Pasukan Khusus Irak: 3 Mil lagi Tiba di Kota Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak bergerak maju ke Mosul timur pada Selasa (25/10/2016), saat para menteri pertahanan dari koalisi pimpinan AS bertemu di Paris untuk meninjau serangan terhadap benteng kelompok Islamic State (IS).

Pasukan khusus Irak CTS merebut kembali wilayah yang dekat dengan pinggiran timur Mosul, kubu kota utama IS yang terakhir di Irak.

“Pasukan depan kita telah maju lima atau enam kilometer (3-4 mil) ke dalam Mosul,” komandan mereka, Jenderal Abdulghani al-Assadi, mengatakan kepada kantor berita AFP, Selasa.

“Kami sekarang harus berkoordinasi dengan pasukan di wilayah lain untuk meluncurkan serangan terkoordinasi terhadap Mosul,” kata dia, berbicara dari kota Kristen Bartalla.

Sementara itu, pasukan Peshmerga Kurdi mencatat kemenangan di timur laut Mosul, tapi pasukan federal yang maju dari selatan memiliki beberapa cara untuk mencapai pinggiran.

Pada saat yang sama, ribuan pasukan dari milisi Syiah Hashed al-Shaabi yang didominasi oleh milisi Syiah dukungan Teheran sedang mempersiapkan sebuah serangan ke barat Mosul.

Politisi Kurdi Irak dan Arab Sunni menentang partisipasi milisi Syiah Hashed dalam operasi, demikian juga Turki, yang pasukannya berada di timur Mosul meskipun Baghdad mengulang tuntutan untuk mundur.

Ketegangan meningkat antara Baghdad dan Ankara hingga Menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, pada hari Selasa memperingatkan bahwa jika ada ancaman terhadap Turki, “kami siap untuk menggunakan semua sumber daya kami termasuk operasi darat.”

Berusaha untuk menarik perhatian dari operasi Mosul, IS telah melakukan serangan di kota utara Kirkuk dan kota barat Rutba dalam beberapa hari terakhir.

Pasukan IS kuasai dua lingkungan di Rutba, namun para pejabat mengatakan bahwa pada Selasa Rutba sepenuhnya kembali tangan pemerintah Irak – klaim yang tidak dapat diverifikasi Al Jazeera secara independen.

Para pejabat militer Senior Irak dan AS telah melaporkan bahwa para pemimpin IS sudah berusaha untuk meninggalkan Mosul untuk mencapai wilayah Suriah..

Reporter Al Jazeera Imran Khan, melaporkan dari Erbil, mengatakan: “Di mana pun IS menghadapi kekalahan, mereka sekarang bermunculan di daerah lain. Kami melihatnya di Kirkuk, kami melihatnya di Rutba. Masih banyak pertempuran yang harus dilakukan… militer dan Peshmerga sangat senang dengan hasil operasi ini.”

Ikutilah! Aksi Bela Islam ‘Penjarakan Ahok’ di NTB

BIMA (Jurnalislam.com) – Aliansi Umat Islam (AUI) Nusa Tenggara Barat akan menggelar aksi damai Bela Islam bertajuk ‘Penjarakan Ahok’ pada Jumat, 28 Oktober 2016 mendatang. AUI mengundang seluruh umat Islam NTB untuk berpartisipasi dalam aksi yang sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda itu.

Aksi akan diisi dengan long march dari Islamic Center Mataram menuju Polda NTB.

Pasukan Irak Rebut 74 Kota dan Desa dalam Sepekan Operasi Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah merebut 74 desa dan kota dari kelompok Islamic State (IS) di pekan pertama serangan besar yang ditujukan untuk menggulingkan IS dari kota Mosul, kata militer Irak, lansir World Bulletin, Senin (24/10/2016).

Pekan lalu, militer Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, melancarkan operasi untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir IS di Irak utara.

“Sedikitnya 772 pasukan IS tewas dalam pertempuran sejak awal operasi Mosul,” kata militer Irak dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

Namun pernyataan itu tidak menyebutkan kata apapun tentang kerugian militer selama serangan tersebut.

Pada hari Ahad, pasukan Peshmerga Kurdi mengatakan mereka telah berada 10 kilometer dari wilayah timur Mosul.

IS merebut kota terbesar kedua Irak tersebut pada pertengahan 2014 sebelum menduduki beberapa wilayah di utara dan barat negara itu.

Dalam pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya telah menggelar operasi militer bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

Laporan Operasi Perisai Euprat Terhadap Kota al-Bab

SURIAH (Jurnalislam.com) – Oposisi Moderat anti Assad, Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army-FSA) dalam operasi militer Euphrates Shield pada hari Senin terus melanjutkan upaya merebut kota al-Bab di pedesaan timur Aleppo dari pasukan YPG yang didukung militer AS, lansir ElDorar AlShamia, Senin (24/10/2016).

Koresponden ElDorar melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Suriah menghentikan sementara operasi militer terhadap milisi PYD, mengarahkan pejuangnya untuk operasi yang bertujuan merebut kendali desa di barat laut kota al-Bab untuk mencapai al-Bab.

Wartawan kami menambahkan bahwa tujuh desa yang telah dikuasai FSA, setelah pertempuran sengit melawan IS adalah “Thelthanah dan Thelathinah, Jeb al-Aas, al-Masudiah, al-Barouzyah, Tweis dan Buraan.”

Operasi Euphrates Shield yang didukung oleh tentara Turki menguasai 156 daerah penduduk (kota dan desa), yang terletak di daerah konvergensi seluas 1265 kilometer persegi setelah memukul mundur pasukan IS.

Baku Tembak di Perbatasan India-Pakistan Kembali Meletus, 4 Tewas

KARACHI (Jurnalislam.com) – Tiga warga sipil, termasuk dua anak kecil, dan seorang tentara India tewas akibat bentrokan baru antara pasukan India dan Pakistan di perbatasan, kata para pejabat, Senin (24/10/2016), lansir Anadolu Agency.

Juru bicara militer Pakistan mengatakan pasukan India mulai melepaskan tembakan “tanpa alasan” dan menembaki selama beberapa jam pada Ahad malam, menewaskan seorang bayi berusia satu tahun dan seorang pria lokal.

Surat kabar Indian Express melaporkan seorang anak berusia enam tahun dan seorang tentara India juga tewas oleh tembakan Pakistan. India menuduh Pakistan melepaskan tembakan.

Ketegangan antara kedua tetangga bersenjata nuklir tersebut gagal diredakan setelah 19 tentara India tewas di Kashmir yang dikuasai India beberapa bulan terakhir. Militer India mengklaim Pakistan memiliki hubungan dengan tewasnya 19 tentara India.

Perdana Menteri India Narendra Modi sejak itu membual akan melakukan “serangan bedah” di perbatasan sisi Pakistan. Klaim tersebut sangat ditolak Islamabad.

Kedua negara telah terkunci dalam berbagai sengketa mengenai batas darat dan laut sejak Pakistan diciptakan setelah akhir pemerintahan Inggris dan terbaginya India pada tahun 1947.

India dan Pakistan terlibat tiga kali perang; Dua di antara perang tersebut memperebutkan wilayah Kashmir Himalaya yang disengketakan.

Dihantam Ranjau Darat Taliban, Sedikitnya 4 Pasukan AS Tewas di Dalam Tank Bajanya

KHOST (Jurnalislam.com) Hari Senin (24/10/2016) ranjau darat yang ditanam oleh mujahidin Imarah Islam (Taliban) merobek tank lapis baja yang membawa pasukan penyerang AS ke pangkalan di distrik Sabri provinsi Khost dan menghancurkannya, menewaskan sedikitnya empat agresor Amerika yang berada di dalam tank, Al Emarah News melaporkan, Senin.

Dalam sebuah laporan dari provinsi tetangga Paktia, seorang tentara Arbaki tewas dan dua lainnya luka-luka dalam baku tembak dengan Talibandi distrik Jani Khel pada hari Ahad.

Laporan juga datang dari Herat, sebuah bentrokan besar pecah setelah pasukan ANA dan ANP tiba di wilayah Shalaq Jwn Kabupaten Gulran untuk operasi dini hari tadi.

Tembak-menembak menggunakan senjata berat dan ringan berlangsung sampai siang hari, di mana 2 tank dan pickup ranger milik pasukan bayaran hancur, menewaskan 6 serdadu dan 4 lainnya terluka parah.

Menurut rincian, 2 Mujahidin juga syahid dalam operasi itu.

Lebih dari 3.800 Warga Sekitar Mosul Mengungsi

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Lebih dari 3.800 orang telah mengungsi di daerah-daerah di sekitar Mosul sejak serangan besar diluncurkan pekan lalu untuk menggulingkan Islamic State (IS) dari kota Irak utara, menurut kementerian migrasi dan perpindahan Senin (24/10/2016).

Sekitar 904 orang dipindahkan hari Ahad dari front Bashiqa dan Gayara ke kamp pengungsi di distrik Sheikhan selatan Mosul, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Qassim Atiyye, juru bicara kementerian itu mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin, bahwa kamp-kamp untuk pengungsi bisa menampung hingga 300.000.

Pekan lalu, militer Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS – melancarkan operasi untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir Daesh di Irak utara.

IS merebut kota terbesar kedua Irak tersebut pada pertengahan 2014 sebelum menduduki beberapa wilayah di utara dan barat negara itu.

Dalam pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya mulai menggelar operasi militer bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

 

Mujahidin Suriah Hadang Pasukan Assad di Salahuddin dan Amiriyah, Belasan Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Perlawanan Suriah pada Senin pagi bertempur melawan pasukan Nushairiyah Assad yang mencoba maju ke daerah yang dikuasai faksi Faksi Perlawanan (Syrian Resistance) pada dua garis depan Salahuddin dan Amiriyah, menyebabkan musuh kehilangan banyak pasukan, ElDorar AlShamia melaporkan Senin (24/10/2016).

Koresponden ElDorar melaporkan bahwa pasukan Garda Republik mencoba untuk maju pada titik-titik garis depan Salahuddin yang telah dibebaskan, sehingga bentrokan meletus dan lebih dari 14 pasukan musuh tewas, dan dua ditangkap sebagai tahanan, dan bangunan tempat pasukan rezim Assad bertahan hancur total.

Faksi Perlawanan mampu mendapatkan kembali semua titik yang sempat dikendalikan pasukan rezim Assad di garis depan distrik “Bustan al-Basha,” menewaskan dan melukai pasukan musuh yang menyerang.

Sejak berakhirnya gencatan senjata pasukan rezim Assad telah berusaha maju di lingkungan Salahuddin dan Amiriyah, untuk menekan warga sipil yang terperangkap di lingkungan timur.

Pasukan Irak Rebut Kota Qaraqosh, 13 Mil dari Mosul

NINIWE (Jurnalislam.com) – Militer Irak pada hari Senin merebut kembali kota Kristen Qaraqosh dekat Mosul dari Islamic State (IS), menurut seorang perwira tentara, Anadolu Agency melaporkan Senin (24/10/2016).

“Pasukan gabungan Irak telah melakukan operasi penyisiran di kota, yang benar-benar dievakuasi dari penduduk mayoritas Kristen di tahun 2014,” kata Mohammed al-Jubouri.

Qaraqosh terletak sekitar 20 kilometer (13 mil) di tenggara Mosul dan dianggap sebagai pintu masuk utama ke kota yang dikuasai IS.

Pekan lalu, militer Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi – mulai melancarkan operasi untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir IS di Irak utara.

IS merebut kota terbesar kedua Irak tersebut pada pertengahan 2014 sebelum menduduki beberapa wilayah di utara dan barat negara itu.

Dalam pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya telah menggelar kemajuan bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

Hadirilah Aksi Bela Islam Jilid 2 “Bela Agama dan Negara””

Kecaman demi kecaman dilontarkan dari warga Indonesia, kecaman yang disematkan untuk petahana DKI Jakarta Ahok semakin memuncak. Untuk itu, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI mengajak umat Islam se-Indonesia untuk menghadiri seruan jihad konstitusional “Bela Agama dan Negara”.

Waktu: Jum’at, 4 November 2016.

Tempat: Masjid Istiqlal (dengan didahului shalat Jum’at berjamaah) long march menuju Istana Presiden RI.

Aksi akan dihadiri oleh sederet tokoh dan ulama besar Ibukota.

Budi