Mujahidin Taliban Berhasil Kuasai Distrik Utama Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Taliban berhasil menguasai distrik utama di provinsi Badghis barat laut Afghanistan dalam pertempuran sengit dengan pasukan keamanan, kepala dewan lokal mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Ahad (10/05/2015).

Namun Kementerian Dalam Negeri Afghanistan membantah bahwa Jawand, distrik terbesar dan paling padat di Badghis, telah jatuh ke tangan Taliban.

Menurut kepala dewan provinsi Badghis, Haji Bahauddin Qadesi, sekitar 1.000 gerilyawan Taliban menyerang gedung pemerintah kabupaten dan bazaar utama.

"Taliban telah mempersiapkan serangan terkoordinasi selama dua hari terakhir. Mereka menyerbu kabupaten pada pukul 2 dini hari (waktu setempat) Ahad (10/05/2015), "kata Qadesi.

"Gubernur kabupaten dan kepala polisi telah mundur bersama dengan pasukan mereka ke daerah Deh Garm ketika mereka dikepung oleh pasukan  Taliban," tambahnya.

Kabupaten Jawand merupakan persimpangan penting untuk mengontrol kabupaten tetangga dan dapat digunakan oleh militan untuk membangun rute pasokan untuk provinsi utara Afghanistan.

Sediq Sediqi, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, membantah Taliban menyerbu distrik itu, tetapi mengatakan bahwa pasukan komando tentara Afghanistan telah dikirim ke daerah.

"Segera situasi akan berada di bawah kendali," kata Sediqi.

Sebelumnya pada Ahad pagi, sekelompok orang yang diduga mujahidin Taliban menyerbu sebuah bangunan milik badan intelijen Afghanistan di kota Kandahar, melukai empat pasukan Afghanistan, kata seorang pejabat lokal.

Juga di hari Ahad, serangan pesawat tak berawak AS dilaporkan  menggempur distrik bayangan Taliban di Afghanistan timur, kata polisi setempat.

Meskipun telah terjadi pembicaraan informal antara perwakilan pemerintah Afghanistan dan kelompok bersenjata di Qatar baru-baru, pertempuran di Afghanistan meningkat setelah Taliban meluncurkan serangan musim semi mereka pada bulan April.

Pada bulan April, ribuan mujahidin telah menyerbu kota Kunduz di Afghanistan utara dalam upaya merebut kendali atas provinsi dan kabupaten terpencilnya.

Pasukan internasional pimpinan AS secara resmi memulangkan misi tempur di Afghanistan pada akhir tahun lalu. Namun, hampir 13.000 pasukan keamanan internasional masih tetap berada di negara itu untuk "memberi dukungan" bagi pasukan Afghanistan bentukan AS.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses