Responsive image

Konflik di Kongo Berpotensi Virus Ebola Menyebar

Konflik di Kongo Berpotensi Virus Ebola Menyebar

KONGO (Jurnalislam.com) – Kekerasan milisi di Republik Demokratik Kongo (DRC) mencegah pekerja bantuan mengakses korban potensial Ebola, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (the World Health Organization-WHO).

Sebanyak 78 kasus telah dikonfirmasi dan kemungkinan penyakit Ebola telah tercatat di DRC timur laut sejak 1 Agustus, WHO mengatakan pada hari Jumat (17/8/2018), lansir Aljazeera.

Wabah terbaru telah menelan hingga 44 jiwa (17 dikonfirmasi dan 27 kemungkinan), tambahnya.

Sedikitnya 1.500 orang berpotensi terkena virus mematikan di provinsi Kivu Utara tetapi kekerasan di wilayah itu membuat para pejabat tidak yakin jika mereka telah mengidentifikasi semua rantai yang menyebar di bagian timur negara yang luas itu.

Di daerah itu, para pekerja kesehatan dipaksa untuk menavigasi tanggapan mereka di antara lebih dari 100 kelompok bersenjata.

Amnesty Internasional: Muslim di Republik Afrika Tengah Dipaksa Menjadi Kristen

Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepala WHO, mengatakan wilayah itu penuh dengan “zona merah”, atau area yang tidak dapat diakses.

“Kami tidak tahu apakah kami telah mengidentifikasi semua rantai penularan. Kami memperkirakan akan melihat lebih banyak kasus sebagai akibat dari infeksi sebelumnya dan infeksi ini berkembang menjadi penyakit,” kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic pada konferensi pers di Jenewa.

“Skenario terburuk adalah bahwa terdapat blindspot di mana epidemi bisa bertahan namun tidak kami ketahui,” katanya.

Wabah ini menyebar di seluruh lahan pertanian subur di Kongo timur dan telah mencapai provinsi Ituri yang terletak berdekatan.

Ebola menyebabkan penyakit serius termasuk muntah, diare dan dalam beberapa kasus perdarahan internal dan eksternal. Sering fatal jika tidak diobati.

DRC telah mengalami 10 kali wabah Ebola sejak virus itu ditemukan di Sungai Ebola pada tahun 1976, dan telah menewaskan sekitar 900 orang.

Agensi anak-anak PBB, UNICEF, mengatakan bahwa proporsi orang yang terkena dampak yang sangat tinggi dalam wabah ini adalah anak-anak.

Pengungsi Muslim Afrika Tengah : Antara Dibunuh Atau Mati Kelaparan

Dua anak telah meninggal karena penyakit tersebut, dan pusat layanan medis di Beni dan Mangina merawat enam orang lain yang terinfeksi oleh penyakit atau yang diduga.

Dalam upaya untuk menghentikan kemajuan virus, pihak kesehatan DRC yang berwenang mengatakan bahwa dokter di Beni mulai menggunakan obat prototipe yang disebut mAb114 untuk mengobati pasien.

Dikembangkan di Amerika Serikat, obat prototipe adalah protein yang mengikat pada target spesifik virus dan memicu sistem kekebalan tubuh.

Ghebreyesus mengatakan lima pasien telah menerima obat yang sejauh ini tidak berlisensi, dan bahwa WHO menginginkan “untuk mempercepat sebanyak mungkin.”

Vaksinasi yang ditargetkan, yang ditujukan terutama untuk petugas kesehatan garis depan, dimulai pekan lalu, dan sejauh ini 216 orang telah menerima vaksin.

Epidemi antara 2013 dan 2016 menewaskan lebih dari 11.300 orang di Afrika Barat.

EBOLA_DRC3
Bagikan

One thought on “Konflik di Kongo Berpotensi Virus Ebola Menyebar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X