Selasa, 20 Syawal 1447 / 07 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Hidup Melarat ala Perumus Pancasila

03 Jun 2018 14:23:48
Hidup Melarat ala Perumus Pancasila

Oleh : Rizki Lesus*

*Penulis buku Perjuangan yang Dilupakan, Founder Jejak Islam untuk Bangsa (JIB)

Rumah itu masih berstatus sewa, ketika sang penghuninya, Haji Agus Salim wafat sepenggal November 1954. Salah satu dari 9 perumus Pancasila, anggota dewan Volksraad, diplomat kesohor, Menteri Luar Negeri era revolusi itu wafat dengan – masih – bersatus sebagai ‘kontraktor’ alias pengontrak rumah.

Baru setelah itu, beberapa tahun kemudian, anak-anaknya patungan membeli rumah kontrakannya yang bertempat di Jalan Gereja Theresia (kini Jl. Agus Salim no 72) Jakarta.

Begitu kesederhanaan Haji Agus Salim dikisahkan sang cucu, Agustanzil Sjahroezah dalam Agus Salim Diplomat Jenaka Penopang Republik (2013: hal.114). Entah berapa kali, tokoh Partai Islam terbesar saat itu hidup nomaden, berpindah-pindah dari satu gang ke gang lainnya di berbagai kota.

Sangat jarang kita dengar, petinggi partai di negeri ini masih mengontrak rumah, pinda-pindah bahkan hampir tiap bulan. Padahal, mungkin di luar sana, seorang ayah tidur dengan anaknya di atas gerobak beratap langit.

Di dalam gang sempit itu, berkelok dari jalan utama, menyelusup gang pada perkampungan di sudut kota, di tempat becek, di kawasan kumuh, di sanalah Agus Salim dan istrinya, Zainatun Nahar mengisi hari-hari mereka.

Di Jakarta, sejoli ini pernah menikmati masa-masa indah di daerah Tanah Abang, Karet, Petamburan, Jatinegara, di gang-gang Kernolong, Tuapekong, gang Listrik dan masih banyak lagi.

Khusus gang listrik, menjadi kenangan tersendiri bagi sejoli ini. Di gang Listrik, justru Haji Agus Salim dan Zainatun Nahar hidup tanpa listrik gara-gara tak sanggup membayar iuran listrik. Anak keempat Salim, Adek, mengingatnya dulu ia harus membersihkan bola lampu setiap sore. (Kustiniyati Mochtar: 1984).

“Rumah kampung dengan meja kursi sangat sederhana,” tambah muridnya yang juga diplomat, Mohammad Roem dalam Bunga Rampai dari Sejarah, mengenang. Pernah pula, kasur gulung, ruang makan, dapur, dan ruang tamu kontrakan Haji Agus Salim bersatu dalam satu ruangan besar.

Jangan tanya ada atau tidak uang belanja, atau sembako di dalam lemari. Nasi goreng kecap mentega menjadi favorit ketika keluarga ini sedang tak ada makanan.

Tak heran, dalam Agus Salim Diplomat Jenaka Penopang Republik, ketua delegasi Belanda dalam perundingan Linggarjati, Willem Schermerhorn bilang,” Ia hanya mempunyai satu kelemahan : selama hidupnya melarat!”

Frasa selama hidupnya melarat ini artinya sangat jelas. Sebelum, saat, hingga pasca menjabat sebagai Menteri, atau jabatan lainnya, ia tetap melarat, dan tetap mengontrak rumah hingga akhir hayatnya.

Bisa dibayangkan kini, ada seorang menteri yang tidak punya rumah? Anggota Dewan yang kekurangan bahan makanan? Seorang yang menolak menjadi ketua partai besar ? Seorang diplomat kelas dunia yang tidak bisa bayar listrik?

Kisah kesederhanaan – atau kemelaratan – ini tak hanya dirasakan Haji Agus Salim. Perumus Pancasila lainnya, Mohammad Hata pun mengalami masa-masa senja yang tak jauh berbeda.

Ramadhan KH dalam Bang Ali, Demi Jakarta 1966 – 1967 mengisahkan bagaimana Ali Sadikin, gubernur legendaris Jakarta ini terenyuh melihat kondisi Bung Hatta yang tak mampu membayar iuran air hingga pajak.

“Begitu sederhananya hidup pemimpin kita pada waktu itu,” kata Bang Ali terharu. Bahkan, hingga akhir hayatnya, keinginan bung Hatta untuk membeli sepatu bally tak juga terpenuhi.

Wakil Presiden Indonesia pertama ini menabung, sampai-sampai beliau menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya. Namun apadaya, tabungan beliau tak cukup karena kebutuhan rumah tangganya. Sepatu bally tinggallah kenangan.

Perumus Pancasila lainnya, KH Wahid Hasyim merupakan sosok yang sangat bersahaja. Saat orang-orang bertanya ketika dirinya tak lagi menjabat sebagai menteri, ia menjawab:

“Tak usah kecewa! Saya toh bisa duduk di rumah. Saya mempunyai banyak kursi dan bangku panjang, tinggal pilih saja,” katanya mengundang gelak tawa orang –orang di sekitarnya. (Saifudin Zuhri : 2013).

Di saat masyarakat hidup sulit, katanya, tak elok jika para pemimpinnya hidup dengan mewah dan bersenang-senang. Karenanya, ia turut merasakan kesulitan serupa. Suatu kebiasaannya adalah berpuasa sunnah, bahkan dalam kondisi sesibuk apapun di mana pun.

Saifudin Zuhri mencatat, saat mereka menginap di suatu hotel, ia lupa menyiapkan sahur. Di atas meja ada sebutir telur rebus dari sisa santapan sahur kemarin dan segelas teh bagian Saifuddin Zuhri ketika sore.

“Dengan sebutir telur dan segelas teh itulah KH Wahid Hasyim bersahur,” kenang Saifudin Zuhri dalam Berangkat dari Pesantren. Sambil menyelesaikan sebutir telur yang satu-satunya untuk sahur itu KH Wahid Hasyim mengingatkan agar jangan sampai hidup menampakkan kemewahan di saat kondisi masyarakat sedang sulit.

”Kita berlapar-lapar supaya tidak melupakan nasib kaum lapar,”pesannya.

Tokoh perumus Pancasila lainnya, Prof. KH Abdul Kahar Muzakkir, tokoh Muhammadiyah yang pernah juga menjadi anggota Dewan Konstituante bahkan hingga pengujung senjanya, masih tinggal di rumah warisan ayahnya, Haji Muzakkir.

Mitsuo Nakamura mencatat bahwa kendaraan Abdul Kahar Muzakkir hanyalah sebuah skuter bekas pemberian mahasiswanya, yang sering kali mogok. Sebagai alternatif, ia kadang menggenjot sepeda, naik becak atau andong menempuh perjalanan sepanjang lima atau enam kilometer dari rumahnya mengajar di UII atau ke kantor PB Muhammadiyah di Yogyakarta. (Mitsuo Nakamura: 1996).

Ironi memang, tapi itulah mereka, para pendiri bangsa ini. Pantas saja, Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) – DPR kini – pertama, Kasman Singodimedjo melihat kondisi gurunya, Haji Agus Salim, dengan lirih berkata, “Leiden is lijden,” memimpin itu menderita!

Memang, mereka bukanlah Pembina, pengarah, atau apapun jabatan yang melekat terkait dasar negara ini. Namun mereka menyusun pondasi bangsa ini dengan penuh ketulusan, mungkin tanpa berpikir-pikir apakah anggaran sekian bisakah kami membina masyarakat?

Mereka membina nilai-nilai kebangsaan dengan keteladanan. Mungkin saja, balasan materi yang diterima saat itu minim, atau bahkan harus merogoh kocek pribadi, “Leiden is lijden,” memimpin itu menderita!

Mereka yang memilih jalan becek dan sunyi, berjalan kaki dengan tongkatnya dibanding gemerlap karpet merah dan mobil –mobil dan rumah mewah, gemerlap jantung kota lainnya.

Kemiskinan tak membuat mereka berhenti berbuat. Kesungguhan mengalahkan keber-ada-an, dan sejarah telah mencatatnya.

Kita tentu rindu sosok seperti mereka, bukan tentang melaratnya mereka, tapi tentang ruang kesederhanaan, kepekaan nurani, yang masa kini mungkin semakin sulit kita ditemukan.

 

 

 

 

 

Kategori : Opini

Tags : 1 juni 1945 22 juni 1945 agus salim bpip pancasila perumus pancasila piagam jakarta

Ini 3 Tahapan Mendidik Anak Menurut Rasulullah

03 Jun 2018 14:01:59
Ini 3 Tahapan Mendidik Anak Menurut Rasulullah

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Penulis buku serial Akhir Zaman, Simo Boyolali, ustaz Abu Fatiah Al Adnani mengatakan, dalam Islam, ada tiga fase perkembangan anak bagi orang tua yang ingin membesarkan anak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah.

 

“Yang pertama adalah anak usia 1 sampai 7 tahun, di fase pertama ini kita harus menjadikan anak kita sebagai raja, jadi kita harus melayani dia, mau nyarikan susu, makanan, mainan, apapun itu, kita harus menganggapnya sebagai raja,” katanya saat memberi materi dalam kajian Tabligh Akbar bertajuk ‘Pemuda Akhir Zaman’ di Masjid Istiqomah, Krajan, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu, (2/5/2018).

 

Fase yang kedua, kata ustaz Abu Fatiah, adalah anak di usia 8 sampai 14 tahun. Saat usia seperti ini, anak sudah harus diperlakukan seperti tawanan.

 

“Kita sudah harus tegas kepada anak, dalam fase ini kita harus benar benar menjaganya, jadi anak harus taat kepada komandannya yaitu ayahnya, dan diusia ini kita sudah mengajarkan anak shalat dan kata Rosululloh boleh dipukul saat usianya 10 tahun,” papar ustaz Abu Fatiah.

 

Lebih lanjut, menurut ustaz Abu Fatiah adalah fase dimana orang tua menjadikan anaknya sebagai seorang sahabat, yakni di usia 15 sampai 21 tahun.

 

“Nah di fase ini kita udah nggak bisa marahin dia, karena kalau kita marahin dia akan lawan, kita pukul anak menangkis, jadi kita harus banyak bermusywarah dengannya, sebagaimana kita menggangapnya sebagai seorang sahabat,” imbuhnya.

 

Terakhir ustaz Fatiah berpesan bahwa generasi muda mempunyai peran yang sangat besar dalam dakwah Rosululloh, sebab, katanya, selama 23 tahun berdakwah, rosululloh dikelilingi oleh para pemuda hingga akhirnya ratusan ribu umat manusia memeluk agama Islam

Kategori : Komunitas Muslimah

Tags : abu fatiah abu fatiah al adnani mendidik anak

Saudi Ancam Operasi Militer ke Qatar Jika

02 Jun 2018 09:39:23
Saudi Ancam Operasi Militer ke Qatar Jika

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi, salah satu negara yang memblokade Qatar, telah mengeluarkan ancaman perasi militer terhadap tetangga Teluknya tersebut jika mengakuisisi sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia, harian Prancis Le Monde melaporkan pada Jumat (01/6/2018).

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Emmanuel Macron dari Perancis, Raja Saudi Salman menyatakan “keprihatinan mendalamnya” dengan pembicaraan yang sedang berlangsung antara Moskow dan Doha untuk penjualan sistem senjata anti-pesawat canggih.

Raja Saudi, yang meminta Prancis meningkatkan tekanannya pada Qatar, mengatakan dia khawatir tentang konsekuensi dari akuisisi Doha terhadap the mobile surface-to-air missile system yang katanya mengancam kepentingan keamanan Saudi.

Qatar Tandatangani Kesepakatan Militer dengan NATO

“[Dalam situasi seperti ini], Kerajaan akan siap untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghilangkan sistem pertahanan ini, termasuk tindakan militer,” kata Raja Salman seperti dikutip dalam surat itu, yang kontennya diperoleh Le Monde melalui sumber yang dekat dengan Istana Elysee.

Pada bulan Januari, duta besar Qatar untuk Rusia mengatakan pembicaraan untuk akuisisi sistem pertahanan udara berada “pada tahap lanjut.”

Ini terjadi setelah penandatanganan perjanjian kerjasama militer dan teknis antara kedua negara pada Oktober 2017 untuk kerja sama lebih lanjut di bidang pertahanan selama kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu ke negara Teluk tersebut.

Pada tanggal 5 Juni 2017, Arab Saudi – bersama negara-negara sesama Dewan Kerjasama Teluk (GCC) Bahrain dan Uni Emirat Arab, serta Mesir – memberlakukan blokade laut, udara dan darat terhadap Qatar, seraya menuduh negara itu mendukung “terorisme” dan mendestabilisasi wilayah tersebut. Tuduhan tersebut secara konsisten ditolak Doha.

Di antara daftar tuntutan untuk penyelesaian krisis, kuartet negara pemblokir meminta jaringan media Al-Jazeera dan pangkalan militer Turki ditutup.

Pada bulan Oktober, saat kunjungan Raja Salman ke Moskow, kerajaan menandatangani perjanjian awal untuk membeli sistem S-400.

Ditanya apakah penentangan Saudi terhadap kesepakatan dengan Qatar akan mempengaruhi perhitungan Moskow, Pavel Felgenhauer, seorang analis pertahanan yang berbasis di Rusia, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa bukan ini alasannya.

Giliran Qatar Beli Sistem Rudal S-400 pada Rusia

“Rusia selama beberapa tahun telah mencoba membangun semacam hubungan perdagangan dengan Arab Saudi tetapi tidak benar-benar berhasil,” kata Felgenhauer.

“Arab Saudi telah jelas mengikat tali politik untuk setiap kesepakatan yang mungkin dengan membeli senjata Rusia … bahwa Rusia harus mengurangi kerja samanya dengan Iran terutama dan mungkin memodifikasi posisinya di Suriah,” tambahnya.

“Qatar tidak mengikat tali semacam itu [dan] Rusia tidak akan secara militer mencoba terlibat dalam apa pun yang terjadi di Teluk … dalam hal apapun rudal anti-pesawat ini, jika mereka pernah muncul di Qatar, ini tidak akan ada dalam waktu segera. “

Kategori : Internasional

Tags : arab saudi Qatar

Pasukan Israel Bunuh Tim Medis Palestina Saat Aksi Unjuk Rasa

02 Jun 2018 09:31:24
Pasukan Israel Bunuh Tim Medis Palestina Saat Aksi Unjuk Rasa

GAZA (Jurnalislam.com) – Seorang paramedis sukarelawan Palestina tewas oleh pasukan penjajah Israel pada hari Jumat (01/6/2018) di perbatasan Gaza, sedangkan puluhan lainnya juga terluka oleh peluru tajam di tengah demonstrasi massa memperjuangkan “hak Palestina untuk kembali.”

Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan Razan Ashraf Najjar, 21 tahun, seorang paramedis perempuan ditembak mati oleh pasukan Israel saat sedang menyembuhkan para demonstran yang terluka di Khan Yunis pada hari Jumat.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qidra mengungkapkan dalam pernyataan tertulisnya bahwa lebih dari 100 orang juga terluka oleh kekuatan yang tidak proporsional. Empat puluh orang terluka oleh peluru tajam.

Turki Kecam Veto AS atas Resolusi Dewan Keamanan PBB

Ketegangan meningkat di wilayah Palestina sejak Desember lalu, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pada tanggal 14 Mei, AS memindahkan kedutaan Israelnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, menarik kecaman dari seluruh dunia Arab dan Muslim dan semakin melancarkan hasrat di wilayah Palestina.

Sejak 30 Maret, sedikitnya 118 warga Palestina telah tewas – dan ribuan lainnya terluka – oleh tembakan tentara Israel di Jalur Gaza timur.

Kategori : Internasional

Tags : palestina yerusalem

Turki Kecam Veto AS atas Resolusi Dewan Keamanan PBB

02 Jun 2018 09:23:31
Turki Kecam Veto AS atas Resolusi Dewan Keamanan PBB

ANKARA (Jurnalislam.com) – Juru bicara Presiden Turki Ibrahim Kalin pada hari Sabtu (2/6/2018) mengkritik AS karena memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan perlindungan Palestina.

“Tidak mengherankan bahwa pemerintah AS memveto resolusi untuk perlindungan rakyat Palestina,” kata Kalin di Twitter, lansir Anadolu Agency.

“Ini menegaskan sekali lagi bahwa mereka berpihak pada yang kuat, bukan yang benar.

“Warga Palestina dan Yerusalem tidak sendirian. Kami akan terus mendukung perjuangan mereka,” tambahnya.

Pada 18 Mei, Kuwait menyerahkan rancangan resolusi di Dewan Keamanan PBB yang mengutuk kekerasan Israel dan menyerukan “perlindungan terhadap rakyat Palestina” di Gaza dan Tepi Barat.

DK Turki Kembali Nyatakan Dukungannya pada Palestina di Semua Forum Internasional

Sepuluh negara memberikan suara mendukung, sementara Inggris, Polandia, Belanda dan Ethiopia abstain.

Resolusi, yang direvisi tiga kali dan dikatakan telah “diperas”, sebelumnya menyerukan perlindungan internasional untuk rakyat Palestina.

Draf tersebut pada akhirnya disepakati untuk menyerukan “pertimbangan langkah-langkah untuk menjamin keselamatan dan perlindungan penduduk sipil Palestina di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk di Jalur Gaza.”

Berbicara sebelum pemungutan suara, Nikki Haley, duta besar PBB AS, mengatakan resolusi yang disampaikan Kuwait kepada Dewan Keamanan PBB adalah sepihak dan tidak menyebutkan Hamas.

Kategori : Internasional

Tags : AS palestina pbb turki yerusalem

Aktivis Belanda Dukung Kebebasan Gaza

02 Jun 2018 09:13:32
Aktivis Belanda Dukung Kebebasan Gaza

AMSTERDAM (Jurnalislam.com) – Aktivis di ibukota Belanda, Amsterdam, pada hari Jumat (01/6/2018) mendukung parade perahu yang memprotes blokade Israel selama satu dasawarsa di Gaza.

Diselenggarakan oleh the Netherlands Gaza Flotilla Coalition, beberapa orang berkumpul di dermaga Mauritskade.

Para aktivis melambai-lambaikan bendera Palestina, meneriakkan slogan-slogan, dan membagikan brosur yang menggambarkan tujuan armada dan masalah kemanusiaan di Gaza.

Di antara empat kapal dari armada di Amsterdam yang berlayar ke Gaza, salah satunya dijuluki “Al-Awda” (The Return), yang berangkat dari Norwegia.

Kapal-kapal itu diharapkan tiba di Rotterdam pada akhir pekan.

Sebagai bagian dari kampanye tahun ini yang diluncurkan oleh International Freedom Flotilla Coalition (FFC), kapal itu, bersama dengan lima kapal lainnya, telah berlayar ke Jalur Gaza sejak 15 Mei, bersamaan dengan peringatan ke-70 pendirian Israel – sebuah peristiwa yang oleh warga Palestina disebut sebagai “Nakba” atau “Malapetaka.”

OKI Gelar Pertemuan Darurat Hari Ini, Bahas Pembantaian di Gaza

Hingga akhir 2016, 1,3 juta warga Gaza bergantung pada bantuan internasional untuk dapat bertahan hidup, sementara hampir separuh keluarga di Gaza tidak memiliki akses untuk mengamankan pasokan makanan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Armada tersebut juga bertujuan untuk menegaskan kembali bahwa warga Palestina yang dipindahkan dari rumah mereka pada tahun 1948 memiliki hak untuk kembali.

Pada 30 Maret, warga Palestina memulai aksi enam pekan “Great Return March” di sepanjang perbatasan timur Gaza dengan Israel demi menuntut hak untuk kembali ke kota dan desa mereka di Palestina yang bersejarah.

Sejak itu, sedikitnya 118 demonstran Palestina telah menjadi martir – dan ribuan lainnya terluka – oleh tembakan tentara Israel di dekat pagar perbatasan Gaza-Israel.

Kapal diharapkan tiba di Jalur Gaza pada awal Juli.

Kategori : Internasional

Tags : Freedom Flotilla Gaza palestina

Serunya Pesantren Ramadhan di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat

02 Jun 2018 08:16:39
Serunya Pesantren Ramadhan di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat

SOLO (Jurnalislam.com)– menghidupkan kegiatan bulan suci Ramadhan 1439 H, Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menggelar pesantren kilat selama 3 hari dengan tajuk ‘Restorasi Rukhul Iklhas Jihad Menuju Generasi Ulul Albab’ dan diikuti 82 siswa dari kelas X dan XI.

“Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan selama 3 hari 2 malam ini kami isi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang harapannya setelah mengikuti pesantren siswa termotivasi untuk semakin meningkatkan kesalehan individu dan kesalehan sosial,” terang Ketua Panitia Pesantren Ramadhan, Arif Rahman Prasetyo.

Kegiatan yang berlangsung dari 30 Mei sampai 1 Juli 2018 ini, diawali dengan acara Festival Takjil. Para peserta didik ditantang untuk menyiapkan takjil sekreatif mungkin ala remaja SMA masa kini. dan Salah satu kreasi yang sedang viral di media sosial adalah es Kepal Nutrisari menjadi sajian buka puasa yang cukup menyegarkan dan menggugah selera.

Imroatun Miftahul Jannah, S.S., salah satu juri Festival Takjil mengungkapkan bahwa hasil karya para peserta sangat kreatif, baik dari segi presentasi maupun rasa.
Acara dilanjutkan dengan kajian Remaja dan Pergaulan oleh ustadz Abu Bakri, M.Ag. yang berlangsung selama 2 jam. Para peserta mengikuti acara dengan antusias dan khidmat.

Materi yang disampaikan yaitu mengenai pergaulan remaja di era millenial dan bagaimana menangkal hal-hal yang dapat menurunkan akidah seorang remaja. Selain itu, ustadz Abu Bakri juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk menjadi remaja yang unggul berprestasi dalam berbagai segi kehidupan.

Hari kedua pesantren diisi dengan kegiatan tahsin alquran kemudian dilanjutkan dengan sharing bersama Nasyiatul Aisyah (NA) untuk kelompok putri dan sharing bersama Pemuda Muhammadiyah bagi kelompok putra.

Sore hari menjelang buka puasa, siswa disibukkan dengan kegiatan yang bertema “Srawung Warga” yaitu kegiatan baksos yang dilakukan oleh siswa kepada warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memupuk jiwa sosial siswa dan meningkatkan kepedulian antar sesama.

Ranu Diva, seorang siswi SMA PK mengatakan bahwa ia senang bisa terjun langsung membantu sesama dalam kegiatan baksos ini dengan cara memberikan sembako kepada mereka yang membutuhkan.

Sebagai acara puncak dari pesantren Ramadhan SMA Muhammadiyah PK yang dinahkodai Hendro Susilo, S.Pd itu menghadirkan narasumber ustadzah Dewi Purnamawati sebagai pembicara dalam kajian memantapkan aqidah keislaman.

Kategori : Pesantren

Tags : kottabarat muhammadiyah pesantren ramadhan

ZakatApp, Aplikasi Keren Permudah Berzakat hingga Sedekah

02 Jun 2018 05:33:16
ZakatApp, Aplikasi Keren Permudah Berzakat hingga Sedekah

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Beragamnya aplikasi yang disediakan Google Play Store dan iOS, menandakan bahwa pengguna gadget di seluruh dunia bertambah pesat.

Karenanya, perusahaan yang bergerak di bidang digital berlomba menyajikan bermacam aplikasi untuk menarik pengguna gadget, mulai dari edit foto, karaoke, sticky note, game, baca Al Quran digital, novel digital, hingga menonton film.

Tak mau ketinggalan, pun kesempatan ini dimanfaatkan lembaga filantropi Sinergi Foundation yang berkecimpung dalam mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif, untuk mengembangkan potensi digitalnya ke arah yang lebih modern.

Hanya tinggal satu klik saja, kapan pun dan dimana pun, kaum muslim dapat berdonasi dalam kondisi apa pun.

Sinergi Foundation turut berinovasi dengan meluncurkan aplikasi ZakatApp. Aplikasi ini dikembangkan sebagai upaya menyajikan kemudahan layanan berbagi khususnya zakat, Infak-sedekah dan dana filantropi Islam lainnya.

Aplikasi yang sudah dapat diunduh di Play Store ini memiliki sejumlah fitur, antara lain: program Sinergi Foundation (SF), kalkulator zakat, rekening zakat, Klik Donasi, dan info penyaluran donasi.

Hanya dengan mengklik https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sinergiapp&hl=in aplikasi ini sudah dapat diinstal.

“Tak hanya memudahkan masyarakat dalam berdonasi, aplikasi ini pun berupaya mengedukasi muzakki dan segenap insan peduli agar mampu menghitung zakatnya sendiri,” ungkap CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

 

Menurutnya, kehadiran ZakatApp dinilai sangat penting, seiring dengan bertumbuhnya minat ber-ZISWAF masyarakat muslim dari kalangan middle class. Sehingga, masyarakat membutuhkan wadah yang memudahkan mereka berbagi pada sesama.

“Aplikasi ini mudah, lantaran tinggal mengunduh aplikasi, dan masyarakat bisa berbagi kapanpun di manapun. Juga menenangkan, karena disalurkan melalui lembaga pengelola yang insya Allah terpercaya,” lanjutnya.

Ima menambahkan, apalagi di bulan Ramadhan ini, keberadaan ZakatApp ini diharapkan akan memudahkan para muzakki menunaikan zakatnya dengan fitur seperti hitung zakat hingga tunaikan zakat mal.

Selain itu, pelaporan untuk donatur dilakukan dalam beragam kreativitas program pemberdayaan yang inspiratif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pembangunan sosial SF hadir menyentuh langsung masyarakat lapisan paling bawah di negeri ini.

Program-program tersebut antara lain: Rumah Sakit Wakaf Ibu dan Anak (RSWIA) RBC, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Lumbung Desa (LD), Pesantren Al Qur’an di Lembang, Kuttab Al Fatih Sinergi Foundation, Sinergi Pelayanan Masyarakat, dan beberapa program lainnya.

Kategori : Nasional

Tags : bayar zakat ramadhan sinergi foundation zakat zakatapp

Fadli Zon Tanggapi ‘Jika di Jateng Radar Bogor Bisa Rata dengan Tanah’

02 Jun 2018 05:14:47
Fadli Zon Tanggapi ‘Jika di Jateng Radar Bogor Bisa Rata dengan Tanah’

BOGOR (Jurnalislam.com)– Wakil DPR RI, Fadli Zon menyebut pernyataan Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto “Kalau pemberitaan kayak begitu, Radar Bogor memberitakan di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah,” merupakan pernyataan yang keliru.

“Ungkapan yang dikatakannya terlalu keras,” katanya saat kunjungan ke Graha Pena, Jalan Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor, Kota Bogor, Jabar, Jumat (01/06/2018).

Menurutnya, sebagai pimpinan parpol harusnya bisa menjaga diri dalam berkomentar. Karena politik adalah wadah dan pertarungannya di pemilihan umum bukan pertarungan fisik.

“Kalau pertarungan fisik tidak usah ada pemilihan umum. Pertarungan politik, pertarungan di pemilihan umum melalui kehendak rakyat,” pungkasnya.

Ketua DPP Gerindra menilai pernyataan Bambang hanya menyebabkan pers tidak menjalankan fungsi dan tugasnnya.

Seperti diketahui, kantor Radar Bogor diseruduk massa PDIP pada Rabu lalu akibat pemberitaan yang memajang Ketum PDIP, Megawati Soekarno Putri dengan judul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta.

reporter: gio

Kategori : Nasional

Tags : bpip dpr fadli zon kebebasan pers penyerangan radar bogor persekusi pdip radar bogor

Fadli Zon Desak Aparat Lakukan Investigasi Persekusi Radar Bogor

01 Jun 2018 16:34:39
Fadli Zon Desak Aparat Lakukan Investigasi Persekusi Radar Bogor

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mendesak aparat keamanan melakukan investigasi atas persekusi yang dilakukan massa Partai PDIP pada Rabu lalu.

“Aparat keamanan harus segera melakukan penyelidikan. Tidak boleh dibiarkan ada oknum merusak lembaga pers,” katanya kepada Radar Bogor di Gedung Graha Pena, Jalan Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (01/06/2018).

Menurutnya, penyerangan yang menimpa Radar Bogor adalah sebuah persekusi. Karena tidak boleh ada penggeredukan terhadap kantor media.

“Kejadian ini bukan yang pertama kali. Tahun 2014 juga menimpa Tv One,” tambahnya.

Ketua DPP Partai Gerindra menilai, kalau politik Indonesia seperti itu, sangat berbahaya. Hanya melahirkan kekacauan. Padahal Indonesia selalu diagungkan sebagai negara demokrasi, negara beradab dan pancasila.

“Tetapi cara yang dilakukan terhadap Radar Bogor tidak mencerminkan pancasilais,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kantor Radar Bogor diseruduk massa PDIP pada Rabu sore, atas pemberitaan yang memajang foto Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri dengan judul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta’.

reporter : Gio

Kategori : Nasional

Tags : bpip pancasila PDIP persekusi radar bogor radar bogor

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED