Pemkot Bima Gelar Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme

Walikota Bima H Quraish H. Abidin

Bima (Jurnalislam.com) –Pemerintah Kota Bima menggelar acara Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme di Lapangan Merdeka (Serasuba) Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Selasa (19/7/2016).

Walikota Bima H Quraish H. Abidin mengatakan, acara tersebut digelar untuk menekan angka tindakan radikalisme dan terorisme di wilayah Kota Bima.

”Masyarakat pada hari ini sudah ikut terprovokasi dengan isu setiap kali ada tindakan radikalisme apalagi terorisme, sehingga nama Bima selalu disebut setiap ada kejadian-kejadian seperti itu. Apalagi Bima hari ini dianggap sebagai daerah zona merah, ini adalah merupakan sebuah legalitas yang cukup mencengangkan, kasihan anak cucu kita nanti,” jelasnya kepada wartawan.

Oleh sebab itu, Quraish mengajak seluruh elemen masyarakat Bima untuk bersatu melawan aksi radikalisme dan terorisme yang dinilainya tidak akan menguntungkan siapapun malah justru akan merugikan orang lain.

“Mari kita jalin silaturrahim, kita jalankan agama kita masing-masing sesuai dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ajaran yang benar karena negara kita adalah negara yang menghormati perbedaan,” ujarnya.

Deklarasi tersebut berisi tiga poin, diantaranya: Pemerintah Kota Bima menyatakan menolak adanya paham radikalisme dan terorisme, melawan dan memerangi segala paham dan aksi radika;lisme dan terorisme, serta siap berperan serta aktif dalam pencegahan segala paham radikalisme dan terorisme.

Pengumpulan tanda tangan dukungan atas Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme

Selain deklarasi, panitia juga menggelar aksi pengumpulan tanda tangan sebagai bukti dukungan atas deklarasi tersebut. Ratusan tanda tangan tertoreh diatas kain putih berukuran 5 meter.

“Ini adalah merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kota Bima dengan sukses digelarnya acara deklarasi ini. Yang terpenting pada hari ini adalah mari kita bangkit untuk melawan setiap tindakan radikalisme dan terorisme,” tegas Quraish.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

Inilah 5 Poin Kesepakatan MTJB-GMJ Tentang Calon Gubernur Muslim Jakarta

Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ)
Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ) pagi ini, Selasa (19/7/2016) merilis Pernyataan Bersama terkait Calon Gubernur Muslim bagi Jakarta.

Salah satu poin pernyataannya, MTJB-GMJ bersepakat untuk menggalang partisipasi penuh umat Islam dalam suksesi DKI dengan kandidat pasangan calon dari kalangan umat Islam.

Berikut isi Pernyataan Bersama MTJB-GMJ selengkapnya:

PERNYATAAN BERSMA

Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ)

tentang Calon Gubernur Muslim bagi Jakarta

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim

Memahami bahwa hak konstitusi umat Islam sangat strategis menentukan arah ideologi berbangsa dan bernegara

Menyadari betapa pentingnya kepemimpinan umat Islam di Jakarta sebagai perintah agama dan dalam rangka mencegah munculnya mudharat yang merusak kehidupan umat Islam khususnya di DKI Jakarta, kami para penanggung jawab dalam Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ) menyatakan:

  1. Sepakat untuk menggalang partisipasi penuh Umat Islam dalam kontestasi suksesi DKI dengan kandidat pasangan calon dari kalangan umat Islam yang akan maju sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
  2. Sepakat untuk mengajak berbagai elemen tokoh/lembaga umat Islam yang ada di Jakarta untuk berjuang bersama dalam mengikhtiarkan terwujudnya poin satu di atas.
  3. Sepakat untuk meningkatkan komunikasi politik dengan para pimpinan partai politik yang ada dalam mewujudkan poin satu di atas.
  4. Sepakat untuk mengajak seluruh umat Islam untuk memenangkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Muslim pilihan para ulama dan tokoh umat agar menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta definitive periode 2017-2022 dalam rangka menuju Jakarta yang berkah, bersih, dan beradab.
  5. Sepakat untuk menggalang ukhuwah Islamiyyah dan tetap menjaga agar suasana kehidupan Jakarta tetap kondusif sekalipun bila terjadi perbedaan-perbedaan dalam mengambil sikap, ijtihad, dan pilihan politik dalam koridor syar’iy.

Semoga lima poin kesepakatan di atas menjadi langkah bersama seluruh komponen umat di Jakarta. Semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada kita semua dalam mewujudkan langkah-langkah mulia tersebut. Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariiq!

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, 14 Syawwal 1437H/ 19 Juli 2016

Majelis Pelayan Jakarta (MPJ)

  • Didin Hafidhuddin
  • Luthfi Fathullah
  • Bachtiar Nasir
  • Zaitun Rasmin

Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah-Untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ)

  • Al Habib Muhammad Rizieq Syihab
  • Abdul Rasyid AS
  • Maulana Kamal Yusuf
  • Mahfudz Asirun
  • Ahmad Cholil Ridwan
  • Fachrurrozy Ishaq
  • Al Habib Zain bin Sumaith
  • Luthfi Hakim
  • Nurdiati Akma

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh

Meninggalnya Santoso Narasi Baru Perang Melawan Terorisme?

Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)
Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Meninggalnya pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah bisa melahirkan babak baru perang melawan terorisme. Hal tersebut diungkapkan pengamat terorisme, Harist Abu Ulya.

Menurutnya, meskipun banyak pihak yang berharap tidak ada lagi Santoso-Santoso baru. Akan tetapi karena visi politik kelompok tertentu, Santoso Baru dapat diciptakan kembali dengan narasi yang baru. Tujuannya tiada lain untuk melanggengkan proyek perang melawan terorisme.

“Banyak pihak berharap tidak ada lagi “Santoso-Santoso” baru. Baik karena pilihan pribadi dengan latar belakang dendam atau kreasi dari kelompok tertentu karena visi politiknya kedepan atau karena kesengajaan pihak tertentu membranding “Santoso baru” dengan narasi yang berlebihan agar drama war on terrorism terus berjalan kontinyu,” terangnya kepada Jurnalislam, Selasa (19/7/2016).

Harits melihat, kasus terorisme di Poso masih dilihat kebanyakan orang dengan menggunakan mindset justifikasi. Hal tersebut menurutnya hanya akan mendorong untuk berbicara soal penindakan dan mengabaikan akar permasalahan dari lahirnya fenomena terorisme secara menyeluruh.

“Oleh karena itu tantangan ke depan adalah bagaimana mengkonstruksi sikap yang proporsional dengan “disengagement of violence” (menjauhkan seseorang dari aksi-aksi kekerasan) itu lebih utama dibanding bicara “enforcement” (penindakan). Karena fenomena terorisme di Indonesia mengalami transformasi sedemikian rupa,” paparnya.

Founder The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu berharap operasi Tinombala segera dihentikan jika target utama Santoso perlawananya bisa disudahi.

“Karena rakyat Poso butuh ketenangan lahir batin, masyarakat butuh hidup normal dalam aspek perekonomian dan aspek lainnya. Yang lebih penting, masyarakat Poso tidak ingin daerahnya dilabeli basis teroris terus menerus,” pungkasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally Muhammad Abduh

Santoso Meninggal, Pengamat: MIT Bisa Saja Menyerah atau Membalas dengan Sporadis

Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic  Analyst (CIIA)
Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso dikabarkan meninggal dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Senin (18/7/2016).

Menanggapi kabat tersebut, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya mengatakan, lokasi tersebut merupakan area yang mungkin dijangkau oleh kelompok Santoso pasca kontak senjata MIT dan Satgas Tinombala sebelumnya.

“Kalau kontak tembaknya (oleh tim Alfa 29/Raider 500 TNI) di wilayah Tambarana Poso maka mungkin yang meninggal adalah sosok Santoso. Karena wilayah ini menjadi tempat yang memungkinkan dijangkau bagi kelompok Santoso paska kontak tembak terakhir sebelumnya,” katanya kepada Jurnalislam, Selasa (19/7/2016).

Akan tetapi, lanjut Harits, jika melihat kemampuan survivalnya Santoso yang lebih mengenal medan dengan baik maka kemungkinan kedua Santoso bisa saja lolos dari serangan petang kemarin.

“Jika jenazah sampai di RS Palu nanti tinggal istri Santoso (Suwarni/ummu wardah) diminta untuk melihat sebagai konfirmasi kepastian atau melalui tes DNA,” lanjutnya.

