Muslim Brazil Dukung Penyelidikan Terbuka bagi 10 Terduga Teroris

Muslim Brazil Dukung Penyelidikan Terbuka bagi 10 Terduga Teroris

327_848

BRAZIL (Jurnalislam.com) – Kaum Muslim Brazil pada hari Jumat menyuarakan dukungan untuk penyelidikan terbuka bagi terduga teroris yang dikatakan para pejabat sedang merencanakan serangan pada Olimpiade mendatang, World Bulletin melaporkan, Sabtu (23/07/2016).

Syeikh Jihad Hassan Hammadeh yang mengepalai komite etika Uni Nasional Entitas Islam, menyatakan keprihatinannya tentang tindakan polisi terhadap kelompok 10 terduga yang dituduh bersumpah setia kepada Islamic State (IS) pada aplikasi media sosial dan direncanakan memperoleh senjata untuk melancarkan serangan di Brazil dan luar negeri .

Harus ada bukti nyata dan transparansi dalam penyelidikan untuk memastikan bahwa warga dan kelompok-kelompok tersebut tidak dianiaya, diperlakukan secara tidak adil, kata Hammadeh.

“Penangkapan 10 orang tersebut seharusnya diumumkan secara lebih hati-hati dan dilengkapi dengan bukti,” katanya saat konferensi pers, menurut The Associated Press.

Penangkapan itu diumumkan dengan cara yang membuat takut warga negara dan bisa menimbulkan diskriminasi anti-Muslim, katanya.

Kelompok ini ditangkap Kamis dan dipindahkan ke sebuah penjara keamanan maksimum di negara bagian Mato Grosso do Sul, dekat perbatasan dengan Paraguay, kata Polisi Federal.

thumbs_m_c_8301c990ad05985f4098560eb75f936610 warga Brasil, berusia antara 20 dan 40, adalah bagian dari kelompok yang tidak teratur dan amatir dan ditangkap setelah mereka mengirim pesan yang menunjukkan bahwa mereka akan memulai pelatihan seni bela diri dan menembak, yang ditafsirkan sebagai ancaman nyata persiapan untuk kemungkinan melakukan serangan teroris,” menurut Menteri Kehakiman Brasil Alexandre Moraes.

Sedikitnya satu tersangka melakukan kontak dengan IS untuk tujuan inisiasi, sementara yang lain berencana meninggalkan negara itu untuk melakukan kontak pribadi dengan anggota IS.

Otoritas Brasil akan mengerahkan 85.000 polisi dan tentara untuk Olimpiade, yang dijadwalkan berkangsung 05-21 Agustus. Jumlah personel keamanan dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah yang dikerahkan di Olimpiade London 2012.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses