Bashar al-Assad Melarikan Diri, HTS Kuasai Ibu Kota Suriah

DAMASKUS (jurnalislam.com)– Pejuang Hayat Tahrir al-Sham (HTS) berhasil merebut kendali ibu kota Damaskus dan menyatakan berakhirnya kekuasaan Bashar al-Assad. Warga Damaskus berbondong-bondong turun ke jalan untuk merayakan peristiwa bersejarah ini, seperti dilaporkan Al Jazeera pada Minggu (8/12/2024).

HTS menyatakan dimulainya “era baru” bagi Suriah yang bebas dari kekuasaan represif. Mereka juga mengundang warga Suriah di luar negeri untuk kembali ke tanah air. Di tengah pergolakan ini, Bashar al-Assad dilaporkan melarikan diri ke luar negeri.

Hadi al-Bahra, pemimpin koalisi oposisi politik Suriah yang berbasis di luar negeri, menyambut kemenangan ini dengan menyebut Damaskus kini “bebas dari al-Assad” dan mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Suriah atas momen bersejarah ini.

Sementara itu, Perdana Menteri Suriah Mohammad Ghazi Al-Jalali menyatakan dirinya tetap tinggal di negara itu. Ia bersedia bekerja sama dengan pihak oposisi dan berkomitmen menjaga agar lembaga-lembaga publik tetap berfungsi untuk melayani masyarakat.

Di sisi lain, Abu Muhammad al-Jaulani, pemimpin HTS, telah menginstruksikan pejuangnya untuk tidak menyerang institusi atau fasilitas layanan publik. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas di tengah transisi kekuasaan.

Saksi mata di Damaskus melaporkan suasana penuh suka cita dengan teriakan “Merdeka! Merdeka!” menggema di jalanan. Perayaan ini menandai berakhirnya lebih dari 50 tahun pemerintahan keluarga al-Assad, yang dimulai sejak era Hafez al-Assad.

Selain itu, para pejuang HTS juga membebaskan tahanan dari Penjara Sednaya di utara Damaskus, seperti yang mereka lakukan di sejumlah kota lainnya selama operasi kilat mereka dalam 10 hari terakhir.

Dilaporkan bahwa pasukan loyalis Assad telah menyerah tanpa perlawanan berarti. Pada Minggu pagi, komando militer HTS secara resmi mengumumkan bahwa pemerintahan Bashar al-Assad telah berakhir.

Sebelumnya, perayaan serupa terjadi di Homs, kota strategis yang terletak dua jam perjalanan dari Damaskus. HTS berhasil menguasai Homs dengan sedikit perlawanan, sekaligus memutus akses antara ibu kota dan wilayah pesisir yang menjadi benteng kekuasaan al-Assad di Latakia dan Tartus.

Keberhasilan ini menandai tonggak penting dalam sejarah Suriah, yang kini memasuki babak baru di bawah kendali HTS.

Sumber: Al Jazeera

Reporter: Bahri

Al-Jaulani Serukan Pengusiran Pasukan Asing dari Suriah

SURIAH (jurnalislam.com)– Pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Abu Muhammad al-Jaulani, menyerukan pengusiran semua pasukan asing dari Suriah dalam wawancara eksklusif dengan CNN-News18 pada Jumat (6/12/2024). Ia menegaskan bahwa keberadaan rezim Assad menjadi akar dari intervensi kekuatan asing seperti Amerika Serikat, Rusia, Turki, dan Iran.

Menurut al-Jaulani, penggulingan Assad akan menciptakan kondisi yang memungkinkan warga Suriah untuk menyelesaikan perbedaan secara internal tanpa campur tangan asing.

“Suriah layak mendapatkan sistem pemerintahan yang bersifat institusional, bukan sistem di mana seorang penguasa tunggal membuat keputusan sewenang-wenang,” kata Al-Jaulani.

“Hanya warga Suriah yang berhak menentukan masa depan negara ini,” tegasnya.

Ia juga mengkritik dinasti Assad, yang telah memerintah selama lebih dari lima dekade. Konflik, yang dimulai pada tahun 2011, telah membuat jutaan warga Suriah mengungsi dan menewaskan ratusan ribu orang.  Al-Jaulani menempatkan HTS sebagai pusat upaya untuk mewujudkan revolusi, seraya menegaskan kembali tujuan utamanya,

“untuk menggulingkan rezim ini dan mengembalikan Suriah kepada rakyatnya.” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui adanya campur tangan asing dalam konflik Suriah, dalam percakapan via telepon yang berlangsung pada Senin (2/12/2024), Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan dukungan penuh mereka kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Kremlin di tengah meningkatnya serangan oposisi di barat laut Suriah.

Kontributor: Bahrif

Al-Jaulani Tegaskan HTS Berkomitmen Lindungi Minoritas di Suriah

SURIAH (jurnalislam.com)– Dalam wawancara eksklusif dengan CNN-News18 pada Jumat (6/12/2024), Abu Muhammad Al-Jaulani menanggapi kekhawatiran internasional terkait perlakuan terhadap kaum minoritas di wilayah yang dikuasai Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Ia menegaskan komitmennya untuk melindungi hak-hak minoritas dan memastikan keadilan bagi semua warga Suriah.

Al-Jaulani mengakui adanya pelanggaran di masa lalu terhadap minoritas oleh individu tertentu selama konflik berlangsung. Namun, ia menyatakan bahwa HTS telah mengambil langkah untuk menangani masalah ini.

“Ada beberapa pelanggaran terhadap mereka [kaum minoritas] oleh individu tertentu selama periode kekacauan, tetapi kami menangani masalah ini,” katanya.

“Tidak seorang pun berhak menghapus kelompok lain. Sekte-sekte ini telah hidup berdampingan di wilayah ini selama ratusan tahun, dan tak seorang pun berhak melenyapkan mereka,” tambahnya, menanggapi kekhawatiran tentang perlakuan terhadap kaum minoritas di wilayah yang telah dibebaskan.

Ia juga menyatakan optimisme bahwa stabilitas negara akan menarik kembali para pengungsi yang telah melarikan diri ke luar negeri.

“Ketika Suriah stabil dan damai, para pengungsi akan merasa terdorong untuk kembali dan membantu membangun kembali negara ini,” ujarnya.

Komitmen HTS untuk melindungi minoritas menunjukkan upaya kelompok ini untuk membangun kembali kepercayaan di tengah masyarakat internasional, sekaligus memberikan harapan bagi warga Suriah yang selama ini terpinggirkan.

Kontributor: Bahri

Pemimpin HTS: Revolusi Suriah Tetap Komitmen Gulingkan Assad

SURIAH (jurnalislam.com)– Pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Abu Muhammad al-Jaulani, dalam wawancara eksklusif dengan CNN-News18 pada Jumat (6/12/2024), menegaskan bahwa revolusi Suriah tetap berkomitmen menggulingkan rezim Bashar al-Assad. Ia menyebut pemerintahan Assad sebagai rezim yang lemah dan tidak memiliki legitimasi, meski didukung oleh kekuatan asing seperti Iran dan Rusia.

Menurut al-Jaulani, momentum revolusi telah kembali bangkit setelah pembebasan kota Aleppo dan Hama baru-baru ini, yang menjadi pukulan telak bagi rezim Assad.

“Benih-benih kekalahan rezim selalu ada di dalamnya,” kata al-jaulani.

“Iran berusaha menghidupkan kembali rezim, memberinya waktu, dan kemudian Rusia juga mencoba mendukungnya. Namun, kebenarannya tetap, rezim ini sudah mati.” tegasnya.

Al-Jaulani juga menyoroti bahwa meskipun ada upaya dari kekuatan asing seperti Iran dan Rusia untuk menopang pemerintahan Bashar al-Assad, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa rezim tersebut tidak lagi memiliki dasar yang kuat untuk bertahan. Dalam konteks ini, ia menegaskan bahwa semangat revolusi terus menyala untuk mencapai tujuan utamanya.

“Ketika kita berbicara tentang tujuan, tujuan revolusi tetaplah menggulingkan rezim ini. Merupakan hak kita untuk menggunakan semua cara yang tersedia untuk mencapai tujuan itu,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Rusia terus terlibat dalam perang di Suriah. Selama beberapa hari terakhir, jet-jet tempur Moskow telah mengintensifkan serangan udara di Kota Idlib dan Kota Aleppo untuk membantu pemerintah Presiden Bashar al-Assad memperlambat laju pejuang oposisi.

Kontributor: Rifqi

Gus Miftah Mundur dari Utusan Khusus Presiden Usai Viral Hina Penjual Es Teh

JAKARTA (jurnalislam.com)- Buntut video viral yang merendahkan penjual es teh, Miftah Maulana Habiburahman alias Gus Miftah akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden.

“Kepada Bapak Presiden, kepada Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,” kata Miftah, dalam tayangan live CNN Indonesia pada Jumat (6/12/2024).

Miftah mengatakan bahwa keputusannya untuk mundur murni keinginan sendiri tanpa paksaan maupun tekanan dari pihak manapun.

“Saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam, setelah berdoa, bermuhasabah, dan istikharah, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan,” terang Miftah.

“Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan siapapun, bukan permintaan siapapun tapi semata mata keputusan ini saya ambil karena rasa cinta, hormat dan cinta mendalam pada Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Wawali Solo Terpilih Kunjungi SDM 1 Solo Sempat Menyuapi Siswa

SOLO (jurnalislam.com)– SD Muhammadiyah (SDM) 1 Solo menerima tamu Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta terpilih, Astrid Widayani. Dalam kunjungan, Astrid mengapresiasi langkah-langkah strategis sekolah yang berdiri sejak 1935 dalam pengelolaan dapur sehat bersertifikat halal yang mendukung pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam program makan siang bergizi.

“Alhamdulillah, hari ini kami diterima dengan hangat oleh keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Solo. Saya berterima kasih kepada ibu Kepala Sekolah Sri Sayekti dan pimpinan yang turut hadir. Meninjau SD Muhammadiyah 1 Ketelan dan kantin sehat sebagai sekolah percontohan untuk SD Solo,” ujar Astrid Jumat, (6/12/2024).

Didampingi pejabat sekolah mulai dari Wakil Kepala bidang Kurikulum Imam Priyanto, bidang Sarpras Jaka Prasetya, AIK Ahmad Syaifudiin, Kesiswaan SW Winrasi, Humas Dwi Jatmiko, staf dan tim dapur sehat. Astrid berinteraksi dengan peserta didik. Ia juga tampak menyuapkan makanan bergizi kepada satu di antara siswa berkemajuan.

Upaya yang dilakukan Astrid merupakan simbol kepedulian terhadap gizi anak-anak sekolah. “Sekolah ini berprestasi tidak hanya kantin sehat berjuara tapi juga sekolah sehat berprestasi. Dengan menerapkan pola hidup sehat sepanjang kegiatan pembelajaran tidak hanya makan siang tapi bagaimana bisa memberikan alur yang baik. Memberikan jaminan untuk siswa yang ada di sekolah ini. Prestasinya luar biasa banyak salah satunya menerima sertifikat halal tertanda tangan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Ahmad Haikal Hasan,” kata Wakil Wali Kota Terpilih Astrid periode 2025-2030.

Kepala Sekolah Sri Sayekti mengatakan, pihaknya mendukung Makan Bergizi yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, kebijakan Kepala Negara ini penting untuk bonus demografi Indonesia menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Di usianya yang sudah 89 tahun kami siap berkontribusi dan berkolaborasi baik dilibatkan atau tidak kami tetap mendukung makan bergizi. Dan dapur sehat telah memiliki izin usaha dengan NIB berbasis resiko, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” ucap Sayekti.

Salah satu siswa kelas 4A, Shamila Noreen Najah Maida mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas suapan ibu Astrid

“Alhamdulillah, saya bangga dan tidak menyangka bisa bertemu dengan ibu Astrid yang tinggi, lemah lembut dan berwibawa. Saya senang karena saya disuapi makanan sehat. Saya berharap semua siswa di Indonesia memiliki semangat untuk terus belajar demi masa depan yang lebih baik terutama diri saya dengan kehadiran orang hebat. Saya bangga,” ungkap Mila penuh semangat.

Tingkatkan Mutu Pendidikan Sekolah, JSIT Jateng Berikan Diklat Penguatan bagi SDM Sekolah

SEMARANG (jurnalislam.com)- JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah melalui Bidang Pusdiklat menggelar Diklat Penguatan SDM Sekolah, Kamis (5/12/2024) di BBPMP Jawa Tengah Jl. Kyai Mojo, Srondol Kulon, Kec. Banyumanik, Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti sebanyak 342 peserta. Dengan rincian 128 kepala sekolah, 119 guru pemula, dan 95 tenaga administrasi sekolah.

Ketua Pusdiklat JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Budi Lenggono menyampaikan program ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada SDM sekolah sehingga mutu di sekolah semakin meningkat. Diklat ini juga menghadirkan narasumber profesional Widyaiswara dari BBGP dan Cabang Dinas 1 Disdikbud Jawa Tengah.

“Ini merupakan program Diklat Penguatan SDM pertama di kepengurusan ini. Diklat ini sangat dibutuhkan oleh SDM sekolah agar Sekolah Islam Terpadu di Jawa Tengah semakin baik melayani masyarakat. Narasumber yang kami hadirkan merupakan orang-orang yang kompeten di bidangnya. Termasuk dari BBGP dan Cabang Dinas 1 Disdikbud Jawa Tengah,” jelas Budi Lenggono.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zainal Abidin dalam sambutannya memberikan motivasi kepada peserta agar terus mempelajari kompetensi yang menjadi tugasnya sehingga semakin menguasai. Tidak harus setiap SDM menguasai semua bidang, cukup setiap SDM menguasai kepakarannya masing-masing. Sehingga iklim kolaborasi akan terus bergulir mengokohkan lembaga.

“Mohon maaf saya sampaikan, kita ini harus terus belajar. Mempelajari kompetensi yang menjadi tugas kita sampai kita menjadi ahli. Jangan sampai ada yang menjadi superman, satu orang menguasai semuanya. Tapi kita harus mendistribusikan kepakaran kepada SDM yang ada di lembaga kita. Sehingga lembaga SIT kita semakin kokoh dan akan terus berkelanjutan,” tegas Zainal Abidin.

Salah satu peserta dari Pekalongan, Kholiasih memberikan tanggapan bahwa kegiatan ini sangat bagus. Menurutnya dengan Diklat ini akan menguatkan SDM di sekolah. Sekolah bisa eksis karena didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah yang baik, guru-guru yang kompeten, dan tenaga administrasi yang cekatan.

“Sangat bagus acara ini. Kami bisa mendapatkan motivasi untuk pengembangan sekolah. Kami menyadari sebagai sekolah swasta harus terus menguatkan SDM agar sekolah bisa eksis dan memberikan layanan prima kepada masyarakat,” pungkas Kholiasih.

Prabowo Sebut Din Syamsuddin Sebagai Kawan Lama Waktu Muda

KUPANG (jurnalislam.com)- Dalam acara Tanwir Muhammadiyah di Kupang, NTT saat pidato sambutannya Presiden Prabowo Subianto menyebut keberhasilan organisasi Muhammadiyah dalam mendidik para kadernya sehingga tersebar dimana-mana. Presiden Prabowo juga menyampaikan banyak para kader Muhammadiyah yang menjadi tokoh, termasuk dalam pemerintahannya.

Diantara para tokoh Muhammadiyah yang disebut oleh Prabowo adalah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin yang sekarang ini menjadi tokoh bangsa. Dalam kesempatan sambutannya Prabowo menyebut Din sebagai seorang kawan lama.

“Pak Din Syamsuddin itu kawan lama saya waktu muda, dan sekarang agak muda,” ujar Prabowo dihadapan ribuan kader dan pengurus Muhammadiyah dalam pidato sambutannya pada, Rabu (4/12/24).

Meski Din Syamsuddin sudah dipersilahkan untuk duduk didepan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir tapi dirinya lebih memilih duduk di kursi deretan 4 namun Presiden Prabowo melihat kalau mantan Ketum PP Muhammadiyah itu duduk dibagian belakang (ngumpet).

Adapun alasannya dirinya memilih duduk dideretan kursi belakang walau sejatinya ia adalah mantan Ketua Umum organisasi Islam terbesar di Indonesia tapi karena saat ini dirinya adalah hanya sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan berstatus sebagai peninjau. Bukan sebagai anggota aktif Tanwir Muhammadiyah.

“Memang, pak Prabowo Subianto adalah sahabat saya sejak lama. Pada 1992 beliau ikut memprakarsai pendirian Centre for Policy and Development Studies (CPDS), sebuah lembaga yang berkeinginan mendekatkan kalangan umat Islam dengan Rezim Soeharto dan ABRI. Saya dipercayai sebagai direktur dan Pak Prabowo sebagai sponsor dana. Persahabatan berlanjut hingga sekarang, dan pada 2019 saya mendukung Capres Prabowo Subianto,” tutur Din Syamsuddin.

Walau mereka berdua sering berbeda pendapat namun persahabatan tidak berkurang. Kini setelah Prabowo mendapat amanah sebagai Presiden RI, maka sewajarnya seorang Din Syamsuddin ikut mendukungnya.

“Tentu, sahabat yg baik adalah yg tidak segan mengeritik dalam prinsip katakanlah yg benar itu walau pahit. Dan sahabat lain menerima kritik walau bagaikan pil pahit,” ujar Din Syamsuddin.

12 Guru Penggerak SDM 1 Solo Jadi Kader Pemimpin Pembelajaran

SOLO (jurnalislam.com)– Wakil Kepala Sekolah Penggerak SD Muhammadiyah (SDM) 1 Solo bidang Humas Dwi Jatmiko menyatakan para guru yang lolos pendidikan Guru Penggerak diciptakan untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang kekinian dan berkemajuan.

Para Guru Penggerak selama pendidikan telah diberi materi tentang pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berdiferensiasi yang disesuaikan dengan transformasi Kurikulum Merdeka.

“Guru Penggerak itu dididik untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Semuanya sudah dikaitkan antara kurikulum kemudian gurunya yang bertransformasi,” kata Jatmiko, Selasa (3/12/2024).

Guru Penggerak merupakan pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif, dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

“Selamat menjadi guru penggerak kepada 12 guru berkualitas. Tri Yuniarti, Dyah Elina Indriyani, Eny Khusnul Khotimah, SW Winarsi, Ria Susanti, Nur Fitri Astuti, Dien Qonitah, Sri Martono Lanjarsari, Jaka Prasetya, Rusmawardah, Ivaningsih dan Dyah Ayu Ratnaningsih,” ucapnya.

Semoga ilmunya bermaanfaat bagi sekolah sebagai upaya melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berbudaya mutu. Para guru penggerak ini merupakan kader yang disiapkan menjadi pemimpin pembelajaran atau pemimpin di satuan pendidikan.

“Sehingga, program pendidikan guru penggerak ini banyak menitikberatkan pada perubahan pola pikir dan bagaimana menjadi pemimpin pembelajaran yang baik,” bebernya.

Dan para guru penggerak siap menyambut bahwa pendekatan deep, mindful, meaningful, dan joyful learning bukan kurikulum dan bukan pengganti Kurikulum Merdeka, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran dengan tujuan agar siswa benar-benar belajar, memahami prosesnya, memaknai konten, serta menyenangi proses dan konten secara mendalam.

Dengan pendekatan belajar seperti itu, siswa akan selalu on task, di kelas dan/atau di lingkungan belajar lain yang sengaja digunakan guru untuk kegiatan pembelajaran mereka.

Gagasan utamanya adalah agar peserta didik dipandang sebagai subyek belajar, bukan obyek. Mereka dikondisikan aktif, dimotivasi supaya mampu mengamati, mengelompokkan, mendiskusikan, dan melaporkan berbagai fenomena setelah anak didik menjalani proses pembelajaran.

“Kita lihat ke belakang pada tahun 1984 kita juga menerapkan pendekatan pembelajaran yang disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Pendekatan ini merupakan model baru yang memperbaiki pendekatan pembelajaran pada Kurikulum 1975,” ujar alumni pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta.

Peringati HGN, JSIT Jateng Sukses Gelar Porgusit

MAGELANG (jurnalislam.com)- JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah menggelar Porgusit (Pekan Olahraga Guru Sekolah Islam Terpadu) yang dipusatkan GOR Samapta Kota Magelang, Selasa (3/12/2024). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 guru SIT se-Jawa Tengah yang terbagi ke dalam 8 korda. Ada 7 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Walikota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD,K-GH,FINASIM dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya event olahraga ini. Ia berpesan agar seluruh peserta selalu bersemangat dan pantang menyerah.

“Saya senang sekali guru-guru di JSIT Jawa Tengah berkenan menggelar event besar di Kota Magelang. Sudah barang tentu kegiatan ini memberikan berdampak baik kepada warga Magelang, salah satunya UMKM. Saya berpesan agar seluruh peserta selalu bersemangat dalam bertanding,” tegas dr. Muchamad Nur Azis.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zainal Abidin menyampaikan bahwa kegiatan ini baru pertama kali di gelar di Jawa Tengah. Oleh karenanya, ia meminta agar kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturrahim bagi guru-guru SIT di Jawa Tengah. Kegiatan olahraga juga akan membuat badan sehat dan bahagia bertemu saudara seperjuangan di dunia pendidikan.

“Tahun ini kita mencetak rekor, Porgusit pertama di Jawa Tengah. Saya mengingatkan agar event ini menjadi ajang silaturrahim antar guru SIT. Dari berbagai pertandingan ini pula, kami berharap dapat menyehatkan dan membahagiakan para peserta,” kata Zainal Abidin.

Salah satu kontingen dari Cilacap, Agus Riyanto sangat mendukung kegiatan ini. Andaikan kegiatan serupa digelar secara rutin tahunan akan lebih bagus.

“Keren kegiatan seperti ini. Kami sangat mendukung. Meskipun kami paling jauh, dari Cilacap, kami tetap semangat hadir dan siap memenangi semua pertandingan,” jelas Agus Riyanto.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimda Kota Magelang, Forkopimcam Magelang Utara, dan dewan pembina JSIT Jateng. Selain itu di tribun dipenuhi oleh para supporter.