Lebih lanjut Harits menjelaskan, Santoso merupakan simbol sekaligus simpul perlawanan kelompok MIT. Maka jika Santoso meninggal akan berpengaruh signifikan pada eksistensi kelompok sipil bersenjata tersebut.

“Sisa-sisa kelompok Santoso sangat mungkin terdiaspora; memudar menyerahkan diri atau melakukan aksi nekat balasan secara sporadis,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia mempunyai tiga tempat yang menjadi basis gerilyawan bersenjata, yaitu Sulawesi, Aceh dan papua. Ketika sosok Santoso tidak ada lagi maka otomatis Poso-Sulawesi menjadi pilihan kelompok tertentu sebagai basis perlawanan akan memudar.

“Sementara saat ini untuk Aceh sudah gagal dijadikan basis. Tinggal Papua menjadi tempat berlindung kelompok teroris OPM yang masih eksis,” tandasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally Muhammad Abduh

Erdogan Bantah Keras Tuduhan Rencanakan Kudeta

thumbs_b_c_78faad3288f0577aa50db4f1d839f2beANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan, menolak keras tuduhan bahwa ia yang merencanakan upaya kudeta baru-baru ini, Anadolu Agency melaporkan Senin (18/07/2016).

“Sayangnya, itu hanya informasi yang salah. Bagaimana Anda dapat merencanakan hal seperti itu? Bagaimana Anda bisa membiarkan begitu banyak warga sipil kehilangan nyawa mereka? Bagaimana bisa nurani manusia memungkinkan itu? Itu sangat tidak mungkin,” kata Erdogan dalam wawancara dengan CNN internasional.

“Tayyip Erdogan bersama teman dan rekan-rekannya akan menjadi pihak pertama yang menolak ide tersebut. Kami mempertaruhkan hidup kami untuk rakyat,” tambahnya.

Erdogan mengatakan mereka yang berusaha menggulingkan pemerintahlah yang memicu ide tersebut. “Organisasi teroris Fetullah tersebut kini telah menerima pukulan terbesar yang pernah mereka terima,” katanya.

Usaha pengambilalihan diduga diselenggarakan oleh pengikut Fetullah Gulen – seorang tokoh Turki yang berbasis di pengasingan AS – yang melakukan kampanye lama untuk menggulingkan pemerintah melalui pendukungnya yang berada di Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Erdogan mengatakan ia mengangkat isu ekstradisi Gulen dengan presiden AS.

“Saya sebelumnya telah membuat permintaan ini ke (Barack) Obama, secara lisan,” kata Erdogan. “Tapi, pekan ini permintaan resmi tertulis dari kami juga akan disampaikan ke AS dan juga ke sejumlah negara-negara Barat dan negara-negara Afrika. Kami akan mengirimkan permintaan tersebut secara resmi.”

Ditanya tentang kemungkinan bahwa Washington akan menolak mengekstradisi Gulen, respon Erdogan menunjukkan bahwa sikap yang sama akan terus berlanjut selama dia adalah pemimpin Turki. “Pertama, kita harus mengirimkan permintaan resmi kami. Kami akan meminta ekstradisi. Jika tidak ada respon positif terhadap permintaan resmi tersebut, saya tidak akan membiarkan itu,” katanya.

“Bahkan jika dia (Gulen) adalah warga AS, AS tidak harus menjaga teroris seperti itu,” kata Erdogan.

Pada unjuk rasa pro-pemerintah di Turki akhir pekan ini menyusul kudeta yang gagal, tuntutan dibuat untuk pemulihan hukuman mati bagi komplotan kudeta yang tindakannya menyebabkan hilangnya 208 nyawa dan melukai hampir 1.500 orang lain.

“Masalah ini sekarang dapat dimasukkan dalam agenda parlemen dan dapat dibahas di sana. Kami sebelumnya menghapuskan, tapi kita selalu bisa kembali dan kembali memperkenalkannya,” kata Erdogan.

“Ada kejahatan yang jelas merupakan tindakan pengkhianatan. Permintaan Anda (rakyat Turki) tidak pernah diabaikan oleh pemerintah. Tetapi para pemimpin harus duduk bersama dan mendiskusikannya. Jika mereka menerima untuk mendiskusikannya, kemudian sebagai presiden saya akan menyetujui keputusan apapun yang keluar dari parlemen.

Erdogan mengatakan ia bersama istri, menantu dan cucunya sedang berlibur di Marmaris, sebelah barat daya Turki ketika usaha kudeta terjadi.

“Saya diberitahu bahwa di Istanbul dan Ankara dan beberapa tempat lain ada semacam gerakan yang sedang terjadi. Kami memutuskan untuk pindah,” katanya.

“Ada juga operasi di Marmaris terhadap saya dan dua pengawal terdekat saya menjadi martir, mereka dibunuh. Jika saya terlambat 10 atau 15 menit saja di sana, aku akan terbunuh atau ditangkap.”

Sejak dia mendarat di Ataturk Airport, Istanbul, jet F-16 mulai terbang di atas pesawatnya, kata Erdogan.

Ditanya apakah pada saat itu ia berpikir bahwa ia tidak lagi sebagai presiden Turki, Erdogan mengatakan hal itu tidak pernah ia pertimbangkan. “Tidak ada ide selintas pun di pikiran saya karena saya bersama dengan rekan-rekan saya dan kami tidak pernah memperhatikannya, tidak pernah mengalami kesulitan dalam pikiran.”

Turki menghadapi kritik atas apa yang oleh beberapa pihak dianggap sebagai tindakan keras terhadap pers bebas di sana. Erdogan mengajukan pertanyaan kepada mereka yang menyuarakan klaim tersebut.

“Jika beberapa orang selalu mengatakan pers masih tidak bebas di Turki, maka saya ingin mengatakan ini. Telah ada upaya kudeta di Turki. Ada orang berpihak dengan komplotan kudeta. Ada juga media yang telah melawan kudeta,” katanya.

“Jadi, pertanyaan saya adalah bahwa terhadap media yang mendukung kudeta, akankah sistem peradilan Turki tidak mengambil langkah apapun? Tentu saja akan ada langkah yang diambil. Mengapa? Karena jika Anda bermaksud melakukan sebuah upaya, maka orang-orang yang berpihak pada upaya tersebut harus dibawa ke tempat yang tepat, mendapat perlakuan yang tepat, karena jika tidak, maka warga, orang-orang, akan tertipu oleh informasi yang keliru,” tambahnya.

“Orang-orang itu sendiri yang membawa saya ke posisi ini, jika saya tidak melakukan apa-apa mereka akan menuduh saya bertanggung jawab ketika saatnya tiba.”

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Wikileaks akan Rilis Dokumen Struktur Kekuasaan Politik Turki

4417118a899740128598014716f761cd_18TURKI (Jurnalislam.com)WikiLeaks mengatakan pihaknya berencana merilis dokumen mengenai struktur kekuasaan politik Turki, setelah gagalnya upaya kudeta akhir pekan yang menewaskan ratusan orang, ribuan luka-luka dan lebih dari 7.500 tersangka berada di tahanan.

“Bersiap untuk bertempur saat kita melepaskan lebih dari 100 ribu dokumen tentang struktur kekuasaan politik Turki,” kata WikiLeaks pada hari Senin melalui pakan resmi Twitter-nya, lansir Aljazeera, Senin (18/07/2016).

Angkatan pertama akan berisi 300 ribu email dan 500 ribu dokumen dan sebagian material ada di Turki, kata WikiLeaks.

WikiLeaks juga mengklaim bahwa pemerintah Turki akan berusaha menyensor distribusi dokumen, dan mendesak masyarakat Turki siap memotong setiap upaya pemerintah memblokir akses ke materi.

“Turki kemungkinan akan menyensor untuk mencegah mereka membaca rilis kami sejumlah lebih dari 100 ribu dokumen politik yang mengarah ke kudeta,” kata WikiLeaks di Twitter.

“Kami meminta Turki bersiap dengan melewati sistem sensor seperti TorBrowser dan uTorrent. Dan agar semua orang siap membantu mereka melewati sensor dan mendorong link kami melalui sensor yang akan muncul.”

WikiLeaks kemudian berbagi link untuk browser torrent.

18-1468841430-wikileaks-1Pengumuman itu menyebabkan kegembiraan di Turki dengan adanya ribuan pengguna Twitter berbagi tweet dari WikiLeaks. Tapi opini publik mengenai subjek tersebut terbagi.

