Forum Ulama dan Tokoh Umat Islam Desak DPRD Surakarta Terbitkan Perda Larangan Miras

SOLO (jurnalislam.com)- Menyikapi maraknya peredaran miras di Soloraya, Forum Silaturahmi Ulama dan Ormas Islam Surakarta menggelar audensi dengan anggota dewan di Kantor DPRD Surakarta Jalan Adi Sucipto no 143A, Karangasem, Laweyan, Solo pada Senin, (4/12/2024).

Rombongan Forum silaturahmi ulama diterima oleh Wakil DPRD dari Fraksi PKS Daryono, Wakil DPRD dari Fraksi PSI Muhammad Bilal, Salim anggota DPRD dari fraksi PKS, Tri Mardiyanto ketua fraksi PSI, Muhammad Nafi’ Asrori i sekertaris fraksi PKS dan Wahyu Haryanto dari fraksi PDIP.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Forum Ulama dan Tokoh Ormas Islam Surakarta Muhammad Burhanudin Hilal Adnan mendesak anggota DPRD Surakarta untuk bisa mewujudkan Peraturan Daerah (PERDA) terkait pelarang miras di kota Solo.

“Melalui DPRD Kota Surakarta meminta Pemerintah Kota Surakarta dan Aparat terkait untuk menutup cafe atau outlet penjualan Miras yang tidak mempunyai ijin dan menolak pengajuan ijin penjualan miras sampai dibuatnya PERDA Kota Surakarta baru terkait Pelarangan Minuman Keras,” katanya.

Gus Burhan sapaan akrabnya juga mengajak semua pihak untuk bisa bersinergi dalam hal pemberantasan miras di kota Solo.

“Mendorong DPRD dan Pemerintah Kota Surakarta dengan mengajak peran serta para Ulama, Akademisi, dan Tokoh Masyarakat untuk secepatnya membuat PERDA Pelarangan Miras,” tegasnya.

Sementara itu, Humas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Endro Sudarsono menjelaskan bahwa pihaknya menemukan banyak pelanggaran PERDA Kota Surakarta yang dilakukan oleh cafe maupun outlet outlet yang menjual miras.

“Kami memperkuat dari DSKS, Sudah menginvestigasi beberapa hal terkait pelanggaran pelanggaran PERDA, sebelum kami lakukan kunjungan akhir bulan September. Dasar kami adalah PERDA no 4 tahun 1972 itu masih berlaku, kemudian perda no 5 tahun 2017, kemudian perwakilan no 12 tahun 2009, kami menemukan ada 7 pelanggaran, hampir pasti semuanya,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Surakarta dari Fraksi PKS Daryono berjanji akan mengawal permasalahan terkait miras tersebut dengan pihak pihak terkait.

“Aspirasi dari Forum Ulama dan Tokoh Ormas Islam Surakarta ini kita terima, insyaallah menjadi konsentrasi kita di pembahasan selanjutnya, saya berharap kita bareng bareng saling memantau, kita dari DPRD akan berusaha untuk berkomunikasi dengan Walikota terkait hal ini, mungkin juga dengan Polres karena domain penegakan peraturan di kepolisian dan jangan sampai terjadi ketidakkondusifan di masyarakat,” terangnya.

Dukung Sikap MUI, DSKS Desak Pemkot Surakarta Bertindak Tegas Hentikan Peredaran Miras

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendesak Pemerintah Kota Surakarta untuk bertindak tegas terhadap permasalahan peredaran Minuman Keras (Miras) yang semakin menghawatirkan.

“Meminta Pemerintah Kota Surakarta (Pemkot) untuk melarang secara tegas peredaran miras di wilayah Solo yang dapat menimbulkan potensi rawan keamanan dan konflik antar masyarakat,” kata Rois Tanfidzi DSKS Ustadz Abdurrahim Ba’asyir pada Selasa, (29/10/2024).

“Mendukung sikap tegas MUI Surakarta yang menyatakan haramnya minuman keras sebagaimana hadist; “Allah melaknat (mengutuk) khamar, peminumnya, penyajinya, pedagangnya, pembelinya, pemeras bahannya, penahan atau penyimpannya, pembawanya, dan penerimanya.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar),” imbuhnya.

Ustadz Abdurrahim menegaskan bahwa pihaknya mendukung sikap MUI Surakarta yang meminta pencabutan ijin hingga penutupan cafe cafe yang menjual Miras di kota Surakarta.

“Mendukung sikap tegas MUI Surakarta yang menolak mutlak berdirinya Kafe, Pub, Bar atau Toko penjual Miras di wilayah Kota Surakarta,” tegasnya.

“Mendukung sikap tegas MUI Surakarta yang meminta Pemerintah Surakarta (Pemkot) mengkaji ulang ijin usaha peredaran miras dan atau beralkohol yang telah terbit di kota Surakarta serta mencabut ijin penjualan miras di lokasi dan atau ruang publik, fasilitas umum, dekat sarana pendidikan, dekat tempat ibadah, dekat pemukiman dan di seluruh wilayah kota Surakarta,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ustadz Abdurrahim berharap kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut berperan aktif menyampaikan dampak buruk miras di tengah-tengah masyarakat.

“Meminta kepada para orang tua agar menjaga dan mengingatkan putra putrinya untuk menjauhi minuman keras dan tempat-tempat penjualannya,” pungkasnya.

 

Gelar Sarasehan Solo Darurat Miras, SMIJ Desak PJs Wali Kota Surakarta Cabut Ijin Cafe Penjual Miras

SOLO (jurnalislam.com)- Menganggapi maraknya peredaran Minuman Keras (Miras) di wilayah Solo dan sekitarnya, Solo Madani Jaya Indonesia Jaya (SMIJ) mengadakan kegiatan sarasehan Solo darurat miras di Ballroom Solo Grand City Hotel pada Senin, (28/10/2024).

Kegiatan bertajuk “Solo Kota Budaya Darurat Miras, Mewujudkan Masyarakat Madani (Civil Society) Berdasarkan Pancasila” tersebut menghadirkan ketua MUI Surakarta KH Abdul Aziz Ahmad, Ketua Bidang Pendidikan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Darmawan Saputro, Tokoh Agama Kristen dan Katolik Pdt Uri Sakti dan dr Suwarji dari Dinas Kesehatan Surakarta sebagai narasumber.

Ketua SMIJ Ustadz Yusuf Suparno berharap agar pemerintah kota Surakarta melalui Pejabat Sementara (PJs) Wali Kota Surakarta bisa meninjau kembali adanya ijin yang diberikan kepada cafe cafe maupun outlet yang menjual miras di kota Surakarta.

“Karena memang ini dilematis, di satu sisi kita ingin itu ditutup, di sisi lain ada ijin sehingga kami harapkan ini bisa benar benar ditinjau kembali apa yang menjadi esensi kita pada sarasehan ini supaya bisa diangkat dari Solo supaya bisa ditinjau lagi undang undang atau peraturan yang memberikan ijin penjualan miras ini supaya bisa dicabut atau ditiadakan, harapan kita begitu,” katanya.

Lebih lanjut Ustadz Yusuf mengatakan, guna melindungi bahaya miras terhadap generasi muda, maka pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak pihak terkait dalam upaya memberantas beredarnya miras di kota Surakarta.

“Kami akan selalu kordinasi dengan instansi terkait, yang jelas kami akan mendorong terutama kepada PJs yang ini masih aktif, kemudian kepada yang ditinitif kita juga akan koordinasi agar sarasehan ini tidak hanya mandek berhenti di sini, tetapi berkelanjutan sampai endingnya target yang kita harapkan bisa terpenuhi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, peredaran miras di kota Solo saat ini semakin menghawatirkan, selain beredar di gerai gerai maupun cafe cafe saat ini miras juga bisa dipesan melalui Delivery Order (DO).

Kemenlu Apresiasi Lahirnya Buku Diplomasi Para Pendiri Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)- Kementerian Luar Negeri mengapresiasi terbitnya buku Degup Cita Para Pendiri Bangsa Palestina yang merekam perjuangan Sejarah diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Buku yang ditulis dua peneliti Hadi Nur Ramadhan dan Pizaro Gozali Idrus ini merangkum gagasan dan pikiran para pendiri bangsa dari mulai Soekarno, Hatta, Agus Salim, Mohammad Roem, Mohammad Natsir, Sunario Sastrowardoyo dan lain sebagainya.

