Zakat Dikaitkan dengan Terorisme, ISAC: Pernyataan Anggota DPR Tendensius

Endro Sudarsono, Sekjen The Islamic and Action Center (ISAC)
Endro Sudarsono, Sekjen The Islamic and Action Center (ISAC)

SOLO (Jurnalislam.com) – Menanggapi pernyataan Siti Masrifah anggota Komisi IX DPR tentang pelarangan penyaluran zakat kepada keluarga teroris, Sekjen The Islamic and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono menilai pernyataan tersebut sangat tendensius.

Ditemui di rumahnya di Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo, Endro mengatakan bahwa hal tersebut sudah mengarah dan menyudutkan pada proyek amal ibadah umat Islam.

“Menurut saya pernyataan ini sudah tendensius dan tidak obyektif. Bahkan mengarah pada satu proyek yang menyudutkan kelompok umat Islam. Jadi zakat serahkan saja pada amil zakat, baik itu dari pemerintah ataupun lembaga lain. Yang penting kepercayaan muzaki orang yang mau berzakat, mau menyerahkan BAZIZ, ZIS, atau amil zakat masjid terserah,” kata Edro kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Endro menambahkan bahwa penerima zakat sudah jelas dalam aturan Islam, apapun latar belakangnya asal memenuhi delapan golongan menjadi berhak menerima zakat.

“Siapapun itu, asal memenuhi kriteria 8 golongan maka mereka berhak. Jadi menurut saya, satu ini jelas tendensius, kedua sedikit banyak terpengaruh pada isu terorisme yang ada Indonesia. Dimana obyek dari isu ini adalah umat Islam, dan itu justru memperburuk umat Islam sendiri,” tegasnya.

Untuk itu Endro menghimbau sebagai umat Islam apalagi Anggota DPR yang beragama Islam jangan mudah berkomentar yang menyudutkan umat Islam. Hal itu justru memperburuk citra dirinya sebagai Anggota Dewan.

“Biarlah yang menerima zakat itu menerima apa adanya dan serahkan urusannya pada amil zakat. Anggota Dewan cukup beri statement bahwa zakat bagi yang berhak, atau statement zakat tidak dikorupsi, gitu sudah cukup,” tandasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Antara Keluarga Teroris, Keluarga Koruptor dan Keturunan PKI

Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH
Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua PUSHAMI, Muhammad Hariadi Nasuton SH MH, menegaskan bahwa pihak keluarga yang tak terlibat dalam tindakan terorisme, jangan diberi stigma negatif sebagai keluarga teroris.

Hal itu disampaikan, menyikapi Anggota Komisi IX DPR, dari Fraksi PKB Siti Masrifah, yang melarang umat Islam untuk memberikan zakat kepada keluarga teroris.

Baca ini: Larang Zakat untuk Keluarga Teroris, PUSHAMI: Anggota DPR Jangan Buruk Sangka!

Pria yang karib disapa Ombat itu menilai hal tersebut sangat berlebihan. Apalagi sampai tidak dipenuhi hak-hak mereka, salah satunya adalah hak menerima zakat, sebagaimana diatur dalam Islam.

Pasalnya, di Indonesia yang menjunjung tinggi supremasi hukum, menganut asas praduga tak bersalah. Sehingga, tidak bisa istri atau anak terduga teroris terkena dosa hukum turunan, sehingga otomatis dikaitkan dengan terorisme.

“Terus kalau mereka yang suaminya atau bapaknya dituduh teroris atau kemudian ditembak mati, apakah anak istrinya juga otomatis teroris? Apalagi ada yang suaminya baru terduga teroris, langsung dibunuh,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Perlakuan tersebut sangat bertolak belakang dengan perlakuan terhadap pelaku kejahatan lainnya seperti korupsi. Padahal bisa jadi koruptor itu memberikan makan keluarganya lewat harta haram yang dikorupsi, tetapi tak pernah ada istilah keluarga koruptor dan diskriminasi terhadap mereka.

Demikian pula dengan para keturunan PKI, kini mereka malah bebas menduduki kursi jabatan di DPR RI. Bahkan, belum lama ini mereka mendesak adanya rehabilitasi lewat Simposium 1965 yang difasilitasi oleh pemerintah.