Walaupun banyak orang merayakan pengumuman itu dan berpendapat bahwa informasi tersebut akhirnya dapat menumpahkan beberapa detail mengenai upaya kudeta, beberapa orang lain mempertanyakan waktu perilisan dokumen.

Ada yang menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut kemungkinan palsu, dan akan digunakan untuk membuat Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pemerintah AKP nya terlihat lemah atau bahkan bersalah.

Beberapa pengguna Twitter Turki juga menuduh WikiLeaks mendukung upaya kudeta. WikiLeaks menanggapi dengan menjaga netralitas dan mendukung untuk membuka akses informasi.

Warga Turki bertanya apakah WikiLeaks adalah pro atau anti-AKP. Tidak. Kami hanya berada di posisi bahwa kebenaran adalah jalan ke depan. 100 ribu lebih dokumen akan memuaskan semua pihak.

Sebuah faksi di militer Turki berusaha melakukan kudeta pada Jumat malam. Dalam adegan dramatis, tank memblokir jembatan di Istanbul, jet terlihat di langit sedikitnya di atas dua kota, dan parlemen serta markas intel diberondong dengan tembakan dari helikopter serang.

Sedikitnya 290 orang tewas dan lebih dari 1.400 lainnya terluka. Erdogan menyalahkan mantan sekutu tingkat tingginya yang berubah menjadi saingan, Fethullah Gulen, atas usaha kudeta.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan pada hari Senin bahwa lebih dari 7.500 tersangka telah ditahan sehubungan dengan upaya kudeta.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Pasukan Zionis Tembakkan Rudal Patriot ke Arah Drone dari Suriah

Army-system-integrates-different-radars-for-Patriot-3-interceptor-696x462SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan zionis pada hari Ahad menembakkan rudal ke arah pesawat tak berawak yang memasuki wilayah udara Suriah yang diduduki Israel, kata militer dalam sebuah pernyataan, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin (18/07/2016).

“Dua rudal pertahanan udara Patriot ditembakkan ke arah sebuah pesawat tak berawak yang menyusup wilayah udara Israel di pusat Golan Heights. Kemudian drone kembali ke Suriah, “kata tentara zionis.

Seorang juru bicara militer mengatakan tidak diketahui ada korban yang jatuh.

Israel sering merespons tembakan mortir dari perang Suriah di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dengan tank dan mortir dan juga dengan serangan udara, tetapi penggunaan rudal pencegat anti-pesawat Patriot tidak biasanya mereka lakukan.

Sebuah sumber oposisi Suriah di daerah itu mengatakan tentara rezim Suriah telah meluncurkan serangan udara langka di desa al-Shajara sepanjang perbatasan Yordania-Israel.

Dua bulan lalu, Perdana Menteri zionis Netanyahu mengatakan Israel telah melancarkan puluhan serangan di Suriah.

Dataran Tinggi Golan adalah sebuah dataran tinggi strategis yang direbut Israel dari Suriah pada perang Timur Tengah tahun 1967, dan menganeksasinya dalam sebuah langkah yang belum mendapat pengakuan internasional hingga kini.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

 

Serangan Bom Hantam Pos Militer di Mukallah, 9 Pasukan Tewas

downloadMUKALLAH (Jurnalislam.com) – Dua bom mobil meledak di dekat pos pemeriksaan militer di kota tenggara Mukalla, Yaman, menewaskan sejumlah pasukan Yaman dan melukai lebih banyak lagi, sumber mengatakan kepada Al Jazeera, Senin (18/07/2016).

Ledakan pada Senin pagi di pos pemeriksaan yang ditargetkan di timur dan barat kota pelabuhan tersebut adalah bekas basis al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).

Jenderal Faraj Salemine mengkonfirmasi serangan tersebut ke kantor berita AFP, mengatakan ledakan bom telah menewaskan sedikitnya lima tentara. Laporan lain mengatakan bahwa sedikitnya sembilan tewas.

Ibukota provinsi Hadramaout, Mukalla telah berada di bawah kendali AQAP selama satu tahun hingga pasukan pro-pemerintah yang didukung pasukan koalisi pimpinan Saudi merebutnya kembali pada bulan April.

Yaman telah dicengkeram oleh perang dahsyat yang meningkat pada bulan Maret tahun lalu ketika koalisi memulai serangan udara terhadap pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran setelah bagian utara dan tengah negara itu, termasuk ibukota, Sanaa, direbut.

Selama perang al-Qaeda telah memperluas wilayah dan pasukan serta serangan di Yaman.

Pentagon mengatakan pada bulan Mei bahwa jumlah personel militer AS telah dikerahkan di sekitar Mukalla untuk mendukung pasukan pro-pemerintah dalam menghadapi mujahidin AQAP.

Perang Yaman telah menewaskan lebih dari 6.400 orang dan 2,8 juta lainnya menjadi pengungsi sejak Maret tahun lalu.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

 

Operasi Militer Al Shabaab di Somalia Selatan, Belasan Pasukan Gabungan Tewas

0fgjhs62msd3bq04l.r800x600.27200669SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 11 tewas dalam bentrokan antara pasukan Somalia yang didukung oleh pasukan Uni Afrika dengan mujahidin al-Shabaab di Somalia selatan, warga setempat mengatakan, lansir World Bulletin, Senin (18/07/2016).

Bentrokan itu terjadi pada Ahad malam ketika mujahidin al-Shabaab melakukan operasi pada sebuah desa yang berada di bawah kendali pasukan pemerintah Somalia di wilayah Bay, Mahmoud Moussa, seorang pembesar desa mengatakan.

Belasan pasukan Somalia dan Uni Afrika, termasuk warga sipil, tewas dalam pertempuran dan banyak lainnya terluka, Moussa menambahkan.

Selama pertempuran hampir setengah penduduk desa meninggalkan rumah mereka, kata beberapa warga.

Tentara Somalia dan pasukan AMISOM PBB mencegat mujahidin al-Shabaab di luar desa. Kedua belah pihak menggunakan senjata berat selama bentrokan itu, kata warga setempat.

Sementara itu, pasukan Uni Afrika yang akan menggantikan tentara Uganda di Somalia tiba di ibukota negara pada hari Ahad, the Somali National News Agency melaporkan.

Bulan lalu Uganda mengumumkan bahwa mereka akan menarik pasukannya dari Somalia. Negara Afrika Timur tersebut menempatkan pasukan terbesar di Somalia.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Erdogan Adakan Percakapan Telepon dengan Kanselir Jerman dan Sekjen NATO

erdogan14ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengadakan percakapan telepon terpisah dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada hari Senin (18/07/2016).

Menurut sumber presiden kepada Anadolu Agency, Senin, yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan keamanan, Merkel mengatakan kepada Erdogan bahwa kudeta 15 Juli yang gagal tersebut tidak dapat diterima dan menyatakan dukungan Jerman untuk pemerintah terpilih Turki.

Sumber presiden menambahkan bahwa Stoltenberg juga mengatakan kepada Erdogan bahwa tidak ada ruang untuk kudeta di negara anggota NATO.

Pada Jumat malam, sebagian unsur militer Turki berusaha untuk menggulingkan pemerintah yang sah dengan paksa. Lebih dari 200 orang tewas dan lebih dari 1.500 lainnya terluka dalam kekerasan berikutnya.

Sembilan puluh sembilan tersangka komplotan diserahkan dalam tahanan di Ankara, atas tuduhan mendirikan sebuah organisasi teroris bersenjata, berusaha untuk menghapuskan tatanan konstitusional dan “pembunuhan disengaja”.

Sebanyak 8.777 personel dipecat dari tugasnya, termasuk 30 pejabat pemerintah, 52 inspektur sipil, dan 16 penasihat hukum, kementerian dalam negeri mengatakan.

Lebih dari 6.000 tersangka telah ditangkap sehubungan dengan upaya kudeta Jumat, termasuk tokoh-tokoh militer dan hakim.

Mereka dituduh memiliki hubungan dengan Fetullah Gulen yang berbasis di AS, yang dikatakan masih melakukan kampanye yang telah lama ia jalankan melawan pemerintah melalui pendukung-pendukungnya yang berada di Turki.

Gulen adalah tersangka utama dalam dua penyelidikan terhadap kudeta oleh jaksa Istanbul, sumber pengadilan mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Ahad dalam kondisi anonimitas karena pembatasan berbicara kepada media.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam