Anies: 7,5 Juta Warga di DKI Sudah Divaksin

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil mencapai target vaksinasi Covid-19, seperti yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebanyak 7,5 juta orang sudah divaksin pada Sabtu (31/7) hari ini.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pencapaian keberhasilan target yang lebih cepat satu bulan dari tenggat waktu ini, merupakan hal baik yang harus diapresiasi, karena melibatkan tidak hanya Pemprov DKI, tapi juga masyarakat dan semua pihak. Presiden sendiri telah menargetkan, Jakarta harus sudah melakukan 7,5 juta vaksinasi pada akhir bulan Agustus.

“Alhamdulillah, kita lebih cepat satu bulan dari target jadwal yang sudah ditetapkan. Lebih dari 7,5 juta vaksin dosis pertama dan 2,5 juta vaksin dosis kedua telah diberikan di Jakarta. Saya ingin sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan vaksinasi ini,” kata Gubernur Anies di Balai Kota Jakarta, pada Sabtu (31/7).

Berdasar data hari ini, Sabtu 31 Juli 2021 telah dilakukan vaksinasi program untuk dosis 1 sebanyak 7.507.340 orang, dosis 2 sebanyak 2.667.299 orang dan dosis 3 khusus untuk tenaga kesehatan sebanyak 3.547 orang. Anies menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan BNPB yang sangat mendukung dalam kegiatan vaksinasi ini.

Anies juga, mengucapkan rasa terima kasih untuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Jakarta, seperti Polda, Kodam, Kejati, dan Pemprov DKI, yang secara kompak bekerja sama, memiliki target yang sama, bersinergi, berkolaborasi, dan saling mengisi, saling menopang, untuk kegiatan vaksinasi ini.

Sumber: republika.co.id

BOR Turun Jadi 62 %, Tapi ICU Tetap Penuh

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan pasien virus corona turun dalam sepekan terakhir.

Riza menyebut BOR rujukan isolasi Covid-19 turun menjadi 62 persen, sementara ICU turun menjadi 84 persen. BOR Tersebut mengalami penurunan dibandingkan data per Minggu (25/7) lalu yang mencatat keterisian tempat tidur isolasi 73 persen, dan keterisian ICU di 89 persen.

Namun demikian, jumlah BOR RS rujukan Covid-19 di DKI itu tergolong masih cukup tinggi. Sebab, WHO menetapkan ambang batas aman untuk BOR RS Covid-19 yakni sebesar 60 persen.

“Kalau lihat rumah sakit sudah turun, sudah 62 persen BOR-nya, ICU sudah turun lagi 84 persen. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi, orang yang mengantre di IGD, di selasar-selasar, oksigen juga tidak ada masalah,” kata Riza dalam acara doorstop media secara daring, Sabtu (31/7).

Riza juga mengatakan bahwa penambahan kasus virus corona di DKI Jakarta mulai terlihat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir dengan rata-rata 3-4 ribu kasus sehari.

Jumlah itu menurun, usai sempat mengalami kenaikan puncak tertinggi sebanyak 14.619 kasus di DKI dalam sehari pada 12 Juli lalu.

Riza lantas menyebut, penurunan kasus konfirmasi covid-19 di Ibu kota itu terjadi lantaran pemerintah provinsi terus berupaya menggenjot testing dan tracing.

Ia mengklaim testing di DKI sudah 19 kali lipat dari standar WHO yang menetapkan batas minimal 1:1000 penduduk yang dites per pekan.

“Program kita mengentaskan masalah ini atau masalah Covid-19 ini yaitu dengan mempercepat dan mengidentifikasi masalahnya, yaitu penyebaran di mana. Dan untuk mengetahui titik penyebaran, cara satu-satunya adalah dengan cara testing dan tracing,” kata dia.

sumber: cnnindonesia

 

Pemerintah Sebut Masih Banyak Warga yang Belum Divaksin

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil memenuhi target vaksinasi yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski begitu, Anies mengaku masih banyak warga berkartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta yang belum divaksin Covid-19.

Anies mengatakan, hingga hari ini, sebanyak 7,5 juta warga sudah mendapatkan vaksinasi Covid. Target itu dipenuhi lebih cepat satu bulan dari pada tenggat waktu yang diberikan Presiden Jokowi, yakni akhir Agustus 2021.

Berdasar data hari ini, kata Anies, vaksinasi dosis pertama telah diterima 7.507.340 orang. Sedangkan dosis kedua sebanyak 2.667.299 orang. Adapun dosis ketiga khusus untuk tenaga kesehatan sebanyak 3.547 orang.

Anies menerangkan, 7,5 juta warga yang menjalani vaksinasi dosis pertama itu tak semuanya warga dengan KTP DKI Jakarta. Sebab, ada empat komponen yang bisa divaksinasi di Jakarta. Mulai dari warga ber-KTP Jakarta, orang bekerja di Jakarta, orang berdomisili di Jakarta, dan orang yang bersekolah atau belajar atau berkuliah di Jakarta.

Dalam capaian vaksinasi 7,5 juta warga, lanjut dia, sebanyak 4,5 di antaranya ber-KTP DKI Jakarta. Sisanya atau sekitar 3 juta adalah warga dengan KTP non-DKI Jakarta. Dari jumlah itu, ada sekitar 1,3 juta warga ber-KTP Jawa Barat dan sekitar 500 ribu warga ber-KTP Banten.

“Memang bagian terbesar dari warga ber-KTP non-DKI Jakarta yang divaksin di Jakarta adalah petugas publik yang bekerja di sini. Mereka jumlahnya 1,6 juta orang. Jadi, cukup banyak petugas publik yang bekerja di Jakarta, tapi mereka memiliki KTP luar Jakarta,” ujar Anies.

Di lain sisi, kata dia, masih banyak warga ber-KTP DKI Jakarta yang belum divaksin. Ia pun mengajak warga ber-KTP DKI untuk melakukan vaksinasi secara lengkap. Sehingga DKI Jakarta bisa mencapai kekebalan komunitas dengan 8,8 juta orang tervaksinasi.

“Kita akan terus kerja, dan akan kerja cepat memastikan bahwa seluruh warga yang tinggal dan berkegiatan di Jakarta itu divaksin. Jadi, walaupun target 7,5 juta itu sudah tercapai, tapi kita tidak akan berhenti di titik ini, kita akan teruskan,” tegasnya.

Sumber: republika.co.id

Pasien Isoman Harus Terus Berkomunikasi dan Wajib Lapor Satgas Setempat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta masyarakat yang terpapar Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri untuk rajin berkomunikasi dengan keluarga.

Selain itu, mereka juga wajib melapor ke Satgas Covid-19, tenaga kesehatan dan pengurus RT setempat.

Riza meminta masyarakat yang terpaksa melakukan isolasi mandiri di rumah untuk tetap menjaga komunikasi dengan keluarga untuk mengantisipasi hal buruk, seperti kemungkinan meninggal saat menjalani karantina mandiri.

Wagub DKI Sebut BOR RS Turun Jadi 62 Persen, ICU Masih Tinggi
“Jangan sampai yang isoman, walau tidak berinteraksi fisik dengan keluarga, jangan malah hilang kontak dengan keluarga,” ujar Riza.

Selain itu Riza juga meminta keluarga untuk rutin memantau anggota keluarganya yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Jadi kami juga minta keluarga yang punya anggota isoman untuk memantau karena itu penting sekali perlu ada kerja sama yang baik antara isoman dengan keluarga masing-masing, satgas dan puskesmas,” ujarnya.

sumber: cnnindonesia

Disiplin Prokes Senjata Efektif Lawan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menag Yaqut Cholil Qoumas yakin bahwa Covid-19 dapat segera ditaklukkan. Kuncinya, masyarakat bersama-sama mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Virus ini memiliki kelemahan dan bisa dikalahkan, hanya membutuhkan tindakan kolektif, disiplin, dan kesabaran kita,” ujar Menag saat memberikan sambutan dalam Silaturahim Menko Polhukkam, BNPB, dan Gubernur Jawa Tengah dengan alim ulama pengasuh pondok pesantren, ormas keagamaan dan tokoh agama se-Jawa Tengah, Sabtu (31/07/2021).

Silaturahim ini digelar secara daring. “Covid 19 tidak dapat bertahan dari jarak sosial dan fisik. Ia hanya berkembang ketika kita menantangnya. Virus ini senang sekali dikonfrontasi tapi menyerah dalam menghadapi jarak sosial dan fisik kolektif,” ujarnya.

“Ia tunduk pada kebersihan, tidak berdaya ketika kita menjaga takdir dengan menjaga diri tetap bersih sesering mungkin,” sambungnya.

Menag mengajak pemuka agama terus menenangkan umat dan  mengampanyekan protokol kesehatan 5M agar pandemi ini segera berlalu.

Menag menambahkan, sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia memiliki resiliensi atas berbagai bencana dan krisis sosial lainnya. Yaitu, suatu kemampuan untuk beradaptasi dan teguh menghadapi suatu kesulitan.

“Resiliensi bangsa kita dibuktikan dengan semangat untuk terus berupaya mencari kehidupan yang lebih baik,” tandasnya.

Anies Pertimbangkan Syarat Vaksin untuk Beraktivitas di DKI

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan punya rencana buka keran kegiatan baik di sektor sosial, budaya, ekonomi, keagamaan dengan syarat sertifikat vaksin corona.

Anies mengatakan, upaya itu dilakukan untuk setidaknya menekan penularan virus corona kala aktivitas non esensial mulai dibuka. Ia juga berharap dengan wacana itu, maka tidak ada lagi warga di Ibu Kota yang menolak untuk divaksinasi.

“Dengan melihat kenyataan bahwa di Jakarta kecepatan pemberian vaksin cukup tinggi, dan jangkauan yang sudah tervaksin sudah sampai 7,5 juta. Maka kami memutuskan vaksin menjadi bagian dari tahapan untuk kegiatan masyarakat,” kata Anies melalui video yang diunggah melalui kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7).

Cegah Pasien Isoman Meninggal, Warga Diminta Jaga Komunikasi
Anies menyebut, pembukaan di tiap sektor akan dilakukan secara bertahap, dan tahapan itu dipastikan harus ada keterkaitan dengan vaksinasi.

Ia mencontohkan, apabila tokoh keagamaan ingin membuat sebuah acara, maka para penyelenggara harus sudah divaksin, pun juga para pesertanya.

Kemudian, kantor-kantor non-esensial yang ingin melaksanakan work from office (WFO) juga diperbolehkan, asal seluruh karyawannya telah menerima suntikan vaksin covid-19. Begitu juga restoran yang ingin melayani dine in alias makan di tempat, maka pemilik dan pengunjung restoran harus sudah divaksin Covid-19.

“Jadi, bahkan kalau nanti suatu saat tempat-tempat hiburan dibuka, taman dibuka, kegiatan ruang terbuka dibuka, juga diizinkan. Maka pada saat itu juga harus divaksin dulu,” kata dia.

sumber: cnnindonesia

Ini 10 Perguruan Tinggi Agama Terbaik Versi Webometrics

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Webometrics Ranking Web of Universities kembali merilis daftar perguruan tinggi terbaik di dunia. Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) pun berhasil masuk dalam daftar tersebut. Bahkan, delapan di antaranya berhasil berada pada 100 besar perguruan tinggi terbaik se-Indonesia versi Webometrics.

Webometrics merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi menggunakan dua indikator, yakni webometrik dan bibliometrik. Kehadiran dan visibilitas web diyakini dapat menjadi indikator kinerja sebuah perguruan tinggi.

Pemeringkatan webometrics ini seringkali dijadikan acuan bagi para lulusan SMA maupun mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Berikut 10 PTKN terbaik versi Webometrics Juli 2021:

1. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD Bandung)

UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi PTKN terbaik se-Indonesia berdasarkan peringkat Webometrics. Dalam pemeringkatan tersebut, diketahui juga bahwa universitas yang berlokasi di Jalan A.H. Nasution no. 105, Cibiru, Bandung ini masuk dalam 100 besar perguruan terbaik Indonesia.

UIN SGD Bandung berada pada peringkat ke-38 dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia, sekaligus ranking ke-3.913 dunia versi Webometrics. Informasi selengkapnya tentang universitas yang memiliki sembilan fakultas ini dapat diakses pada laman https://uinsgd.ac.id/.

2. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Syahid Jakarta). 

Di posisi ke-2 PTKN terbaik ditempati UIN Syahid Jakarta. Universitas yang telah melahirkan banyak cendekiawan ini menduduki peringkat ke-51 perguruan terbaik se-Indonesia sekaligus ranking ke-4.317 dari universitas dunia versi Webometrics.

Kampus yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan ini juga merupakan cikal bakal pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Informasi terkait UIN Syahid Jakarta dapat diakses pada laman https://www.uinjkt.ac.id/id/.

3. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN Raden Intan Lampung)

PTKN terbaik ke-3 versi Webometrics adalah UIN Raden Intan Lampung. Universitas yang menduduki posisi ke-60 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia ini memiliki slogan “Intelectuallity, Spirituality, Integriti”. Kalau sahabat tertarik mencari informasi tentang UIN Raden Intan Lampung, dapat mengunjungi laman https://www.radenintan.ac.id/.

4. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Suka Yogyakarta)

Selanjutnya, PTKN terbaik ke-4 versi Webometrics adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Universitas yang berlokasi di Jalan Marsda Adisucipto, Yogyakarta ini masuk dalam 100 besar perguruan tinggi terbaik se-Indonesia, tepatnya menduduki peringkat ke-70. Informasi seputar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dapat diakses pada laman https://uin-suka.ac.id/id.

5. Institut Agama Islam Negeri Kendari  (IAIN Kendari)

Posisi ke-5 PTKN terbaik se-Indonesia versi Webometrics diduduki IAIN Kendari. Berdasarkan data pada laman Webometrics, IAIN Kendari menduduki posisi ke-72 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Informasi tentang perguruan tinggi Islam negeri terbesar di Sulawesi Tenggara ini dapat diakses pada laman http://iainkendari.ac.id/.

6. Institut Agama Islam Negeri Tulungagung (IAIN Tulungagung)

Masyarakat Tulungagung patut bangga memiliki IAIN Tulungagung.IAIN Tulungagung merupakan PTKN terbaik ke-6 se-Indonesia berdasarkan pemeringkatan Webometrics.

IAIN Tulungagung saat ini berada pada posisi ke-74 di antara ribuan perguruan tinggi se-Indonesia. Jika penasaran dengan profil IAIN Tulungagung, anda dapat mengakses laman http://www.iain-tulungagung.ac.id/.

7. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya 

Di posisi ke-7 PTKN terbaik se-Indonesia versi Webometrics ada UIN Sunan Ampel Surabaya. Universitas yang memiliki visi untu menjadi universitas Islam yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional ini berada pada posisi ke-80 dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia, atau ranking ke-5235 se-dunia versi Webometrics. Info tentang universitas yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur ini dapat diperoleh melalui laman https://w3.uinsby.ac.id/.

8. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 

Masih dari daerah Jawa Timur, ada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang juga masuk dalam 100 besar perguruan tinggi se-Indonesia versi Webometrics. Berada pada posisi ke-99 di antara perguruan tinggi se-Indonesia, sekaligus menjadikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bertengger sebagai PTKN terbaik ke-8 se Indonesia. Di laman resmi UIN Malang (https://www.uin-malang.ac.id/) pengunjung dapat berselancar dalam empat bahasa, yaitu: Bahasa Indonesia, Inggris, Arab, serta Mandarin.

9. Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN Pontianak)

Kampus Islam pertama di Kalimantan Barat, IAIN Pontianak, menduduki peringkat ke-9 PTKN terbaik se-Indonesia. Berdasarkan pemeringkatan Webometrics, IAIN Pontianak berada diurutan ke-104 dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia. Melalui laman https://iainptk.ac.id/, pengunjung dapat mengetahui berbagai informasi terkini dari IAIN Pontianak.

10. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau 

Akhirnya, di posisi ke-10 PTKN terbaik se Indonesia, ada UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Berdasarkan data Webometrics, dibandingkan dengan seluruh perguruan tinggi se-Indonesia, UIN Sultan Syarif Kasim Riau berada pada peringkat ke-107. Informasi terkait universitas yang telah berkomitmen untuk menjadi World Class University ini dapat diakses pada laman https://uin-suska.ac.id/.

Pemerintah Segera Luncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ada kabar baik bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Indonesia. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan program Sertifikasi Halal Gratis atau disebut program SEHATI.

Program yang akan segera digulirkan ini sekarang tengah dipersiapkan oleh Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama-sama dengan sejumlah Kementerian/Lembaga terkait.

“Saat ini kami sedang menyiapkan Program Sertifikasi Halal Gratis atau disebut dengan Program SEHATI. Dalam beberapa hari ke depan, program ini insya Allah akan segera kita luncurkan,” kata Mastuki di Jakarta, Jum’at (30/7/2021).

Mastuki mengatakan, program SEHATI ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah untuk membantu pelaku UMK di masa sulit akibat terdampak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Data kami menunjukkan bahwa selama pandemi khususnya di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), jumlah pelaku UMK yang mengajukan permohonan sertifikasi halal di BPJPH sangat menurun. Karenanya, kita harapkan sertifikasi halal gratis melalui program SEHATI ini menjadi instrumen kebijakan pemerintah yang membantu menstimulasi UMK kita untuk kembali bergeliat dan bangkit setelah terdampak pandemi Covid-19,” lanjut Mastuki.

Mantan juru bicara Kemenag itu menjelaskan lebih lanjut bahwa program SEHATI ini juga merupakan salah satu wujud kesungguhan pemerintah dalam memberikan penguatan produk UMK dengan memberikan kemudahan dalam mengembangkan usahanya. Dengan bersertifikat halal, dipastikan produk UMK akan memiliki nilai tambah sehingga berdaya saing tinggi baik di pasar lokal maupun global.

“Upaya ini juga selaras dengan semangat Undang-undang Cipta Kerja (UU Nomor 11 Tahun 2020) dalam memberikan kemudahan pelaku UMK mengembangkan usahanya. Salah satunya, dengan kemudahan bagi pelaku UMK untuk bersertifikat halal melalui fasilitasi pembiayaan, penyediaan penyelia halal, serta fasilitas lainnya dalam sertifikasi halal.” terang Mastuki.

Bahkan, lanjutnya, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 yang merupakan peraturan turunan UU Cipta Kerja tersebut, kemudahan bagi pelaku UMK juga diwujudkan dengan diberikannya penyederhanaan mekanisme sertifikasi halal melalui pernyataan pelaku usaha.

“Kemudahan sertifikasi halal bagi pelaku UMK lainnya adalah penyederhanaan proses sertifikasi halal dengan mekanisme pernyataan pelaku usaha atau yang dikenal dengan istilah self declare. Meski prosesnya disederhanakan, aspek kehalalan produk tetaplah diutamakan dan wajib dipenuhi.” imbuh Mastuki.

Dengan adanya fasilitasi sertifikasi halal gratis ini, Mastuki berharap pelaku UMK dengan produk yang terkategori wajib bersertifikasi halal segera mempersiapkan diri untuk menjadi peserta program SEHATI.

“Dengan bersertifkat halal, kita harapkan agar produk UMK kita berkualitas premium, berdaya saing tinggi, dan masyarakat juga semakin yakin dengan produk yang kepastian kehalalannya telah terjamin,” tambah Mastuki.

Tahun 2020 lalu, BPJPH juga telah memberikan fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku UMK. Program yang dibiayai oleh anggaran Kemenag itu telah membuahkan out put sertifikat halal bagi 3.179 pelaku UMK yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia.

Kebersamaan Warga Kunci Menghadapi Pandemi

JAKARTA(Jurnalslam.com)– Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Wilayah Jawa dan Bali telah diputuskan diperpanjang sejak 26 Juli 2021 hingga 3 Agustus 2021.

Diperlukan adanya sinergitas antara pemerintah daerah dan pusat di dalam rangka menekan mobilitas masyarakat. Untuk itu, pemerintah pusat mendukung upaya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengikutsertakan masyarakat dalam menekan mobilitas, salah satunya dengan menginisiasi gerakan Jaga Warga di masa perpanjangan PPKM.

“PPKM sekarang diperpanjang. Namanya bukan lagi PPKM Darurat, tetapi PPKM berdasarkan level. Saya ingin mengetahui penerapan PPKM Level 4 di Yogyakarta,” pinta Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin pada Rapat Koordinasi (Rakor) kepada Seluruh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Rabu (28/07/2021).

Tak lupa Wapres memberikan apresiasi kepada seluruh Satgas Penanganan Covid-19 DIY yang sudah berupaya secara maksimal di dalam menangani Covid-19.

“Saya memberi apresiasi kepada jajaran Pemerintah DIY atas kerja keras dalam menanggulangi wabah Covid yang secara umum sudah cukup baik,” ujar Wapres.