Dalam sambutannya, Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andy Rachmianto menyambut baik terbitnya buku bersejarah yang diterbitkan oleh Nusantara Palestina Center ini.

“Dari buku ini kita bisa menelusuri perjuangan para pendiri bangsa untuk Palestina dan Indonesia memiliki utang Sejarah terhadap Palestina,” ujar Andy dalam peluncuran buku di kediaman Menlu RI pertama Achmad Soebardjo, di Cikini 82, Jakarta pada Senin (28/10/2024).

Andy mengatakan Indonesia berkomitmen untuk terus berada di garis terdepan dalam upaya memerdekakan bangsa Palestina.

“Dalam pidato pertama pelantikan Presiden Prabowo Subianto kita mendengar kata Palestina sudah disampaikan di hadapan para anggota MPR. Kita sangat bangga sama presiden Prabowo sangat bangga sama presiden kita bahwa di pidato pelantikan beliau sudah mendengungkan Palestina,” jelas Andy.

Sementara itu Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam sambutannya mengatakan Indonesia sudah memiliki hubungan khusus dengan Palestina. Ini terbukti dengan keterlibatan Abdul Kahar Muzakir, seorang pemuda Indonesia yang menjadi sekretaris konferensi Baitul Maqdis di Palestina tahun 1931.

“Maka itu sangat wajar tahun 1944, Mufti Palestina menyuarakan kemerdekaan Indonesia,” kata Hidayat.

Dia pun mengatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina terus menguat di kancah internasional dari mulai ASEAN, Eropa, Amerika Latin, dan wilayah lainnya.

“Saat ini semua negara ASEAN setuju terhadap resolusi PBB yang mengatakan kehadiran Israel di Palestina adalah ilegal,”

Abdillah Onim, pendiri Nusantara Palestina Center, mengatakan kecintaan masyarakat Gaza, Palestina kepada Indonesia sangat besar. Selama dia berada di Gaza, masyarakat Gaza ikut merayakan kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.

“Sebelum terjadi peperangan, selama HUT RI saya satukan semangat berbagai elemen di Gaza, mreka hadir di lapangan mereka kibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya,” jelasnya.

Kegiatan peluncurkan buku ini juga dibarengi dengan penyerahan penghargaan kepada keluarga pahlawan Indonesia dari Bung Hatta, Agus Salim, Zein Hassan, Mohammad Rasjidi, Buya Hamka, Abdul Kahar Muzakir, dan lain sebagainya.

TADSN 2024: Merangkul Gen Z untuk Gebyarkan Dakwah Sekolah

MAKASSAR (jurnaislam.com)- Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia (IPMI) Pusat telah melaksanakan Temu Aktivis Dakwah Sekolah Nasional (TADSN), Sabtu (19/10/24). Berlangsung secara hybrid di Auditorium Prof A. Amiruddin UNHAS dan melalui Zoom Meeting.

Selain sebagai bagian dari agenda pembukaan MUKTAMAR II IPMI Pusat, TADSN ini juga sebagai momentum silaturahim dengan seluruh pengurus IPMI se-Indonesia serta menyatukan semangat, ukhuwah, dan ta’awun untuk seluruh peserta terkait dakwah sekolah di Indonesia. Tema yang diusung dalam TADSN kali ini yaitu “Merangkul Gen Z dalam Menaklukkan Tantangan Zaman untuk Gebyarkan Dakwah Sekolah”.

Kegiatan ini menghadirkan seorang psikolog klinis sekaligus edukator kesehatan mental, Ratih Aarrum Listiyandini, M.Psi., PH.D, Psikolog, sebagai keynote speaker, ia membahas keterlibatan aktivis dakwah bagi para pelajar untuk menaklukkan tantangan zaman.

”Aktivis dakwah bertugas untuk menjadi corong bagi para pelajar agar dapat menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.

Adapun materi pertama dibawakan oleh kak Fatimah Azzahra, Lc. Alumnus King Abdulaziz University 2020. Kak Fatimah, sapaannya, mengulas tentang pengaruh gen Z dalam aspek kemenangan dunia. Kemudian dilanjutkan materi kedua oleh Ustadzah Farida Aprianti, S.TP., M.Si yang membahas tentang peran pemuda dalam kejayaan Islam dan tips seputar pergerakan dakwah sekolah bagi gen Z.

Ketua IPMI Pusat, drg. Nurul Fitri, MARS dalam sesi sambutannya menyampaikan harapan kiranya dari kegiatan yang diusung oleh IPMI dapat memperluas pergerakan dakwah sekolah.

“Berharap agar para aktivis dakwah sekolah dapat mengambil banyak manfaat dari kegiatan ini, karena biasanya pengurus IPMI sebagai pelaksana kegiatan, spesial di TADSN ini pengurus IPMI yang menjadi peserta. Dan semakin meluaskan dakwah sekolah dari kegiatan-kegiatan yang diusung oleh IPMI dari berbagai daerah,” ungkapnya.

TADSN kali ini turut mengundang Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi-Selatan, Sary Dyana Muallim, S. Sos., MM, ia menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan TADSN yang menjadi wadah para aktivis dakwah sekolah.

“Sangat mengapresiasi kegiatan ini yang menjadi wadah para aktivis dakwah sekolah untuk saling berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan dakwah sekolah untuk bersama membangun Gen Z yang dapat mengembangkan potensi terbaiknya dalam menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.

Di akhir acara terdapat pengumuman pemenang IPMI Award yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan TADSN.

Refleksi Hari Santri 2024, Pesantren Solusi Efektif Selamatkan Remaja dari Jeratan Miras

Oleh: Bahry Bahruddin, S.T.

Pada tahun 2023, sebuah kisah tragis datang dari remaja di Cirebon, Jawa Barat. Seorang anak laki-laki bernama Ali (nama samaran), baru berusia 16 tahun, menjadi korban minuman keras.

Di awal kisah, Ali hanya seorang remaja biasa yang terpengaruh oleh ajakan teman-temannya. Dia tidak ingin merasa “berbeda” dari kelompok pergaulannya yang kerap mengonsumsi minuman keras saat berkumpul di malam hari. Ali berpikir, hanya sedikit minuman tidak akan berbahaya. Namun, kenyataannya berbicara lain. Suatu malam, setelah mengonsumsi miras oplosan yang dibeli secara sembunyi-sembunyi, Ali jatuh sakit parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong.

Cerita Ali bukanlah satu-satunya. Di berbagai wilayah Indonesia, kasus remaja yang terjerat miras semakin meningkat. Dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Malang, hingga daerah-daerah kecil di pelosok, kita mendengar kisah tragis tentang remaja yang kehilangan masa depan akibat miras.

Miras yang outletnya semakin menjamur diberbagai kota dan daerah menjadi ancaman serius bagi keselamatan anak muda. Data dari berbagai media menunjukkan bahwa puluhan remaja tewas setiap tahunnya karena keracunan alkohol, sementara banyak lainnya mengalami gangguan kesehatan permanen, seperti kebutaan atau kerusakan organ.

Pesantren Menyediakan Jalan Keluar

Namun, di tengah kisah pilu seperti Ali, ada jalan keluar yang nyata. Pesantren, yang telah lama menjadi benteng pendidikan moral di Indonesia, menawarkan solusi efektif untuk menyelamatkan generasi muda dari jeratan miras dan pengaruh buruk lainnya.

Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang menekankan pembentukan karakter dan moral generasi muda. Berbeda dengan pendidikan umum yang lebih fokus pada aspek akademis, pesantren menanamkan nilai-nilai agama, kedisiplinan, dan pengendalian diri dalam setiap aspek kehidupan santri. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membentengi remaja dari godaan minuman beralkohol dan penyalahgunaan zat berbahaya lainnya.

Seorang santri diajarkan untuk selalu menjaga kehormatan dirinya, mengikuti ajaran Islam dengan sungguh-sungguh, termasuk menjauhi hal-hal yang haram seperti miras. Lingkungan pesantren yang penuh kedisiplinan membuat santri terbiasa mengatur waktunya dengan baik, jauh dari pengaruh buruk pergaulan bebas dan tekanan teman sebaya yang sering menjadi pintu masuk bagi remaja untuk mencoba miras. 

Pengawasan dan Komunitas yang Mendukung

Salah satu kelebihan dari menjadi santri adalah lingkungan yang mendukung untuk selalu berbuat kebaikan. Dalam pesantren, setiap tindakan seorang santri diawasi oleh para ustadz, kiai, dan teman-temannya. Hal ini membuat mereka memiliki kontrol sosial yang kuat, di mana tindakan-tindakan negatif seperti konsumsi miras sangat dikecam dan tidak diterima. Rasa tanggung jawab untuk saling menjaga di antara santri juga memperkuat ikatan kebersamaan dalam menolak hal-hal yang dilarang oleh agama.

Selain itu, pesantren mendorong aktivitas produktif, seperti pengajian, olahraga, atau keterampilan lain yang bisa mengalihkan perhatian remaja dari aktivitas yang merusak, seperti minuman beralkohol. Lingkungan yang positif ini dapat menjadi tameng yang kuat bagi para santri untuk menahan diri dari godaan miras.

Membangun Generasi Pemimpin Masa Depan

Pendidikan di pesantren tidak hanya fokus pada nilai-nilai agama, tetapi juga mempersiapkan santri untuk menjadi pemimpin di masa depan. Mereka diajarkan untuk mengambil peran penting dalam masyarakat, menjadi teladan bagi orang lain, dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan sosial. Santri yang memiliki pemahaman agama yang kuat dan jiwa kepemimpinan dapat berperan aktif dalam mencegah peredaran dan penggunaan alkohol di lingkungan sekitar mereka.

Dengan demikian, santri tidak hanya menyelamatkan diri mereka sendiri dari pengaruh buruk minuman beralkohol, tetapi juga menjadi agen perubahan yang dapat menyelamatkan teman-teman mereka dari bahaya yang sama. Mereka mampu memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya alkohol dan mengajak remaja lain untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif.

Selamat Hari Santri 2024

Dalam menghadapi tantangan besar seperti penyalahgunaan minuman beralkohol di kalangan remaja, solusi jangka panjang adalah membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan bertanggung jawab. Pendidikan di pesantren, dengan segala nilai positifnya, menawarkan jalan yang jelas untuk menciptakan generasi yang mampu menolak godaan miras dan menyebarkan kebaikan di lingkungan mereka.

Pada peringatan Hari Santri 2024 ini, mari kita tingkatkan kesadaran bahwa menjadi santri bukan hanya tentang mempelajari agama, tetapi juga menyelamatkan generasi muda dari berbagai pengaruh buruk. Selamat Hari Santri 2024! ‘Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan’. Semoga semangat santri terus menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih baik untuk generasi penerus bangsa.

Bangkitkan Semangat Para Pemuda, Talim Cloud dan MDI Gelar Kajian Bertajuk ‘Si Paling Hijrah’

SERANG (jurnalislam.com)- Gelombang Hijrah yang di dominasi para pemuda ketika itu menjadi hal yang fenomenal diberbagai kota, akan tetapi fenomena gelombang pemuda hijrah semakin kesini semakin surut keberadaannya.

Melihat keresahan tersebut, sebuah komunitas Talim Cloud tak tinggal diam, dalam membangkitkan kembali semangat para pemuda menuju jalan kebenaran. Dengan mengadakan kegiatan kajian yang berjudul “Si Paling Hijrah”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Darul Ayman Citraland Kota Serang, Banten pada hari Ahad (20/10/2024).

Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai tersebut menghadirkan pembicara Ustadz Imron Rosyadi LC,MA dan Ustadz Aden Nova.

Dalam kesempatan tersebut, para pembicara membahas pentingnya makna Hijrah yang sesungguhnya. Salah satu poin utama yang disoroti adalah tentang bagaimana agar kita tetap Istiqomah disaat mengalami situasi apapun.

“Hijrah yang baik sebetulnya bagaimana dari apa yang kita niatkan dari awal,apakah niat kita karena Allah atau karena hal lain, jika kita berniat berhijrah karena Allah pasti Istiqomah itu akan selalu menghampiri kita. Tetapi setiap hijrah itu pasti selalu ada cobaannya, terutama dari hati kita,kita akan selalu merasa paling baik,paling shalih. Maka sebetulnya yang perlu kita pelajari saat kita ingin berhijrah adalah belajar tazkiyatun nafs. Agar hati kita bersih dari hal semacam itu,” ungkap Ustadz Aden Nova dalam materinya.

“Setelah kita belajar tentang tazkiyatun nafs, barulah kita memulai belajar hal-hal tentang tauhid, aqidah, serta dekatkanlah diri kita dengan circle yang selalu membuat iman kita meningkat,” tambah Ustadz Aden Nova.

Dalam kajian tersebut juga Ustadz Imron Rosyadi Lc,MA menyampaikan 2 fase yang pasti akan dialami bagi seseorang yang berhijrah :

“Ketika kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik lagi,mendekatkan diri kepada Allah,pasti Allah akan memberikan kita beberapa ujian untuk memastikan bahwa apakah kita benar-benar menjadi seseorang yang berhijrah, 2 Fase tersebut yaitu, Fase Ibtila(Ujian) dan Fase Tamkin(Pertolongan Allah). Setiap manusia yang semakin meningkat keimanannya pasti selalu ada ujian nya tergantung kadar keimanan kita, semakin tinggi iman kita,semakin besar juga ujiannya. Akan tetapi kita jangan khawatir, karena ujian tersebut pasti kita lewati karena kita yakin ada pertolongan Allah dalam fase tamkin. Karena ujian itu bukan karena salah memilih jalan atau hidup,” ucap Ustadz Imron Rosyadi Lc,MA dalam materinya.

Acara ini banyak dihadiri kalangan muda yang antusias mengikuti acara tersebut. di mana jamaah tidak hanya mendengarkan dengan seksama, tetapi juga aktif bertanya kepada kedua pemateri.

“Kegiatan ini merupakan hal yang positif bagi saya,karena saya melihat banyak diluar sana termasuk teman-teman saya yang memang kembali lagi menjalani hal-hal yang tidak dibenarkan, mungkin dari acara ini saya bisa mengetahui apa faktor utama hal tersebut terjadi. Dan acara ini pun membuat saya sadar bahwasannya hijrah yang sesungguhnya tak semudah yang kita bayangkan. Semoga kita disini selalu Allah Istiqomahkan,Aamiin,” sambut antusias Andika sebagai peserta.

Muhammad Haddini selaku perwakilan panitia dari kajian tersebut menegaskan bahwa acara ini merupakan sesuatu hal yang penting bagi semua orang yang ingin memulai hijrahnya.

“Acara ini kami buat bertujuan untuk memberikan kesan bahwa hijrah merupakan sesuatu hal yang harus kita pertahankan sampai kapanpun, karena saya dan teman-teman resah melihat hijrah ini hanya sebagai fenomena sesaat saja. Semoga dengan adanya acara ini kita tersadar apa itu arti hijrah yang sesungguhnya,” tambah Muhammad Haddini kepada Jurnalislam.com

Kajian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi umat Muslim untuk terus memperbaiki diri dan menjalani hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Dian

Santri PPS Al Furqan Malang Raih Prestasi di Muhammadiyah Education Awards 2024

MALANG (jurnalislam.com)– Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Al Furqan Malang, yang menjadi mitra dari SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, turut mengirimkan santrinya untuk mengikuti ajang Muhammadiyah Education (ME) Awards 2024.

Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Ahad (20/10/2024) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mengusung tema “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader,” ajang ini diikuti oleh berbagai sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur.

Atas nama SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, PPS Al Furqan Malang mengirimkan tiga santri terbaiknya untuk berkompetisi di beberapa cabang lomba. Fatih dan Ridho berlaga di cabang Tahfidz, sementara Adam Dzaky berkompetisi di cabang seni baca Al Qur’an. Dalam kompetisi tersebut, Adam Dzaky berhasil meraih penghargaan “Special Award Champion” ke-3 di cabang seni baca Al Qur’an tingkat SMA/MA.

Ustadz Masyhadi Akhyar, M.Pd., pengajar di PPS Al Furqan Malang yang mendampingi para santri selama acara, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian yang diraih oleh santri kami, terutama Adam Dzaky yang berhasil membawa pulang penghargaan di cabang seni baca Al Qur’an,” katanya. 

“Ini adalah hasil kerja keras para santri serta dukungan dari seluruh pihak, termasuk SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berprestasi,” sambung Ustadz Masyhadi.

ME Awards 2024 menjadi ajang penting bagi santri dan pelajar Muhammadiyah dalam menunjukkan kemampuan akademik dan keterampilan, sekaligus mempersiapkan generasi muda Muhammadiyah menjadi pemimpin masa depan.

Kontributor: Bahri

Semarakkan Hari Santri, Badko LPQ Polokarto Gelar Pentas Seni Islami dan Doa Untuk Palestina

POLOKARTO (jurnalislam.com)- Badan Koordinasi (Badko) Lembaga Pendidikan Al Quran mengadakan kegiatan ‘Semarak Hari Santri’ di Lapangan Desa Polokarto, pada Ahad, (20/10/2022).

Ketua panitia Ustadz Suraji mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan untuk menyemarakan hari santri dan diikuti perwakilan dari TPQ sekecamatan Polokarto.

“Ini pesertanya diikuti dari 67 TPQ dari 110 Binaan TPQ sekecamatan Polokarto, karena banyak dari temen-temen banyak sekali acara yang bersamaan, jadi ini ada 67 TPQ yang ikut dengan jumlah sekitar 2600 Santri TPQ dan pendamping yang mengikuti,” katanya.

“Rangkaian acara yang pertama kita awali dengan lomba pawai yaitu lomba pawai kemudian nanti kumpul di lapangan desa Polokarto ini, nanti kita ada penampilan santri santri dari utusan TPQ,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ustadz Suraji melanjutkan bahwa para santri juga akan memberikan doa untuk saudara saudara di Palestina yang saat ini masih di genosida oleh tentara Israel.

“Kemudian kita ada persembahan santri TPQ untuk saudara kita yang ada di Palestina, kemudian nanti juga ada doa untuk saudara kita yang ada di Palestina, untuk memberikan dukungan temen-temen kita dan saudara kita yang ada di Palestina,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan mengenang satu tahun genosida oleh Israel kepada Palestina Mudah-mudahan temen-temen saudara kita mendapatkan kekuatan ketabahan, untuk aksi kita mudah-mudahan nanti bisa memberikan semangat untuk saudara kita di Palestina,” imbuh Ustadz Suraji.

Ustadz Suraji juga berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan semangat para santri untuk terus belajar dan menjadikan para guru TPQ semangat untuk terus mendidik para santri santrinya.

“Untuk merekatkan kembali tali silaturahmi kita santri TPQ dan guru-guru TPQ sekecamatan Polokarto, Kemudian nanti diharapkan teman-teman itu biar semangat lagi, yang pertama santri itu bisa semangat untuk belajar tholabul ilmi, yang kedua, teman-teman Ustadz Ustadzah itu Biar semangat lagi untuk menggerakkan Untuk mengajar mendidik Para santri santrinya,” pungkasnya.

Sampaikan Duka Cita atas Syahidnya Yahya Sinwar, MUI: Tak akan Surutkan Perlawanan terhadap Israel

JAKARTA (jurnalislam.com)- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim ikut menyampaikan duka cita atas Syahidnya Pemimpin Hamas Yahya Sinwar yang dibunuh oleh tentara Israel di Gaza.

“Saya atas nama pribadi maupun sebagai ketua MUI ingin menyampaikan duka sedalam-dalamnya,” katanya sebagimana dikutip dari Gaza Media pada Jumat (18/10/2024).

“Insya Allah, mereka yang masih hidup diselamatkan dari kezaliman, dan bagi mereka yang telah meninggal, semoga ditempatkan di syurga-Nya sebagai syahid,” imbuhnya.

Sudarnoto menegaskan bahwa dengan gugurnya pemimpin Hamas tersebut tidak akan menyurutkan perjuangan rakyat Palestina melawan penjajah Israel.

“Saya percaya, Israel keliru jika berpikir bahwa dengan terbunuhnya tokoh-tokoh ini, perlawanan akan surut dan Palestina akan takluk,” ungkapnya.

“Bagi para pejuang, ini adalah jihad. Mereka berperang melawan kezaliman besar seperti Israel karena keyakinan keagamaan mereka,” tambahnya.

Sudarnoto menekankan bahwa perjuangan rakyat Palestina melawan penjajah Israel suatu saat nanti akan berhasil untuk merdeka.

“Keyakinan mereka adalah bahwa mereka yang gugur dalam perjuangan ini akan ditempatkan di syurga,” pungkasnya.

“Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, karena keberlangsungan kedaulatan Palestina berada di ujung tanduk,” tutupnya.