Bima (Jurnalislam.com) – Sambut Ramadhan, ratusan warga Bima yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bima menggelar acara pawai obor, Kamis (25/5/2017). Helatan ini diramaikan oleh para ibu dan anak-anak, dimulai dari Masjid Raya Al Muwahhidin, melewati Jalan Sultan Kaharuddin serta Jalan Soekarno Hatta dan pusat perbelanjaan kota Bima.
Subuh Berjamaah Membludak, DPR Apresiasi Pengelolaan Masjid Riyadul Jannah Boyolali
Boyolali(Jurnalislam.com)-Delapan ratusan jamaah hadir dalam perhelatan shalat subuh berjamaah dan silaturahim bertema ‘Merajut Ukhuwah untuk Sinergi Dakwah’ bersama Ketua Komisi 1 DPR RI Dr. H Abdul Kharis Almasyhari di Masjid Riyadul Jannah (MRJ) Ngreni Simo Boyolali, Ahad (21/5/2017).
Dalam materinya, Dr. H.Abdul Kharis menyatakan keheranya dan setengah tidak percaya bahwa di masjid Riyadul Jannah yang terletak di tengah kampung hadir hamper seribuan jama’ah subuh.
“Masjid Riyadhul Jannah ini sungguh saya tidak menyangka pada hari ini saya saksikan sebuah masjid di tengah kampung dengan jamaah yang sangat banyak. Kalau pengajian Isra Mi’raj dan pengajian akbar lainya mungkin biasa, tapi ini luar biasa,” katanya.
Sebuah masjid, katanya, jika dikelola dengan baik, maka akan bisa membuat hal- hal yang tidak biasa yang biasanya shaf shalat subuh 2 sampai 3 shaf, dengan keseriusan mengelola masjid, dapat menghadirkan hingga jamaah penuh sesak.
“Hampir seluruh masjid di Indonesia shalat yang paling sedikit itu adalah shalat subuh, dan disini terbalik. Ini menunjukkan bahwa jika masjid di kelola dengan baik akan membalik hal hal yang tidak mungkin, dan menurut informasi MRJ ini turunanya masjid Jogokaryan yang sangat terkenal itu,” katanya.
Seperti diketahui MRJ adalah salah satu contoh masjid dengan pengelolaaan manajemen masjid yang menjadi rujukan. Tak sedikit takmir- takmir masjid di daerah Jawa Tengah yang tertarik datang ke MRJ untuk studi banding pengelolaan masjid.
reporter: ridho
Hari ini, Mahasiswa di 50 Daerah Demo Tuntut Kapolres Jakpus Dicopot
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hari ini (26/5/2017) ribuan mahasiswa di 50 daerah di seluruh Indonesia menggelar unjuk rasa menuntut pencopotan Kapolres Jakarta Pusat. Aksi sebagai protes terhadap tindak kekerasan aparat saat membubarkan Aksi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) di depan Istana Merdeka, Rabu (23/5/2017) kemarin.
“Unjuk rasa ini protes karena aparat kepolisian menganiaya peserta aksi KAMMI lalu, termasuk salah satunya peserta aksi perempuan. Padahal, sejatinya, kepolisian bertugas mengayomi rakyat, termasuk peserta aksi,” kata Ketua Umum PP KAMMI, Kartika Nur Rakhman dalam siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, pagi ini.
Nur Rakhman mendesak kepolisian untuk menghentikan standar ganda dalam bertugas. Sebab, masyarakat sudah sangat resah dengan standar ganda kepolisian dan mahasiswa menyampaikan keresahan itu melalui aksi hari ini.
“Reformasi di tubuh Kepolisian nampaknya telah gagal. Kepolisian kini menjelma menjadi tirani baru dalam penegakkan hukum Indonesia. KAMMI dan mahasiswa Indonesia akan melawan tirani hukum yang dilakukan oleh aparat negara, baik eksekutif maupun yudikatif,” jelas Nur Rakhman.
Nur Rakhman melanjutkan, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla harus serius membenahi etika dan kinerja Kepolisian Republik Indonesia. Dimulai dari memberikan sanksi tegas yakni pencopotan Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya.
“Bila Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya tidak segera dicopot, maka akan menjadi pembenaran bahwa Presiden Jokowi membenarkan dan terlibat dalam tindakan represif dan kekerasan aparat kepolisian yang pandang bulu”, tandas Riko.
Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Riko Tanjung mengatakan bahwa demo 50 daerah ini tidak terjadi bila aparat kepolisian tidak diskriminatif dan represif dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa.
“Mahasiswa adalah penjaga stabilitas bangsa dan pengawal demokrasi. Ini tugas kebangsaan mahasiswa. Tindak kekerasan aparat kepolisian kepada mahasiswa bisa dinilai sebagai anti demokrasi dan mengancam stabilitas bangsa. Ini harus dihentikan,” tegas Riko.
“Bila ada aspirasi dan demonstrasi massif dari mahasiswa, ini menunjukkan ada yang salah dalam Negeri ini. KAMMI lahir dari keprihatinan bangsa atas krisis 1998. Tugas KAMMI adalah merawat dan menjaga Indonesia agar tidak ada lagi krisis serupa 1998 yang menyengsarakan rakyat, merusak tatanan demokrasi dan meruntuhkan keutuhan persatuan NKRI. kAMMI bergerak tak kenal lelah supaya cita-cita kemerdekaan yang dirumuskan pendiri bangsa bisa diwujudkan tanpa ada yang mendestruksi,’ pungkas Riko.
Siaran Pers
Silaturahim Ormas Islam Se-Jawa Timur: Bersatu Lawan Kedzaliman
Jurnalislam.com) – Ormas Islam se-Jawa Timur menggelar silaturahim di Masjid Mujahidin, Perak, Kota Surabaya, Kamis (25/5/2017). Acara diikuti ratusan peserta dari perwakilan ormas-ormas Islam di Jawa Timur.
Acara menitikberatkan pada upaya menjaga ukhuwah Islamiyah dan menggalang kekuatan untuk melawan kedzaliman yang kerap menimpa umat Islam.
“Setiap permasalahan selalu dialihkan oleh pemerintah, sudah saatnya ummat Islam bersatu padu agar kekuatan dan ukhuwah islamiyah terjaga,” kata Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Timur, Ustadz Sudarno Hadi. Ia juga dengan tegas menolak upaya kriminalisasi para ulama.
Dalam kesempatan itu, hadir juga perwakilan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur. Dalam paparannya, juru bicara HTI Jatim Ustadz Rachmat S. Labib mengkritisi rencana pemerintah membubarkan ormas tersebut.
“Ormas yang sudah berbadan hukum seperti HTI tidak bisa serta merta dibubarkan, hanya bisa dibubarkan melalui pengadilan dan beberapa tahapan hukum yang berlaku di NKRI, tidak bisa serta merta dan secara represif, harus sesuai koridor hukum,” ujarnya.
Ustadz Rachmat juga menegaskan, HTI adalah organisasi yang taat hukum dan semua kegiatan HTI tidak ada yang melanggar hukum.
“Mereka tidak mempunyai alasan yang sesuai hukum utk membubarkan HTI,” tandasnya.
Kontributor: Oesman, Surabaya
Tarhib Ramadhan 1438 Juga Digelar Umat Islam Banyuwangi
BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Tarhib Ramadhan 1438 H juga digelar umat Islam Banyuwangi. Ratusan umat Islam mengikuti pawai motor mengelilingi Kota Banyuwangi pada Kamis (25/5/2017) sore.
Mereka juga membagikan selebaran berisi imbauan untuk memperbanyak ibadah di bulan suci Ramadhan berjudul “Ramadhan Mubarok Tinggalkan Maksiat Perbanyak Ibadah”.
Ketua Gabungan Umat Islam Banyuwangi, H Agus Iskandar mengatakan, kegiatan tersebut untuk mempererat ukhuwah Islamiyah umat Islam Banyuwangi.
Ia juga menyeru untuk menjadikan momen bulan Ramadhan sebagai momen kebangkitan umat Islam dengan mengedepankan ukhwah islamiyah.
“Saudaraku muslim jadikanlah momen bulan Ramadhan ini untuk memperkuat ukhwah kita dengan mengedepankan persatuan kesatuan dan kesolidan yang kokoh di antara kita,” tutup H Agus Iskandar.
Kontributor: Jacki Ardhiyansyah, Banyuwangi
FPI Tasikmalaya Siap Jaga Kondusifitas Ramadhan 1438 H
TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Front Pembela Islam (FPI) Tasikmalaya mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dari praktek-praktek kemaksiatan. FPI bersama ormas lainnya juga mengaku siap bekerja sama dengan pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga kondusifitas Ramadhan.
“Kami telah bekerjasama dengan DPR, Kepolisian dan aparat yang lain, dan kami mendorong mereka agar mengamankan Kota Tasikmalaya dan khususnya selama bulan suci Ramadhan,” kata Ketua FPI Tasikmalaya Ustadz Anshori kepada Jurnalislam.com, Kamis (25/5/2017).
Akan tetapi, kata Ustadz Anshori, jika pemerintah dan aparat tidak menindaklanjuti laporan-laporan masyarakat terkait tempat-tempat kemaksiatan yang membandel, pihaknya akan turun untuk mengingatkan secara langsung.
“Tapi seandainya kami sudah lapor dan menentukan titik kemaksiatan tapi tidak ditindak lanjuti dan tidak bergerak, kewajiban kami akan mengingatkan langsung demi kemaslahatan umat,” tegasnya.
Ustadz Anshori berharap ada kerjasama yang baik antara ulama dan umara di Tasikmalaya untuk mewujudkan Tasikmalaya yang bersih dari kemaksiatan.
“Kita tak neko-neko yang penting Tasik aman, Tasik kondusif, Tasik bersih tidak rujit dengan kemaskiatan, malu jika kota Tasik banyak kemaksiatan,” pungkasnya.
Jelang Ramadhan, MUI dan IZI Siapkan 1500 Paket Ramadhan untuk Keluarga Dhuafa
SEMARANG (Jurnalislam.com) – Menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menyiapkan 1500 paket untuk tahap pertama akan diberikan kepada keluarga dhuafa. Program Paket Ramadhan ini akan dibagikan ke seluruh wilayah Indonesia.
Acara secara simbolis dilaksanakan di wilayah Kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan, Kamis (25/5/2017). Paket lebaran ini secara simbolis akan diserahkan oleh Ketua MUI Kota Semarang dan Kepala Kantor IZI Perwakilan Jawa Tengah dibantu oleh relawan “Agen Kebaikan IZI”.
Mereka mendata warga-warga dhuafa di wilayah Jawa Tengah, yang kemudian diberikan paket Ramadhan oleh IZI melalui relawan agen kebaikan ini. Adapun paket Ramadhan yang diberikan berupa paket sembako dan bahan kebutuhan pokok.
Kepala Kantor Perwakilan IZI Djoko Adhi mengatakan, IZI harus selalu berupaya menjadi lembaga amil zakat yang mempermudah masyarakat, baik memberi kemudahan kepada para mustahik maupun memberi kemudahan kepada masyarakat (muzakki) yang hendak memberikan bantuan melalui IZI.
“Sebagai pelopor lembaga amil zakat, kita harus selalu berusaha mempermudah dan membantu kaum muslimin yang membutuhkan. Jangan lupa juga untuk memberikan kemudahan kepada para dermawan yang hendak menyumbangkan hartanya melalui IZI,” ujar Djoko Adhi.
Sementara itu, Prof. KH. M. Erfan Soebahar M.Ag selaku Ketua MUI Kota Semarang sangat mengapresiasi langkah IZI, program pemberian paket ramadhan ini langkah nyata agar seluruh lapisan masyarakat menyambut gembira dengan hadirnya bulan ramadhan khususnya masyarakat dhuafa.
Rangkaian kegiatan selama bulan Ramadhan 2017, IZI telah menyiapkan berbagai program menarik diantaranya, paket ramadhan untuk dhuafa (penyapu jalan, tukang parkir, penjual koran perempuan, pedagang keliling ), buka bersama di kampung nelayan dan komunitas tuna netra muslim. Kegiatan ini dilakukan di wilayah Kota Semarang, Tegal, Kudus dan Purwokerto.
Siaran Pers
Wujudkan Ramadhan Kondusif, Pemerintah dan Ormas Islam Jember Adakan Rakor

Tarhib Ramadhan 1438 H Soloraya Diikuti DSKS, MUI dan Ormas Islam
SOLO (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta bekerja sama dengan elemen umat Islam Soloraya menggelar Tarhib Ramadhan 1438 H di Masjid Agung Surakarta, Kamis (25/5/2017). Acara bertajuk ‘Tebar Salam Menuju Persatuan Bangsa Bersatu Di Bawah Bimbingan Ulama’ diisi dengan longmarch mengitari pusat kota Surakarta.
Dalam sambutannya, Ketua DSKS Ustadz Muinuddinillah Basri mengatakan, umat Islam selalu distigmakan negatif seperit intoleran dan terorisme. Kegiatan Tarhib Ramadhan kali menjadi bukti bahwa umat Islam sangat menjunjung tinggi toleransi.

“Kita mengadakan acara ini, Insya Allah menunjukan toleran artinya yang punya hari raya pada hari ini silahkan kita tidak akan mengganggu sama sekali, dan kita ingin membuktikan bahwa umat Islam sangat toleran,” katanya di hadapan ratusan peserta aksi.
Sementara itu korlap aksi, Dimas Al-Fatah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menyempaikan pesan kepada masyarakat agar bersiap-siap menyambut bulan Ramadhan dan mempererat ukhwuah dan persaudaran sesama muslim terutama di kota Soloraya.
“Untuk menyatukan persatuan dan ukhuwah karena ini diikuti dari banyak elemen umat islam di Soloraya. Kemudian besok itu sudah bulan Ramadhan agar masyarakat segera menyiapkan satu sama lain, jangan sampai kita terlupakan dimana bulan Ramadhan itu, penuh maghfiroh dan limpahan pahala sehingga kita ingatkan kepada kaum muslimin,” terangnya.
Dimas juga menyampaikan, acara Tarhib Ramadhan kali ini juga diisi dengan bakti sosial membagikan 2000 paket nasi bungkus, flyer jadwal shalat dan imsyakiyah kepada masyarakat di sepanjang rute aksi.
GNPF MUI Minta Polri Profesional Tangani Kasus Bom Kampung Melayu
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mendorong aparat keamanan untuk bersikap adil dan profesional dalam memecahkan kasus bom Terminal Kampung Melayu. UBN mengingatkan aparat untuk menghindari kesan menyudutkan agama tertentu.
“Menghindari kesan penyudutan kelompok agama tertentu dalam merilis berita atau menyebarkan informasi khususnya agama Islam yang selama ini direkayasa dan diidentikkan sebagai agama teroris,” katanya dilansir dari aqlnews.com, Kamis (25/5/2017).
Menurutnya, peristiwa yang telah menimbulkan korban jiwa tersebut bukanlah lelucon yang boleh dijadikan mainan untuk kepentingan apapun. “Semoga dalang di balik tindakan biadab ini segera tertangkap dan dihukum dengan hukuman berat. Jauhkan politisasi kasus ini untuk kepentingan politik sesaat karena akan menambah kerugian dan kerusakan serta dendam yang tak berkesudahan,”
UBN mengimbau segenap elemen bangsa Indonesia untuk bersikap jernih guna tidak melekatkan setiap peristiwa kekerasan dengan Islam dan umat Islam. Dikatakan UBN, bersikap empatik adalah sikap bijaksana agar terjaga dari penggeringingan opini yang menyesatkan.
“Kepada segenap ummat Islam tetaplah bersikap rasional dan waspada dalam menyikapi kasus bom bunuh diri di kawasan terminal Kampung Melayu agar kita selamat dari penggiringan isu atau rekayasa isu baru yang menyesatkan,” ujarnya.
“Atas adanya nyawa yang hilang dan ada yang terluka, kita semua berduka sebagai sesama muslim dan sesama anak bangsa, ada keluarga mereka yang kehilangan dan kerabat mereka yang berduka,” tuturnya.
UBN menjelaskan, Indonesia bukan zona perang dalam timbangan syariat, maka bom bunuh diri adalah tindakan yang salah alamat dan di luar batas syariat Islam.
Berislam dengan damai dan menjauhi cara-cara kekerasan adalah komitmen bersama para ulama dan ummat Islam Indonesia. Karenanya, tindakan bom bunuh diri dengan menghilangkan nyawa sendiri dan atau nyawa orang lain adalah tindakan di luar konsensus ulama dan ummat Islam Indonesia,” pungkasnya.
Sumber: AQLNews