Turki Kutuk Keras Pasukan Israel di Gaza

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Ahad (30/9/2018) mengutuk “keras” penggunaan kekuatan Israel yang “berlebihan dan tidak proporsional” terhadap warga sipil tak bersalah di Jalur Gaza.

“Kami sangat mengutuk penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional oleh pasukan Israel terhadap warga sipil tidak bersalah yang menggunakan hak mereka berkumpul secara damai di Gaza, yang mengakibatkan pembunuhan 7 warga Palestina dan melukai lebih dari 500 orang,” Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: 

Dikatakan bahwa berlanjutnya penggunaan kekuatan oleh pasukan penjajah Israel terhadap penduduk Palestina di wilayah-wilayah pendudukan menunjukkan sekali lagi pentingnya pelaksanaan Resolusi Majelis Umum PBB tentang perlindungan rakyat Palestina.

“Kami menyerukan kepada semua anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab untuk menuntut memastikan pertanggungjawaban para pelaku kejahatan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Israel dan untuk mencegah terulangnya serangan serupa di masa depan,” kata pernyataan itu.

Turki akan terus menindaklanjuti masalah ini di forum internasional dan untuk berdiri bersama negara Palestina dan rakyat Palestina, tambahnya.

Baca juga: 

Pada hari Jumat, sedikitnya tujuh orang Palestina gugur dan lebih dari 500 lainnya terluka oleh serangan brutal tentara Israel saat mengambil bagian dalam demonstrasi yang sedang berlangsung di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel.

Para pengunjuk rasa – yang telah melakukan demonstrasi sejak 30 Maret – menuntut “hak untuk kembali” ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah sejak mereka diusir pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Baca juga: 

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 11-tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi kantong pesisir dan merampas komoditas pokok bagi dua juta penduduknya.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 180 orang Palestina telah dibunuh  – dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan zionis Yahudi – sejak aksi unjuk rasa dimulai sekitar enam bulan lalu.

Fauziyatul Khaeriyah, Hafizah yang Wafat Tertimpa Bangunan Akibat Gempa Palu

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Fauziyatul Khaeriyah, lulusan terbaik Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Dakwah wal Irsyad (DDI) Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di bawah reruntuhan bangunan pada Ahad (30/9/2018). Khaeriyah adalah korban gempa yang melanda Kota Palu dua hari yang lalu.

Selain berperetasi dalam bidang akademik, di usianya yang baru memasuki 18 tahun, Khaeriyah juga merupakan seorang hafidzah 30 juz dan seorang qari’ah bersuara merdu.

Dia adalah santriwati asal Sulawesi Tengah, putri Muhammad Alwi S.Ag dan Hasna. Kedua orang tuanya juga merupakan lulusan dari pesantren DDI Mangkoso.

Khaeriyah bersama para penghafal Qur’an dari Ponpes DDI. FOTO: INA News Agency

“Khaeriyah adalah santriwati yang taat, sopan dan alim. Selama di pesantren tidak pernah sekalipun dia melanggar aturan,” kata kepala sekolah Madrasah Aliyah DDI Mangkoso, Herman Tabi, M.Pd, kepada Islamic News Agency (INA).

Herman mengungkapkan, Khaeriyah mulai mondok di pesantren DDI Mangkoso sejak Madrasah Tsanawiyah, kemudian melanjutkan belajarnya di Madrasah Aliyah yang terletak di bukit Bulu Lampang.

“Dia mulai menghafal saat kelas satu Aliyah dan berhasil menyelesaikan hafalannya 30 Juz pada tahun 2018,” tutur Herman.

Sejak duduk di Madrasah Tsanawiyah, lanjut Herman, Khaeriyah selalu menempati rangking 10 besar. Dia lulus Aliyah tahun ini dengan menyabet sebagai lulusan terbaik.

Selama mondok dan menyelesaikan hafalannya di pesantren, dia baru pulang setelah khatam dan penamatan pondok bulan Juli lalu.

“Ketika saat terakhir meninggalkan pesantren di Kampus Bululampang, almarhum sempat tersenyum bersama kedua orang tuanya dengan penuh kebahagiaan sambil melambaikan tangan dan berkata semoga bisa bertemu kembali kampusku,” kenangnya.

Khaeriyah belum berniat kuliah, kata Herman, karena masih mau mendaras hafalannya di Palu. Ketika gempa datang dia sedang mendaras hafalannya.

Sampai saat ini, kabar kedua orangtua Khaeriyah belum diketahui.

Ustadz Arnold Al-Gonzaga Berbagi Pengalaman Sebelum Masuk Islam

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Mualaf Center Semarang (MCS) mengadakan Safari Dakwah selama dua hari mulai tanggal 29-30 September 2018 di Semarang dengan mengundang Ustadz Arnold Abdurrahaman Al-Gonzaga yang sekarang aktif menjadi pembina Mualaf Center Yogyakarta.

Ketua MCS, Agus Triyanto menyampaikan bahwa agenda safari dakwah yang diselenggarakan tersebut bertujuan untuk menguatkan akidah ummat Islam serta memotivasi kaum muslimin untuk belajar Islam dengan sungguh-sungguh

“Sengaja kami agendakan untuk penguatkan aqidah bahwa Islam adalah ajaran yg benar dan di ridhoi Allah sehingga banyak orang berbondong bondong masuk Islam sekaligus untuk motivasi umumnya kaum muslimin untuk lebih giat dalam belajar Islam,” ucapnya kepada Jurnalislam, Ahad (30/9/2018).

Safari dakwah tersebut diadakan di lima lokasi yaitu di Masjid Hotel Grasia Jl. S Parman No 29, Masjid Al-Ikhwan Delikrejo Tembalang, Masjid Miftahul Huda Tlogosari, Majid Muhajirin Pandaran Hills Sambiroto dan terakhir di Masjid Attaqwa Halmahera.

Dalam tausiahnya di Masjid Attaqwa Halmahera, ustadz yang memiliki nama asli Arnold Al Gonzaga ini menceritakan pengalamannya sebelum masuk Islam. Sebelum menjadi Islam, ia didoktrin dengan stigma negatif tentang Islam oleh keluarganya seperti Islam adalah agama yang terbelakang, miskin, tidak toleran hingga disebutkan Islam adalah agama pedang dan teroris.

“Sebelum menjadi muslim ditanamkan kepada kami bahwa Islam itu tidak peduli dengan orang lain, Islam itu penuh dengan kekerasan, Islam sama dengan teroris sama dengan pedang,” papar ustadz kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur itu.

Tapi semua opini negatif tentang Islam akhirnya diketahuinya sendiri bahwa itu tidak benar. Hal itu diketahuinya saat berinteraksi langsung dengan ummat Islam di Yogyakarta.

“Maka ketika saya mengalami secara langsung, interaksi bersama dengan orang-orang muslim, saya menemukan Islam penuh dengan kedamaian, penuh dengan cinta kasih, jadi saya menyimpulkan bahwa Islam agama yang cinta kasih yang rohmatan lilalamin,” ucap mualaf yang masuk Islam di tahun 2000 itu.

Ia dikirim keluarga untuk dididik di Seminari Tinggi Misionaris keluarga Kudus Yogyakarta untuk menjadi pastor. Walaupun akhirnya ia keluar dari biara karena tidak sanggup menjadi pastor.

“Saya keluar dari biara karena saya gak sanggup, karena jika sudah menjadi pastor dilarang menikah,” katanya.

Ketika sudah memeluk Islam, berbagai ujianpun dialami seperti ditolak menjadi keluarga dan dicoret sebagai ahli waris. Selama 18 tahun menjadi muslim, Ustadz Arnold tidak pernah kembali di kampung kelahirannya. Saat ini ia menetap di Yogyakarta bersama keluarganya.

