuat kita salah mengartikannya, bahkan bersifat hoaks,” katanya.

Namun demikian, ia meyakinkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan surat ketetapan halal vaksin tersebut. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak percaya dengan berita hoaks, tetapi sebaliknya percaya bahwa setiap upaya yang dilakukan pemerintah, termasuk upaya vaksinasi Covid-19, adalah demi menjamin kesehatan masyarakat dari bahaya penyakit yang ditularkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut.

“Presiden, bahkan secara langsung menerima vaksin tersebut. Maka sudah bisa dipastikan bahwa vaksin yang kita gunakan ini adalah vaksin yang bermutu dan aman,” katanya.

Ia berharap masyarakat tidak ragu mengikuti vaksinasi Covid-19 dan tidak takut dengan vaksin itu dibandingkan dengan virus penyebab penyakit tersebut. Karena dengan divaksinasi, risiko terinfeksi Covid-19 akan menurun hingga 65 persen.

“Jadi dengan kondisi ini, kita seharusnya mau menerima vaksin supaya kita bisa melindungi diri kita dan orang di sekitar,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, bahkan setelah menerima vaksinasi.

Sumber: republika.co.id

Satgas: Kepatuhan terpadah Protokol Bertambah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan terjadi tren peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan disiplin protokol kesehatan pada pekan lalu. Berdasarkan hasil monitoring perubahan perilaku, kepatuhan masyarakat dalam memakai masker meningkat sebesar 12,19 persen yakni dari 50,27 persen menjadi 62,46 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya.

Sedangkan kepatuhan dalam menjaga jarak meningkat 17,11 persen dari 35,98 persen menjadi 53,09 persen. “Namun kenaikan rata-rata ini belum bisa menyerupai tingginya kepatuhan di awal upaya monitoring di September dan Oktober yaitu menembus angka 84,77 persen dalam memakai masker dan 69,04 persen dalam menjaga jarak,” jelas Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta.

Wiku menyampaikan, hasil monitoring ini menunjukan bahwa upaya selama ini untuk meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan masih belum menunjukan hasil yang signifikan. Ia pun meminta agar data monitoring ini dapat menjadi refleksi bagi pemerintah daerah dan juga masyarakat dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Efek positif perubahan perilaku ini membutuhkan waktu yang lama untuk berdampak pada penurunan kasus,” ujar dia.

Namun, jika protokol kesehatan ini terus menerus dilakukan secara disiplin dan ketat maka akan memberikan dampak positif dalam penanganan pandemi di Tanah Air.

Sumber: republika.co.id

Saudi Ciptakan PingMe untuk Gantikan WhatsApp

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Saudi akan meluncurkan aplikasi perpesanan instan sendiri. Aplikasi pesan instan ini diluncurkan untuk menyaingi WhatsApp.

Dilansir dari English Al-Araby, Jumat (22/1), pengembang lokal akan merilis “PingMe” yang disebut-sebut sebagai aplikasi perpesanan instan Saudi pertama di Android dan iOS pada 1 Februari, menurut situs web aplikasi dan laporan media Saudi.

“Keamanan yang kuat… enkripsi end-to-end… privasi lengkap… 100 persen aplikasi Saudi,” begitulah yang tertulis di iklan.

Layanan ini juga bisa diunduh gratis dan mengklaim memiliki semua fitur yang tersedia di WhatsApp, termasuk audio Wi-Fi dan panggilan video, serta pesan video dan gambar.

Siaran pers untuk Pingme mengatakan “perjanjian” untuk meluncurkan aplikasi tersebut didasarkan pada tugas dan prinsip perlindungan privasi dalam hal kerajaan dan mengikuti visi Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Pengumuman saingan WhatsApp Saudi datang ketika tagar #Saudis_leave_WhatsApp terus menjadi tren di antara pengguna media sosial di Saudi. Warganet menyuarakan keprihatinan atas kebijakan privasi baru aplikasi milik Facebook. Menurut situs berita Saudi Mz Mz, beberapa pengguna WhatsApp telah berpindah ke Signal.

Pekan lalu, WhatsApp mengeluarkan pembaruan yang menyangkut bagaimana pengguna WhatsApp bisnis yang menggunakan WhatsApp untuk mengobrol dengan pelanggan dapat berbagi data dengan Facebook. Informasi tersebut akan digunakan untuk iklan yang ditargetkan. Atas berbagai respons yang ada, WhatsApp menangguhkan kebijakan ini untuk dilakukan peninjauan kembali. Penangguhan dijadwalkan pada Mei.

sumber: republika.co.id

Kasus Positif Covid Pasca Divaksin, Pakar: Vaksin Tak Buat Kebal Seketika

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — Bupati Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo mengumumkan bahwa dirinya positif terinfeksi covid-19 pada Kamis (21/1) sore.

Dalam pernyataannya, Sri Purnomo mengatakan pada Selasa 19 Januari 2021 malam, dia sempat mengalami batuk, dan suhu badannya terukur 37,6 derajat celsius.

“Rabu 20 Januari 2021 saya menjalani tes swab antigen yang mana hasilnya dinyatakan positif. Kemudian dilanjutkan dengan tes swab PCR, dimana hasil yang saya terima pagi ini dinyatakan positif,” kata Sri Purnomo.

Yang menarik, Sri Purnomo adalah orang pertama di Kabupaten Sleman yang menerima suntikan vaksin Sinovac. Dia dan sejumlah tokoh lokal lain, menerima suntikan itu pada Kamis (14/1).

Sejauh ini, kondisi Sri Purnomo dinilai sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit. Rontgen thorax dan CT Scan thorax yang dilakukan Kamis siang, menunjukkan hasil yang bagus dan paru-parunya bersih.

“Saya saat ini sedang menjalankan isolasi mandiri di rumah dinas, dan tidak di rumah sakit dikarenakan kondisi badan saya tidak menunjukkan gejala apapun,” tambahnya.

Vaksin Membutuhkan Waktu

Kasus positif virus Covid-19 yang dialami Bupati Sleman ini, menurut dr Gunadi, SpBA, PhD menjadi bukti sejumlah kondisi terkait vaksin. Gunadi adalah Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Menurut Gunadi, masyarakat harus memahami bahwa vaksin perlu waktu untuk memberi dampak. “Vaksin itu bisa berfungsi membentuk sistem imun kita itu butuh waktu, bukan dalam waktu singkat. Secara umum itu dikatakan kira kira sepuluh hari sampai dua minggu, baru terbentuk imun terhadap infeksi Covid-19 setelah vaksinasi,” ujarnya.

Sumber: okezone.com

 

Pembangunan UIII Dikebut, Target September 2021 Kuliah Sudah Dimulai

DEPOK(Jurnalislam.com) — Pembangunan kampus Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII) terus dikebut. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, Kemenag menargetkan kegiatan perkuliahan dimulai September 2021.

Hal ini disampaikan Ali Ramdhani saat menerima kunjungan Rombongan Komisi VIII DPR, di kawasan pembangunan kampus UIII di Depok, Kamis (21/01). Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily.

Dikatakan Ramdhani, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, UIII harus menjadi etalase perkembangan Islam di Indonesia. Untuk itu, UIII harus menampilkan ruang akademik yang bersatu padu, selaras dengan kondisi kemajemukan bangsa ini.

Menurutnya, umat Islam Indonesia memiliki sikap kebangsaan yang sangat baik. Sehingga, perlu lembaga pendidikan yang mampu menampilkan Islam Indonesia ke ruang publik.

“Dan hari ini kita berbangga, Republik ini yang mayoritas adalah Islam mampu bertahan hidup sampai dengan masa yang panjang. Hal ini perlu ditularkan pada dunia Internasional,” jelasnya.

Pembangunan kampus UIII, lanjut Ramdhani, tentunya melibatkan banyak pihak. Kementerian Agama RI, sebagai lembaga eksekutif, tentunya sangat memerlukan dukungan dari DPR sebagai lembaga legislatif, khususnya terkait anggaran.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami mohon dukungan dari pihak DPR RI, sebagai lembaga eksekutif, terkait dukungan anggaran pembangunan kampus UIII,” ujar Ramdhani.

Dikatakan Ramdhani, selain pembangunan kampus UIII, ke depan akan dibangun kawasan madrasah terpadu. Menurutnya, kawasan madrasah terpadu dari mulai Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah Negeri.

“Ke depan kita akan bangun madrasah terpadu, yang tentu saja memiliki tingkat keunggulan yang baik dan itu diharapkan akan menjadi etalase dunia Pendidikan Islam yang mencoba menyapa masyarakat, mengarahkan masyarakat pada ruang-ruang keislaman dengan warna Rahmatan Lil ‘Alamin,” terang Ramdhani.

“Kita berdoa dan berharap Proyek Strategis Nasional yang diwujudkan dalam UIII ini dapat berjalan dengan baik, dan pembangunan kawasan madrasah terpadu akan segera terwujud,” pungkasnya.

