Setelah Periksa Hp, Pasukan Syiah Houthi Culik 60 Lebih Warga Sipil Sana’a

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sumber-sumber lokal Yaman menegaskan bahwa milisi Syiah Houthi telah menculik puluhan warga sipil di provinsi Sana’a dan al-Bayda dalam waktu kurang dari 48 jam.

Sumber di pusat Yaman mengungkapkan bahwa para pemberontak Syiah Houthi telah menculik lebih dari 60 warga sipil di daerah Tayab, termasuk anak-anak dan orang tua, sebagai balasan untuk operasi yang dilakukan oleh faksi perlawanan rakyat yang menewaskan lebih dari 10 pemberontak Houthi.

Warga di ibukota Sana’a kemudian menegaskan bahwa milisi Houthi menggelar operasi penculikan meluas terhadap warga sipil setelah memeriksa ponsel mereka.

Saksi mengatakan kepada al-Arabiya News Channel, Senin (05/12/2016) bahwa milisi Houthi bahkan menculik pria yang sholat di masjid ketika mereka menemukan foto perlawanan rakyat di telepon genggam mereka.

Human Rights Watch melaprkan Houthi dan pemimpin milisi pemberontak di Sana’a melakukan penahanan yang sewenang-wenang, penyiksaan dan penghilangan paksa sejumlah besar anggota kelompok oposisi. Banyak kematian dilaporkan.

Sebuah laporan baru-baru ini telah mendokumentasikan bahwa pemberontak Houthi dan milisi presiden terguling Saleh telah menculik sekitar 10.000 anggota oposisi dalam satu setengah tahun yang lalu. Laporan ini mencatat bahwa 40 persen dari orang-orang yang diculik ditangkap karena kegiatan jejaring sosial mereka.

Laporan itu menambahkan bahwa milisi Syiah Houthi dan milisi Saleh memiliki sekitar 484 pusat penahanan, selain 10 penjara rahasia.

Ini Kabar Terakhir Pasukan IS Setelah Beberapa Bulan Pertempuran di Sirte, Libya

LIBYA (Jurnalislam.com) – Pasukan pro pemerintah persatuan nasional Libya yang didukung PBB telah mendapatkan kontrol penuh atas Sirte setelah beberapa bulan pertempuran, dalam serangan besar terhadap kelompok Islamic State (IS) di Libya, lansir Aljazeera, Senin (05/12/2016).

“Pasukan kami total mengontrol Sirte,” Reda Issa, juru bicara pasukan pro-pemerintah, mengatakan kepada kantor berita AFP, Senin. “Pasukan kami melihat daesh benar-benar runtuh,” katanya merujuk pada nama Arab bagi IS tersebut.

Pertempuran untuk kota pantai, yang merupakan wilayah penting terakhir yang dikuasai oleh IS di Libya telah menelan korban ratusan pasukan loyalis serta pasukan IS yang tidak diketahui jumlahnya, kata Issa.

Pasukan Libya merebut distrik Jiza al-Bahrieh, daerah terakhir yang dikuasai IS, dan sedang dalam proses mengamankannya, Issa mengatakan dalam sebuah wawancara terpisah dengan kantor berita DPA.

“Daesh telah benar-benar runtuh dan puluhan dari mereka telah menyerahkan diri kepada pasukan kami,” kata sebuah pernyataan di halaman Facebook resmi pasukan loyalis.

Pasukan IS masih dianggap hadir di beberapa bagian selatan dan timur Libya tetapi tidak lagi mengendalikan kota-kota manapun.

Reporter Al Jazeera Mahmoud Abdelwahed, melaporkan dari Sirte, mengatakan bahwa masih ada beberapa pasukan IS yang bertahan.

“Pertempuran itu telah berlangsung sepanjang hari,” katanya, menambahkan bahwa sedikitnya 30 pasukan IS telah menyerah kepada pasukan pro-pemerintah.

Pertanyaannya sekarang adalah, berapa banyak dari pasukan tersebut yang telah melarikan diri ke bagian lain Libya, Anas El Gomati, direktur Sadeq Institute yang berbasis di Tripoli, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera dari Dakar, Senegal.

Turki Luncurkan Satelit Pengintai Militer Super Canggih

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki meluncurkan satelit pengawasan militer kedua – the Gokturk 1 – dari Pusat Peluncuran Kourou (the Kourou Launch Center) di Guyana Perancis pada hari Senin (05/12/2016), lansir Anadolu Agency.

Presiden Recep Tayyip Erdogan bersama dengan beberapa pejabat tinggi Turki lainnya menyaksikan peluncuran satelit komunikasi tersebut dalam sebuah upacara di The Turkish Aerospace Industry (TAI) di Ankara.

Satelit yang dimasukkan ke dalam orbit adalah satelit pengamatan bumi dengan resolusi optik yang tinggi untuk aplikasi sipil dan militer, yang memiliki kemampuan pemindaian gambar resolusi tinggi (hingga 0,8 meter) dan sistem X-band digital imaging onboard untuk menangani kompresi data, penyimpanan, dan download, menurut Angkatan Bersenjata Turki.

Selama upacara, Erdogan mengatakan pengembangan dan pembuatan satelit yang lebih maju dari Gokturk 1 adalah target Turki berikutnya.

turki-luncurkan-satelit-pengintai-militer-super-canggih

“Dengan kemampuan scanning hingga resolusi 0,5 meter (1,64 kaki), kita akan mendapatkan keuntungan dari satelit di daerah yang luas mulai dari penilaian kerusakan setelah bencana alam perkiraan panen,” kata Presiden dalam komentar yang disiarkan televisi.

“Hari ini, ketergantungan Turki terhadap negara lain dalam industri pertahanan berjumlah setengah dari yang mereka gunakan 14 tahun yang lalu. Tingkat partisipasi dalam negeri untuk [industri] satelit ini adalah 20 persen,” tambahnya, menyoroti bahwa Turki tetap berkomitmen untuk mengakhiri ketergantungan terhadap negara lain di sektor pertahanan dan ruang angkasa.

Terlepas dari aplikasi militer, kemampuan pencitraan satelit dapat digunakan untuk memantau kontrol atas hutan, pembangunan ilegal, pengelolaan tanaman, dan penilaian korban setelah bencana alam.

Siaran televisi dan sinyal komunikasi satelit dari Gokturk 1 akan mampu menutupi seluruh benua Afrika.

Mujahidin Aleppo Kembali Kuasai Distrik al Muyasar, Ini Rahasianya

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi militer Aleppo melancarkan serangan balik dini hari Senin di lingkungan al-Muyasar yang baru-baru ini diduduki pasukan Nushairiyah Assad.

ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (05/12/2016), sumber-sumber militer mencatat bahwa beberapa faksi-faksi jihad meluncurkan serangan sengit dan berhasil mendapatkan kembali sebagian besar kawasan al-Muyasar dengan menghancurkan beberapa kendaraan militer, termasuk tank, wagon Chilka dan truk sarat amunisi, menambahkan bahwa lebih dari 25 anggota pasukan al-Assad tewas dalam beberapa jam.

Saat pasukan rezim al-Assad sedang mencoba memperketat blokade yang mereka kenakan pada kota Aleppo untuk merebut lebih banyak lagi wilayah di timur Aleppo dengan pasukan darat, faksi-faksi mujahidin Aleppo justru menempatkan pasukan militer pada sisi lain di garis depan untuk membentengi, membuat garis pertahanan baru dan melakukan serangan balik tanpa diduga.

Pasukan rezim Assad yang didukung oleh milisi Syiah al-Quds Brigade sebelumnya membuat kemajuan sebelumnya di setiap distrik al-Muyasar dan al-Qatrji setelah pemboman udara brutal Assad dan Rusia yang menghilangkan nyawa puluhan warga sipil.

 

‘Parade Kita Indonesia dan Upaya Memobilisasi PNS’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia, melalui kordinator Pusatnya Bagus Tito Wibisono kritisi upaya intervensi beberapa instansi pemeritah untuk mewajibkan PNS hadir dalam Parade ‘Kita Indonesia,’ Jakarta Pusat, Ahad (4/12/2016).

“Munculnya surat ini menyalahi kewenangan pemerintah untuk memobilisasi massa pada kepentingan kalangan tertentu, serta mengkebiri nilai-nilai kenetralan lembaga pemerintahan Indonesia,” katanya dikutip Islamic News Agency, Senin (5/12/2016).

Bagus menegaskan, jika dalam parade bernuansa politis itu menggunakan APBN, itu merupakan pemborosan terhadap uang negara.

“Dalam undang-undang, APBN harus digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat, dan itu tidak ditemui dan tidak bersifat esensi pada aksi 4-12,” tegasnya.

“Ini jelas-jelas pemborosan besar-besaran dan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” tambahnya lagi.

Untuk itu, BEM SI mendesak kementerian terkait yang mewajibkan PNS turun aksi untuk meminta maaf kepada publik dan mengembalikan APBN yang terpakai dalam aksi 4-12.

Sebagaimana diketahui, setidaknya ada 3 instansi pemerintah yang mewajibkan PNS untuk menghadiri acara itu. Diantaranya, Kementrian Sosial, Perdagangan dan Perhubungan.[]

Reporter: M Fajar/INA

BEM SI: Parade Kita Indonesia Janggal dan Inkonstitusional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Parade ‘Kita Indonesia’ yang dilakukan di Bunderan HI, Jakarta kemarin (4/12), dinilai Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah mencederai demokrasi dan melanggar undang-undang.

“Aksi yang berlangsung 4 Desember 2016, kami nilai terdapat banyak kejanggalan dan tindakan inkonstitusional,” kata Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia, Bagus Tito Wibisono, Senin (5/12/2016) seperti dilansir Islamic News Agency.

Ia mengatakan, kejanggalan pertama ada pada pelanggaran Perda DKI Jakarta tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Sebab, pada hari itu tidak boleh ada pemanfaatan kepentingan politik.

“HBKB tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik dan SARA serta orasi ajakan yang bersifat menghasut,” cetus Bagus.

Kedua, kata dia, para penegak hukum tebang pilih dalam menegakan supremasi hukum. Aksi yang jelas melanggar konstitusi ini nyatanya tidak dilakukan penindakan oleh aparat penegak hukum.

“Sementara di daerah dan kondisi lain, lazim ditemukan ‘penegakan hukum’ yang represif dengan mencatut supremasi hukum dan otoritas penegak hukum, khususnya pada aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa,” pungkasnya.[]

Reporter: M Fajar/INA

68 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Rezim Assad di Idlib dan Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 68 warga sipil tewas hari Ahad dalam serangan udara rezim Assad di kota Aleppo dan Idlib di barat laut Suriah, menurut seorang pejabat pertahanan sipil Suriah pro-oposisi, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (04/12/2016).

Abdulaziz Kiytaz, seorang pejabat berbasis Idlib, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 78 warga sipil lainnya terluka dalam serangan rezim di Idlib dan Aleppo.

“Rezim menargetkan lokasi pasar dan pusat perbelanjaan di distrik provinsi Idlib. Beberapa orang terluka dalam serangan rezim Assad. Korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit yang berbeda. Rezim telah mengintensifkan serangan terhadap Idlib setelah Aleppo.”

Kiytaz menambahkan bahwa serangan menyebabkan kerusakan material berat di daerah, dan menghancurkan beberapa toko.

Sekitar 300.000 warga sipil di Aleppo timur telah terguncang di bawah pengepungan rezim Nushairiyah yang melumpuhkan selama lebih dari tiga bulan.

Sejak pertengahan November, lebih dari 773 warga sipil telah tewas – dan 2.500 lainnya luka-luka – dalam serangan rezim di daerah, menurut angka yang dirilis oleh pejabat pertahanan sipil setempat.

Pengeboman sengit telah membuat rumah sakit dan fasilitas medis lainnya di kota hancur, akibat serangan tersebut sebagian besar kegiatan akademik juga telah dihentikan.

Meningkatnya serangan tersebut terjadi sebagai upaya rezim Assad yang didukung Rusia dan sekutunya untuk merebut kendali bagian timur kota, empat tahun setelah mereka dikuasai oleh koalisi Mujahidin Suriah dan oposisi.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Bashar Assad membantai para aksi unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Musim Semi Arab” – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, 450 ribu lebih orang diyakini telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi akibat konflik.

Lagi Dansa-dansa 24 Orang Tewas dalam Kebakaran di Ajang Musik Oakland

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Dua puluh empat mayat telah ditemukan setelah nyala api memusnahkan sebuah gudang di Oakland, California, kata pihak berwenang, Ahad (04/12/2016), lansir Anadolu Agency.

Pejabat mengantisipasi meningkatnya korban tewas saat responden melanjutkan pencarian, menurut Sheriff Alameda County, Sersan Ray Kelly.

Sabtu pagi kobaran api terjadi di sebuah acara musik Golden Donna’s 100% Silk West Coast tour.

Para pengguna Facebook memposting belasungkawa di halaman Facebook khusus untuk tur tersebut dan mencari informasi tentang orang hilang.

The East Bay Times melaporkan bahwa kejadian tersebut kemungkinan menjadi salah satu kebakaran struktur tunggal yang paling mematikan dalam sejarah Oakland.

Surat kabar itu mengatakan tempat tersebut digunakan oleh sekitar 50 seniman secara kolektif dan bahwa 55 petugas pemadam kebakaran dipanggil ke tempat kejadian untuk membantu memadamkan api.

Umat Islam Sudah Bangkit, Ansharusyariah Nusra Desak Pemerintah Bersikap Adil

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dalam Aksi Bela Islam III yang digelar umat Islam Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (2/12/2016), Amir Jamaah Ansharusy Syariah Wilayah Nusa Tenggara (Nusra), Ustadz Abdul Hakim menyayangkan sikap aparat yang kurang sigap menangani kasus Ahok.

“Ahok telah menghina agama kami, tetapi sampai hari ini kami belum melihat tindakan yang adil dari aparat dan penguasa. Padahal dari beberapa kasus penistaan serupa, mereka langsung ditangkap dan dihukum tanpa ada pertimbangan, tanpa mendatangkan saksi-saksi ahli,” katanya.

Ia menilai, kasus Ahok adalah pertunjukkan ketidakadilan yang sedang sangat nyata dipertontonkan kepada rakyat Indonesia. Ustadz Abdul Hakim khawatir jika dibiarkan, hal tersebut akan menyebabkan kekacauan.

“Hari ini kami melihat ketidakadilan sedang dipertontonkan di negeri ini, karena umat Islam yang jumlahnya berjuta-juta, bahkan sudah berkali-kali turun untuk meminta keadilan ditegakkan tetapi tidak dihargai di negeri ini. Kalau ketidakadilan terus dipertontonkan maka kami khawatir akan terus terjadi kekacauan di negeri ini,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ditahannya Ahok setelah ditetapkan tersangka dalam kasus penistaan agama, dinilainya sudah benar-benar tidak memenuhi rasa keadilan.

“Umat Islam merasa dikhianati, karena hukum sudah tidak memihak kepada rasa keadilan,” cetusnya.

Ia mengingatkan pemerintah agar berlaku adil dan jangan menjadikan umat Islam sebagai musuh. “Sekarang kami melihat umat Islam yang tertidur hari ini mereka semuanya sudah bangkit, itu semua tiada lain dan tiada bukan karena pengaruh daripada Al-Quran,” tegasnya. Umat Islam, lanjutnya, tidak akan puas sebelum Ahok dipenjara.

Sebagaimana diketahui, beberapa daerah melakukan aksi Bela Islam pada 2 Desember sebagai bentuk dukungan Aksi Bela Islam III di Jakarta.

Reporter: Sirath

Koalisi Mujahidin Aleppo Lancarkan Serangan Balik di Al Muyasar, Ini Laporannya

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi mujahidin Aleppo melakukan upaya serangan balik pada pasukan rezim Nushairiyah Assad dan milisi Syiah al-Quds Brigade untuk membuat kemajuan di garis depan “al-Muyasar” di distrik-distrik bagian timur Aleppo yang terkepung, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (04/12/2016).

Koresponden ElDorar, mengutip sumber militer mengatakan pasukan Syiah Assad mencoba menembus kekuatan pertahanan faksi mujahidin Suriah di garis depan “al-Muyasar”, dimana pertempuran berakhir dengan hancurnya dua tank dan sebuah kendaraan lapis baja, serta banyaknya pasukan Assad yang tewas dan terluka.

Sementara itu, faksi jihad Aleppo juga berhasil menangkap seorang perwira Iran dan menewaskan beberapa lainnya selama pertempuran, yang berlangsung beberapa jam di garis depan Aziza di selatan Aleppo.

Laporan tersebut juga menambahkan bahwa faksi militer Aleppo telah menguasai kembali lingkungan timur yang terkepung; dimana mereka menarik diri dari beberapa lingkungan sebelumnya dalam rangka membangun garis pertahanan baru untuk mengusir setiap potensi serangan dari pasukan rezim Assad dan milisi pendukungnya.