Terakhir, ayah dua anak ini menyampaikan pesan khusus kepada mualaf dimanapun berada untuk meningkatkan Iman dan taqwa. karena itu modal istiqomah sampai ajal menjemput.

“Yang pertama harus memperkuat keimanan kita , beriman bertawakkal mutlak kepada Allah, tuhan yang menjadi Rabb kita, tidak ada tuhan yang lain, dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita akan menjadi modal Istiqomah didalam Islam sampai akhir ayat kita,” jelasnya.

“Mudah-mudahan dengan iman yang kokoh, aqidah yang kuat ibadah yang taat istiqomah diatasNya, kita bisa meraih apa yang Allah janjikan, terbebas dari segala kekuatiran, rasa takut dengan persoalan yang terkait dengan dunia, tidak ada kesedihan terhadap masalalu kita , lalu kita bergembira dengan apa yang dijanjikan Allah yaitu surgaNya,” pungkasnya

Forum Me-DAN Gelar Pengobatan Gratis di Mojokerto

MOJOKERTO (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Cabang Mojokerto mengadakan bakti sosial pengobaran gratis di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Hijrah Desa Brayung, Kecamatan Puri, Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (30/9/2018).

“Kami Forum Me-DAN Indonesia mendapat undangan dari pondok untuk mengadakan pengobatan gratis. Kami memiliki agenda untuk mengadakan pengobatan gratis sesuai permintaan masyarakat. Karena kami sadar bahwa ini memang tugas kami,” kata Ketua Forum Me-DAN pusat dr. Didik Sulasmono.

Pelayanan dibuka pukul 08.00 WIB dan langsung dipenuhi oleh warga sekitar yang rela antri untuk mendapatkan pelayanan pengobatan gratis.

Kepala desa Brayung H. Hadi Prasetyo dalam sambutannya berharap pelayanan ini bisa diadakan secara rutin. “Kami berharap pengobatan ini dilakukan setiap bulan sekali,” terangnya dihadapan warga.

Kegiatan ini merupakan program rutin Forum Me-DAN, dimana sehari sebelumnya acara yang sama telah digelar di Lumajang.

Kiriman: Hab/Me-DAN

Komunikasi Putus, Empat Mesin Genset Diantar ke Palu dan Donggala

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Salah satu cabang Pertamina di kota Makassar, Sulawesi Selatan memberikan bantuan mesin genset untuk korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Ahad (30/9/18).

Seperti diketahui, jaringan komunikasi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala hingga kini belum kembali stabil akibat guncangan gempa 7,7 SR dan tsunami yang melanda wilayah tersebut, Jumat, (28/9/18) lalu. Gangguan tersebut disebabkan terputusnya pasokan listrik.

“Kita ingin menghidupkan lagi listrik di Donggala dan Palu, karena salah satu kendala terputusnya nkomunikasi disana tidak adanya pasokan listrik, ” kata salah satu staf pertamina Makassar di pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Makassar, Ahad (30/9/18).

PT Pertamina memberikan 4 buah mesin genset dan ribuan tabung gas LPG untuk memenuhi kebutuhan para korban.

“Kita memberikan 4 buah genset, 1000 tabung LPG 12 kilo, dan 100 tabung LPG 50 kilo, total dengan air mineral tiga truk,” tutur Rasid

Reporter: SAIFAL/INA

FOZ Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 32 lembaga amil zakat (LAZ) di bawah koordinasi Forum Zakat (FOZ) telah terjun ke lokasi bencana dan melakukan aksi tanggap darurat untuk membantu para korban gempa dan tsunami di Donggala, Sulawasi Tengah sampai Sabtu (29/9/2018).

Ketua Umum FOZ, Bambang Suherman menyatakan fokus FOZ adalah memastikan adanya koordinasi yang baik antara anggota FOZ yang ada di lapangan.

“Koordinasi ini penting dilakukan, karena dengan kordinasi yang baik tiap tahapan respon tanggap bencana ini akan lebih efektif, merata dan menjangkau lebih banyak daerah terdampak”, katanya melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (30/9/2018).

Bambang menambahkan bahwa jumlah lembaga amil zakat di bawah koordinasi FOZ yang terjun membantu korban akan terus bertambah.

Berdasarkan pemutakhiran data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, meningkat drastis dari 48 orang menjadi 384 orang meninggal.

Selain ratusan korban meninggal, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 29 orang hilang dan 540 luka berat.

Saksi : Ada Ribuan Warga Palu di Pantai Ketika Tsunami Terjadi

BAUBAU (Jurnalislam.com) – Andrian, saksi mata yang selamat, mengatakan ada seribuan warga sedang berada di pinggir pantai anjungan Nusantara, Kota Palu, Jumat (28/9) sore saat tsunami menerjang wilayah tersebut. Masyarakat setempat saat itu sedang menantikan acara pembukaan fetsival ‘Pesona Palu Lomoni’ yang digelar di pantai tersebut.

”Ada seribuan warga yang berkumpul, termasuk pelajar yang akan ikut mengisi acara festival itu,” kata Andrian lansir Republika.co.id, di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018).

Menteri Pariwisata, Arief Yahya bersama Wali Kota Palu, Hidayat, semula dijadwalkan akan membuka acara tersebut. Tetapi, para pejabat saat itu belum hadir di tempat acara pembukaan festival saat bencana tsunami terjadi.

Adrian, yang bertugas sebagai Satpol PP Kota Palu, pun mengaku ratusan rekannya sampai saat ini belum ditemukan usai terjangan tsunami. Ia mengatakan ratusan anggota Satpol-PP bersama satuan pengamanan dari TNI, Polri, dan Dishub saat itu hadir untuk mengamankan acara pembukaan festival.

”Saya adalah bagian dari 250 anggota Satpol-PP Kota Palu yang pada Jumat (28/9/2018) kemarin mengamankan lokasi acara pembukaan Fetsival Pesona Palu Lomoni,” kata Andrian ketika ditemui Antara di sekitar Balai Kota Palu.

Ratusan anggota Satpol-PP itu berada di lokasi acara festival yang berlangsung di pinggir pantai anjungan Nusantara, Kota Palu, bersama anggota pengamanan lainnya yang berasal dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan. Mereka melakukan apel pasukan untuk mengamankan festival pada Jumat (28/9/2018) pukul 15.00 Wita.

”Tiba-tiba gempa pertama terjadi disusul kepanikan orang yang sebagian melarikan diri menjauh dari pantai,” kata Adrian menuturkan kronologisnya.

“Namun, setelah kami melihat air tiba-tiba turun, dan akhirnya terjadi kepanikan besar,” katanya. ”Belum sempat melarikan diri, terjadi gempa yang lebih besar pada 7,4 SR itu, dan tiba-tiba air naik.”

 

BAZNAS Bantu Program Tahfiz Al-Quran Internasional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan pendidikan untuk United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) atau Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam di Indonesia.

“Semoga program ini semakin banyak melahirkan para penghafal Al-Quran Indonesia yang lebih profesional. Sehingga mereka bisa menjadi guru bagi dakwah Al-Quran di kancah global,” ujar Ketua BAZNAS, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, usai menandatangani naskah kerja sama bantuan Program Tahfiz Al-Quran Internasional bersama pimpinan UICCI Hakan Soydemir, di Istanbul, Turki, Rabu lalu.

Turut hadir anggota BAZNAS, Nana Mintarti; Direktur Utama (Dirut) BAZNAS, M. Arifin Purwakananta; dan Direktur Puskas BAZNAS, Irfan Syauqi Beik.

Menurut Bambang, kerja sama dengan lembaga yang dikenal sebagai Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah ini, dimaksudkan untuk melahirkan tahfiz-tahfiz Al-Quran dari Indonesia yang profesional, menjadi ustaz dan guru bagi dakwah Al-Quran yang mendunia.

“Santri-santri kita akan diajarkan tahfiz Al-Quran di Indonesia, dilanjutkan dengan belajar di Turki untuk selanjutnya disebarkan ke berbagai penjuru dunia sebagai ustaz. Banyak santri Sulaimaniyah dari Indonesia,” ucapnya melalui rilis yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (27/9/2018).

Kedatangan rombongan pimpinan BAZNAS ke Turki merupakan bagian dari rangkaian perjalanan menuju Bosnia. Di negara Balkan tersebut, BAZNAS akan menerima penghargaan Global Islamic Finance Award (GIFA) dari Presiden Bosnia Bakir Izetbegovic.

Selama di Turki, delegasi BAZNAS menjalankan sejumlah agenda seperti, rapat dengan International Fraternity Association (IFA), pertemuan dan diskusi dengan Sekretaris Jenderal D8, yang merupakan kelompok 8 negara Muslim terbesar yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Sebelum melanjutkan penerbangan ke Sarajevo, rombongan Prof. Bambang bersilaturahmi dengan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul.

Pasca Gempa 7.7 SR, BNPB Sebut Terjadi Tsunami di Palu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gelombang tsunami menerjang Palu, Sulawesi Tengah. Tsunami ini terjadi setelah gempa bumi mengguncang Palu dan Donggala, sebesar 7.7 SR.

“Memang benar tsunami terjadi di Palu,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho lansir  detikcom, Jumat (28/9/2018).

Belum ada keterangan lebih lanjut terkait pukul berapa tsunami ini terjadi, juga berapa tinggi gelombang tsunami ini. Tsunami ini menerjang Pantai Talise, Palu.

“Dampaknya juga belum bisa diketahui, karena komunikasi putus semuanya,” kata Sutopo.

Donggala diguncang gempa 7,7 SR. Palu juga diguncang gempa 5,9 SR.

sumber: detik.com

Walikota Solo Tolak Jalan Sehat Bersama Jokowi di CFD Slamet Riyadi

SOLO (Jurnalislam.com) – Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo ikut menolak kegiatan jalan sehat bersama calon presiden nomor urut 01 Jokowi di Jalan Slamet Riyadi depan Taman Sriwedari, Solo pada Ahad (30/9/2018) nanti.

Menurut Rudy, Car Free Day (CFD) merupakan white area yang bebas dari kegiatan berbau politik apapun.

Sebelumnya, 60 ormas Islam dan elemen masyarakat Surakarta juga menolak kegiatan jalan sehat yang rencananya akan menghadirkan puluhan ribuan massa dari luar kota Solo itu.

“Untuk kegiatan politik capres cawapres maupun parpol peserta pemilu serta organisasi-organisasi berbau politik tidak diperbolehkan bergiatan di CFD,” katanya dalam konferensi video di Balai Kota Surakarta, Jumat (28/9/2018).

Rudy yang juga mantan pasangan Jokowi saat menjadi Walikota Solo itu mengaku tak mengetahui penyelenggara kegiatan tersebut, ketua DPC PDIP Surakarta ini menegaskan partainya sama sekali tidak terlibat dalam acara jalan sehat itu.

“PDIP tidak menyelenggarakan. PDIP yang membuat aturan (larangan berpolitik di CFD) kok, masa dilanggar sendiri,” ungkapnya

“Tapi katanya akan dialihkan. Yang penting tidak berada di delapan titik white area di jalan protokol-protokol itu. Tidak boleh untuk kegiatan politik,” pungkas Rudy yang saat ini sedang berada di Yerusalem.

Sebelumnya beredar pamflet kegiatan jalan sehat bersama Jokowi sejak beberapa hari yang lalu, dalam pamflet tersebut, tertulis Solidaritas Merah Putih (SMP) sebagai panitia, SMP juga mengajak peserta yang berada di Jawa Tengah untuk turut hadir dalam kegiatan tersebut. (Arie Ristyan).