“Sekarang kalau mau diberlakukan seperti itu, koruptor juga bisa diperlakukan sama, anak istri keluarga koruptor misalnya. Termasuk juga, yang orang tuanya PKI, anak cucunya sekarang bisa diperlakukan begitu, terusin aja!” tegasnya.

Menurut Ombat, siapa pun harus berlaku adil, apalagi seorang Anggota DPR RI. “Jangan sampai kita berbuat zalim, dengan menghalangi zakat kepada yang berhak,” tuturnya.

Ombat merasa aneh, di satu sisi negara tidak hadir dalam menyantuni keluarga para terduga teroris, namun di sisi lain, bila ada lembaga sosial yang ingin membantu justru disalahkan.

“Fakir miskin dan orang-orang terlantar itu dipelihara oleh negara, ini yang merupakan Undang Undang Dasar kok kenapa tidak dipakai? Mana, apakah mereka saat dipelihara oleh negara?” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta kepada umat Islam harus cerdas melihat situasi dan kondisi. Ia juga mendesak kepada Anggota DPRI RI sebagai wakil rakyat tak asal bicara sehinga menyakiti rakyat.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Larang Zakat untuk Keluarga Teroris, PUSHAMI: Anggota DPR Jangan Buruk Sangka!

Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH
Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH, menentang pernyataan Anggota DPR RI, Siti Masrifah yang melarang pemberian zakat kepada keluarga yang dituduh teroris.

Muhammad Hariadi menyatakan zakat itu diberikan kepada siapa pun mereka yang tidak mampu atau termasuk dalam delapan golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq), terlepas apa pun latar belakangnya.

“Itu artinya dia tidak mengerti hakikat zakat. Zakat itu kan diberikan kepada orang yang tidak mampu, siapa pun mereka,” kata pria yang akrab dipanggil Ombat ini, kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Ombat juga menyampaikan seharusnya sebagai Anggota DPR RI jangan bersikap buruk sangka. Sebab hukum di Indonesia menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Dimana dalam Penjelasan Umum KUHAP butir ke 3 huruf c disebutkan:

“Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap.”

Apalagi, secara global tidak ada kesepakatan definisi baku terorisme itu sendiri. Di sisi lain stigma teroris dimunculkan untuk memojokkan umat Islam.

Baca juga: Anggota DPR Larang Zakat untuk Keluarga Teroris, Ini Tanggapan Komnas HAM

Sementara itu, ada di antara mereka yang suaminya baru diduga teroris lalu menjadi korban pembunuhan Densus 88 seperti kasus Siyono. Tak ada lagi kepala keluarga yang mencari nafkah, padahal mereka masih memiliki tanggungan anak-anak yatim.

“Kalau seandainya keluarga yang suami atau orang tuanya dituduh teroris itu adalah orang yang berhak menerima zakat (mustahiq), lalu dihalangi, nanti gimana? Itu kan namanya mencegah penyaluran zakat kepada yang berhak,” ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR, dari Fraksi PKB Siti Masrifah, melarang kaum Muslimin untuk memberikan zakat kepada keluarga teroris.

“Kita tak perlu menyalurkan zakat ke pihak yang diragukan seperti keluarga teroris yang dianggap syuhada,” kata Masrifah, di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (28/6/2016).

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Anggota DPR Larang Zakat untuk Keluarga Teroris, Ini Tanggapan Komnas HAM

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution, S.Ag, MA.
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution, S.Ag, MA.

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan anggota Komisi IX DPR Fraksi PKB, Siti Masrifah yang melarang umat Islam untuk memberikan zakat kepada keluarga ‘teroris’ ditentang sejumlah pihak. Salah satunya Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution, S.Ag, MA.

Maneger menegaskan bahwa persoalan zakat itu sudah ada syarat dan ketentuannya dalam Islam. Menurutnya, dalam perspektif HAM tidak ada aturan yang melarang keluarga terduga atau terpidana teroris untuk mendapatkan santunan, termasuk zakat.

“Kecuali kalau ada orang yang diputus oleh pengadilan tidak boleh menerima sesuatu, maka secara hukum itu tidak boleh,” kata Maneger Nasution kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Ia menambahkan, keluarga yang tidak terlibat tidak bisa menanggung akibat dari orang lain yang melakukan tindakan terorisme. Sehingga mereka tidak boleh diberi stigma keluarga teroris, apalagi sampai hak-hak mereka dikebiri.

“Yang ada itu siapa melakukan apa, jadi tidak bisa orang yang tidak berbuat menanggung akibat yang dilakukan oleh orang lain. Kecuali satu keluarga itu ikut serta melakukan kejahatan yang sama,” ungkapnya.

Maneger juga meminta agar negara hadir untuk membantu mereka. Hal itu sebagaimana amanat konstitusi, Undang Undang Dasar 1945 dalam pasal 34 ayat (1), yang menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.

Seperti diketahui, sebagaimana diberitakan Antara pada Selasa (28/6/2016), Siti Masrifah melarang umat Islam menyalurkan zakat kepada keluarga ‘teroris’.

“Kita tak perlu menyalurkan zakat ke pihak yang diragukan seperti keluarga teroris yang dianggap syuhada,” kata Masrifah, di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (28/6/2016).

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Jaysh al Fateh Gempur Posisi Rezim Suriah Assad di Latakia

100 Al-Nusra Militants Enter Syrian-Turkish Border: Russian Defense Ministry

LATAKIA (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi jihad Suriah yang dipimpin koalisi Jaysh al Fateh (Army of Conquest) dan sekutunya melancarkan serangan baru pada posisi rezim Nushairiyah Assad di provinsi pesisir Latakia dalam Serangan 27 Juni, bernama “Battle of Yarmouk“, lansir The Long War Journal, Rabu (28/06/2016).

Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham, dua konstituen Jaysh al Fateh yang paling penting, memimpin dalam pertempuran. Jabhah Nusrah adalah cabang resmi al Qaeda di Suriah. Ahrar al Sham adalah seperti Taliban kedua dan memiliki koneksi sendiri dengan Al Qaeda.

Faksi jihad lain al Qaeda, Partai Islam Turkistan (the Turkistan Islamic Party-TIP), telah merilis gambar-gambar pertempuran di situs media sosial. Kelompok anggota Jaysh al Fateh lainnya, seperti Ajnad al Sham dan Faylaq al Sham, juga merilis gambar-gambar tersebut.

Divisi Pantai 1, Divisi Pantai 2, Jaysh al Izzah, Jaysh al Tahrir dan Jaysh al Nasr adalah kelompok afiliasi FSA yang terlibat pertempuran bersama koalisi Jaysh al Fateh.
jaish-al-izzah-tow-usBeberapa kelompok ini telah dipersenjatai dengan rudal TOW buatan Amerika. Sebuah video yang diposting di YouTube konon menunjukkan Divisi Pantai 1 menargetkan pasukan rezim Syiah Suriah dengan rudal TOW dekat kota Kinsabba. Dalam video lain, anggota Jaysh al Izzah menembakkan TOW ke sebuah target yang tampaknya adalah sebuah tank.

Banyak pertempuran berpusat di beberapa area strategis yang penting di Latakia seperti Gunung Turkmen dan Gunung Akrad, yang keduanya telah mengalami berbagai pertempuran sejak awal perang Suriah. Serangan udara Rusia juga berulang kali menargetkan mujahidin di daerah tersebut.

Para mujahidin dan pejuang lainnya mengabarkan kemenangan selama pertempuran awal, dan melaporkan telah merebut beberapa desa.

Pertempuran di Latakia adalah bukti lebih lanjut bahwa kelompok-kelompok jihad, seperti pasukan resmi Al Qaeda, bercampur dengan organisasi lain dalam perjuangan anti rezim Syiah Assad.

Koalisi Jaysh al Fateh telah berjuang di beberapa daerah Suriah, Jabhah Nusrah dan Ahrar selalu menjadi pihak terkemuka. Mitra koalisi selalu berubah dari satu pertempuran ke pertempuran lain.

Serangan yang dipimpin Jaysh al Fateh di Latakia tersebut adalah serangan kedua yang diluncurkan oleh gabungan faksi faksi jihad bulan ini. Jaysh al Fateh mengusai beberapa desa di bagian selatan provinsi Aleppo dalam tiga minggu pertama Juni.

16-06-27-Jaish-al-Tahrir-map-of-area-in-Latakia-768x434 16-06-27-Jaysh-al-Izzah-map-of-are-in-Latakia 16-06-27-Map-of-areas-near-Jabal-Turkman 16-06-28-Ahrar-al-sham-map-of-areas-in-Latakia-768x434 16-06-28-Ajnad-al-Sham-member-explains-battle-plan-for-Latakia 16-06-28-Sham-Legion-map-of-areas-22liberated22-in-Latakia-768x534

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Lebih 10.000 Dokumen Penting IS Ditemukan Pentagon di Manbij

Rebel fighters from 'Mujahideen Horan brigade' carry their weapons as they take part in military training in the western rural area of Deraa Governorate, Syria June 19, 2016. REUTERS/Alaa Al-Faqir TPX IMAGES OF THE DAY - RTX2H0C9

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Arab Kurdi yang didukung militer AS telah menemukan ribuan dokumen, ponsel dan perangkat digital lainnya dari kelompok Islamic State (IS), kata seorang pejabat Pentagon, lansir Al Arabiya News Channel, Rabu (29/06/2016).

Penemuan tersebut terjadi saat pasukan Arab Kurdi dan Suriah Hones melakukan serangan di kota utara Manbij, sebuah jalur penting antara perbatasan Turki dan Raqa, ibukota de facto IS.

Kolonel Chris Garver, juru bicara serangan yang dipimpin AS, mengatakan bahwa pasukan Arab Suriah sedang mendirikan pijakan di tepi selatan dan barat Manbij, dan telah menutup pintu masuk terowongan yang kompleks menuju kelompok IS.

“Mereka juga menyita lebih dari 10.000 dokumen dari tepi terluar, termasuk buku, poster propaganda, ponsel, laptop, peta dan perangkat penyimpanan digital,” kata Garver kepada wartawan.

“Eksploitasi informasi ini sedang berlangsung untuk lebih memahami jaringan dan teknik IS, termasuk sistem untuk mengelola aliran pasukan asing ke Suriah dan Irak,” tambahnya.

Pejabat Pentagon menyoroti tingginya nilai informasi tersebut, yang mengarah ke target baru dan membantu mereka memahami jaringan IS.

Secara terpisah, di sudut tenggara Suriah, sebuah kelompok oposisi bentukan AS yang disebut Tentara Suriah Baru (the New Syrian Army) pada hari Rabu bertempur untuk menguasai wilayah dekat perbatasan al-Bukamal dengan Irak.

Tujuan mereka adalah untuk memotong jalur pasokan pasukan IS di lembah Efrat antara Suriah dan Irak.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights) mengatakan mereka telah merebut pangkalan udara kecil Al-Hamdan di dekatnya, tetapi IS merebut kembali Rabu sore dan mereka terpaksa mundur.

Garver tidak memberikan rincian tambahan mengenai pertempuran yang sedang berlangsung tetapi menekankan nilai perbatasan itu.

“Pertempuran itu penting karena akan membantu memperlambat aliran pejuang asing … dari Irak ke Suriah dan sebaliknya,” katanya.

Pentagon mengklaim jumlah pejuang asing yang masuk ke Irak dan Suriah telah turun dari sekitar 2.000 perbulan tahun lalu menjadi hanya 200 per bulan tahun ini.

“Kami tidak melihat pergerakan dalam jumlah besar. Ukuran pergerakan ini tentu telah dipangkas jauh,” kata Garver.

IS merebut penyeberangan al-Bukamal pada pertengahan 2014, ketika menguasai beberapa petak wilayah di kedua sisi perbatasan dan menyatakan kekhalifahan sendiri.

Garver mengatakan perhatian di Irak sekarang bergeser dari Fallujah, yang direbut pasukan Irak pekan lalu dari IS, ke benteng utama IS, Mosul.