Wapres berharap pemerintah daerah dan pusat dapat bekerja sama lebih keras lagi untuk mengupayakan keadaan yang lebih kondusif agar secara perlahan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Kita harus lebih keras lagi supaya bisa melandai sehingga kehidupan kita bisa normal lagi,” harap Wapres.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono IX memaparkan data persebaran Covid-19 DIY yang mengalami penurunan di pusat keramaian, seperti wisata perbelanjaan (38%), tempat rekreasi (29%), stasiun/bandara (70%), tempat kerja (25%), namun terjadi kenaikan di sekitar lingkungan perumahan. Sri Sultan mengkhawatirkan kondisi masyarakat yang memang menunjukkan penurunan kasus di pusat keramaian, tetapi justru berpotensi menimbulkan klaster baru di lingkungan tempat tinggal.

“Ini faktual ya, memang berpindah dari jalan masuk ke rumah. Tapi ternyata belum tentu tinggal di rumah, mungkin dari luar desa, masuk ke desa, atau kongko bukan di rumah, berbincang ke rumah tetangganya,” papar Sri Sultan.

Lebih lanjut, sebagai langkah pengetatan mobilitas masyarakat, Pemprov DIY bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) membentuk gerakan yang diberi nama Jaga Warga yang melibatkan masyarakat untuk menjaga kondusivitas dalam menegakkan protokol kesehatan.

“Sehingga kami mencoba berkoordinasi dengan lurah melalui kabupaten, mengerahkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kami bentuk namanya Jaga Warga,” jelas Sri Sultan.

AS Rencanakan Sanksi Terhadap Drone dan Rudal Iran

AMERIKA(Jurnalislam.com)–Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sanksi lebih lanjut terhadap Iran dengan menargetkan jaringan pasokan yang digunakan untuk membuat drone dan peluru kendali, hal ini dilakukan AS setelah muncul kekhawatiran atas kemampuan Iran.

Menurut para pejabat AS, senjata-senjata ini dapat menghadirkan risiko yang lebih besar bagi Washington dan sekutunya daripada program nuklir yang sedang berkembang di negara itu.

“Ini adalah bagian dari pendekatan komprehensif sehingga kami menangani semua aspek ancaman Iran,” kata seorang pejabat senior AS kepada Wall Street Journal. (30/07/2021)

Pejabat militer AS mengungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan penggunaan peluru kendali dan drone Iran terhadap AS dan sekutunya di wilayah tersebut.

“Drone Iran menjadi ancaman yang berbahaya bagi sekutu kami di kawasan itu,” kata pejabat AS lainnya.

Awal tahun ini, Institute for Strategic Studies mengungkapkan bahwa Iran telah mengembangkan pangkalan domestik kendaraan udara tak berawaknya untuk melawan sanksi AS.

Namun, meskipun Iran memiliki pengetahuan dan tenaga untuk membuat rudal, tetapi mereka masih perlu mengimpor komponen untuk drone, termasuk mesin dan mikroelektronika. Saluran pasokan inilah yang akan menjadi target AS selanjutnya, yang diharapkan akan memotong produksi hingga ke tingkat terendah.

Kemampuan drone Iran telah ditunjukkan dalam serangkaian serangan, termasuk serangan 2019 yang menghentikan produksi minyak mentah di Arab Saudi. Serangan itu diyakini berasal dari Iran, meskipun para pemimpin negara tersebut menyangkalnya pada saat itu.

Arab Saudi, yang dianggap sebagai saingan Iran di kawasan itu, telah diserang lebih dari 100 kali dalam beberapa bulan terakhir oleh rudal balistik, drone kecil, rudal jelajah, dan sistem udara yang ditembakkan oleh proksi Iran di Yaman, kata para pejabat.

Iran memiliki pesawat tak berawak yang mampu terbang 7.000 kilometer (lebih dari 4.000 mil), ungkap komandan pasukan Garda Revolusi awal bulan ini.

“Kami memiliki pesawat tak berawak yang dapat terbang 7.000 kilometer, tanpa pilot, dan mendarat kembali di tempat yang sama atau di tempat lain,” kata Jenderal Hossein Salami dalam pidato yang disiarkan oleh televisi pemerintah. (Bahri)

Sumber: The New Arab