Sanders: Clinton Harus Jadi Presiden AS Berikutnya Jangan Trump

hillary-sanders_650x400_61468408292WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Calon presiden dari partai Demokrat pada hari Senin mengatakan di hadapan konvensi Demokrat yang terbelah bahwa saingannya Hillary Clinton harus memenangkan pemilihan presiden AS pada November, Al Arabiya News Channel melaporkan, Selasa (26/07/2016).

Di tengah sorak-sorai dan beberapa ejekan, Sanders mengatakan bahwa, “Berdasarkan padaJamgam ide-ide dan kepemimpinannya, Clinton adalah pilihan yang lebih baik daripada calon Partai Republik Donald Trump. Dia harus menjadi presiden Amerika Serikat berikutnya.”

“Pilihannya bahkan tidak dekat,” Sanders mengatakan, sesuai dengan pernyataannya kepada wartawan.

“Pemilu ini adalah tentang calon yang memahami masalah nyata yang dihadapi negara ini dan menawarkan solusi nyata – bukan hanya pidato bombastis, bukan hanya menjual ketakutan, bukan hanya menuduh dan melakukan perpecahan,” Sanders, 74, dalam sebuah pidato panjang saat konvensi di mana ia menyoroti beberapa prestasi kampanye lawannya

Dukungan itu telah diperkirakan, dan sudah terjadi minggu lalu ketika Sanders berkampanye bersama Clinton di New Hampshire.

Tapi dukungan itu sebagian ditujukan untuk membantu memadamkan suara keras dari pendukung Sanders yang menghabiskan sebagian besar hari dengan mencemooh dan meneriakkan oposisi mereka kepada para pembicara yang menyatakan dukungan untuk Clinton.

Ketika Sanders menutup pidatonya dengan mengatakan “Hillary Clinton akan menjadi presiden yang luar biasa, dan saya bangga berdiri dengannya malam ini,” segelintir ejekan keras terdengar di antara tepuk tangan.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Pasukan Afghanistan Klaim Bunuh 100 lebih Milisi Pro-IS

An Afghan National Army soldier holds a position while patrolling the village of But Khak on the outskirts of Kabul May 15, 2012. REUTERS/Omar Sobhani/File Photo - RTSIXR8

KABUL (Jurnalislam.com)Pasukan Nasional Afghanistan (ANA) mengklaim telah menewaskan lebih dari 100 milisi pro-Islamic State (IS) sebagai bagian dari tindakan keras menyusul pembunuhan 81 orang saat aksi unjuk rasa di ibukota Kabul pada akhir pecan, lansir Al Arabiya News Channel, Selasa (26/07/2016).

Tentara Afghanistan mengumumkan Selasa bahwa komandan militer kelompok Sa’ad Emirat ada di antara 122 milisi, yang mengaku loyal kepada kelompok IS yang berbasis di Irak dan Suriah, yang tewas di provinsi Nangarhar timur.

20 milisi juga ditangkap saat pasukan Afghanistan melakukan operasi di kubu kelompok di kabupaten Achin dan Kot.

IS mengaku bertanggung jawab atas serangan Sabtu di Kabul, yang menargetkan warga sipil minoritas Syiah Hazara dan merupakan serangan besar pertama oleh milisi pro-IS di Kabul.

Selama kunjungan ke Nangarhar awal bulan ini, Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani mendesak tentaranya untuk sepenuhnya memusnahkan IS.

Baca juga: Ledakan Kembar di Kabul Bunuh 80 Orang Demonstran dan Lukai 230 Lainnya

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Al Shabaab Serang Pasukan Uni Afrika dengan Bom Mobil, Belasan Tentara Tewas


0fgjhs62msd3bq04l.r800x600.27200669SOMALIA (Jurnalislam.com)
– Sedikitnya 13 pasukan tewas ketika dua kendaraan yang membawa bahan peledak meledak setelah dikemudikan ke arah basis pasukan Uni Afrika (UA) di ibukota Somalia, menurut pejabat dan saksi.

Ledakan pertama terjadi di dekat pintu masuk basis militer, di samping bandara utama Mogadishu, dan yang kedua di sebuah pos pemeriksaan terdekat yang dikawal pasukan rezim Somalia.

Asap putih terlihat mengepul di atas kota setelah ledakan pada Selasa.

“Tiga belas orang tewas dalam dua ledakan bom mobil,” Abdifatah Omar Halane, juru bicara pemerintahan Banadir, pemerintah daerah, mengatakan kepada Al Jazeera, melalui telepon dari lokasi ledakan, Selasa (26/07/2016).

Seorang wartawan di tempat kejadian mengatakan ambulans mengangkut yang terluka ke rumah sakit.

Faksi jihad Somalia, al-Shabaab mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan itu.

“Mujahidin kami menargetkan basis Halane yang menjadi markas pasukan asing yang menduduki negeri Muslim kami. Kami telah menewaskan puluhan dari mereka,” kata Abdulaziz Abu Muscab, juru bicara kelompok itu,.

AMISOM, pasukan Uni Afrika, mengatakan di Twitter bahwa ia mengakui serangan itu.

“Serangan-serangan tersebut diluar dugaan .. bertujuan untuk mengganggu kehidupan warga Somalia,” katanya.

Ini bukan pertama kalinya al-Shabaab menyerang markas pasukan UA yang sangat dijaga ketat di kota. Pada Desember 2014 mujahidin al-Shabab berhasil menerobos perimeter basis militer sebelum membunuhi pasukan UA terlebih dahulu terlibat baku tembak dengan tentara yang berlangsung beberapa jam dan menewaskan sejumlah tentara.

Pasukan AMISOM, yang dikerahkan ke Somalia sejak tahun 2007, saat ini memiliki sekitar 22.000 tentara dari Kenya, Ethiopia, Uganda, Burundi dan Djibouti.

Walaupun mereka telah mendorong mujahidin al-Shabab keluar dari ibukota, namun afiliasi Al Qaeda ini masih memegang sebagian besar wilayah dan sering meluncurkan serangan gerilya.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Gulen Memohon kepada Washington untuk Tolak Ekstradisi

fethullah-gulen-24NEW YORK (Jurnalislam.com) – Orang yang diduga mendalangi dan memimpin upaya kudeta berdarah baru-baru ini di Turki, menulis sebuah Op-Ed untuk The New York Times, Senin (25/07/2016) meminta AS untuk tidak mengekstradisi dia ke Turki dalam menghadapi tuduhan, Anadolu Agency melaporkan, Selasa (26/07/2016).

Fetullah Gulen, berpendapat ia adalah mitra penting bagi Washington dan tidak boleh dikirim kembali ke negara asalnya, di mana dia dicari atas tuduhan yang berkaitan dengan kudeta gagal 15 Juli yang mengakibatkan kematian 246 orang dan lebih dari 2.000 cedera.

“Pada saat demokrasi Barat mencari suara Muslim moderat, saya dan teman-teman di gerakan Hizmet telah mengambil sikap yang jelas melawan ekstremisme,” ia menulis, yang tampaknya menjadi banding ke Washington untuk menghindari penuntutan.

“Godaan untuk memberikan Erdogan apapun yang dia inginkan dapat dimengerti. Tapi Amerika Serikat harus menolaknya,” katanya mengacu pada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dalam segmen penyangkalannya terlibat dalam upaya kudeta, ia menulis: “Jika seseorang yang tampaknya menjadi simpatisan Hizmet telah terlibat dalam upaya kudeta, ia mengkhianati cita-cita saya.”

Versi Gulen bertentangan dengan beberapa laporan saksi profil tinggi dan kesaksian dari para pejabat militer dan komplotan kudeta yang mengarah ke dirinya dan para pengikutnya sebagai biang keladi kudeta.

Di antara mereka adalah Kepala Staf Turkish, Hulusi Akar, yang disandera di malam saat terjadi upaya penggulingan, yang mengatakan dalam kesaksian pertamanya bahwa di antara komplotan kudeta yang menangkapnya, Brigadir Jenderal Hakan Evrim, komandan Basis Jet Utama ke-4 Akinci mengatakan kepafa Akar bahwa, “Jika Anda sangat menginginkannya, kita bisa mengatur agar Anda dapat bertemu pemimpin kami Fetullah Gulen.”

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Seorang Pendeta Perancis Tewas Digorok dalam Serangan Pisau di Gereja


97470d8f-2107-463a-b517-4257df50b0dc_16x9_788x442PERANCIS (Jurnalislam.com)
– Seorang pendeta 84 tahun tewas akibat serangan pisau, dan seorang lainnya terluka parah, setelah dua pria yang diduga memiliki link ke kelompok Islamic State (IS) menyandera beberapa orang dalam serangan terhadap sebuah gereja di utara Perancis, Aljazeera melaporkan, Selasa (26/07/2016).

Pendeta tersebut dilaporkan digorok tenggorokannya pada hari Selasa sebelum polisi Perancis masuk dan menembak mati para penyerang, sumber kepolisian Prancis mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Kantor berita AFP yang berbasis di Paris, mengutip kementerian, mengatakan seorang sandera lainnya “berjuang untuk hidup” setelah insiden di Saint-Etienne-du-Rouvray, Normandy, tetapi tiga sandera lainnya selamat tanpa terluka.

Berbicara di luar gereja, Presiden Prancis Francois Hollande menyebutnya sebagai serangan yang mengerikan dan mengatakan kepada wartawan bahwa penyerang telah berjanji setia untuk IS.

Media Amaq yang memiliki link dengan IS mengatakan dua tentara mereka telah melakukan serangan itu.

“Kami diuji lagi,” kata Hollande. “Ancaman masih sangat tinggi.”

Reporter Al Jazeera Natacha Butler, melaporkan dari Paris, mengatakan dua penyerang memasuki gereja saat layanan pagi.

“Saat itu ada jamaah; ada biarawati;. Dan mereka menyandera orang-orang, termasuk pendeta yang tewas. Salah satu biarawati berhasil melarikan diri, radio Prancis melaporkan, dan orang itu yang membunyikan alarm dan menelepon polisi,” kata Butler.

“Pasukan khusus tiba tak lama setelah kejadian dan penyandera kemudian ditembak ketika mereka mencoba untuk meninggalkan gereja.”

Kantor kejaksaan Paris mengatakan kasus tersebut telah diserahkan kepada hakim anti-terorisme untuk penyelidikan.

Polisi Perancis menangkap satu orang sehubungan dengan serangan itu, sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan kepada Reuters pada Selasa sore.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Syekh Kholid Al Hamudi: JITU Berperan Besar dalam Perjuangan Islam

Pengurus JITU Bersama Syeikh Kholid Al Hamudi di Hotel Ashton, Sentul, Selasa (26/7/2016)
Pengurus JITU Bersama Syeikh Kholid Al Hamudi di Hotel Ashton, Sentul, Selasa (26/7/2016)

SENTUL (Jurnalislam.com) – Ketua Yayasan Menara Al Islamiyah Syeikh Khalid Hamudi, menyatakan dukungannya atas adanya organisasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU). Menurutnya, JITU mempunyai peran besar memperjuangkan Islam melalui media.

“Kalian memegang peran besar dalam Islam. Terutama dalam urusan media,” kata Syekh Kholed dalam acara diskusi mengenai Dakwah dan Media Islam, di Hotel Ashton, Sentul, Selasa (26/7/2016).

Syeikh Kholid menilai, keberadaan media-media sekuler telah menyesatkan pandangan umat dari agamanya. “Maka dari itu kalian punya tanggung jawab untuk berperan dalam hal itu dan meluruskan hal tersebut,” terangnya.

Ulama kelahiran Saudi Arabia itu berharap JITU bisa diakui oleh negara. Oleh sebab itu, ia meminta JITU untuk terus menjaga komunikasi internal hingga pemantapan SDM.

Syeikh Khaled mengundang JITU untuk bersilaturahim dan berdiskusi terkait dakwah dan media Islam. Acara itu disambut baik oleh pengurus beserta dewan Syuro JITU.

Reporter: Muhammad Fajar, Hardiansyah | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

ECR Solo Santuni Siswa STTD Al Hikam

ECR Solo Santuni Siswa STTD Al Hikam, Tipes, Serengan, Solo, Senin (25/7/2016).
ECR Solo Santuni Siswa STTD Al Hikam, Tipes, Serengan, Solo, Senin (25/7/2016).

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Emergency and Crisis Responce (ECR) Solo memberikan santunan uang sekolah bagi siswa-siswi murid Al Hikam, Tipes, Serengan, Solo, Senin (25/7/2016).

Ketua ECR Solo, Ridwan mengatakan, aksi penyaluran donasi bagi pelajar merupakan salah satu program ECR. Ridwan menjelaskan, ECR tidak hanya merespon musibah bencana saja, akan tetapi dalam aksi sosial kemanusiaan.

“Alhamdulillah kami hari ini menerima bantuan dari mukhsinin untuk diserahkan pada dhuafa. Kebetulan di STTD Al Hikam ada anak keluarga mujahid yang membutuhkan biaya sekolah. Semoga bisa digunakan dengan baik, kami juga menerima dan menyalurkan santunan dari donatur berupa apapun untuk kami serahkan yang berhak,” terang Ridwan.

Kedatangan ECR disambut Kepala Sekolah STTD Al Hikam, Ustadz Saerozy S.Pd.I. Ia berharap ada donatur lain yang mau berpatisipasi memikirkan Sekolah tahfidz tersebut.

“Jazakumullah atas bantuan dari ECR, selaku kepala sekolah kami berharap istiqomah mau membantu, dan semoga bermanfaat bagi KBM di sekolah kami dan kedepan ada lebih banyak yang mengikutinya” kata Ustadz Saerozy yang telah hafidz Al Qur’an itu.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Wakil Bupati Bima: Bima Bukan Sarang Teroris

Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan HM Nor
Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan HM Nor

BIMA (Jurnalislam.com) – Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan HM Nor keberatan Bima disebut sebagai sarang teroris.

“Bima selama ini aman-aman saja. Tidak ada aksi teror yang terkait dengan radikalisme,’’ katanya sebagaimana dilansir lombokpost, Senin (25/7/2016)

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menetapkan wilayah NTB masuk zona merah paham radikalisme. Kabupaten Bima salah satu daerah yang jadi atensi khusus. Bahkan jadi sampel peneletian Rancangan Undang-Undang (RUU) Terorisme.

‘’Selama ini tidak ada aksi radikalisme atau terorisme di Bima,’’ tegasnya.

Ia menyayangkan karena stigma itu berimplikasi terhadap kemajuan Kabupaten Bima. Membuat sejumlah investor enggan untuk investasi di Bima.

‘’Ini jelas sangat merugikan kita,’’ tandasnya.

Dahlan meminta, pihak-pihak terkait tidak mendramatisir masalah teroris. Setiap ada kejadian, Bima selalu disebut dan dikaitkan.

‘’Kalau kejadiannya di Jawa atau Poso. Bima jangan disebut-sebutlah. Kita di sini aman, tidak ada teroris,’’ terangnya.

Menurutnya, sejauh ini Bima aman dari aksi terorisme. Buktinya setiap ada kegiatan ataupun perhelatan besar mereka tetap berjalan mulus tanpa ada konflik. “Karena Bima memang bukan saranya teroris,”tegasnya lagi.

Ia berharap masyarakat tidak panik dengan stigma yang dimunculkan itu. Sebaliknya, masyarakat harus menunjukkan Bima daerah yang damai dan aman.‘’Kita harus buktikan kepada dunia jika Bima bukan sarang teroris,’’ pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Jenderal Turki yang Sempat Disandera Kelompok Kudeta Kini Angkat Bicara

thumbs_b_c_a5047fffe52a04dee3df0cfd0801b0caANKARA (Jurnalislam.com) – Jenderal Turki mengatakan Senin (25/07/2016) bahwa pada malam kudeta 15 Juli, ia dipaksa untuk berbicara di telepon dengan Fetullah Gulen di AS oleh kelompok kudeta, lansir Anadolu Agency Senin.

Kepala Staf Jenderal Hulusi Akar, bersaksi sebagai penggugat untuk jaksa, mengatakan kepada Ankara, Senin, bahwa saat ia disandera oleh tentara pro-kudeta, Jenderal Hakan Evrim, komandan basis jet utama, memintanya untuk berbicara dengan Gulen.

“Hakan Evrim mengatakan mereka bisa menempatkan saya di telepon untuk berbicara dengan Fetullah Gulen, yang digambarkan sebagai pemimpin mereka,” kata Akar. “Tapi saya menolak tawaran itu.”

“Saya percaya mereka adalah komplotan kudeta anggota organisasi ini (Organisasi Teroris Fetullah, atau Feto). Saya pikir mereka menyangka bahwa organisasi mereka akan menghantam setelah pertemuan Dewan Agung Militer kami pada bulan Agustus. Yang sengaja kami siapkan,” kata Akar. “Organisasi teror ini mungkin meramalkan hasil dari pertemuan yang akan datang dan berusaha melakukan kudeta dengan membom gedung kantor parlemen dan keamanan, membunuh warga sipil, menyerang saudara dan unit mereka sendiri dengan keganasan dan aib yang belum pernah terlihat sebelumnya.”

Akar mengecam upaya kudeta terhadap pemerintah terpilih sebagai noda gelap sejarah Turki, terutama pada saat pasukan keamanan Turki mendapatkan hasil yang sukses melawan organisasi teroris (PKK).

“Di malam kudeta, saya melihat bahwa moral (keberanian) para pengkhianat menciut. Pertama rekaman video pengkhianat yang menyerah di Jembatan Bosphorus, dan kemudian presiden kita yang berseru kepada penduduk di Bandara Ataturk menghancurkan harapan plot kudeta para pengkhianat,” dia menambahkan.

Dalam kesaksiannya sebanyak enam halaman, Akar menyatakan bahwa mendekati pukul 21:00 (1800GMT) di malam kudeta yang gagal, Mayjen. Mehmet Disli memasuki ruangan dan mengatakan sesuatu seperti, “Sir, operasi telah dimulai. Kami akan mengambil semua orang. Brigade dan pasukan sedang dalam perjalanan.”

“Pada awalnya saya tidak bisa mengerti apa yang dia katakan,” ujar Akar. “Dia mungkin mengatakan sesuatu tentang pesawat. Tapi aku mengerti bahwa ada operasi yang bisa saya gambarkan sebagai pemberontakan. Aku berteriak padanya: “Apa sih yang kamu bicarakan? Apakah Anda gila, jangan pernah berpikir tentang hal itu!”

Jenderal Turki tersebut juga menyatakan bahwa ia telah memperingatkan Disli dan komplotan kudetanya tentang jalan yang mereka ambil, dan mendesak dia untuk mengakhiri upaya tanpa menyebabkan kematian sama sekali dan tidak melibatkan orang lain.

“Saya tidak bisa meyakinkan mereka,” tandasnya. “Saat ia keluar ruangan, aku melihat Letnan Serdar, Sersan Abdullah, dan Letkol Levent [Turkkan],” yang kemudian menjadi ajudan Akar.

Akar mengatakan tiga tentara bergegas ke kamarnya, menjatuhkannya, dan kemudian mencekik dan memborgolnya.

Setelah mengancam untuk membunuhnya, Akar melanjutkan, para prajurit membawanya ke pangkalan jet Akinci, di barat laut Ankara, memaksa dia untuk membaca dan menandatangani manifesto kudeta.

Akar mengatakan bahwa ia bahkan tidak pernah menyentuh manifesto yang tentara kudeta ingin agar dia tandatangani untuk menggulingkan pemerintah Turki yang terpilih secara sah.

“Ketika mereka membaca manifesto mereka kepada saya, saya mendengarkan dengan sinis dan tidak tertarik sama sekali,” kata Akar.

“Para pengkhianat itu bahkan menyebut junta mereka sebagai upaya Perdamaian di Rumah Dewan, tanpa mengatakan apapun tentang siapa yang termasuk dewan, “jelasnya.

Perwira senior lain yang menolak untuk berpartisipasi kemudian disandera, termasuk Akar, yang kemudian diselamatkan dari penahanan tentara pro-kudeta.

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan upaya kudeta pada 15 Juli yang menewaskan sedikitnya 246 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang lainnya tersebut diselenggarakan oleh pengikut Gulen.

Gulen juga sejak lama menyebarkan kampanye untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, serta membentuk negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

PM Zionis Akui Gerakan Boikot Hantam Berbagai Bidang

netanyahuuPALESTINA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu mengatakan hari Senin bahwa pemerintahnya telah mengalami gerakan global untuk memboikot barang-barang Israel, surat kabar Israel Haaretz melaporkan, lansir World Bulletin, Senin (25/07/2016).

Netanyahu mengatakan kepada sebuah komite Knesset bahwa, “Gerakan Boikot dan Sanksi Divestasi (the Boycott, Divestment Sanctions-BDS) menghantam dari berbagai bidang.”

Terinspirasi oleh boikot internasional terhadap rezim Apartheid Afrika Selatan, gerakan BDS diluncurkan pada tahun 2005 oleh kelompok-kelompok Palestina untuk mempromosikan pemboikotan perusahaan zionis Yahudi yang mendapat keuntungan dari pelanggaran hak-hak Palestina serta organisasi budaya dan akademis.

Kelompok ini secara khusus sering menargetkan perusahaan zionis yang memiliki pabrik-pabrik di wilayah Tepi Barat yang dijajah Israel, termasuk perusahaan minuman ringan SodaStream dan perusahaan kosmetik Ahava, yang keduanya telah berjanji untuk mundur ke perbatasan Israel pra-1967.

Gerakan tersebut memperoleh daya tarik internasional, namun Israel berusaha untuk melawan pengaruhnya dengan meminta pemerintah sekutu untuk membatasi boikot Israel dan tahun ini seperti di Inggris pemerintahnya mengatakan akan menghukum badan publik yang mengadopsi kebijakan boikot.

Israel juga memiliki pertikaian diplomatik sementara dengan Uni Eropa tahun lalu ketika Uni Eropa menyetujui langkah-langkah untuk memberi label semua barang dari pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, yang menurut Israel sama dengan membantu gerakan boikot.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam