Setelah Medsosnya Dihack, Rumah Ketua KNPI Pelapor Abu Janda Diteror  

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama memberikan kabar mengejutkan. Setelah akun Twitternya di-hack, kini rumahnya di teror orang tak dikenal.

Hal ini disampaikan Haris melalui akun Twitter resminya @harisknpi, Senin 1 Februari 2021. Haris diketahui merupakan orang yang melaporkan Permadi  Arya atau  Abu ke Mabes Polri terkait dugaan rasisme ke mantan Komisioner Komnas Ham yang juga aktivis Papua, Natalius Pigai..

Diri dan Rumah saya di teror. Semoga Allah melindungi saya dan keluarga,” cuit Haris dengan menyenggol akun milik Presiden Jokowi, Bareskrim Polri dan Ditsiber Polri.

 

Haris menjelaskan, teror yang ditujukan kepada dirinya yakni berupa tuduhan memakai narkoba sehingga rumahnya mau digeledah.

Ternyata polanya selalu dengan cara mengindikasikan saya sebagai pemakai Narkoba. Insya Allah tidak akan pernah barang haram itu masuk ke tubuh saya.Silahkan kalian cari cara bagaimana menjebloskan saya ke penjara/dengan cara-cara memfitnah saya. Bergerak Pemuda Indonesia. Apapun yang terjadi,” tulis dia.

Sebelumnya, Haris melalui KNPI melaporkan Abu Janda ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait cuitannya yang diduga rasisme terhadap aktivis HAM, Natalius Pigai soal kata evolusi.

Sumber: viva.co.id

 

Kiai As’ad Ali: Fikrah dan Akhlak Abu Janda Bukan Pengikut Aswaja

JAKARTA(Jurnalislam.com)- JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2010-2015 KH As’ad Said Ali menanggapi ulah Abu Janda yang kerap mengenakan atribut NU tetapi seringkali membuat gaduh di media sosial

 

Kiai As’ad juga menyatakan bahwa Pimpinan Banser telah menegur Abu Janda agar tidak bicara lagi tentang NU, atas nama Ansor. Selain itu, media-media mainstream diinfokan pula soal siapa Abu Janda itu.

 

“Persoalannya, dia (Abu Janda) sudah terlanjur pernah memakai seragam Banser di media dan publik menyangka dia bagian dari NU. Padahal fikrah dan akhlaknya bukan pengikut Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah),” tegas Kiai As’ad.

 

Kerusakan provokasi yang ditimbulkan akibat ulah Abu Janda di lingkungan NU selama ini cukup besar. Beberapa pondok pesantren, merasa terusik. Bahkan ada yang menjauhi struktur NU. Sebab hal-hal yang selalu disampaikan Abu Anda bertolak belakang dengan fikrah An-Nahdliyah.

 

“Saya mensinyalir ada Abu Janda-Abu Janda lain yang berpura pura membela NU melalui media sosial tetapi sesungguhnya musang berbulu domba,” terang Kiai As’ad.

sumber: nu.or.id

Eks Waketum NU: Abu Janda Penyusup, Saatnya PBNU Bersikap Tegas

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2010-2015 KH As’ad Said Ali menanggapi ulah Abu Janda yang kerap mengenakan atribut NU tetapi seringkali membuat gaduh di media sosial.

 

Belakangan ini, Abu Janda menjadi ramai diperbincangkan lantaran mencuit ungkapan Islam adalah agama arogan dan pernyataan bernada rasisme yang ditujukan kepada Natalius Pigai.

 

“Sebagai warga Nahdliyin, saya menyarankan sudah saatnya PBNU secara resmi bersikap tegas terhadap Abu Janda. Dia memanfaatkan nama besar NU untuk kepentingan pribadi, jangan dibiarkan karena akan merusak keutuhan NU,” kata Kiai As’ad, Sabtu (30/1).

 

Sebagai Ketua Dewan Penasihat PP GP Ansor, beberapa waktu lalu Kiai As’ad sempat mempertanyakan mengenai Abu Janda kepada pimpinan Ansor. Hal itu dipertanyakan setelah Abu Janda selalu bicara ngawur tentang NU di saluran televisi.

 

“Kesimpulan saya dia penyusup ke dalam Ansor atau NU, sehingga perlu ditelusuri kenapa bisa ikut pendidikan kader Ansor atau Banser,” tegas Kiai As’ad.

 

Setelah dicek, ternyata tidak ada satu pun rekomendasi dari cabang atau wilayah Banser, sesuai dengan persyaratan untuk diterima sebagai peserta kaderisasi Ansor. Menurut Kiai As’ad, Abu Janda diterima atas rekomendasi seorang tokoh NU.

 

“Saya kira dengan pertimbangan prasangka baik dan tidak mengecek latar belakang siapa sebenarnya Abu Janda,” lanjutnya.

sumber: nu.or.id

Yayasan Ibadurrahman Gelar Program Entaskan Buta Huruf Al Qur’an di Jombang

JOMBANG (jurnalislam.com)–Ketika banyak saudara kita yang masih dapat mengenyam pendidikan dengan mudah. Hal ini berbanding terbalik dengan saudara kita yang tinggal di daerah pelosok.

Hingga mereka pun harus menghadapi ujian yang besar dengan adanya pendangkalan aqidah yang setiap saat harus mereka hadapi ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Melihat kondisi seperti membuat mereka yang tinggal didaerah pelosok tidak sedikit yang nyaris tidak dapat mengenal Islam dengan baik. Sehingga Yayasan Ibadurrahman Mojokerto bekerjasama dengan Forum Me-DAN Indonesia mengadakan Program Bebaskan Buta Huruf Hijaiyah.

Yayasan Ibadurrahman menyalurkan buku iqro dengan metode tilawati untuk anak-anak di Dusun Sumberarum, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang pada Sabtu (30/1/2021). Diantara anak-anak yang menerima iqro tilawati terdapat seorang yang belum lama menjadi mualaf.

“Sedikit yang kami berikan semoga dapat memberikan manfaat untuk Islam, khususnya umat Islam di Dusun Wonosalam,” ungkap Aditya selaku pengurus Yayasan Ibadurrahman Mojokerto.

Ustadz Jadi selaku pengurus Masjid Al-Huda Sumberarum bersyukur dan berterimakasih atas bantuan iqro untuk para santrinya tersebut.

“Alhamdulillah adanya bantuan berupa iqro tilawati sangat membantu untuk anak-anak belajar huruf hijaiyah yang hingga saat ini kami hanya menggunakan alat peraga untuk mengenalkan hijaiyah kepada anak-anak. Semoga anak-anak semakin semangat dalam mengaji,” katanya.

Dinginnya malam di Dusun Sumberarum tidak sedikitpun menurunkan semangat anak-anak untuk belajar mengaji dengan metode tilawati yang disampaikan langsung oleh Ustadz Jadi. Termasuk Joko yang menjadi mualaf belum lama ini.

Mengungsi di Kandang Ayam, S4H Bangun Shelter Darurat untuk Warga Mamuju

MAMUJU(Jurnalislam.com)–Tak ada tenda yang layak, puluhan warga Mamuju, Sulawesi Barat terpaksa menggunakan kandang ayam sebagai tempat berlindung. Itulah yang ditemui tim Sinergy for Humanity di lapangan,

Lansia, balita hingga bayi terpaksa menginap di tempat yang jauh dari kata layak. Pengap, bau, juga sempit. Hal ini terpaksa dilakukan, sebab rumah serta harta benda mereka raib ditelan gempa bumi 6,2 SR yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Padahal pandemi COVID-19 yang masih marak dikhawatirkan akan menjadi kluster baru di tenda para pengungsi,” kata Asep, CEO Sinergi Foundation.

Menurut Asep, pembangunan dengan merenovasi tempat tinggal memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga salah satu solusi yang dapat diberikan adalah pembangunan shelter darurat untuk para pengungsi.

“Alhamdulillah, Sinergi Foundation melalui relawan Sinergy For Humanity (S4H) berinisiatif membangun 183 shelter darurat. Shelter darurat yang akan dibuat nantinya berukuran 5 x 6 m dan terdapat 3 ruangan diantaranya 2 kamar tidur, 1 ruang tamu,” tuturnya.

Ia menambahkan, lokasi shelter yang akan dibangun berdekatan dengan rumah asal, sehingga akan termanfaatkan secara panjang dan dibangun dengan mengikutsertakan warga dalam gotong royong.

“Dan shelter darurat ini nantinya akan membantu para warga menjaga privasi keluarga mereka sendiri,” imbuhnya.

Ia pun menutup dengan mengajak masyarakat untuk siap beramal membantu warga terdampak gempa bumi di Mamuju. “Semoga jadi kebaikan bagi kita bersama,” tandasnya.

DQ Bangun Sumur Bor dan Mushola untuk Warga Nganjuk

NGANJUK(Jurnalislam.com)–Salah satu persoalan di masyarakat adalah ketersediaan perangkat-perangkat dakwah yang belum layak. Ketiadaklayakan mushola atau masjid akan sangat menyulitkan proses penguatan dakwah di masyarakat.

Hal itu pula yang dirasakan oleh takmir mushola Al-Mu’min bernama Tarib. Pria berusia 46 tahun ini merasakan kesulitan dalam memfasilitasi gairah dakwah 50 jamaah musholahnya karena kondisi mushola Al-Mu’min yang kurang layak.

Mushola yang didirikan di pekarangan warga ini adalah bangunan semi permanen yang tidak memiliki plafon. Pintu kayu yang sangat sederhana serta kayu rapuh yang menjadi dinding mushola adalah gambaran sehari-hari ketika warga desa Lengkong Lor melakukan ibadah. Bahkan fasilitas listrik baru dipasang seminggu yang lalu karena ada proyek pembuatan sumur bor.

“Saya sangat berharap pembangunan Mushola Al-Mu’min segera selesai. Kemarin alhamdulilah, berkat bantuan DQ dan beberapa orang baik, kita bisa menyelesaikan pembangunan sumur bor. Kini proses pembangunan mushola di tanah wakaf sudah berlangsung 20%. Semoga sebelum ramadhan mushola sudah selesai dibangun sehingga warga bisa sholat tarawih di Mushola Al-Mu’min,” ungkap Tarib.

Al Iklas Kurnia Salam selaku Manager Pendayagunaan Dompen Al-Qur’an Indonesia (DQ) mengatakan komitmennya untuk membantu warga Desa Lengkong Lor memiliki mushola impian.

“DQ akan berusaha membangun mushola impian bagi warga Desa Lengkong Lor. Komitmen ini kita mulai dari pembangunan sumur bor lalu berlanjut pembangunan mushola. Semoga warga jadi semakin semangat untuk beribadah dan mengaji setelah mushola impian mereka sudah terbangun,” ungkap Al Iklas.

Komitmen DQ tersebut dibuktikan dengan memberikan bantuan awal sebesar 11 juta untuk pembangunan mushola pada 28/1/2021. Bantuan dana pembangunan itu diserahkan langsung oleh tim DQ pada takmir Mushola Al-Mu’min.

“Untuk membangun mushola dibutuhkan 94 juta rupiah. Dari jama’ah sudah terkumpul 15 juta rupiah dan dari DQ 11 juta rupiah. Kita membutuhkan dana 68 juta rupiah untuk merampungkan pembangunan mushola,” jelas Tarib.

Tatib merasa yakin mushola Al-Mu’min akan selesai sebelum ramadha. “Dengan komitmen DQ dan para jama’ah Insya Allah saya yakin mushola akan selesai sebelum ramadhan,” tutup Tarib.

MES Donasikan 100 Juta untuk Korban Bencana Alam

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Gelaran Musyawarah Nasional V Masyarakat Ekonomi Syariah pada Sabtu, 23 Januari 2021 telah berakhir dengan sukses.