Selain rombongan Komisi VIII DPR RI, tampak hadir, Rektor UIII Komaruddin Hidayat, para wakil rektor serta pejabat UIII, Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Kampus UIII Syafrizal dan Kabag Umum Ditjen Pendidikan Islam Abdullah Hanif.

 

Bukalapak Akan Berikan Pelatihan Inovasi di Pondok Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bertemu manajemen startup unicorn Bukalapak.

Kedua pihak menjajaki peluang kerja sama, utamanya terkait produk pondok pesantren di Indonesia, baik dari aspek permodalan maupun pemasaran.

“Saat saya diamanahi sebagai Menteri Agama oleh Presiden Joko Widodo, beliau berpesan untuk menaruh perhatian besar kepada pesantren di Indonesia. Keberlangsungan pesantren ini ditekankan betul oleh Presiden Joko Widodo kepada saya,” kata Gus Menteri di Jakarta, Rabu (20/01).

“Terdapat 28 ribu pesantren dengan jutaan santri. Presiden menginginkan santri Indonesia itu bisa mandiri dengan menghasilkan inovasi dan kreatifitas lewat beragam produksi yang dihasilkan,” sambungnya.

Kemenag saat ini tengah melakukan upaya pemetaaan terhadap produk-produk unggulan pesantren yang ada di Indonesia. Hal itu diharapkan akan memudahkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk startup unicorn Bukalapak.

“Kerjasama dengan Bukalapak tersebut misalnya dengan memberikan pelatihan dan pembekalan kepada santri dalam pemasaran produk lewat aplikasi, menjadi mitra bukalapak dan pelatihan lainnya. Saya senang sekali semoga pembicaraan ini dapat ditindaklanjuti,” harap Gus Menteri.

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menyatakan pihaknya menyambut baik rencana kerja sama dengan Kemenag dalam mempromosikan produk-produk pesantren dan UMKM di Indonesia. Ia menambahkan, Bukalapak saat ini juga tengah mengembangkan digitalisasi donasi infak selain menjalin kerjsama dengan UMKM dan sektor lainnya.

“Terima kasih Bapak Menteri semoga Bukalapak dan Kemenag dapat menjalin kerjasama dalam memperkokoh dan menompang ekonomi umat di Indonesia,” ujarnya.

 

Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan

 JAKARTA(Jurnalislam.com) – Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung kembali memeriksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan, berinisial S terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, saksi S diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Saksi S selaku Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan diperiksa terkait dengan Tipikor pada pengelolaan keuangan, dan dana investasi oleh badan pengelola jaminan sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,” kata Leonard dalam keterangan tertulis, Jumat (22/1/2021).

Hingga Kamis 21 Januari 2021, Kejaksaan Agung telah memeriksa 15 orang saksi. Para saksi dimintai keterangan untuk mencari fakta hukum dan alat bukti atas dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di BPJS Ketenagakerjaan.

“Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang Tipikor pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Sumber: okezone

Musibah Datang Beruntun, MUI Usulkan Muhasabah Nasional

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Seruan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan agar dilakukan muhasabah nasional menyusul banyaknya musibah di Tanah Air mendapat sambutan baik. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung seruan tersebut.

Muhasabah berasal dari akar kata hasaba-yuhasibu-muhasabah yang berarti menghitung. Secara istilah, muhasabah adalah evaluasi diri dengan menghitung amal-amal yang telah kita lakukan. Muhasabah adalah salah satu cara untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik dari hari ke hari.

Muhasabah nasional yang dimaksud oleh Sekjen MUI di atas adalah upaya introspeksi diri seluruh warga dan pemerintah Indonesia, berzikir memohon ampunan dan berdoa agar Allah membuka pintu rahmat-Nya kepada negeri ini.

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengatakan, dalam menyikapi musibah yang datang bertubi-tubi hendaknya masyarakat tetap bersabar, terus berdoa, dan saling menolong untuk meringankan beban.

“Semuanya sebagai peringatan kepada manusia untuk segera kembali ke jalan Allah, melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Maka, setuju dengan MUI bahwa semua umat Islam dan umat lainnya sebaiknya melakukan muhasabah, baik sendiri maupun berjamaah,” ujar Dadang kepada , Rabu (20/1).

Seperti diketahui, saat ini beberapa wilayah di Indonesia dilanda bencana alam, mulai dari banjir, gempa bumi, hingga erupsi gunung berapi. Selain menelan korban jiwa, bencana-bencana alam tersebut juga mengakibatkan banyak warga menderita luka-luka serta menimbulkan berbagai jenis kerugian fisik.

sumber: republika.co.id