Militer Zionis: Pasukan Katak Hamas Hanya Butuh 1 Menit untuk Tembus Jantung Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Satu menit, itulah waktu yang dibutuhkan pasukan laut Commandos Hamas untuk bisa mencapai jantung wilayah Israel. ini bukan klaim Hamas, tapi pengakuan komandan zionis dari angkatan laut Israel Ovek Edelstain yang dikutip oleh koran Maarev Israel, lansir Infopalestina, Selasa (15/03/2016).

Komandan zionis mengatakan, “perairan dan pantai laut Gaza paling panas. Menurutnya, wilayah radius untuk mencari ikan bagi nelayan yang tenang bisa berubah menjadi ajang pertempuran militer sebab Commandos Laut Hamas hanya butuh 1 menit untuk bisa menembus jarak yang di luar dugaan kita, mereka sudah sangat cepat berkembang. Di masa mendatang mereka akan jauh lebih cepat,” tegasnya.

Senapan Sniper “Ghoul”, Senjata Produk Al Qassam yang Ditakuti Militer Israel

Brain War- Psywar

Edelstein mengatakan, “Kami siap akan sekanario ini. Kami saat ini terlibat dalam brain war-psywar (perang pemikiran/taktik). Para pejuang Hamas di laut sangat professional. Tiga pekan sebelum masa jabatan sebagai komandan angkatan laut berakhir, 4,5 tahun kita tertipu oleh pantai Gaza, kita hidup seakan kita dipermainkan ikan lumba-lumba (pasukan laut Hamas). Amat sulit memburu mereka. Commandos Laut Hamas menjadi mimpi buruk bagi komandan angkatan laut Israel”.

Komandan AL Israel ini menambahkan, “laut tidak sama dengan daratan. Hamas butuh berbulan menggali terowongan untuk bisa sampai ke jantung wilayah Israel (Palestina jajahan 1948). Namun di laut mereka hanya butuh 6 menit menggunakan board nelayan untuk bisa sampai ke jalur pipa minya Israel di Eilat – Ashkelon atau hanya satu menit untuk bisa sampai di Zakim. Apalagi tidak ada pagar pembatas yang bisa menghalangi atau menghentikan penyusupan ke jalur minyak laut Israel,” lanjut komandan AL Israel ini.

Latihan Harian

Edelstein mengisyaratkan, Commandos Laut Hamas berlatih setiap hari untuk menembus dan menyusup jantung laut Israel dan masuk dalam psywar, mereka bisa tinggalkan wilayah darat dan dalam satu menit masuk wilayah Israel.

Kita harus melakukan latihan, naik turun ke laut dan pantai, bagaimana menembak di sana, pasukan Israel harus berlatih di pantai Akka sebagai bagian untuk menghimpun informasi dan berlatih secara umum yang membutuhkan ribuan dolar, imbuh Edelstein.

Edelstein menegaskan, persoalan di laut Jalur Gaza tidak hanya ia merupakan kawasan yang dibolehkan untuk mencari ikan bagi nelayan. Walaupun mereka tidak memiliki sistem teknologi penentuan titik. Namun mereka pelaut profesional mampu mengetahui dimana saat melampaui titik 100 meter untuk mencari mata pencaharian hidup mereka. Kewajiban kita adalah menggunakan sarana yang paling sederhana untuk peringatan bahaya dini. Jika terjadi getaran laut berbahaya kita menggunakan semacam peluru karet untuk peringatan.

Edelstein menutup, kecenderungan militer Israel tidak akan berusaha kembali ke Jalur Gaza saja namun juga mempertimbangkan peristiwa kecil yang bisa menimbulkan pertempuran lebih besar.

“Kami menyadari ada nelayan Palestina yang menghimpun informasi dari gerak-gerik kami dan kadang kita curiga terhadap nelayan yang memata-matai kami dan kami tangkap. Kadang kita harus waspada sepanjang malam daripada menjadi masalah dalam satu menit lebihbaik menembak mati atau yang lebih sadis.

Kita harus waspada, Gaza saat ini lebih panas dari sisi laut dan perbatasan utara yang bisa meledak sewaktu-waktu.”

Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas pertama kalinya berhasil menyusup pada saat terakhir agresi militer Israel ke Gaza, musim panas 2014, bahwa mereka memiliki unit pasukan manusia katak yang berhasil menyerang pos militer Israel Zakim di Ashkelon dengan sangat cepat.

Baca juga:

Brigade al Qassam Berhasil Pukul Mundur Pasukan Khusus Israel di Gaza Tengah

Media Zionis: Hamas Sedang Persiapkan Serangan Laut ke Militer Israel

Sepuluh Persiapan Sebelum Bergabung ke Medan Jihad

Dengan nama Allah Yang Maha Penyayang, segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para shahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Salah satu perintah Allah Subhanahu wa ta’ala, bergabung ke tanah jihad, adalah karunia murni Allah Subhanahu wa ta’ala, yang merupakan salah satu berkah terbesar bagi umat. Hanya umat terpilih yang berhak dan layak untuk berjihad, sehingga perlu rasa syukur dan pujian pertama dan terutama, lahir dan batin. Setelah pengalaman singkat berlalu, saya ingin memberitahukan beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan oleh setiap orang yang bersedia datang ke tanah Ribat dan Jihad, ini adalah ringkasan pengalaman dari mereka yang sudah syahid, mereka yang tulus dan juga tentang pengkhianatan yang disembunyikan di depan saudara-saudara dan kekasihku.

Sepuluh persiapan itu diantaranya:

1. Pertama, ikhlas kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan menetapkan bahwa jihad ini hanyalah untuk Allah Subhanahu wa ta’ala sampai kebenaran tiba dan keputusan Allah menang, serta menolak yang lainnya. Tidak terpengaruh oleh karena perjalanan teman ke bumi jihad atau yang telah syahid sebelumnya.

2. Membangkitkan hijrah yang disukai oleh Allah dan keutamaan jihad dan mujahidin, dan kebajikan ribat, karena Allah, dan dengan tuntunan ayat-ayat kitab Allah (al Quran) dan ucapan Sunnah Nabi kita, shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah mencontohkan empat puluhan keutamaan jihad.

3. Bersiap secara psikologis dan fisik, menghadapi tahap baru kehidupan, dan memperoleh hikmah perilaku dari cerita moral para orang-orang benar dan sahabat nabi, shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berhijrah di jalan Allah, dan untuk kemenangan agama Allah dan membawa kemenangan untuk agama ini, dan secara fisik: ambil yang ringan timbangannya dan mahal harganya, yaitu harta (uang) seperti yang telah diketahui adalah tulang punggung jihad, sehingga sebelum hijrah harus membekali harta (uang) sebanyak yang ia mampu.

4. “Penting” umat disarankan untuk menahan niatnya untuk berhijrah di jalan Allah jika bertujuan hanya untuk mati. Dan ini adalah masalah yang penting karena tidak semua orang yang tiba di tanah Jihad langsung terbunuh saat itu juga atau mati syahid di jalan Allah saat pertama datang, karena Allah hanya memilih yang terbersih, dan mungkin ini sebabnya mengapa beberapa orang kembali lagi! Muhajirin harus mempersiapkan dirinya untuk perjalanan panjang dan jauh!! Pergi ke tanah Jihad adalah awal perjalanan bukan akhir perjalanan.

5. Mematuhi pemimpin dan amir adalah salah satu isu penting di tanah jihad. Tidak ada ruang untuk fluiditas dan spontanitas, atau interpretasi individu. Orang yang tidak mendengar atau tidak taat, sama saja tidak berjihad hingga akhir, dan lebih baik baginya untuk duduk di antara keluarga dan kerabatnya, serta umat Muslim akibat kejahatannya. Telah diketahui berapa banyak kemunduran yang melukai jihad karena ketidaktaatan kepada amir dan berbalik melawan perintah amir. Dan dalam Pertempuran “Uhud” Anda mendapatkan pelajaran dan peringatan.

6. Umat harus tahu bahwa dengan hijrah dan bergabung dengan Mujahidin, ia bergabung dengan manusia lain yang berkeinginan seperti dia, mereka bersukacita saat ia bersukacita, mereka marah saat ia marah dan juga menderita cedera seperti yang dia rasakan, sehingga janganlah berimajinasi berpetualang seperti kaum Illuminati yang pergi ke Angels Camp!! Atau seperti wisatawan yang mendarat di “utopia” yang diceritakan Plato. Sebaliknya, muhajirin harus menjadi contoh terbaik dari saudara-saudaranya, ya, kami percaya bahwa Mujahidin lebih baik dari semua yang ada di bawah atap langit, namun.

7. Berperilaku yang terbaik dengan segala daya upaya untuk menunjukkan moralitas yang indah dan meninggalkan perilaku buruk di antara keluarga dan tetangganya, untuk mewariskan gambaran terang yang baik bagi jihad dan keluarganya, dan untuk hal ini merujuklah ke Kitab Allah (al Quran) dalam kata-kata Ibrahim, shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: (dan tunjuk saya dengan sebutan yang terhormat di antara cucu), ini juga amalan persiapan sebelum jihad, meninggalkan perilaku buruk di antara keluarga dan tetangganya dan juga perintah setelah jihad atas saudara-saudara Mujahidin dan umat Islam pada umumnya.

Bukan rahasia lagi bahwa musuh kita telah menyiksa umat dan memerangi mereka dengan alasan agama dan memecah belah persatuan selama bertahun-tahun. Menjadi manusia dalam membela mereka merupakan persyaratan penting. Pertempuran kita bukanlah melawan seorang perokok atau wanita yang tidak berhijab. Atau perang melawan banner yang dicabut karena beberapa slogan dan judul revolusi. Tidak ada peperangan yang lebih besar daripada melawan kekafiran dan kemusyrikan.

8. Sabar dan unggul dalam ketekunan menghadapi kerasnya persiapan dan Jihad, dan memperhitungkan semuanya di jalan Allah Subhanahu wa ta’ala dengan taat, seperti yang sudah kita kutip di poin ke-5, dan mengetahui bahwa musuh-musuh Allah melakukan segala upaya dan taktik, semua adalah untuk memerangi orang-orang Islam dan membunuh mereka serta agama mereka. Jangan biarkan musyrik diantara Rafidhah menjadi yang paling berani dalam persiapan dan pertempuran… kematian kita ada di surga dan kematian mereka adalah neraka.

9. Memilih perjuangan yang murni, yang terkuat dan dengan pendekatan yang paling benar. Tidak semua pergerakan adalah murni, dan tidak semua pergerakan yang murni tepat sesuai dan benar!! Muslim harus mengikuti slogan yang paling murni dan yang tujuannya muncul dengan jelas, hingga kebenaran tiba dan keputusan Allah menang, menolak yang lain, tidak ada demokrasi dan tidak mencari pendekatan duniawi! Atau pertumpahan darah sempurna yang kita inginkan, tetapi tujuan kami adalah untuk meningkatkan firman Allah tertinggi menurut apa yang Allah inginkan.

Seorang Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan: “Wahai Rasulullah. Satu orang berjuang untuk harta rampasan, yang lain berperang untuk mendapatkan ketenaran, dan perperangan ketiga untuk membanggakan diri.” Riwayat lain mengatakan: “Satu berjuang untuk menampilkan keberaniannya, yang lain berperang untuk kebanggaan keluarganya.” Riwayat lainnya adalah: “Salah satu bertempur karena kemarahan.” Dia bertanya: “Siapa di antara mereka yang berjuang di jalan Allah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berjuang agar firman Allah (Islam) tegak, adalah orang yang berjuang di jalan Allah.” (HR Bukhari, juz 6/28 Jihad) untuk menentukan kelompok, ingatlah nasihat dan bimbingan imam dan ulama yang diikuti para memimpin umat.

10. Telah diketahui bahwa Jihad hari ini bukanlah jihad Kemarin, jihad hari ini adalah Jihad berbagai bangsa, bukan Jihad individu atau kelompok, tapi Jihad di tanah Syam adalah penuh keganasan perang yang sedang berlangsung antara orang Islam dan orang-orang musyrik dalam semua kategori dan berbagai denominasi, yang membutuhkan lebih banyak kemampuan dan pengalaman dalam berbagai bidang kehidupan, arena yang membutuhkan ulama dan mahasiswa dan orator, yang juga memerlukan insinyur, arsitek, dokter, perawat, dosen, guru, wartawan, belum lagi militer dan para ahli industri militer, umat harus mempelajari beberapa hal tersebut dan beberapa kemampuan lainnya dan menghitung pahala dari Allah, yang Maha Tunggal.

Allah Subhanahu wa ta’ala telah membantu kita untuk menggarisbawahi dan menulis sepuluh persiapan ini. Saya meminta kepada Allah untuk memberi ganjaran bagi penulis, pembaca dan yang menerimanya dari Muslim, saya telah menampilkan ringkasan tanpa mengurangi nilainya In syaa Allah, berusaha untuk tidak bertele-tele namun rinci meskipun beberapa poin perlu lebih detail.

Perlu diketahui bahwa tulisan ini ditulis di bawah pemboman musuh, dan tembakan artileri di telinga, saya meminta kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menerima amalan ini dari saya.

 

Penulis: Atteyat Allah al-Maghrebi
22 Muharram 1435
Kemudian kembali diperiksa, dengan beberapa perubahan
21 Jumadil Awal 1437 (1 Maret 2016)

 

Sumber: Hidayat Media Production present, https://justpaste.it/teen100

 

Serangan Taliban di Distrik Dehrawod, Bukit Ghwandi dan Asmar, 19 Arbaki Tewas

URAZGAN (Jurnalislam.com) – Laporan Al-Emarah News Selasa (15/03/2016) dari provinsi Uruzgan mengatakan bahwa pada pukul 17:00 kemarin, bentrokan 6 jam terjadi antara Mujahidin dan pasukan bayaran di daerah Miyando kabupaten Dehrawod. Akibatnya 9 pasukan Arbaki tewas dan luka-luka serta sejumlah senapan buatan AS dan tabung mortir disita.

Dikatakan bahwa 2 Mujahidin juga terluka dalam pertempuran itu.

Mujahidin juga menyerbu pos pemeriksaaan bukit Ghwandi yang terletak di Basali daerah ibukota Tarinkot selama operasi 4 jam diluncurkan pada pukul 06:00 WIB kemarin, menewaskan 2 orang bersenjata, melukai 2 lainnya dan memaksa sisanya melarikan diri.

Para pejabat mengatakan bahwa sejumlah senapan musuh, tabung mortir dan sejumlah besar peralatan lainnya disita, menambahkan bahwa tidak ada Mujahidin yang dirugikan dalam operasi yang berhasil itu.

Kemudian di timur Kunar Mujahidin Imarah Islam berhasil merebut pos militer milik tentara Arbaki di distrik Asmar kemarin malam dalam serangan yang ditujukan pada instalasi musuh di mana 8 tentara musuh tewas.

Mujahidin juga menyita granat roket milik musuh, 1 PK (senapan mesin berat anti-tank) 8 putaran RPG, 1 teropong malam dan banyak amunisi dan peralatan militer lainnya.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Oposisi Moderat: Saatnya Kembalikan Suriah kepada Rakyat Suriah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sekarang saatnya untuk memberikan Suriah kembali kepada Suriah, juru bicara kelompok oposisi moderat utama Suriah mengatakan di Jenewa, di mana pembicaraan sedang diadakan untuk menyelesaikan konflik panjang lima tahun.

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency pada hari Selasa (15/03/2016), juru bicara Komite Nasional Tinggi (High National Committee) Suriah Salim al-Muslat mengatakan pengungsi Suriah sangat bersemangat untuk kembali ke negara mereka, tetapi mereka tidak melakukan pengorbanan hanya untuk melihat rezim Bashar al-Assad lagi.

"Rakyat Suriah membayar harga tinggi tidak untuk melihat Assad lagi, tetapi untuk Suriah yang demokratis dan mereka bersedia membayar lebih untuk kebebasan dan martabat mereka," kata al-Muslet.

"Mereka mulai [perang] ini lima tahun yang lalu dan sekarang kita memasuki tahun keenam. Kami berharap bahwa tahun ini akan berbeda untuk semua warga Suriah. Sudah saatnya untuk membawa Suriah kembali ke Suriah itu sebabnya kami di sini untuk melawan. Kami tidak melawan dengan senapan mesin, kami akan berunding sampai kita mencapai kesepakatan," tambahnya.

Tentang kemungkinan struktur federal di Suriah, dia mengatakan: "Keputusan ini harus dilakukan oleh rakyat Suriah. Bagi kami, penting untuk melihat satu negara bersatu. Kami tidak ingin memecah Suriah menjadi bagian-bagian. Saya tidak berpikir Suriah akan menerima ini. Kita berbicara tentang berbagai bentuk pemerintah untuk masa depan Suriah ".

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Rusia Mulai Tarik Mundur Pasukannya

JENEWA (Jurnalislam.com) – Utusan khusus PBB untuk Suriah menyatakan penarikan mundur pasukan Rusia dari negara yang dilanda perang tersebut sebagai "perkembangan yang signifikan", mengatakan hal itu menambah "momentum" atas pembicaraan yang sedang berlangsung di Jenewa, lansir Aljazeera Selasa (15/03/2016).

"Saya merasa bahwa ada perbedaan dalam pembicaraan ini," katanya ketika ditanya mengapa ia berpikir negosiasi di Jenewa akan berhasil.

Dia mengatakan keterlibatan beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, dan "bersatunya Dewan Keamanan" juga membuatnya percaya bahwa saat ada "jalan berbatu" di depan, pembicaraan akan "menghasilkan momentum".

Namun, de Mistura mengatakan ada beberapa isu utama yang dapat menimbulkan hambatan untuk proses, termasuk pembebasan tahanan kelompok oposisi di penjara rezim Suriah, dan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga Daraya di luar Damaskus.

Pada awal pertemuan, negosiator mengheningkan diri satu menit untuk korban perang, yang memasuki tahun kelima pada hari Selasa.

Bassma Kodmani, negosiator oposisi dan anggota Komite Tinggi Negosiasi (the High Negotiations Committee), juga menyebut sesi hari ini sebagai "pembicaraan yang konstruktif".

"Ada beberapa sukacita dan kebanggaan bagi awal kebebasan rakyat Suriah," kata Kodmani.

Tapi dia juga mengakui bahwa belum ada hasil untuk masalah pembebasan tahanan, yang katanya "tidak untuk negosiasi".

Dia mengatakan sedikitnya "eksekusi mati harian" 50 tahanan terus berlangsung di penjara-penjara yang berbeda di Suriah.

Gencatan senjata yang dibentuk oleh Moskow dan Washington ini disepakati oleh pasukan rezim Assad, kelompok oposisi moderat dan pendukung internasional mereka, namun tidak termasuk seluruh Afiliasi al Qaeda seperti Jabhah Nusrah dan sekutunya, serta kelompok IS.

Konflik Suriah telah menewaskan lebih dari 400.000 orang dan menelantarkan hampir setengah dari populasi 23 juta sejak dimulai pada Maret 2011.

Perang juga telah menyebabkan gelombang pengungsi di Eropa.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Hadapi Koalisi Salibis dan Rafidhoh, Tiga Faksi Jihad Suriah Bentuk Koalisi Baru “Jaisy Al Fusthoth”

SURIAH (Jurnalislam.com) –  Ditengah berlangsungnya gencatan senjata parsial Suriah, tiga faksi jihad, Jabhah Nusrah, Ahrar Syam dan Fajrul Ummah pada hari Selasa (15/03/2016) membuat pernyataan bersama  di Ghuthoh Timur dalam menghadapi koalisi Salibis dan Syiah Rafidhoh yang semakin mengganas, mengenyampingkan perbedaan masalah manhajiyah dan fokus terhadap masalah amal askari untuk menghadapi masalah darurat dan mengusir agresor dari bumi Syam. Dan untuk menegakkan pemerintahan Islam yang lurus di dalamnya, pernyatan tersebut adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmannirahim

Segala puji atas Allah serta sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya serta mereka yang senantiasa mengikutinya.

Berfirman Allah yang Maha Benar tabaraka wa ta ala :

" Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)." ( An- Nisaa 84)

Sungguh apa yang terjadi hari ini atas bumi Syam, adalah babak baru peperangan yakni berupa turut  sertanya bagian dari pemuda umat islam ini dalam wajah koalisi salibis dan syiah Rofidhoh untuk mengarahkan penyerahan bumi Syam kepada Rofidhoh setelah mereka berhasil menyerahkan Baghdad kepada mereka.

Dan dalam menghadapi koalisi yang hendak melakukan serangan ganas ini, Maka kelompok  sunni haruslah melakukan penggabungan secara sempurna, mengenyampingkan perbedaan perbedaan masalah manhajiyah dan fokus terhadap masalah amal askari untuk menghadapi masalah darurat dan mengusir agresor dari bumi Syam. Dan menegakkan pemerintahan Islam yang lurus di dalamnya.

Maka dalam memenuhi perintah Allah untuk bersatu dan menghindari perpecahan dan persengketaan dan memperhatikan kelompok-kelompok muslimin di Ghutoh Timur yang terkepung untuk bersatu dalam satu pasukan dengan satu bendera dan satu gugus komando, Maka sesungguhnya kami dari faksi berikut :

– Jabhatun Nusroh

– Ahrarus Syam

– Fajrul Ummah

Didaerah Ghuthoh Timur mengumumkan :

Pembentukan Jaisy Al Fusthoth

Pasukan yang mengumpulkan mujahidin dan memadukan semua kemampuan dan kemungkinan/perencanaan untuk membebaskan Damaskus dari agresor perampas.

Kami memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar menyatukan hati dan mengokohkan langkah dan menepatkan sasaran tembak dan akal.

Dan segala puji bagi Robb semesta alam.

Dan tidak ada permusuhan kecuali bagi orang yang zholim.

Dikeluarkan pada :8 jumadil akhir 1437, bertepatan dengan 15 Maret 2016

Penerjemah: Abu Umair, Abu Ikrimah

Editor: Deddy | Jurnalislam

KONAS: 118 Orang Dibunuh Densus 88 Diluar Proses Peradilan

SOLO (Jurnalislam.com) – Komunitas Amar Maruf Nahi Munkar Surakarta (KONAS) mengungkapkan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri telah melakukan pembunuhan diluar proses peradilan (extra judicial killing) terhadap 118 orang yang diduga teroris.

Hal tersebut diungkapkan Humas KONAS, Endro Sudarsono dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Selasa (15/3/2016) siang.

"Berdasarkan data dari Komnas HAM, ada 118 orang yang telah meninggal dunia di tangan Densus 88. Pembunuhan tanpa didasari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, termasuk pelanggaran HAM berat dan itu sering dilakukan oleh Densus 88," ungkapnya.

“Ada yang ditembak waktu shalat, disiksa dan dipersulit ketika mau memilih penasehat hukum,” sambungnya.

Aksi unjuk rasa ribuan umat Islam Solo itu digelar menyusul tewasnya Siyono, seorang guru TPA ditangkap Densus 88 dengan tuduhan teroris kemudian meninggal dalam proses penyidikan.

Reporter: Ridho | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam 

Ribuan Umat Islam Soloraya Tuntut Pembubaran Densus 88

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Kematian Siyono, pria asal Klaten yang tewas dalam penyidikan Densus 88 menuai simpati ribuan umat Islam Soloraya. Mereka berunjuk rasa menuntut pembubaran satuan elit milik Mabes Polri itu di Bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Selasa (15/3/2016). Ribuan umat Islam dari berbagai elemen masyarakat dan ormas Islam itu tergabung dalam Komunitas Nahi Munkar Surakarta (KONAS).

Selain menuntut pembubaran, Abu Daud, korlap aksi juga mendesak pemerintah untuk mengaudit para pejabat Densus 88 yang telah membunuh ratusan aktifis Islam sejak 2004. Daud mengatakan, sebanyak 118 orang dibunuh Densus 88 tanpa melalui proses hukum.

"Hari ini, atas nama rakyat, Densus 88 akan melindungi rakyat dari teror-teror, tapi nyatanya justru Densus 88 sendiri setiap kegiatannya meneror umat Islam dan masyarakat, dan itu nyata-nyata tidak akan tuntas walaupun diusut, untuk itu kita minta kepada presiden Jokowi untuk membubarkan Densus 88, dan mengaudit pejabatnya," tegasnya

Dalam aksinya, KONAS juga menggelar aksi teatrikal penangkapan Siyono, oleh Densus 88. Dalam aksi itu diperlihatkan bagaimana sang guru TPA itu diculik kemudian disiksa dan ditendang.

Reporter: Arif, Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Wartawan New York Serang Balik Donald Trump

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Brandon Stanton, wartawan foto penggagas Humans of New York, menyebarkan sebuah surat terbuka untuk kandidat terdepan partai Republik Donald Trump pada halaman Facebook-nya, lansir World Bulletin, Senin (14/03/2016).

Dalam surat itu, Brandon membahas alasan untuk menolak Trump, yang ia percaya, Trump telah menyebarkan kekerasan dan kebencian .

Surat Terbuka untuk Donald Trump:

Mr Trump,

Saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak politis. Saya menolak untuk mewawancarai beberapa calon rekan Anda. Saya tidak ingin mengambil risiko apapun melalui keinginan pribadi dengan tampil untuk berpihak dalam pemilihan kontroversial ini.

Saya berpikir: "Mungkin waktunya tidak tepat." Tapi saya sadar sekarang bahwa tidak ada waktu yang tepat untuk menentang kekerasan dan prasangka. Waktunya selalu sekarang. Karena bersama dengan jutaan orang Amerika, saya sadar bahwa menentang Anda bukan lagi keputusan politik. Tapi merupakan sebuah gerakan moral.

Saya telah menyaksikan Anda me-retweet gambar rasis. Saya telah menyaksikan Anda me-retweet kebohongan rasis. Saya telah menyaksikan Anda menunggu 48 jam untuk mengingkari supremasi kulit putih. Saya telah menyaksikan Anda dengan sukacita mendorong kekerasan, dan berjanji untuk 'membayar biaya hukum' untuk orang-orang yang melakukan kekerasan atas nama Anda.

Saya telah menyaksikan Anda menganjurkan penyiksaan dan pembunuhan keluarga teroris. Saya telah menyaksikan Anda gembira menceritakan kisah eksekusi Muslim dengan peluru yang dicelupkan ke dalam darah babi. Saya telah menyaksikan Anda membandingkan pengungsi dengan 'ular,' dan melontarkan tuduhan bahwa Islam membenci kita."

Saya seorang wartawan, Mr Trump. Dan selama dua tahun terakhir saya telah melakukan wawancara ekstensif dengan ratusan Muslim, yang dipilih secara acak, di jalan-jalan kota-kota negeri mayoritas muslim. Saya juga mewawancarai ratusan pengungsi Suriah dan Irak di tujuh Negara eropa yang berbeda. Dan aku bisa memastikan bahwa yang penuh kebencian adalah Anda.

Mereka yang memperhatikan tidak akan mengizinkan Anda untuk mengubah citra diri Anda. Anda bukan pemersatu. "Anda bukan presiden." Anda bukan 'korban', kemarahan yang Anda sudah kobarkan selama berbulan-bulan dengan penuh sukacita. Anda adalah orang yang telah mendorong prasangka dan kekerasan dalam mengejar kekuasaan pribadi.

Dan meskipun kata-kata Anda tidak diragukan lagi akan berubah selama beberapa bulan ke depan, Anda akan tetap selalu menjadi siapa Anda.

Hormat kami,

Brandon Stanton

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Palestina Memenangkan Festival Guru Terbaik di Dunia, Hanan Al-Hroub

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pada Ahad malam (13/03/2016), guru Palestina Hanan Al-Hroub memenangkan satu juta dolar Global Teacher Prize (Penghargaan Global bagi Guru) di antara sepuluh nominasi guru dari seluruh dunia, Palestine News Network melaporkan, Senin (14/03/2016).

Sekitar sebulan lalu, penghargaan yang diselenggarakan oleh Varkey Foundation, telah memilih sepuluh finalis dari negara-negara di seluruh dunia termasuk Kenya, India, Pakistan, Amerika Serikat, Jepang, Finlandia, Australia dan Inggris.

Hanan, guru sekolah dasar dari SMA Samiha Khalil, Al-Bireh, Palestina, diumumkan sebagai pemenang dalam sebuah video yang disajikan oleh Paus Francis.

Dia dibesarkan di pengungsi kamp Bethlehem di mana ia secara teratur menjadi korban tindak kekerasan pasukan dan pemukim yahudi Israel. Dia mengajar di sekolah dasar setelah anak-anaknya mengalami trauma parah setelah menyaksikan insiden penembakan suaminya oleh serdadu zionis dengan kejam saat perjalanan pulang dari sekolah. Dia mengkhususkan diri dalam mendukung anak-anak yang trauma dengan kekerasan.

Dengan begitu banyak anak-anak yang bermasalah di kawasan itu, ruang kelas di Palestina bisa berubah menjadi lingkungan yang tegang. Hanan merangkul anak-anak dengan slogan ‘Tidak Ada Tindak Kekerasan (No Violence)' dan menggunakan pendekatan spesialis yang dia kembangkan berdasarkan pengalaman sendiri, yang ia rinci dalam bukunya , 'Kami Bermain dan Belajar'.

Setelah ia diumumkan sebagai pemenang, Hanan merayakan dengan mengatakan "Saya berhasil, Palestina menang!"

Deddy | PNN | Jurnalislam