MUI: Shalat Tarawih dan Id Sebaiknya Dilakukan di Rumah

MUI: Shalat Tarawih dan Id Sebaiknya Dilakukan di Rumah

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Prof Din Syamsudin menyebut jika masa darurat kesehatan terkait covid-19 masih berlaku hingga bulan ramadhan, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

 

Maka MUI menghimbau untuk umat Islam yang daerahnya masuk zona level tinggi paparan Covid 19 untuk meninggalkan mafsadat hendaknya lebih diprioritaskan dari mengambil manfaat.

 

“Islam tidak memperkenankan umatnya untuk membahayakan diri sendiri dan juga orang lain la dharara wa la dhirara,” katanya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Jum’at, (3/4/2020).

 

“Oleh karenanya, shalat Tarawih maupun Shalat Id dan ibadah sunnah lainnya sebaiknya dilaksanakan di rumah,” imbuhnya.

 

Hal tersebut menurut Prof Din untuk memutus mata rantai persebaran Covid 19 lebih luas dan massif sebagaimana Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid 19.

 

“Dewan Pertimbangan MUI menghimbau agar seluruh komponen pemerintah dan masyarakat sipil seperti Ormas Islam dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah dihimbau mengerahkan segenap potensinya untuk bersama-sama dan bergotong-royong membantu masyarakat yang terdampak Darurat Kesehatan Covid 19,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X