Serangan udara koalisi menghancurkan gudang minyak IS di Mosul dan terus menyerang beberapa target di kota itu, kata Garver.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

Rebut Wilayah Telol al Baj, Pasukan Irak Bergerak ke Mosul

peshmerga-mosulIRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah membuat kemenangan baru di darat melawan kelompok Islamic State (IS) dalam upaya merebut kembali kota terbesar kedua di negara itu, World Bulletin melaporkan, Rabu (29/06/2016).

Pada hari Selasa, pasukan Irak kembali mengambil alih kontrol atas wilayah Telol al-Baj, yang terletak di jalan raya yang menghubungkan kota al-Shirqat, terletak sekitar 250 kilometer (155 mil) utara ibukota, Baghdad, hingga bagian selatan Mosul, laporan Press TV.

“Personil keamanan telah membebaskan Telol al-Baj, dan beberapa unit telah dikerahkan empat kilometer (2,4 mil) dari daerah untuk mencegah infiltrasi kendaraan penuh bahan peledak ke dalam wilayah ini,” kata Letnan Jenderal Abdul Ghani al-Assadi, komandan pasukan khusus Irak.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Rekaman Audio Houthi: Brigadir Jenderal Yaman Tewas Dipotong-potong

91bd892b5ef8438ead9a950ba933b2a1_18YAMAN (Jurnalislam.com) – Pembunuhan Brigadir Jenderal terkemuka Pemerintah Yaman oleh Syiah Houthi diperintahkan oleh komandan tinggi Houthi, menurut rekaman audio baru yang diperoleh Al Jazeera.

Seperti yang dilansir Aljazeera, Rabu (29/06/2016) Brigadir Jenderal Hameed al-Qushaibi, yang mengepalai tentara Yaman Brigade 310 ditangkap pada bulan Juli 2014 dan ditembak mati oleh delapan orang bersenjata Houthi di Amran, sebuah kota yang terletak sekitar 50 kilometer sebelah utara Sanaa.

Rekaman tersebut termasuk percakapan telepon yang diyakini terjadi antara beberapa pemimpin militer Syiah Houthi berpengaruh, termasuk komandan lapangan Youssef al-Madani dan komandan militer Abu Ali al-Hakim.

Madani dan Hakim dilaporkan tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh koalisi pimpinan Saudi di Yaman pada tahun 2015.

Percakapan telepon mengungkapkan bahwa para pemberontak Houthi menganggap pembunuhan Qushaibi sebagai balas dendam atas pembunuhan pendiri kelompok itu, Hussein Badreddin al-Houthi pada tahun 2004.

Dalam satu percakapan yang tampaknya terjadi antara komandan Houthi Abdullah al-Hasani dan Madani, Hasani terdengar menginformasikan kepada Madani bahwa pasukan mereka telah menewaskan Qushaibi.

Komandan Houthi, Youssef al-Madani
Komandan Houthi, Youssef al-Madani

Madani bertanya kepada Hasani apakah dia yakin bahwa orang yang mereka bunuh adalah Qushaibi, yang ia jawab: “Kami telah memotongnya menjadi potongan-potongan.”

Kemudian ia menjelaskan bahwa mereka juga menembak beberapa pejuang Qushaibi, Hasani menambahkan, “Saya tahu dia.”

Percakapan menunjukkan bahwa para pemimpin Houthi memutuskan untuk menyembunyikan kebenaran tentang siapa yang membunuh Qushaibi, bahkan berencana untuk mengklaim bahwa ia bunuh diri.

Koalisi negara-negara Arab meluncurkan serangan udara di Maret 2015 untuk mengusir pemberontak Houthi, namun para pemberontak Syiah tersebut masih menguasai ibukota dan banyak wilayah Yaman.

Syiah Houthi, yang beralasan membela kepentingan komunitas Zaidi Syiah yang terkepung, mengatakan mereka berperang untuk membela diri terhadap marginalisasi.

Sekitar 9.000 orang telah tewas di Yaman sejak intervensi dimulai, mayoritas dari mereka adalah warga sipil, menurut angka PBB. Pertempuran itu juga telah mendorong 2,8 juta orang dari rumah mereka.

