TERAS IPMI Bahas Tentang Muslimah Bervalue

MAKASAR (jurnalislam.com)- Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia (IPMI) telah menggelar kegiatan Temu Remaja Sekolah (TERAS), Ahad (29/9/24). Berlangsung secara hybrid sejak pukul 08.00 WITA, di Gedung Baruga Karaeng Pattingalloang Rujab. Gubernur, dihadiri sebanyak 211 peserta offline dan 192 online via Zoom.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu menambah wawasan terkait nilai-nilai islami di era modern tentang bagaimana sikap yang seharusnya remaja lakukan dalam menghadapi tren saat ini, serta memahami bahwa muslimah itu berharga dan bervalue dengan mengikuti syariat Islam.

TERAS kali ini mengusung tema “Cewek GG (Gold and Gifted)“, pengusungan tema tersebut cukup filosofis. Di mana kata gold yang berarti emas dimaksudkan sebagai cerminan muslimah. Ia tidak ditemukan di tempat terbuka, sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Panitia, Annisa Fadilah Thamrin.

“Nah kata gold yang berarti emas, memiliki filosofi bahwa emas tidak didapatkan di daerah terbuka melainkan tersembunyi di dalam batuan, begitu pula cerminan dari muslimah yang seharusnya tertutup atau tidak dengan mudah mengumbar dirinya di media sosial,” ungkapnya.

Masih dalam penjelasannya. Alumnus SMA IT Wahdah Islamiyah tersebut menerangkan tentang kata Gifted yang menggambarkan muslimah berbakat dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai guideline-nya.

“Adapun Gifted yang berarti berbakat atau ber-value memiliki filosofi bahwa tiap muslimah punya something special pada dirinya tanpa harus mengikuti standar di media sosial dan cukup menjadi dirinya sendiri sesuai dengan nilai-nilai Islam” sambungya.

Selain mengundang salah seorang talent Coc by Ruangguru, kegiatan TERAS kali ini turut pula menghadirkan Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Aktivis Dakwah, Zelfia Amran, S.I.P., M.M., M.Sos. I., atau yang karib disapa Kak Sofie, beliau mengatakan bahwa sekecil apapun pencapaian yang kita raih itu menjadi bukti upaya terbaik kita.

“Setiap pencapaian yang kita raih sekecil apapun, adalah bukti bahwa kita telah berusaha menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Kandidat Doktor Bidang Ilmu Komunikasi UNHAS tersebut juga mengajak remaja muslimah untuk terus berjuang dan menuturkan tentang esensi dari pecapaian terbesar seseorang.

“Maka, mari terus melangkah, terus bermimpi, dan terus berjuang, karena pencapaian terbesar dalam hidup adalah ketika kita bisa melihat ke belakang dengan senyum dan berkata: Aku telah melakukan yang terbaik,” tutupnya.

Temu Remaja Sekolah (TERAS) merupakan puncak dari kegiatan Pekan Kreativitas Muslimah (PENTAS) sebuah ajang kompetisi yang melibatkan pelajar muslimah dengan berbagai lomba di antaranya: Tahfidz, Cerdas Cermat, Presentasi Gagasan, Desain Poster, Badminton, dan Bakiak.

Penyerahan SK Pensiun Pegawai Yayasan Nur hidayah Surakarta

SOLO (jurnalislam.com)- Tahun 2024 ini, untuk pertama kalinya Yayasan Nur Hidayah Surakarta menggelar Acara Penyerahan SK Pensiun Pegawai pada Senin (30/9/2024).

Acara yang bertempat di Nur Hidayah Convention Center (NHCC) ini diikuti oleh petinggi yayasan, pimpinan tiap unit, dan keluarga dari guru dan karyawan yang akan menerima SK Pensiun.

Pada kesempatan itu, Yayasan Nur Hidayah Surakarta menyerahkan SK Pensiun beserta tali asih dan kenang-kenangan kepada dua pegawai. Dua pegawai tersebut yakni Ustadzah Hasanah, A.Ma., selaku guru di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta dan Bapak Supardiyanto selaku pegawai cleaning service di SMP IT Nur Hidayah Surakarta.

Ustadz Dr. H. Kasori Mujahid, S.Si., M.Ag., selaku Ketua Umum Yayasan Nur Hidayah Surakarta menyampaikan apresiasinya atas jasa Ustadzah Hasanah, A.Ma., dan Bapak Supardiyanto.

“Ustadzah Hasanah, A.Ma., dan Bapak Supardiyanto telah memberikan contoh yang baik dalam dedikasinya memajukan Yayasan Nur Hidayah Surakarta,” jelas beliau.

Di hadapan para hadirin, Ustadzah Hasanah, A.Ma., tidak menyangka jika sudah memasuki masa pensiun. Beliau berterima kasih telah diberi kesempatan untuk mengabdi dan menimba ilmu di Yayasan Nur Hidayah Surakarta.

Sementara itu, Bapak Supardiyanto juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Yayasan Nur Hidayah Surakarta. Ia tidak lupa meminta maaf jika selama berinteraksi ada kesalahan yang dilakukan baik sengaja maupun tanpa sengaja.

Talent CoC by Ruangguru, Sarah Firjani Hanisah jadi Pembicara pada Kegiatan TERAS IPMI Pusat

MAKASSAR (jurnalislam.com)- Talent Class of Champion (CoC) by Ruang Guru, Sarah Firjani Hanisah hadir menyapa para peserta Temu Remaja Sekolah (TERAS) bertema “Cewek GG: Gold & Gifted”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia (IPMI) secara hybrid di Gedung Baruga Karaeng Pattingalloang Rujab. Gubernur dan melalui Zoom Meeting, pada Ahad (29/9/2024).

Mahasiswi Berprestasi Ilmu Gizi IPB tersebut secara interaktif terhubung dengan peserta melalui sesi Talk Show yang dipandu langsung oleh Pembina IPMI Pusat, Evawani Pratiwi, S.Pd selaku moderator. Atensi peserta semakin nampak terutama saat membahas masalah insecurity pada remaja dan juga tips seputar prestasi akademik. Hal ini ditandai dengan antusiasme peserta yang mengajukan pertanyaan dan juga permintaan saran.

Kak Sarah, demikian sapaannya, menyampaikan tentang kompleksitas permasalahan yang terjadi di kalangan remaja. Artinya struggle yang dihadapi remaja masa kini bersifat multifaktoral.

“Jadi aku menekankan di sini bahwa masalah yang terjadi di remaja sekarang itu kompleks ya teman-teman. (Tadi) kita udah bahas dari kesehatan, di sini (sekarang) dari segi akademis,” paparnya.

Guest Star yang juga aktif sebagai Content Writer tersebut berpendapat bahwa insecurity adalah hal yang manusiawi, namun ia mengingatkan agar jangan terlalu lama tenggelam dalam fase itu.

“Tapi jangan terlalu lama untuk melihat ke orang lain, karena yang paling penting ialah just focus on yourself,” lanjutnya

Selain itu, disampaikan bahwa problem lain yang familiar terjadi di kalangan remaja ialah yang terkait dengan minimnya pendidikan seksualitas berbasis Islam dan kecanduan terhadap gawai.

Kak Sarah juga menyampaikan bahwa usia remaja adalah usia peralihan yang terbilang sangat mudah untuk ter-influence sehingga perlu beberapa cara dalam menyikapinya seperti menjaga identitas sebagai muslimah, berada di lingkungan positif dan ikut kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat.

Sebagai informasi, TERAS merupakan event nasional bagian dari rangkaian kegiatan menuju MUKTAMAR II IPMI Pusat yang in syaa Allah akan dilaksanakan pada tanggal 19-20 Oktober 2024 mendatang. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua IPMI Pusat, drg. Nurul Fitri, M.A.R.S saat sesi sambutan.

“Konsep tahun ini kami mengusung TERAS secara nasional sebagai bentuk rangkaian MUKTAMAR II IPMI Pusat yang akan diselenggarakan di bulan Oktober tepatnya tanggal 19-20,” tuturnya.

Kegiatan TERAS yang diusung dengan melibatkan pengurus IPMI dari tingkat wilayah hingga daerah tersebut bertujuan untuk memberi pemahaman tentang bagaimana remaja muslimah menyikapi tren dan memahami bahwa dirinya berharga dan bervalue, sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Annisa Fadilah Thamrin.

“Jadi kegiatan ini bertujuan menambah wawasan terkait nilai-nilai Islami di era modern tentang bagaimana sikap yang seharusnya remaja lakukan dalam menghadapi tren saat ini serta memahami bahwa muslimah itu berharga dan ber-value dengan mengikuti syariat Islam,” ungkapnya.

Event nasional ini turut pula dirangkaikan dengan pengumuman pemenang lomba Pekan Kreativitas Muslimah (PENTAS) yang kompetisinya telah berlangsung sejak 8 September 2024 lalu.

Semarang Darurat Gangster, FUIS Desak Aparat Kepolisian Bertindak Tegas

SEMARANG (jurnalislam.com)- Ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) mengadakan aksi damai di depan kantor DPRD Jawa Tengah menuntut ketegasan aparat untuk menindak gangster yang sedang marak, pada Jum’at (27/9/2024).

“Meminta ketegasan aparat untuk menindak tegas banyaknya gangster-gangster yang ada di semarang,” ucap Wahyu Kurniawan ketua FUIS.

Selain melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD, sebagian tim juga melakukan audiensi di dalam gedung bersama anggota dewan. Tim diterima oleh bagian humas dan pihak kepolisian.

Ustaz Danang Setyadi perwakilan Jamaah Ansharu Syariah Semarang meminta kepada DPRD untuk mengevaluasi terkait hukum pidana anak yang melakukan kejahatan seperti pembunuhan agar menimbulkan efek jera.

“Mohon untuk bisa mengevaluasi terkait hukum pidana anak agar menimbulkan efek jera,” ucapnya.

Selain itu, perwakilan dari FUIS juga menyampaikan banyaknya gangster yang muncul secara masif di berbagai wilayah dan tawuran dimana-mana seolah-olah ada yang mengkoordinir dan menggerakkannya, maka dari itu perlu di butuhkan sinergi antara pemerintah dan ormas dalam mencegah tawuran.

Dari Humas Doni bagian SubKor DPRD Jateng menyampaikan, bahwa semua apa yang disampaikan sudah dicatat dan segera sampaikan ke pimpinan dewan sementara, karena masih ada peralihan atau transisi kepemimpinan.

Sedangkan dari kepolisian yakni Aris selaku intel Polda Jateng menyampaikan, bahwa akan ada pembubaran gangster serentak besok pada 1 Oktober 2024 di Polrestabes Semarang.

Reporter: Agus Riyanto

DSKS Desak Satpol PP Tindak Tegas Cafe’ Penjual Miras di Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendatangi kantor Satpol PP Kota Surakarta, pada Rabu (25/9/2024). Kedatangan sejumlah pengurus tersebut dalam rangka memprotes terkait menjamurnya toko atau café yang berjualan miras di Kota Surakarta.

Humas DSKS, Endro Sudarsono menjelaskan agar dalam hal ini Satpol PP Kota Surakarta untuk lebih proaktif dan tegas dalam menangani berdirinya café-cafe yang menjual miras.

“Dampak dari miras kita semua mengetahui, selain merusak secara kesehatan juga menjadikan tindak kriminalitas lain seperti kekerasan, perampokan, perkelahian bahkan berujung pada pembunuhan,” ujarnya.

Dalam hal ini DSKS banyak mendapat masukan dari masyarakat khususnya di daerah Kelurahan Kemlayan Kecamatan Serangan. Di wilayah tersebut tepanya di Jl Gatot Subroto terdapat café yang menjual miras sangat vulgar yaitu Kulkas Babe dan 23 Degree meski di daerah lain juga banyak berdiri.

Dari informasi di masyakarat café-café tersebut banyak melanggar aturan karena banyak ditemukan remaja yang bebas membeli miras bahkan tidak ada batasan jam buka tutup. Karena penjual juga melayani pesan antar untuk wilayah Solo.

Tak hanya itu keberadaan café tersebut juga meresahkan warga sekitar karena suara musiknya mengganggu bahkan menjelang subuh baru berhenti. Anak-anak remaja jika akhir pekan juga banyak yang mabuk bahkan nongkrong di sekitaran café kadang mereka sampai muntah. Akibatnya pemilik toko sekitar terpaksa harus mengepel café t karena baunya menyengat dan menjijjikan.

Endro menambahkan keberadaan café yang menjual miras juga juga bertetangan dengan Perwali Nomor 12 tahun 2009.

“Salah satunya pasal menyebutkan larangan mendirikan cafe di daerah pemukiman warga, dekat rumah ibadah dan sekolah. Padahal kita tahu semua cefe-café tersebut berdiri di pemukiman warga,” tambahnya.

Selain dari DSKS dalam audensi tersebut juga dihadiri perwakilan MUI Kota Surakarta, dari Komisi Ukhuwah, Muhammad Burhannudin Hilal. Dalam kesempatan tersebut Burhan tegas meminta agar Satpol PP dalam waktu seminggu berani untuk menutup café tersebut.

“Saya berharap kita semua yang hadir disini setu frekuensi untuk bersama-sama melindungi generasi muda kita akan bahaya miras. Kami juga meminta agar Satpol PP dalam satu minggu kedepan tegas untuk menutup tempat café yang menjual miras tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surakarta, Didik Anggono menyampaikan apresiasinya terkait pertemuan pada siang itu. Didik juga berjanji untuk segera menindaklanjuti aspirasi dari para tokoh tersebut.

“Kami segera akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dari Polri dan TNI, nanti malam akan mendatangi café-café tersebut. Bila kedapatan adanya pelanggaran maka akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Lebih dari 2.500 Peserta Bakal Hadir pada Kemwil IX Sako Pramuka SIT Jateng

SALATIGA (jurnalislam.com)- Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Tengah bakal menggelar Kemah Ukhuwah Wilayah (Kemwil) ke IX pramuka penggalang usia SD dan SMP.

Kemah Ukhuwah Wilayah yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali ini akan diikuti sekolah se-Jawa Tengah anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.

Kemah Ukhuwah Wilayah akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Spekta Merbabu, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, 14-17 Oktober 2024.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zainal Abidin kepada para wartawan di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang menjelaskan, sampai pendaftaran ditutup pada 20 September 2024 lalu, sebanyak 2.609 peserta yang terdiri dari 2.171 siswa dan 438 pendamping tercatat di kepanitiaan.

“Kemwil ini untuk membina dan mengembangkan persahabatan serta persatuan antar anggota pramuka. Selain itu juga untuk meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara serta lingkungan di sekolah Islam yang menjadi anggota JSIT Indonesia,” kata Zainal, Rabu (25/8/2024).

Agendanya adalah, Senin (14/10/2024) peserta akan mengikuti giat prestasi. Para peserta berkompetisi dalam berbagai giat atau lomba, seperti Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), semaphore dan morse, panahan, hasta karya, dan video vlog.

Pembukaan Kemwil IX akan dilaksanakan pada hari kedua, Selasa (15/10/2024), di lapangan sepak bola Dusun Pulihan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan di lereng Gunung Merbabu.

Beberapa pengurus pusat dan pengurus wilayah provinsi akan hadir, di antaranya, Mabi Sakonas Pramuka SIT, Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si, Ketua Pimpinan Sakonas Pramuka SIT, Fauzi Nahdi, M.Pd.

Kemudian Ketua Kwarda Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, M.Sc, dan Ketua Pinsakoda Pramuka SIT DIY, Jakarta, Banten, Jabar, Jatim, dan Riau terkonfirmasi juga akan hadir.

Dalam upacara pembukaan juga akan dipentaskan drama kolosal pertempuran Ambarawa oleh ratusan siswa SMP IT Nurul Islam Tengaran.

Panitia juga mengagendakan pelantikan Pengurus Sakoda Pramua SIT Jateng oleh Ketua Kwarda Pramuka Jateng, Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, M.Sc.

Peserta akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan kepramukaan, salah satunya wawasan kebangsaan dari TNI.

Untuk menghibur dan memotivasi seluruh peserta, panitia juga akan menghadirkan konser nasyid Azzam Haroki dari Semarang.

“Untuk antisipasi cuaca hujan dan keamanan, kami sudah koordinasi dengan pengelola Spekta Merbabu. Mereka mengatakan siap bahkan akan mengawal kendaraan, utamanya apabila ada bus besar akan dikawal dari jalan raya Getasan menuju lokasi,” katanya.

Tiga Pekan Jelang Kemwil, JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah Gelar Technical Meeting

SEMARANG (jurnalislam.com)- Tiga pekan menjelang pelaksanaan Kemah Wilayah (Kemwil) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka SIT (Sekolah Islam Terpadu) Jawa Tengah, Panitia menggelar Technical Meeting di Camp & Resto Spekta Merbabu Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/09/2024).

Kegiatan diikuti oleh ratusan pembina dan pendamping Kemwil dari berbagai SIT dari kabupaten atau kota di Jawa Tengah.

Ketua Panitia Kemwil, Widiyanto menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas partisipasi para pembina dan pendamping Kemwil.

“Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh pembina dan pendamping Kemwil di Bumi Perkemahan Specta Merbabu Kab. Semarang. Terima kasih kehadiran dan partisipasi Kakak-Kakak dari berbagai SIT Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kemah ini kemah kita bersama, mari sukseskan Kemwil IX Sako SIT JSIT Jawa Tengah,” ajak Widiyanto.

Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widiaksono dalam sambutannya menyampaikan tujuan mengapa lokasi technical meeting sama dengan lokasi tempat penyelenggaraan Kemwil.

“Technical meeting langsung diadakan di lokasi Kemwil supaya para pembina pendamping mengenali medan. Sehingga nantinya tahu dan paham apa yang harus dipersiapkan untuk dibawa saat perkemahan. Selain itu, nanti mudah menjelaskan kepada para peserta Kemwil baik saat persiapan maupun pelaksanaan,” terang Hananto.

Salah satu peserta Technical Meeting, Kak Mugi, pembina pendamping dari SDIT Insan Cendekia Boyolali menyampaikan kesannya tentang lokasi yang akan digunakan untuk kegiatan Kemwil IX.

“Lokasinya bagus, tidak panas, dan luas. Para peserta akan lebih leluasa mencari pengalaman dalam kegiatan perkemahan. Secara sekilas fasilitasnya juga lengkap,” ungkapnya.

Bekali Santri Keterampilan Dasar Dan Ketahanan Diri, Ponpes Minhajul Hayah Gelar Mukhoyyam di Ngargoyoso

NGARGOYOSO (jurnalislam.com)- Sebanyak 102 santri Pondok Pesantren Minhajul Hayah telah mengikuti kegiatan Mukhoyyam yang berlangsung di Buper Kampung Gunung, Berjo, Ngargoyoso dari Selasa sampai Jum’at, (17-30/9/2024). Acara ini diadakan untuk membekali santri dengan keterampilan dasar kepramukaan dan ketahanan diri.

Selama empat hari, para peserta terlibat dalam berbagai kegiatan seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB), tali temali, tandu membawa korban, survival, bivak, dan sabung boxing. Masing-masing kegiatan dipandu oleh instruktur yang berkompeten di bidangnya.

Kegiatan PBB dibina langsung oleh Koramil Ngargoyoso, memberikan pelatihan kedisiplinan dan ketangguhan fisik. Materi tali temali dan tandu dibawakan oleh Ustaz Fathur Karyadi, yang membekali santri dengan keterampilan teknis dalam kondisi darurat.

Sementara itu, Ustaz Jundi Fathurdiar menjadi pengisi materi survival dan bivak, mengajarkan cara bertahan hidup di alam bebas serta membangun tempat perlindungan. Untuk kegiatan sabung boxing, Ustaz Dzakaria memberikan pelatihan khusus yang mengasah kemampuan fisik dan mental para santri.

Selain memperkuat fisik dan keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kerjasama tim dan kepemimpinan di antara para santri. Dengan semangat kebersamaan dan kemandirian, acara ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai positif yang bermanfaat bagi para peserta dalam kehidupan sehari-hari.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan rasa persaudaraan serta tadabur alam. Acara mukhoyyam ini rutin kami laksanakan menjelang liburan semester,” ujar Ketua Panitia, Ustaz Hilal.

Acara Mukhoyyam ini berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari para instruktur dan peserta. Semoga kegiatan ini dapat terus menjadi agenda rutin yang menginspirasi dan memperkuat karakter generasi muda santri.

Reporter: Jono Riyanto

Polrestabes Semarang Bersama Elemen Ormas Islam Gelar Diskusi Cegah dan Atasi Kenakalan Remaja

SEMARANG (jurnalislam.com)- Perwakilan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama Polrestabes Semarang terkait kenakalan remaja yaitu tawuran yang sering terjadi di Mapolda Semarang pada Jum’at (20/9/2024).

“Kami bersama ormas Islam di Polrestabes ini membicarakan terkait pencegahan tawuran remaja yang sering terjadi,” kata Ustaz Danang, perwakilan Jamaah Ansharu Syariah Semarang.

“Tidak ada sebulan, sudah dua remaja meninggal akibat tawuran,” tambahnya.

Di Polrestabes, ormas Islam dibagi menjadi dua tim, tim pertama bersama PLT Walikota dan Kapolrestabes Semarang dalam agenda dialog dan zoom meeting terkait masalah kenakalan dan tawuran remaja. Dan tim kedua bersama Wakasat Intel dan Wakasat Reskrim Polrestabes melakukan audiensi terkait pencegahannya.

Wakasat Intel Polres Semarang, Selamet Purnomo menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan patroli setiap akhir pekan, karena waktu tersebut sering terjadi tawuran.

“Kami sudah berupaya melakukan patroli pada malamnya, itu hari jumat, sabtu dan minggu,” katanya

Selain itu, dari Polri juga menyampaikan agar masyarakat segera melaporkan segala bentuk kriminal termasuk tawuran pada aplikasi libas.

Reporter: Agus Riyanto

Ponpes Salman Al Farisi dan Fityanul Qur’an Gelar Kemah Santri untuk Latih Kedisiplinan dan Kepemimpinan

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Pondok Pesantren (Ponpes) Salman Al Farisi dan Fityanul Qur’an mengadakan kegiatan Mukhoyyam atau kemah santri bersama yang berlangsung di Bumi Perkemahan Segoro Gunung, Ngargoyoso, Karanganyar, pada Senin hingga Kamis, (16-19/9/2024).

Acara ini diikuti oleh sekitar 243 santri dari dua pondok pesantren, yakni Salman Al Farisi Karangpandan dan Fityanul Qur’an Beruk, Jatiyoso.

Muhammad Ghozi Mubarok, selaku panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan dan kepemimpinan santri.

“Selain paham ilmu agama, santri juga harus memiliki kemampuan kepemimpinan. Ketika lulus nanti, mereka akan terjun ke masyarakat dan harus bisa mengelola umat dengan baik,” ujar Ghozi.

Acara ini menghadirkan pemateri dari SAR Hidayatullah Jogjakarta, Mizan, yang menyampaikan pentingnya santri memiliki keterampilan mitigasi, evakuasi, dan rekonstruksi saat terjadi bencana.

“Sudah seharusnya santri memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam penanganan bencana, sebagai bagian dari kontribusi mereka di masyarakat,” katanya.

Kegiatan kemah ini disambut dengan antusias oleh para santri. Muhammad Dzakir, salah satu santri dari PP Salman Al Farisi, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti acara tersebut.

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini, meskipun sudah lima kali berpartisipasi selama mondok di sini,” ujar Dzakir.

Acara berlangsung lancar dan diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi para santri, terutama dalam membekali mereka dengan kemampuan kepemimpinan dan kedisiplinan yang akan berguna di masa depan.