Selain menghasilkan beberapa rekomendasi strategis terkait pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia, forum Munas juga menyepakati untuk mendonasikan Sebagian dari hasil sponsor kegiatan Munas kepada masyarakat yang terkena musibah bencana alam khususnya di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.

Ketua Panitia Pengarah Munas V MES, Firdaus Djaelani pada penutupan acara menyampaikan bahwa melihat sebagian wilayah Indonesia yang dilanda bencana, MES tergerak untuk ikut peduli dan berkontribusi memberikan bantuan.

Untuk itu, panitia Munas MES menyepakati sebagian hasil dari sponsor acara Munas MES akan didonasikan untuk membantu korban bencana alam di dua provinsi yaitu Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa saudara-saudara kita di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan sedang mengalami musibah bencana alam, maka dari itu kami dari panitia Munas V MES telah menyepakati sebagian dana sponsor yang terhimpun akan kami donasikan untuk membantu meringankan beban para korban bencana di daerah-daerah tersebut”.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga sebagai Sekretaris Jenderal MES yang baru, Iggie Achsien menjelaskan jika sumbangan ini merupakan wujud dan komitmen MES dalam upaya membangkitkan lagi optimisme daerah-daerah yang terkena bencana agar segera bangkit dan pulih.

“iya, meskipun nominalnya sedikit, tapi kontribusi seperti ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan. MES harus turut berkontribusi dalam pemulihan secara material terhadap daerah-daerah yang tertimpa bencana. Banyak dari mereka yang membutuhkan sandang dan papan untuk bangkit dan pulih dari bencana yang menimpa mereka”.

Rencananya sumbangan tersebut akan disalurkan di dua wilayah yang mengalami bencana, yaitu banjir bandang yang melanda Kalimatan Selatan, dan gempa bumi yang menimpa Sulawesi Barat.

SMK N 1 Jatiroto, Jualan Bibit Pohon Untuk Galang Donasi

WONOGIRI (jurnalislam.com)- Sebagai wujud kepedulian terhadap becana yang terjadi di Sulawesi dan Kalimantan, SMK N 1 Jatiroto mengadakan galang donasi. Dijelaskan oleh Ketua OSIS SMK N 1 Jatiroto Fitri Novianto, untuk mengumpulkan donasi ini mereka menjual 2000 bibit pohon dan juga sarung bantal karya siswa SMK 1 Jatiroto.

Hasil dari keuntungan penjualan kemudian disalurkan untuk korban bencana di Sulawesi dan Kalimantan melalui Solopeduli.

Dari hasil menjual bibit pohon dan menjual sarang batal terkumpul donasi sebesar Rp 6.535.000 yang digalang selama 3 hari. donasi tersebut diserahkan secara simbolis Oleh Drs.Suyono,M.Si Kepala Sekolah SMK N 1 Jatiroto kepada Niki Laila selaku Kepala Cabang Solopeduli Wonogiri pada Jumat (29/01/2021) di SMK N 1 Jatiroto.

“Untuk mengumpulkan donasi ini, kita menjual bibit pohon kepada masyarakat, selain itu kami juga menjual sarung bantal karya kami Sendiri dan juga menyebarkan proposal ke masyarakat, saya percayakan donasi ini kepada Solopeduli semoga bisa membantu mereka yang terkena bencana,” kata Ketua OSIS SMK N 1 Jatiroto Fitri Novianto.

Sementara Kepala Cabang Solopeduli Wonogiri Niki Laila mengatakan bahwa kegiatan OSIS SMK N 1 Jatiroto yang secara kreatif menggalang dana dengan menjual 2000 pohon dan sarung bantal patut diapresiasi.

“Untuk memantik masyarakat Wonogiri khususnya anak muda bisa terinspirasi dengan kegiatan yang dilakukan OSIS di SMK N 1 Jatiroto yang berinisiatif menggalang dana dengan cara yang kreatif untuk membantu korban bencana,” ungkapnya.

Niki Laila juga mengucapkan terimakasih atas donasi dan kepercayaan SMK N 1 Jatiroto untuk bersinergi dalam galang dana untuk bencana nasional ini.

Kepala Sekolah SMK N 1 Jatiroto Drs.Suyono bersyukur bisa ikut meringankan beban saudaranya yang tertimpa musibah bencana.

“Alhamdulillah semoga donasi dari kami bisa membantu saudara – saudara kita di Sulawesi dan Kalimantan, dan juga semoga bisa disalurkan dengan baik dan bermanfaat untuk semua,” tegas Suyono.

PKS Minta Polisi Usut Ucapan SARA Abu Janda

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Permadi Arya atau Abu Janda dilaporkan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke polisi terkait dugaan rasisme terhadap Natalius Pigai.

PKS berharap polisi memproses laporan KNPI terhadap Abu Janda.

“Saya mendukung langkah DPP KNPI yang melaporkan ke polisi terkait ujaran yang diduga bermuatan SARA yang diucapkan oleh Permadi Arya,” kata elite PKS, Nasir Djamil, kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Anggota Komisi III DPR RI ini juga menyinggung soal pernyataan Abu Janda yang menyebut ‘Islam sebagai agama pendatang dan arogan. Menurut Nasir, ucapan Abu Janda berpotensi mengganggu kebersamaan di tengah masyarakat.

“Menyatakan Islam sebagai agama pendatang dan arogan adalah bentuk penghinaan terhadap Islam dan umatnya. Karena itu diharapkan polisi menindaklanjuti arogansi Permadi Arya sebagai terlapor,” tambahnya.

“Sangat kita sayangkan bahwa ucapan Permadi Arya itu sangat berpotensi mengganggu kehidupan umat beragama di Indonesia,” ujarnya.

Nasir berharap laporan KNPI diproses secara adil dan terbuka. Dia yakin polisi memproses tanpa pandang bulu.

“Semoga laporan ini ditindaklanjuti secara transparan dan berkeadilan. Saya percaya bahwa Polri memprosesnya secara hukum tanpa pandang bulu,” imbuhnya.

Abu Janda sebelumnya dipolisikan KNPI terkait cuitan ‘evolusi’ yang ditujukan kepada Natalius Pigai. KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareskrim atas dugaan rasial kepada Natalius Pigai.

Sumber: detik.com

 

Kapolri Baru Ditantang Berani Tangkap Abu Janda

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, telah dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik, kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) pada Kamis, 28 Januari 2021.

 

Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, Medi Rischa Lubis, mengapresiasi aparat kepolisian yang telah menerima laporan dari DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) terhadap Abu Janda sebagaimana tercatat dalam surat tanda terima laporan Nomor: STTL/30/I/2021/ Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

“Alhamdulillah, telah diterima laporan kami secara koperatif dari pihak polisi tanpa dipersulit, sudah kami tunjukkan bukti-buktinya bahwa kami hari ini telah melaporkan akun @permadiaktivis1,” kata Medi Lubis di Gedung Bareskrim pada Kamis kemarin, 28 Januari 2021.

Selanjutnya, Medi Lubis berharap aparat kepolisian menindaklanjuti laporannya terhadap Abu Janda. Karena menurut dia, Abu Janda telah menyakiti warga Papua atas cuitannya yang dianggap menghina mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

 

Tentu, laporan ini menjadi tantangan bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar memenuhi komitmennya saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Anggota Komisi III DPR RI pada Rabu, 20 Januari 2021.

 

“Harapan yang sangat tinggi kami taruh ke pundak Polri sekarang agar dapat menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan profesional. Jangan melihat siapa-siapa orang itu ya, melihat dari sepak terjangnya kita tahu orang ini ya. Belum-belum aja bikin laporan udah nantang-nantangin, ayo menang siapa, kamu apa saya. Nah, itu kan enggak bener, dari semalam itu udah trending di Twitter,” ujarnya.