Pariwisata Anjlok, Menko Darmin Sesalkan Tingginya Harga Tiket Pesawat

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution menilai tingginya harga tiket pesawat mempengaruhi pertumbuhan pariwisata.

Hal tersebut juga menurutnya pada akhirnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

“Seandainya harga tiket nggak naik signfikan, pariwisata nggak sejelek ini. Itu mestinya pertumbuhannya (ekonomi) bisa 5,1 persen,” kata Darmin dalam acara open house Lebaran Idul Fitri 1440 H di Jakarta, Rabu (5/6).

Darmin menilai karena persoalan tiket yang tinggi dalam beberapa bulan tetakhir membuat pertumbuhan pariwisata merosot.

Dia mengatakan orang yang melakukan perjalanan pariwisata menurun karena tingginya harga tiket pesawat.

“Kalau dia (harga tiket pesawat) tidak ada gangguan itu (pertumbuhan ekonomi) bisa 5,1 sampai 5,2 persen bisa dapat,” tutur Darmin.

Saat ini, pemerintah juga tengah mengkaji untuk memberikan pesaing baru untuk maskapai di Indonesia.

Sebab saat ini, hanya dua maskapai yang menguasai pasar penerbangan di Indonesia yakni Garuda Indonesia dan Lion Air.

Sumber: republika.co.id

 

Anies: Manfaatkan Momen Lebaran untuk Silaturahim

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau masyarakat untuk kembali merajut tali silaturahmi di momen lebaran 2019.

Dia meminta masyarakat untuk menggunakan momen ini untuk bersilaturahmi mendatangi tetangga, saudara dan kolega.

Selain itu, dia juga meminta maaf kepada masyarakat Jakarta. Dia berharap suasana Ibu Kota yang tertib dan lancar dimanfaatkan warga untuk merajut kembali semua ikatan silaturahim, terutama yang mungkin selama ini sempat renggang.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat jakarta khususnya selamat hari raya idul fitri 1440 H, kami atas nama pemprov dki mengucapkan permohonan maaf apabila ada kesalahan kekhilafan selama ini,” kata Anies Baswedan usai melaksanakan Shalat Id di Balaikota Jakarta, Rabu (5/6).

 

Anies Baswedan melaksanakan shalat Ied di halaman Balai Kota DKI Jakarta. Mantan menteri pendidikan itu duduk di barisan paling depan, didampingi Sekretaris Daerah DKI Saefullah dan sejumlah jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lainnya.

 

Salat Id di Balai Kota tahun ini mengambil tema bertema ‘Perkhidmatan dan Kepedulian Sosial’. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Didin Hafidhuddin mennadi Khatib salat sementara imam shalat adalah Ahmad Muhajir.

 

Anies mengatakan, tema itu sengaka diambil mengingat Jakarta meruoakan magnet ekonomi Indonesia. Dia mengungkapkan, lebih dari 18 persen GDP nasional berada di ibu kota.

 

“Dan itulah yang menjadi dasar kita mengambil tema itu. Semua menyadari dibalik kemajuan perekonomian ada tanggung jawab sosial yang besar,” kata Anies.

sumber: republika.co.id

 

Mudik Disebut Terbukti Dongkrak Ekonomi Daerah

JAKARTA (Jurnalislam.com) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap ritual mudik Lebaran bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun secara nasional pada tahun ini.

Menurut dia, aktivitas mudik tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, sehingga dampaknya terhadap ekonomi diperkirakan lebih besar.

Sri Mulyani menjelaskan harapannya bukanlah ‘pepesan kosong’. Pasalnya, kegiatan mudik mendorong geliat ekonomi di sepanjang rute mudik. Ia mencontohkan, ketika masyarakat memutuskan mudik melalui tol, maka permintaan terhadap restoran di area peristirahatan alias rest area tentu meningkat.

Ketika aktivitas perdagangan di rest area meningkat, maka hal tersebut akan memberikan sumbangan ke penerimaan daerah. Kalkulasi akhirnya, tentu akan pula memberi kontribusi ke kantong negara.

“Apalagi mereka menyampaikan tidak ada kemacetan, jadi mereka cukup punya waktu untuk konsumsi dan bersilaturahmi. Dampaknya, denyut ekonomi diharapkan mulai terjadi sampai seminggu ke depan,” ujar Sri Mulyani di rumah dinasnya di Jakarta, Rabu (5/6).

Menurut Sri Mulyani, ritual mudik memberi dampak pemerataan ekonomi di Pulau Jawa, tetapi seluruh pelosok.

“Ini tidak terjadi di Jawa saja karena banyak yang melakukan perjalanan mudik ke Jawa, tapi saya lihat spill over-nya sampai ke daerah lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurutnya, dampak mudik ke pertumbuhan ekonomi akan lebih dulu tercermin dari peningkatan konsumsi rumah tangga.

Ia meyakini kinerja indikator ini bakal cemerlang pada kuartal II karena ada sumbangan pertumbuhan lain dari Ramadan, Lebaran, dan Pemilu 2019.

Selain itu, kontribusinya ke konsumsi bisa saja lebih tinggi lantaran tingkat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi yang rentangnya masih cukup terjaga, yaitu tak sampai 3,5 persen secara tahunan.

sumber: cnnindonesia.com

Ritel Halal Jadi Kebutuhan Masyarakat Muslim Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Komite Nasional Keuangan Syariah menyambut baik upaya perusahaan ritel yang concern terhadap ekosistem halal.

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal, Afdhal Aliasar menyampaikan ritel halal akan menjadi mata rantai penting dalam pembentukan rantai nilai halal.

“Saat ini memang regulasi untuk sistem ritel halal belum ada, tapi ini sangat penting untuk kita dalam membuat halal supply chain,” kata Afdhal kepada Republika, Senin (27/5).

Ia menyampaikan KNKS akan mendorong terbentuknya ritel halal sebagai bagian dari kebutuhan Muslim. Sehingga saat berbelanja di sana, masyarakat sudah yakin semua produk, sistem dan bisnis prosesnya sesuai dengan kaidah halal.

Menurut Afdhal, untuk saat ini KNKS mendukung ritel yang melakukan segmentasi terhadap produk-produk yang dijual. Artinya, perusahaan ritel memberikan label atau pojok khusus untuk produk halal dan non-halal. Agar masyarakat tahu apa yang ia beli.

“Dari sisi ini, sudah terpenuhi perlindungan terhadap konsumen Muslim,” kata dia.

Sementara jika ingin menjadi ritel yang secara penuh hanya menyediakan produk halal, KNKS akan membantu menghubungkan mereka dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Karena sertifikasi halal perusahaan atau proses bisnis tidak sama dengan sertifikasi halal produk yang merupakan kewenangan LPPOM MUI atau nanti BPJPH.

Sama seperti skema bank yang menjadi syariah, maka ia menjadi wewenang DSN MUI. Perusahaan berlabel syariah pun akan memiliki Dewan Pengawasnya.

Afdhal mengatakan KNKS sangat mengapresiasi perusahaan ritel yang berkomitmen pada sertifikasi halal atau syariah ini. Ia mengaku akan menindaklanjuti komitmen mereka.

“Ini sangat bagus, sebuah terobosan, artinya sudah ada rantai nilai halal yang kita temukan,” kata dia.

Rantai nilai halal merupakan integrasi dari rantai pasokan halal yang diantaranya termasuk sektor ritel. Selain itu, ada industrinya yang termasuk produk-produk halal, logistik yang mengakomodir produk hanya halal, juga ritel yang memasarkan hasil industri halal.

Untuk pembentukan ritel halal pun, perlu kolaborasi dengan sejumlah pihak. Termasuk diantaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, juga DSN MUI. Afdhal mengatakan KNKS akan menjadi katalisator terbentuknya nilai rantai halal tersebut.

“Kita akan bicarakan peluang ini dengan berbagai pihak, karena kedepannya kita bisa jadikan juga sebagai halal hub global,” kata Afdhal.

Sumber: republika.co.id

 

BSMI Beri Paket Sembako Idul Fitri untuk Masyarakat Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tutup ramadhan jelang Idul Fitri, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) membagikan paket sembako dan makanan pokok kepada 30 keluarga di Idleb, Suriah.

 

Bekerjasama dengan NGO Space of Peace, BSMI memberikan paket seperti beras, minyak goreng, daging, gula dan bahan makanan pokok lain.

 

Ketua Umum BSMI Djazuli Ambari mengatakan, bantuan ini diberikan kepada masyarakat Suriah yang masih sangat membutuhkan pada bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

“Semoga kaum Muslimin di Suriah bisa merakayan Idul Fitri dengan kegembiraan. Bantuan yang diberikan atas nama masyarakat Indonesia juga semoga menguatkan ikatan persaudaraan antara umat Islam di Indonesia dengan di Suriah,” papar Djazuli dalam keterangannya, Selasa (4/6) dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

 

Djazuli berharap saat umat Islam seluruh dunia merayakan Idul Fitri, sebagian kaum Muslimin yang masih membutuhkan bantuan bisa ikut merayakan hari kemenangan setelah satu bulan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

 

60 Ribu Akun Whatsapp Diblokir saat 22 Mei Lalu

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir sedikitnya 4 ribu uniform resource locator (URL) dan 60 ribu akun pesan instan whatsapp (wa) yang berisikan konten negatif selama masa pengumuman pemilihan presiden pada 22-24 Mei lalu.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengakui selama masa pengumuman Pilpres 2019 yaitu 22-24 Mei 2019, lebih dari 600 URL digunakan untuk menyebarkan konten negatif.

“Setiap hari muncul 600 sampai 700 URL mulai kanal twitter, facebook, instagramyang dipakai untuk penyebaran konten negatif seperti berita hoaks dan konten yang isinya menghasut,” katanya saat ditemui wartawan di sela-sela open house Idul Fitri 2019, di rumah dinasnya, di Jakarta Selatan, Rabu (5/6) sore.

Banyaknya kanal dan URL yang menyebarkan konten negatif inilah yang membuat pihaknya melakukan pembatasan akses media sosial. Pemerintah memiliki hak melakukan hal itu karena di undang-undang (UU) ITE Pasal 40.

Dalam pasal tersebut disebutkan pemerintah memiliki kewajiban menjaga masyarakat dari potensi terpapar konten negatif termasuk saat situasi memanas jelang pengumuman hasil pilpres KPU beberapa waktu lalu.

Atas dasar itulah, dia menegaskan pemerintah memiliki kewenangan memblokir URL atau akun yang menyebarkan berita bohong. dia mengklaim ribuan URL yang menyebarkan konten negatif telah diblokir.

“Sekitar 4 ribu URL diblokir dan setelah pembatasan media sosial kemarin, penyebaran berita hoaks turun menjadi 300-an bahkan terakhir sekitar 100-an,” ujarnya.

Tak hanya memblokir URL konten negatif, pihaknya juga bekerja sama dengan platform aplikasi pesan instan whatsapp (wa) untuk memblokir akun wa yang menyebarkan kabar bohong.

Dia menyebut pihak whatsapp digandeng karena seringkali masyarakat membuat akun asal-asalan dan memposting screen shot dan disebarkan ke wa.

Hingga kini, sekitar 60 ribu nomor whatsapp telah diblokir. Rudiantara menambahkan, 60 ribu nomor wa yang diblokir tersebut tidak hanya menyebarkan konten negatif melainkan telah melanggar ketentuan wa.

 

Ketua MPR : Idul Fitri Momen Menjahit Kembali Persatuan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menggelar open house di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Rabu (5/6), dalam rangka merayakan Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli mengajak semua pihak untuk kembali merajut persatuan setelah pemlihan presiden 2019.

“Selamat Idul Fitri. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Saya mengajak sebagai ketua MPR, momentum pasca-pilpres, pileg, yang pertama kali diadakan serentak tentu ada masalah-masalah ya, ada gesekan. Nah, sekarang yuk kita obati luka-luka itu, kita satukan hati kita, teman-teman mau TKN, mau BPN, mau partai-partai, kita ini saudara,” kata Zulkifli saat ditemui di lokasi, Rabu (5/6).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menegaskan, dalam hari yang penuh berkah ini tidak ada lagi istilah cebong dan kampret. Menurut Zulkifli, semua pihak adalah teman.

“Kita ini teman, enggak ada cebong kampret itu enggak ada. Kita ini sama, sebangsa dan se-Tanah Air,” kata dia.

Ia pun mengajak semua pihak untuk kembali menjahit persatuan dan kebersamaan. Sehigga dapat menjadi Indonesia yang lebih baik lagi.

Zulkifli berharap agar Mahkamah Konstitusi (MK) dapat menyelesaikan masalah yang ada dengan baik. Agar presiden yang terpilih nantinya mampu menyatukan masyarakat Indonesia.

Ia meminta semua pihak mendoakan MK bisa menyelesaikan dengan baik. Ini agar Indonesia bisa punya presiden bagi seluruh rakyat, yang memmilih maupun yang tidak memiilih.

“Kalau itu betul bisa terjadi, maka presiden kita namanya presiden bapak bangsa. Kita berharap kalau bisa mempersatukan kita kembali, barulah Indonesia menang. Menang dalam arti presiden terpilih bisa menyatukan, menjahit, memperkuat kebersamaan kita kembali. Itu yang paling penting,” tegas Zulkifli.

sumber: republika.co.id

 

Jelang Putusan MK, Kemkominfo akan Pantau Medsos

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Kementerian Komunikasi dan Informatika terus memantau konten-konten di media sosial menjelang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) tentang gugatan hasil pemilihan umum. Kendati begitu, belum ada konfirmasi mengenai pembatasan media sosial seperti bulan lalu.

“Kami monitor terus. Kami berharap tidak ada eskalasi di dunia maya,” kata Menkominfo Rudiantara saat ditemui di acara silaturahim Idul Fitri di kawasan Widya Chandra, Rabu (6/6).

Pemerintah sempat memberlakukan pembatasan akses ke sejumlah media sosial setelah kericuhan 22 Mei lalu.

Pembatasan akses media sosial berlaku untuk unggahan dan unduhan konten foto dan video di beberapa platform media sosial selama 22-25 Mei.

Menurut Menkominfo, pada periode tersebut, ditemukan sekitar 600 hingga 700 URL baru setiap hari yang menyebarkan konten negatif. “Bukan hanya hoaks, kalau hoaks itu berita tidak benar. Tapi juga (konten) yang sifatnya adu domba,” kata Rudiantara.

Ratusan URL terus muncul meski pun sudah ditutup, pada periode pembatasan media sosial bulan lalu.

Kominfo akhirnya memutuskan untuk membuka kembali akses ke media sosial seperti semula setelah jumlah URL berisi konten negatif menurun secara signifikan pada hari keempat, menjadi 300-an URL.

Setelah akses ke media sosial pulih, menurut Rudiantara URL berisi konten negatif turun menjadi sekitar 100.

Pembatasan akses pada 22 Mei lalu tidak hanya berlaku untuk media sosial, namun, juga platform pesan instan WhatsApp. Sehingga pengguna tidak bisa mengirim pesan gambar dan video pada periode tersebut.

sumber: republika.co.id

Sinergi Foundation Salurkan Bantuan untuk Palestina, Suriah, dan Rohingya

COX’S BAZAR (Jurnalislam.com) – Dalam rangkaian program Sinergi Berkah Ramadhan, Sinergi Foundation kembali mengirimkan relawan kemanusiaan ke Palestina, Suriah, dan Rohingya. CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan mengharapkan bantuan ini bisa menjadi penguat bagi mereka dalam menjalani Ramadhan ini di tengah konflik dan pengungsian.

Di Palestina, tepatnya di Gaza, Sinergi Foundation mendistribusikan Paket Berkah untuk Yatim untuk 132 orang anak. “Selain itu, warga Gaza kian bergembira saat melaksanakan ifthar bersama dengan 379 paket Berkah Buka Puasa. Semuanya berkumpul membagi kebahagiaan tersebut di Masjid Al Ameen, Khanyounis, Jalur Gaza Selatan,” tutur Asep.

Kegiatan yang sama pun dilakukan di kamp pengungsian Cox’s Bazar, Bangladesh untuk muslim Rohingya. Sebanyak 500 paket iftar yang berisikan menu bergizi dan bingkisan sembako, serta 500 Al-Qur’an telah sampai kepada mereka padaKamis (24/5/2019).

“Kondisi di kamp memprihatinkan dan membuat mereka rentan terserang berbagai penyakit, terlebih asupan yang biasa mereka santap adalah makanan seadanya, jauh dari menu bergizi. Sebab itu kami berikhtiar memberikan paket ifthar bergizi,” katanya.

Tak ketinggalan di negeri Suriah. Sebanyak 1.000 paket Berkah Buka Puasa dibagikan untuk warga Suriah, Kamis (30/5/2019). Makanan ifthar berupa nasi kebuli, ayam panggang, acar sayuran, dan kurma itu disantap bersama dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan.

“Bantuan iftar ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Di tengah konflik yang terus mendera, di tengah langka dan mahalnya bahan makanan di negeri mereka, di tengah kesendirian karena kehilangan sanak saudara, kepedulian itu dirajut oleh saudara mereka di belahan bumi lain,” kata Asep.

Ia pun menutup, seluruh bantuan tersebut didanai dari Sinergi Kebaikan masyarakat. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan donasinya bisa langsung klik www.sinergifoundation.org.

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1440 H Jatuh Pada Hari Rabu 5 Juni 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2019. Keputusan itu ditetapkan setelah sidang isbat yang digelar di Kantor Kemenag hari ini, Senin (3/6/2019).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, dari 105 titik pemantauan hilal di seluruh tanah air tidak satu pun yang berhasil melihat hilal.

“Posisi hilal berada dibawah ufuk, selanjutnya dalam sidang isbat tdai kita mendengar laporan dari sejumlah petugas perukuat hilal yang ditugaskan oleh Kemenag dan bekerja dibawa sumpah yang tersebar dari 105 titik di seluruh wilayah tanah air menyatakan bahwa tidak satupun dianatra mereka yang melihat hilal,” kata Lukman dalam Siaran Pers di Kantor Kemenag, Rabu (3/6/2019).

“Maka sebagaimana kaidah yang berlaku selama ini bahwa ketika hal itu terjadi maka bulam Ramadan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari, dan dengan demikian 1 syawal 1440 Hijriah jatuh pada hari Rabu tanggal 5 juni 2019,” tegasnya.

Sementara itu PP Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memutuskan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1440 H jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019.