Sedikitnya 14 juta orang Yaman, lebih dari setengah penduduk negara itu, membutuhkan makanan darurat dan bantuan penyelamatan jiwa untuk mencegah kelaparan di hampir setengah dari 22 provinsi Yaman, menurut laporan PBB dan pemerintah Yaman bulan ini.

Konflik 15 bulan di Yaman telah merenggut para pemuda dalam jumlah mengerikan di negara itu, dengan UNICEF memperingatkan bahwa diperkirakan 320.000 anak-anak menghadapi kekurangan gizi yang mengancam jiwa.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

Serangan Bom Hantam Kendaraan Militer Thailand, 1 Tentara Tewas dan 3 Terluka

thumbs-b-c-c2382b100a4bd4da068b40734fe7254cTHAILAND (Jurnalislam.com) – Seorang tentara Thailand tewas dan tiga lainnya luka-luka ketika sebuah bom meledak di bawah kendaraan mereka hari pada hari Rabu di provinsi selatan yang mayoritas dihuni kaum Muslim.

Kapten polisi Apichart Dolae dari kantor polisi distrik Rang-ngae di Narathiwat pada hari Rabu (29/06/2016) mengatakan kepada Anadolu Agency, “bom meledak ketika tentara lewat di dekat sebuah sekolah di Rang-ngae.”

Dia mengatakan bahwa ledakan itu menyebabkan seorang sersan tewas dan tiga tentara terluka.

“Kami menganggap ini adalah pekerjaan pejuang,” tambahnya.

Insiden kekerasan – termasuk ledakan dan penembakan – telah terjadi setiap hari dekat di wilayah selatan, yang tidak stabil akibat perlawanan selama puluhan tahun.

Konflik di selatan berakar dalam masalah agama-etnis-budaya antara Muslim Melayu yang telah berabad lamanya tinggal di wilayah selatan dengan pemerintah pusat Thai yang menjadikan Buddhisme sebagai agama nasional de-facto.

Pada Selasa malam, dua penduduk desa ditembak mati dan seorang lagi terluka di provinsi tetangga Yala, tak lama setelah sekelompok tentara mendapat serangan tembakan di distrik Takbai, Narathiwat namun tidak menimbulkan korban.

Pada Ahad malam, seorang imam Masjid dibunuh di distrik Yaring di provinsi tetangga Pattani.

Imam berusia 46 tahun, Abdulloh Doe, sedang mengendarai sepeda motornya ke sebuah Masjid desa setempat ketika seorang pria tak dikenal yang telah mengikuti dia menembaknya berkali-kali dengan pistol dari belakang.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

PM Turki: Penyerang Tidak Bisa Lewati Pintu Masuk Keamanan Bandara

02807fdc-e97f-4dcb-ab58-4523746d110e-16x9-788x442ANKARA (Jurnalislam.com) – Penyerang Istanbul tidak bisa melewati pemeriksaan keamanan di pintu masuk bandara, perdana menteri Turki mengatakan pada hari Rabu (29/06/2016), lansir Anadolu Agency.

Pada hari Selasa, Istanbul menjadi tempat serangan teror besar, di mana 42 orang tewas dan lebih dari 230 lainnya terluka oleh tiga penyerang bersenjata dengan senapan serbu otomatis dan rompi peledak.

“Para penyerang menembaki petugas keamanan di pintu masuk setelah mereka tidak bisa lolos dari pemeriksaan,” kata Binali Yildirim kepada wartawan di ibukota Ankara.

“Salah satu dari mereka meledakkan dirinya di luar, sementara dua lainnya mengambil kesempatan dari kepanikan dengan menerobos masuk dan meledakkan diri mereka di dalam,” kata Yildirim.

Perdana menteri menambahkan bahwa serangan menunjukkan kepada pejabat akan adanya kebutuhan untuk meningkatkan keamanan di bandara, terutama terhadap serangan bersenjata potensial.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala, juga di Ankara, mengatakan bahwa semua informasi dan bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa organisasi Islamic State (IS) bertanggung jawab atas serangan itu.

“Tapi, kasus ini belum terpecahkan,” tambah Ala.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam