MUI: Boikot Sarana Mengingatkan Macron yang Melecehkan Rasulullah

MUI: Boikot Sarana Mengingatkan Macron yang Melecehkan Rasulullah

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr. Asrorun Niam mengatakan  bahwa setiap muslim wajib memberikan penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW. Selain itu, umat muslim juga wajib melindungi Nabi dari setiap tindakan penistaan.

“Apa yang dilakukan Presiden Macron adalah salah satu bentuk pelecehan dan penghinaan kesucian baginda Rasulullah SAW dan kesucian agama Islam. Jika pemboikotan terhadap produk Prancis itu bagian dari sarana untuk mengingatkan akan kesalahan sekaligus juga menyadarkan kesalahan Macron, dari apa yang dia lakukan dan kemudian menjadi instrumen agar dia kembali kepada kebenaran kembali menarik kesalahan yang dia lakukan. Kemudian normalisasi kehidupan pergaulan internasional maka pemboikotan menjadi syar’i bagian dari sarana untuk mengingatkan itu,” ujar Niam.

“Untuk itu kita bisa lihat pemboikotan kalau ditempatkan di dalam kerangka untuk mengingatkan kan kesalahan yang dilakukan Macron agar tidak sewenang-wenang di dalam melakukan penistaan sekalipun atas nama kebebasan itu bagian dari rangkaian penghormatan kita kepada baginda Rasulullah SAW. Lilwasaili hukumul maqosid. Sarana memiliki hukum yang sama dengan tujuan, tujuan penghormatan kepada baginda Rasullullah SAW dan mengingatkan orang yang menistakan baginda Rasulullah SAW, maka sarana itu bisa jadi menjadi wajib,” sambung Niam.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah menyampaikan sikap pemerintah Indonesia terkait pernyataan Presiden Macron. Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X