Pasukan Assad Alami Kekalahan Telak Saat Berusaha Merebut Wilayah Selatan Aleppo

e6b8b015dde94565bd51833079d95486_18

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al-Fath, memukul mundur atas upaya pasukan rezim Nushairiyah Assad dan milisi sekutu asing, Syiah Hizbullah Lebanon, untuk merebut kembali beberapa titik di pedesaan selatan Aleppo, didukung serangan udara berat Rusia dan rezim. (baca juga: Assad Kirim Ribuan Pasukan Bala Bantuan Syiah Hizbullah Lebanon ke Aleppo)

Koresponden ElDorar AlShamia mengatakan, faksi-faksi jihad yang berpartisipasi dalam operasi militer Jaysh al-Fateh dari Aleppo mengumumkan bahwa Senin malam mereka berhasil menimbulkan kerugian jiwa dan materiil bagi pasukan musuh, di sekitar “fuels hill” (bukit bahan bakar) di pedesaan selatan.

Jaysh al-Fath telah mampu mengubah posisi terhadap pasukan rezim Assad dan sekutunya, untuk membuka jalan ke Aleppo dari selatan, di seberang “fuels hill” dan beberapa titik sekitarnya.

Sebelumnya pasukan rezim dan Syiah Hizbullah mulai bergerak saat pasukan koalisi mujahidin Jaysh al Fath yang juga disebut Army of Conquest bersumpah bahwa “tahap baru” serangan mujahidin bertujuan untuk “membebaskan seluruh Aleppo.”

Koalisi Jaysh al Fath yang mencakup Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), pertama kali mematahkan pengepungan rezim atas setengah wilayah kota Aleppo yang berhasil dikuasai pada hari Ahad, dan dilaporkan telah melipatgandakan jumlah mujahidin untuk merebut kembali seluruh kota.

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Pesawat Tempur Rezim Assad Jatuhkan Bom Vakum di Barat Laut Idlib

thumbs_b_c_92226535aa4bc7191d5caac8b9de782fIDLIB (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat rezim Nushairiyah Assad menjatuhkan serangan bom vakum akhir Senin terhadap kabupaten Sevre yang dikuasai mujahidin Suriah di provinsi barat laut Idlib, sumber-sumber pertahanan sipil setempat mengatakan kepada Anadolu Agency Selasa (09/08/2016).

Lima korban tewas dan 12 orang lain, termasuk staf pertahanan sipil, terluka dalam serangan itu, menurut sumber medis yang berbicara kepada Anadolu Agency.

Sebuah bangunan dihancurkan setelah serangan dan personil pertahanan sipil berusaha mencapai korban yang terperangkap dalam reruntuhan, kata sumber itu, menambahkan bahwa korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit setempat.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad membantai protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta korban telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Assad Kirim Ribuan Pasukan Bala Bantuan Syiah Hizbullah Lebanon ke Aleppo

In this picture taken on Friday, Feb. 14, 2014, Hezbollah fighters march in a parade during the memorial of their slain leader Sheik Abbas al-Mousawi, who was killed by an Israeli airstrike in 1992, in Tefahta village, south Lebanon. Hezbollah says Israel carried out an airstrike targeting its positions in Lebanon near the border with Syria earlier this week, claiming it caused damage but no casualties. Hezbollah said the attack was near the eastern Lebanese village of Janta. It vowed to retaliate but said it will "choose the appropriate time and place." (AP Photo/Mohammed Zaatari)

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Nushairiyah Assad mengirimkan ribuan bala bantuan untuk melancarkan serangan balik di Aleppo setelah koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, menghancurkan blockade rezim dua hari sebelumnya, kata kelompok pemantau, Aljazeera melaporkan, Selasa (09/08/2016).

Milisi Syiah Hizbullah Lebanon dan pasukan rezim Assad telah memobilisasi lebih dari 3.000 tentara dan milisi untuk mencoba merebut kembali daerah-daerah yang berhasil dikuasai Jaysh al Fath, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris.

“Ratusan pasukan Jaysh al Fath juga telah tiba di Aleppo dari provinsi (tetangga) Idlib untuk membantu dalam pertempuran yang akan terjadi,” kata Rami Abdel Rahman, ketua kelompok.

Pasukan Syiah Hizbullah telah memberikan dukungan penting bagi tentara rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad yang kelelahan.

Kantor berita rezim Suriah, SANA, mengatakan pesawat-pesawat pemerintah melakukan serangan intensif pada yang mereka sebut “gerakan teroris” di selatan Aleppo.

Rezim juga bertindak untuk meredam kekhawatiran bahwa kemenangan Jaysh al Fath akan memotong jalur pasokan ke Aleppo Barat yang dikuasai rezim. SANA mengutip gubernur provinsi Mohammed Marwan al-Oulabi mengatakan bahwa barang-barang penting dan bahan bakar masih tersedia di daerah.

“Puluhan tangki bahan bakar memasuki kota Aleppo pada hari Senin,” katanya.

Pasukan pro-Assad mulai bergerak saat pasukan koalisi mujahidin Jaysh al Fath yang juga disebut Army of Conquest bersumpah bahwa “tahap baru” serangan mujahidin bertujuan untuk “membebaskan seluruh Aleppo.”

Koalisi Jaysh al Fath yang mencakup Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), pertama kali mematahkan pengepungan rezim atas setengah wilayah kota Aleppo yang berhasil dikuasai pada hari Ahad, dan dilaporkan telah melipatgandakan jumlah mujahidin untuk merebut kembali seluruh kota.

PBB pada hari Selasa menyerukan jeda kemanusiaan mendesak dalam pertempuran di Aleppo untuk memungkinkan akses memperbaiki jaringan listrik dan air, dan memberikan bantuan. Jutaan warga bisa terpengaruh jika jeda itu tidak diberlakukan, PBB memperingatkan.

Anak-anak sangat beresiko, Unicef menambahkan, pemangkasan air selama gelombang panas di provinsi ini meningkatkan peluang penyakit. (baca juga: Pengepungan Assad Runtuh, Bantuan Kemanusian Mengalir ke Aleppo dari Idlib)

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Profesor Asal Amerika dan Australia Diculik Kelompok Bersenjata di Kabul

bbabb7ef3d854cb09c40f1a5dd27767b_18KABUL (Jurnalislam.com) – Sejumlah pria bersenjata mengenakan seragam polisi menculik warga Negara Amerika dan Australia di jantung Kabul, Afghanistan, Aljazeera melaporkan Senin (08/08/2016).

Dua profesor di Universitas Amerika di Afghanistan tersebut diculik dari kendaraan mereka pada Ahad malam, kata para pejabat, Senin, saat penculik menghancurkan jendela penumpang dan mengangkut mereka pergi di bawah todongan senjata.

Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan, yang terjadi tiga hari setelah sekelompok wisatawan asing yang dikawal tentara Afghanistan disergap oleh Taliban di provinsi Herat barat.

“Dua profesor asing, satu warga Amerika dan satu orang lainnya warga Australia, diculik di bawah todongan senjata di jalan Dar-ul-Aman di pusat kota Kabul,” Sediq Sediqqi, juru bicara kementerian dalam negeri, mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Indikasinya adalah bahwa mereka diculik oleh kelompok militan.”

Sopir dan penjaga di dalam kendaraan, keduanya terluka, telah ditahan untuk ditanyai, pejabat keamanan lain mengatakan kepada AFP.

Empat pria bersenjata yang mengenakan seragam polisi terlibat dalam penculikan itu, menurut seorang pejabat Barat di Kabul.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Jaysh al Fath Umumkan akan Rebut Seluruh Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi Mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, mengumumkan dimulainya pertempuran untuk merebut kembali seluruh Aleppo, sehari setelah berhasil mematahkan pengepungan rezim Bashar Assad atas setengah wilayah kota yang mereka kuasai, Aljazeera melaporkan Senin (08/08/2016).

Jaysh al fath atau Army of Conquest, termasuk Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad bahwa mereka akan “menggandakan jumlah pasukan mereka untuk pertempuran berikutnya.”

“Kami mengumumkan dimulainya fase baru untuk membebaskan seluruh Aleppo,” kata jihadis. “Kami tidak akan beristirahat sampai kita menaikkan bendera penaklukan atas benteng rezim di Aleppo ini.”

Rekaman yang diperoleh oleh Al Jazeera menunjukkan mujahidin di pos pemeriksaan pemerintah pada Sabtu setelah mematahkan pengepungan rezim Assad selama sebulan atas lingkungan timur yang mereka kuasai yang menandakan kemunduran besar bagi pasukan rezim Suriah dan sekutunya.

Sebuah konvoi truk pick-up mujahidin memasuki wilayah kota melalui rute yang baru dibuka pada hari Ahad, membawa bantuan makanan bagi sekitar 300.000 warga yang sebelumnya terperangkap di dalam. (baca juga: Pengepungan Assad Runtuh, Bantuan Kemanusian Mengalir ke Aleppo dari Idlib)

Keberhasilan mematahkan pengepungan memicu perayaan di distrik timur Aleppo, tetapi pertempuran sengit dan serangan udara Rusia dan Suriah terus menerus berlangsung di dalam dan sekitar kawasan Ramosa sehingga warga tidak bisa melakukan perjalanan yang aman.

Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan itu adalah salah satu kekalahan paling signifikan bagi rezim Suruah sejak konflik meletus pada Maret 2011.

Kekhawatiran tumbuh pada hari Ahad bahwa di bagian barat kota yang dikuasai rezim akan kekurangan makanan dan bahan bakar saat koalisi mujahidin berbalik mengepung.

Jaysh al fath pada Sabtu bergerak ke arah timur laut menuju Ramosa dan berkumpul dengan mujahidin yang berada di dalam kota. (baca juga: Setelah Patahkan Kepungan Rezim Assad, Jabhah Fath al-Syam Tembus Distrik Timur Aleppo)

“Setelah operasi militer besar-besaran dilakukan di enam tahap, Jaysh al fath berhasil mengakhiri pengepungan,” Al Jazeera Amro Halabi, melaporkan dari setengah wilayah kota yang dikuasai oposisi.

“Tiga tahap pertama termasuk menyerang dan merebut kontrol posisi strategis dari pasukan rezim Assad di front selatan dan barat kota. Pada tahap keempat pejuang Army of Conquest ini bertempur dalam operasi darat ke kota dari selatan, merebut wilayah Ramosa.”

Ramosa adalah lokasi kompleks militer besar, yang berisi sejumlah perguruan tinggi militer.

Jabhah Fath al-Syam memposting gambar di media sosial barisan kendaraan lapis baja, amunisi, tank howitzer, roket dan truk yang sekarang berada di tangan mujahidin. (baca juga: Jaysh al-Fath Bunuh 150 Pasukan Assad, Rebut 20 Tank, 7 Kendaraan Tempur, 10 Artileri dan 60 Truk Pengangkut)

Menurut pihak oposisi dan SOHR, yang mengandalkan kontak jaringan di Suriah untuk melacak perang, garis depan mujahidin bergerak dari barat laut ke barat, lalu ke Aleppo yang dikuasai rezim Syiah, ke tepi wilayah Hamdaniya dan proyek perumahan yang disebut proyek 3.000.

Akademi Teknik Militer Assad, kompleks tentara pemerintah lain yang besar, terletak di utara Hamadiya.

“Pertempuran untuk Aleppo sangat menentukan. Siapa pun yang memenangkan pertempuran kemungkinan bisa memenangkan perang. Untuk Jaysh al fath, menjaga control atas Aleppo adalah perkara sangat penting.” reporter Al Jazeera Reza Sayah, melaporkan dari Gaziantep di perbatasan Turki-Suriah.

 

Milisi Kurdi Kuasai Sejumlah Besar Wilayah Kota Manbij

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Demokratik Suriah (Syria’s Democratic Forces-SDF) yang didukung oleh Amerika Serikat telah menguasai sejumlah besar lingkungan barat, selatan dan timur kota Manbej sedangkan lingkungan utara masih di bawah kendali kelompok Islamic State (IS),

Milisi SDF Kurdi menguasai keamanan alun-alun, lingkungan “al-TBBA” dan bundaran “al-Kora” serta pusat kota, menurut sumber-sumber lokal untuk jaringan ElDorar AlShamia, Senin (08/08/2016).

Lingkungan “al-Serbia” dan “jalan Jarablos” masih di bawah kendali mereka.

Sumber menambahkan bahwa SDF gagal menyerang wilayah “Jouret al-Arayes” pada Senin pagi dengan bom mobil.

Laporan juga mengatakan bahwa puluhan keluarga sipil yang terjebak di wilayah “alSerb dan jalan Jarablos, melarikan diri dari wilayah pertempuran yang sedang berlangsung antara milisi SDF dan kelompok IS.

 

 

Ustadz Farid Okbah: Syiah Terus Bergerak karena Seytan Tidak Pernah Tidur

unnamedSERANG (Jurnalislam.com) – Senyapnya isu pemberitaan tentang Syiah sangat disayangkan oleh Ustadz Farid Ahmad Okbah, menurutnya Syiah kini malah semakin leluasa bergerak dan masyarakat tidak menyadarinya.

“Mereka tetap bergerak, tetap jalan, mulai dari kaderisasi hingga kegiatan keagamaannya,” kata Ustadz kepada Jurnalislam.com di Majid At Taubah Serang, Sabtu (6/8/2016).

Tokoh Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) itu menyayangkan menurunnya ekspos media tentang Syiah. Padahal, sedikitnya ada puluhan perseteruan antar Syiah dan Sunni.

“20 kali Syiah bentrok dengan Ahlu Sunnah, ada yang sampai pengadilan seperti kasus Sampang, terbukti jelas syiah salah secara yuridis,” terang Inisiator MIUMI itu.

“Jangan dibiarkan seperti PKI, terlihat senyap tapi mereka bergerak,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Ustad Farid mengajak umat untuk terus membentengi dari pemahaman sesat Syiah dengan baik. Karena, Syi`ah seperti bom waktu yang suatu saat akan meledak.

“Syiah digerakan oleh gerakan internasional, timur tengah,sekarang merebak di negara Afrika, aparat harus siaga” tegasnya.

Pakar Syiah itu menuntut kewaspadaan umat Islam akan Syiah, karena kebathilan tidak pernah tidur.

“Yang namanya seytan tidak pernah berhenti menyerukan kesesatannya, Syiah itu bagian dari kerja seytan,” pungkasnya.

 

Reporter: Fajar | Editor: Deddy | Jurnalislam

 

26.561 Calon Jamaah Haji Jateng dan DIY Berangkat dari Embarkasi Solo

20160808_133016SOLO (Jurnalislam.com) – Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Solo akan melepas 26.561 calon haji (calhaj) asal Jawa tengah (Jateng) dan Yogyakarta. Mereka dibagi 74 kloter keberangkatan dari Embarkasi Solo yang dimulai besok selasa (9/8/2016).

Menurut Agus Widakdo, Kasubag Penerangan Humas dan Protokoler Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengatakan sekitar 23.717 orang berasal dari Jateng, sisanya dari Yogyakarta, dan petugas sebanyak 370 orang.

“Yang dari Jateng 23.717 dan DIY 2.474 mungkin beda yang kami sampaikan kemarin karena kita belum rapat koordinasi, Jadi angkanya agak beda dengan kemarin karena ada pengambilan data yang belum fix” katanya pada Jurnalislam.com, senin (7/8/2016).

Agus menuturkan keberangkatan Kloter 1 akan diawali Selasa tanggal 9 Agustus, sedang Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng yang akan memimpin upacara pelepasan calhaj.

“Kloter pertama Besok mulai keberangkatan, jam 16:40 sesuai jadwal kita dan in syaAllah pelepasan oleh pak Gubernur, jumlah ada 355 jama’ah dari Kabupaten Tegal dan 5 petugas” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa ratusan kamar yang ada di gedung Makkah dan Madinah sebagai asrama, sedangkan gedung Jeddah untuk penerima haji dan gedung Muzdalifah untuk pemberangkatan. “Untuk persiapan baik catering dan penginapan, semua sudah dikoordinasikan secara baik” pungkasnya.

 

Reporter: Dyo | Editor: Deddy | Jurnalislam

Rudal Balistik Rezim Assad Hantam Pemukiman Warga Aleppo, 6 Tewas

swrykh_0

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pasukan Syiah Nushairiyah Assad pada hari Senin (08/08/2016) melakukan pembantaian terhadap warga sipil di kota “Darat Azza” di pedesaan barat Aleppo saat mereka menargetkan kota dengan rudal balistik, ElDorar AlShamia melaporkan.

Sebuah rudal balistik jatuh sore ini di daerah pemukiman; menewaskan enam warga sipil dan melukai beberapa orang lainnya, serta menimbulkan kerusakan yang signifikan di wilayah tersebut, sumber media melaporkan.

Pasukan rezim Assad menargetkan kota malam ini dengan empat rudal balistik sementara jumlah korban sipil tidak diketahui.

Pesawat tempur al-Assad melancarkan serangan berat selama sepuluh hari terakhir di pedesaan barat Aleppo yang sebagian besar difokuskan pada kota “Atareb” yang penduduknya paling banyak mengungsi.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Mujahidin Suriah Rebut kembali Basis Strategis di Latakia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Mujahidin Suriah merebut Shalaf Citadel di wilayah Jabal al-Akrad di barat laut Suriah setelah pertempuran sengit dengan pasukan rezim Nushairiyah Assad, menurut sumber-sumber lokal.

Sumber mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin (08/08/2016) bahwa benteng di pedesaan bagian utara Latakia yang dikuasai pasukan rezim Syiah Assad telah jatuh ke pejuang Suriah menyusul ke serangan darat pada hari Ahad.

“Para pejuang melancarkan serangan balik dan berhasil mendapatkan kembali kontrol atas benteng yang terletak dekat kota strategis Kinsabba,” sumber menambahkan pada kondisi anonimitas karena masalah keamanan.

Sumber melaporkan korban jatuh di kedua belah pihak, tapi menolak memberikan rincian.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang luluh lantak akibat perang tersebut, menurut PBB.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun tersebut lebih dari 470.000 orang.