Israel Lumpuhkan Rumah Sakit Di Gaza Utara

GAZA (jurnalislam.com)- Rumah sakit di Gaza utara kini benar-benar lumpuh total, menurut Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera pada hari Selasa (21/11/2023) bahwa tingkat okupansi di rumah sakit di utara Gaza telah mencapai 100 persen.

“Israel membom dan menghancurkan sebagian Rumah Sakit al-Shifa, yang merupakan rumah sakit terbesar di kawasan Gaza, di mana lebih dari 700 orang masih ditawan di bawah pengepungan tentara Israel,” terang al-Qudra.

Pekan lalu, pasukan Zionis Israel menyita rumah sakit tersebut untuk mencari apa yang mereka tuduhkan adanya jaringan terowongan Hamas dan pusat komando yang dibangun di bawah kompleks rumah sakit tersebut. Namun Hamas telah membantah tuduhan tersebut.

Menurut otoritas Palestina dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada hari Senin, sebanyak 28 bayi prematur telah berhasil dievakuasi dari Rumah Sakit al-Shifa ke Mesir untuk menerima perawatan.

Al-Qudra juga melaporkan bahwa sekitar 120 orang juga dievakuasi dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara ke Kompleks Medis Nasser di wilayah selatan Jalur Gaza.

“Masih ada lebih dari 400 orang yang terluka di dalam Rumah Sakit Indonesia, selain sekitar 200 staf medis dan lebih dari 2.000 lainnya adalah warga yang mengungsi,” katanya.

“Tentara Israel telah menempatkan mereka yang berada di dalam rumah sakit dalam lingkaran kematian, menargetkan siapa saja yang bergerak di sekitar rumah sakit atau di dalamnya,” kata al-Qudra.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada hari Senin bahwa setidaknya 12 warga Palestina terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan terhadap rumah sakit Indonesia, yang hingga saat ini masih dikepung oleh tank-tank Israel.

Rumah sakit di Gaza utara dan Kota Gaza masih menghadapi serangan brutal zionis Israel dan mengalami pemadaman listrik karena kekurangan bahan bakar.

Mereka juga menghadapi kekurangan air, obat-obatan dan pasokan penting ketika Israel terus melakukan operasi darat dan serangan udara di daerah tersebut.

WHO menyatakan telah mencatat 335 serangan terhadap kompleks kesehatan di wilayah pendudukan Palestina sejak 7 Oktober, awal perang Gaza, termasuk 164 serangan di Jalur Gaza dan 171 serangan di Tepi Barat.

Serangan-serangan ini mengakibatkan evakuasi massal secara paksa dari rumah sakit, dan banyak korban jiwa termasuk korban jiwa di antara pasien, teman mereka, dan pengungsi yang mengungsi di sana, kata WHO.

Laporan Kementrian Kesehatan Gaza pada Selasa (21/11), menyatakan korban terbunuh akibat serangan Israel di Jalur Gaza melonjak menjadi 14.128 jiwa, termasuk lebih dari 5.840 anak-anak dan 3920 wanita.

Sumber: Al Jazeera

Reporter: Samsul

Gencatan Senjata Sementara, KITA Palestina Dorong Masyarakat Indonesia Salurkan Bantuan

GAZA (jurnalislam.com)- Gencatan senjata kemanusiaan dengan salah satu syarat pertukaran tahanan merupakan kemenangan bagi Hamas. Salah satu tujuan operasi Taufan Al-Aqsa adalah pembebasan warga Palestina di penjara Israel.

Dalam hal ini, pejuang Palestina mampu memberikan tekanan ke militer Israel dengan menahan serangan darat dan udara selama 46 hari berturut-turut. Teroris Israel membombardir Gaza dengan tujuan menekan Hamas dan membebaskan tahanan di Jalur Gaza.

Namun, Israel tidak mencapai prestasi militer apapun di Jalur Gaza bahkan mengalami kerugian besar di bidang militer, ekonomi, dan politik. Teroris penjahat perang itu akhirnya menyerah dan menyetujui syarat dari Hamas untuk gencatan senjata, yang salah satunya pertukaran tahanan.

“Hamas mampu mengendalikan perundingan dari posisi yang kuat di lapangan, meskipun ada upaya penjajah Israel untuk memperpanjang dan menunda perundingan,” demikian rilis resmi Hamas, Rabu (22/11) sebagaimana yang diterima oleh Media Center KITA Palestina.

Selain itu, Hamas menerima tawaran gencatan senjata demi kepentingan warga sipil yang jadi korban kejahatan perang teroris Israel. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Hamas memasukkan ratusan truk bantuan kemanusiaan ke seluruh wilayah Jalur Gaza, tanpa terkecuali, mulai dari Jalur Gaza selatan sampai ke Jalur Gaza utara.

“Ketentuan perjanjian tersebut dirumuskan sesuai dengan visi perlawanan dan faktor-faktor penentunya, yang bertujuan untuk mengabdi pada rakyat kita dan memperkuat ketabahan mereka dalam menghadapi agresi,” tambah keterangan Hamas.

Ketua Komite Solidaritas Palestina, Ustaz Syaibani Mujiono menegaskan bahwa kezaliman yang dilakukan Israel cepat atau lambat akan zirna dimuka bumi ini.

“Kita punya satu keyakinan bahwa kezaliman dan keangkaramurkaan pasti akan hancur, dan sudah begitu banyak contoh dari waktu ke waktu para umat terdahulu yang membangkang dengan Allah dan melakukan kezaliman di muka bumi ini Allah Subhanahu WA Ta’ala hancurkan dan pasti kemenangan bagi orang-orang yang beriman,” katanya, Kamis (23/11/2023).

Dalam gencata senjata tersebut, KITA Palestina mendorong berbagai upaya untuk terus dilakukan dalam membantu rakyat Palestina, baik secara materil dan moril, utamanya dari rakyat Indonesia.

“Dari kita Palestina, kita terus Insya Allah mendoakan dan mengajak seluruh kaum muslimin di Indonesia, dan di seluruh dunia untuk terus berupaya semaksimal mungkin untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” tambahnya.

Pada Senin (30/10/2023), KITA Palestina telah mengumpulkan bantuan masyarakat Indonesia dan telah disalurkan tahap 1 melalui LAZNAS WIZ, berupa bahan makanan, air minum dan kebutuhan mendesak para korban-korban. Sedangkan bantuan tahap 2 sementara disiapkan baik berupa pakaian dan makanan siap saji.

Capai Kesepakatan Gencatan Senjata, Berikut Isi Pernyataan Resmi Hamas

GAZA (jurnalislam.com)- Israel dan Gerakan Perlawan Islam, Hamas dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata setelah dimediasi oleh Qatar.

Melalui situs resminya, Hamas merilis kesepakatan gencatan senjata selama 4 hari tersenut, berikut poin poinnya.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Mengenai Pengumuman Perjanjian Gencatan Senjata

Didorong oleh tanggung jawab kami terhadap rakyat Palestina yang tangguh dan teguh, dan upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan ketabahan rakyat kami yang heroik di Jalur Gaza, untuk memberikan bantuan dan menyembuhkan luka-luka mereka, dan untuk memperkuat keinginan kemenangan perlawanan kami pada hari ketujuh. Oktober dalam menghadapi musuh Zionis:

Setelah perundingan yang sulit dan rumit selama beberapa hari, kami mengumumkan, dengan bantuan dan keberhasilan yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu WA Ta’ala, tercapainya kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan (gencatan senjata sementara) selama empat hari dengan upaya yang tekun dan dihargai dari Qatar dan Mesir yang mengatur:

  • Penghentian tembakan dari kedua belah pihak, penghentian seluruh aktivitas militer tentara pendudukan di seluruh wilayah Jalur Gaza, dan penghentian pergerakan kendaraan militer yang menyusup ke Jalur Gaza.
  • Masuknya ratusan truk yang membawa bantuan kemanusiaan, pertolongan, medis, dan bahan bakar ke seluruh wilayah Jalur Gaza, tanpa kecuali, utara dan selatan.
  • Pembebasan 50 tahanan pendudukan, perempuan dan anak-anak di bawah usia 19 tahun, sebagai imbalan atas pembebasan 150 perempuan dan anak-anak di bawah usia 19 tahun dari penjara pendudukan, semuanya sesuai dengan senioritas.
  • Penghentian lalu lintas udara di (selatan) selama empat hari.
  • Penghentian lalu lintas udara di (utara) selama enam jam setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 16.00.
  • Selama gencatan senjata, pendudukan berkomitmen untuk tidak menyerang atau menangkap siapa pun di seluruh wilayah Jalur Gaza.
  • Menjamin kebebasan pergerakan orang (dari utara ke selatan) di sepanjang Jalan Salah Al-Din.

Ketentuan perjanjian ini dirumuskan sesuai dengan visi perlawanan dan faktor-faktor penentunya, yang bertujuan untuk melayani rakyat kita dan meningkatkan ketabahan mereka dalam menghadapi agresi, terus-menerus menyadari pengorbanan, penderitaan, keprihatinan mereka, dan mengelola negosiasi ini dari sudut pandang yang berbeda. posisi ketabahan dan kekuatan di lapangan, meskipun ada upaya pendudukan untuk memperpanjang dan menunda negosiasi.

Saat kami mengumumkan tercapainya perjanjian gencatan senjata, kami menegaskan bahwa kami akan tetap memegang kendali, dan brigade kami yang menang akan tetap berupaya membela rakyat kami dan mengalahkan pendudukan dan agresi.

Kami berjanji kepada rakyat kami bahwa kami akan tetap setia pada darah, pengorbanan, kesabaran, ketabahan, dan aspirasi mereka untuk pembebasan, kebebasan, pemulihan hak, dan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya, Insya Allah.

Gerakan Perlawanan Islam – Hamas
Rabu : 08 Jumadil Awal 1445H
Sesuai dengan: 22 November 2023

Reporter: Ridho Asfari

Hamas Umumkan Gencatan Senjata Empat Hari di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Gerakan Perlawanan Islam, Hamas pada hari Rabu (22/11/2023) mengumumkan tercapainya kesepakatan perjanjian gencatan senjata sementara selama 4 hari demi kemanusiaan.

Meskipun proses perundingan sempat berjalan alot dan rumit selama beberapa hari, namun dengan bantuan mediasi Qatar dan Mesir akhirnya pihak Israel memutuskan untuk sepakat dengan syarat yang diajukan Hamas.

“Penghentian tembakan dari kedua belah pihak, penghentian seluruh aktivitas militer tentara pendudukan di seluruh wilayah Jalur Gaza, dan penghentian pergerakan kendaraan militer yang menyusup ke Jalur Gaza,” terang Hamas dalam pernyataanya.

Berdasar perjanjian tersebut, dibuka masuknya ratusan truk yang membawa bantuan kemanusiaan, pertolongan medis, dan bahan bakar ke seluruh wilayah Jalur Gaza, tanpa kecuali, baik utara dan selatan.

Perjanjian juga mengatur pertukaran tawanan, sebanyak 50 wanita dan anak-anak Israel di bawah usia 19 tahun akan dibebaskan, dan sebagai imbalannya 150 wanita dan anak-anak Palestina di bawah usia 19 tahun yang berada di tahanan Israel juga akan dibebaskan.

Serangan dan penerbangan pesawat tempur rezim Zionis akan dihentikan selama empat hari gencatan senjata di Gaza selama 6 jam dari pukul 10:00 hingga 16:00.

Hamas menekankan bahwa selama masa gencatan senjata, rezim Zionis telah berkomitmen untuk tidak menyerang siapa pun di seluruh wilayah Jalur Gaza, dan masyarakat akan memiliki kebebasan untuk menyeberang dari utara Gaza ke selatan di sepanjang Jalan Salah al-Din.

“Saat kami mengumumkan tercapainya perjanjian gencatan senjata, kami menegaskan bahwa kami akan tetap memegang kendali, dan brigade kami yang menang akan tetap berupaya membela rakyat kami dan mengalahkan agresi penjajah,” tegas Hamas dalam pernyataannya.

Sementara itu dari pihak Israel, semua menteri kabinet rezim Zionis, kecuali tiga menteri dari partai Otzma Yehudit yang dipimpin oleh Itamar Ben Gvir, mendukung rencana pertukaran tahanan dan sepakat menetapkan gencatan senjata sementara.

Benjamin Netanyahu, mendapat tekanan dari keluarga para sandera Israel, karena kegagalan membebaskan para sandera melalui operasi militer mengatakan, “Kabinet sedang menghadapi kesulitan, dan keputusan ini adalah keputusan yang tepat,” pungkasnya.

Reporter: Bahri

Korban Terbunuh di Gaza Akibat Serangan Israel Mencapai 14.128 Orang

GAZA (jurnalislam.com)- Korban sipil warga Palestina yang terbunuh akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah melonjak menjadi 14.128 orang, laporan ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Gaza, pada Selasa (21/11/2023).

“Para korban termasuk lebih dari 5.840 anak-anak dan 3.920 perempuan,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Tidak hanya itu, “6.800 orang dilaporkan hilang tertimbun dibawah reruntuhan, serta lebih dari 33.000 warga sipil dalam keadaan terluka.” imbuhnya.

Israel melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza. Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid, dan gereja juga rusak atau hancur akibat serangan Israel.

Di tengah gejolak ini, 1,5 juta warga Gaza terpaksa mengungsi, mencari tempat aman untuk melindungi diri dari serangan yang menghantui mereka.

Blokade Israel yang diterapkan tidak hanya mengakibatkan kekacauan, tetapi juga memutus pasokan vital seperti bahan bakar, listrik, dan air ke Gaza. Bahkan, pasokan bantuan kemanusiaan pun terhenti seiring dengan pembatasan yang semakin ketat hingga hanya sedikit yang bisa masuk.

Sumber: Anadolu Ajansi

Reporter: Bahri

Mencekam! Tank Israel Kepung Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Tank-tank Israel mengepung dengan kejam Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, menyisakan kehancuran dan korban sipil Palestina. Dalam tragedi ini, setidaknya 12 nyawa tak bersalah telah melayang akibat tembakan artileri zionis Israel di kompleks kesehatan tersebut.

Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin (20/11/2023) bahwa “situasinya sangat buruk” di Rumah Sakit Indonesia, di mana ratusan orang masih terjebak.

“Staf Rumah Sakit Indonesia bersikeras bertahan dalam gedung untuk merawat pasien yang terluka. Ada sekitar 700 orang, termasuk staf medis dan orang yang terluka, di dalam rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, angkat suara mengecam keras tindakan Israel. Ia meminta negara-negara mitra Israel untuk bersatu mendesak agar serangan kejam ini segera dihentikan.

“Serangan itu jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional. Semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, harus menggunakan seluruh pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak Israel menghentikan kekejamannya,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, sebagaimana yang dilansir Al Jazeera.

Serangan tentara Israel di Rumah Sakit Indonesia ini terjadi sehari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengevakuasi 31 bayi prematur dari Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza.

Termasuk di antara mereka terdapat lebih dari 250 pasien dalam kondisi sakit kritis atau terluka yang terdampar di sana sejak pasukan zionis Israel memasuki kompleks Rumah Sakit Al-Shifa tersebut.

Fasilitas kesehatan terbesar di wilayah tersebut dievakuasi dibawah todongan senjata setelah dikepung selama beberapa hari dengan 7.000 orang di dalamnya.

Badan kemanusiaan PBB, OCHA, melaporkan “runtuhnya layanan” di rumah sakit di Gaza utara menyusul serangan udara yang meluas dan kurangnya bahan bakar dan pasokan medis.

Meski militer Israel mengklaim adanya terowongan bawah tanah di bawah rumah sakit untuk keperluan militer, Hamas dan pejabat medis rumah sakit membantah klaim tersebut.

Marwan Abdallah, petugas medis di RS Indonesia, mengatakan tank Israel terlihat dari jendela.

“Anda dapat melihat mereka bergerak dan menembak,” katanya.

“Wanita dan anak-anak ketakutan. Terdengar suara ledakan dan tembakan terus-menerus.” imbuhnya.

Abdallah mengatakan rumah sakit tersebut telah menerima puluhan orang tewas dan terluka dalam serangan udara dan penembakan semalam.

Pemerintahan Hamas mengatakan jumlah korban tewas akibat pemboman udara dan operasi darat Israel di wilayah Palestina telah mencapai 13.000 orang, ribuan di antaranya adalah anak-anak.

Sumber: Al Jazeera

Reporter: Samsul

Hari Ke-45 Operasi Badai Al Aqsa, Brigade Al Qassam: Tujuan Israel Dalam Perang Adalah Membunuh Warga Sipil Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Dalam tengah-tengah serangan berkepanjangan oleh zionis Israel, operasi Badai Al Aqsa telah mencapai hari ke-45. Abu Ubaidah, juru bicara Al Qassam, menyampaikan rasa bangga terhadap keteguhan masyarakat Gaza yang terus menghadapi serangan brutal. Pernyataannya disampaikan melalui video yang ditayangkan oleh Al Jazeera Mubasher pada Selasa dini hari (21/11/2023).

“Mujahidin kami berhasil menargetkan 60 kendaraan militer Zionis dalam 3 hari terakhir, termasuk 10 kendaraan pengangkut pasukan,” ungkap Abu Ubaidah, menyoroti ketangguhan pasukan Al Qassam.

Brigade Al Qassam juga melaporkan keberhasilan penyergapan terhadap pasukan Israel di barat daya Gaza pada hari Sabtu.

“Mujahidin kami bahkan mendengar teriakan tentara musuh dan mereka meminta bantuan,” ungkapnya.

“Pasukan Al-Qassam juga menyergap musuh saat mereka menunggu pasukan penyelamat, dan menyebabkan banyak kematian, tidak kurang dari 7 orang di situ, dan Mujahidin kami kembali ke pangkalan mereka dengan selamat,” imbuhnya.

Pada hari Ahad, 25 pasukan elit Al-Qassam melancarkan serangan gabungan terhadap pasukan musuh yang bersembunyi di Rumah Sakit Anak Al Rantisi.

“Kami berhasil menghancurkan sebuah tank dan kendaraan pengangkut pasukan, menewaskan empat tentara musuh. Namun, satu mujahidin kami gugur dalam serangan tersebut,” terang Abu Ubaidah.

Abu Ubaidah juga menyoroti tindakan Israel yang menyerang anak-anak dan rumah sakit, mengklaim hal ini sebagai indikasi keputusasaan mereka.

“Tujuan penjajah dalam perang ini adalah untuk menghancurkan dan membunuh warga sipil semata,” katanya, menegaskan bahwa kebijakan agresif Israel mencerminkan ketidakyakinan mereka untuk menang.

Dengan optimisme tinggi, Abu Ubaidah menyatakan, “Agresi mereka (Israel) akan dipatahkan, dan kemauan kami tidak akan bisa dipatahkan!” Pernyataan ini mencerminkan tekad Brigade Al Qassam dalam menghadapi pertempuran yang terus berlanjut.

Sumber: Al Jazeera Mubasher

Reporter: Bahri

Bukti Kemenangan Hamas! Jurnalis Israel Sebut 2.985 Tentara Zionis Tewas

GAZA (jurnalislam.com)- Pemerintah Israel dituding menyembunyikan jumlah tentara Israel yang tewas dalam perang melawan Hamas. Jurnalis Israel mengungkapkan jumlah tentara Israel yang terbunuh lebih dari 2.985 tentara. Jumlah ini sangat besar dibanding dengan yang telah dilaporkan oleh pemerintah Israel.

“Jumlah prajurit kita yang gugur tidak kurang dari 2.985 prajurit, dan jumlah prajurit yang luka-luka sebanyak 11.600 prajurit. Saya terkejut dan menangis. Terkutuklah Anda, Netanyahu dan Biden, karena telah melibatkan Israel dalam perang yang telah diperingatkan oleh banyak orang,” kata seorang jurnalis Israel seperti dilansir akun X milik @LadyVelvet_HFQ, pada Jum’at (17/11/2023).

Akun X tersebut juga mengutip pesan seorang jurnalis Israel yang mengajak teman-teman tentaranya yang sedang berada di Gaza untuk segera pergi,

“Saya berpesan kepada seluruh saudara-saudara, dan teman-teman saya untuk meninggalkan Palestina, karena ini adalah kutukan Tuhan kepada anak-anak Israel, karena kami telah membunuh orang-orang yang tidak bersalah dan bahkan melakukan pembantaian terhadap anak-anak Gaza,” terangnya.

“Kutukan Gaza akan menghantui kita???“ sambungnya.

“Saat saya pergi, saya akan mempublikasikan skandal Netanyahu, Gavier dan Biden,” tulis akun @LadyVelvet_HFQ menirukan pernyataan jurnalis Israel tersebut.

Belum jelas berapa banyak tentara Israel yang tewas di Jalur Gaza sejak Israel memperluas operasi daratnya di wilayah yang diblokade tersebut pada 27 Oktober. Namun, angka resmi menyebutkan jumlah kematian tentara Israel sebanyak 371 orang sejak pecahnya perlawanan di Gaza.

Disisi lain, juru bicara Al Qassam, Abu Ubaidah, dalam sebuah pernyataannya pada hari Sabtu menegaskan bahwa jumlah korban tewas tentara Israel di Gaza jauh lebih besar dari yang perkirakan.

Reporter: Bahri

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Berikan Surat Tadzkirah Untuk Para Capres 

SOLO (jurnalislam.com)- Ustaz Abu Bakar Ba’asyir mengatakan bahwa selain memberikan surat tadzkirah ke Prabowo Subianto melalui Gibran Rakabuming, ia juga memberikan surat nasehat tersebut kepada Anis Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Hal itu ia katakan saat memberikan surat tadzkirah di Balaikota Surakarta pada Senin, (20/11/2023).

“Tiga capres itu kita beri surat semua, tentu nasehat itu bagi yang jadi presiden nanti tapi tiga tiganya kita kasih semua tapi menemui susah sekali, pak Anis sudah sampai di Jakarta, nanti pak Prabowo saya harapkan nanti yang menyampaikan mas Gibran, nanti pak Ganjar kita usahakan di Semarang,” katanya.

Ustaz Abu melanjutkan, bahwa siapapun nanti yang terpilih menjadi Presiden, mempunyai kewajiban untuk menegakkan hukum Allah di negara Indonesia.

“Nasehat itu sebagai seorang Presiden, orang Islam ini wajib mengatur negeri ini dengan hukum Islam, hukum Allah, supaya selamat, baik secara langsung atau sedikit demi sedikit,” terang Ustaz Abu.

“Presiden yang agama Islam punya kewajiban untuk itu, itu yang kita ingatkan. Memang banyak penentangan dari non muslim, tapi itu memang sudah sunnatullah,” pungkasnya.

Reporter: Iwan Kurniawan

Datangi Kantor Gibran Rakabuming, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Berikan Surat Tadzkirah

SOLO (jurnalislam.com)- Ustaz Abu Bakar Ba’asyir mendatangi Balai Kota, Surakarta guna memberikan surat tadzkirah kepada Cawapres yang juga Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, pada Senin, (20/11/2023).

Ustaz Abu datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan memakai gamis berwarna putih dan didampingi sejumlah pengurus Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki menuju bagian umum untuk menyerahkan surat tersebut.

“Saya hari ini mau menyerahkan surat tadzkirah namanya, jadi Allah mewajibkan umat Islam yang mengerti agama harus menyampaikan nasehat kepada kepala negara, jadi itu kewajiban saya, dalam agama saya, saya mesti menyampaikan nasehat, dari tiga capres itu siapa yang jadi presiden supaya mengamalkan nasehat nasehat itu,” katanya.

Ustaz Abu mengatakan bahwa sebenarnya dirinya ingin memberikan surat tersebut secara langsung kepada Gibran Rakabuming agar nanti bisa diberikan kepada Prabowo.

“Kita pengennya ketemu mas Gibran, tapi susah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustaz Abu menegaskan bahwa dalam surat tersebut ada nasehat yang nanti ia harapkan bisa diterapkan oleh Presiden yang terpilih di Pilpres tahun 2024.

“Karena surat ini, surat kewajiban agama, jadi orang yang mengerti agama, ustadz atau ulama wajib memberi nasehat ke Presiden supaya di dalam tugasnya itu bisa menyelamatkan negara dengan baik,” terangnya.

“Adapun nasehat diterima ataupun tidak diterima Allah yang menentukan nanti, bagi kita yang penting sudah menyampaikan, nanti di muka Allah saya sudah punya alasan, sudah punya bukti lewat nasehat ini,” pungkasnya.

Reporter: Inox Barbarossa