Komnas HAM Janji Kawal Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Mahasiswa

Komnas HAM Janji Kawal Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Mahasiswa

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan akan mengawasi proses investigasi yang dilakukan kepolisian terhadap dugaan kasus kekerasan dan pelanggaran HAM.

 

Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo di Kendari, Sulawesi Tenggara meninggal saat demonstrasi di depan DPRD. Mereka adalah Muhammad Yusuf Kardawi (mahasiswa Fakultas Teknik) dan Randi (Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).

 

Yusuf meninggal karena menderita luka parah di bagian kepala setelah terjadi bentrokan massa dengan polisi. Sementara, Randi gugur akibat luka tembak di bagian dada sebelah kanan.

 

“Autopsi sudah dilakukan (terhadap Randi) yang jadi tantangan besar memastikan proses pengungkapan kasus penembakan bisa akuntabel,” ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (27/9).

 

Dia mengungkapkan, Komnas HAM mengapresiasi komitmen kepolisan mengungkap pelaku kekerasan hingga berujung maut. Setelah itu, Komnas HAM akan menagih janji kepolisian.

 

“Kepala Divisi Humas Polri menyatakan kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus itu. Kita akan tunggu dan melakukan pemantauan proses tersebut seperti dijanjikan kepolisian,” imbuhnya.

 

Choirul menegaskan, sejatinya gerakan unjuk rasa mahasiswa harus dimaknai sebagai suatu kepentingan bersama. Seruan demokrasi yang dilindungi konstitusi.

 

“Komnas HAM tak henti-hentinya menyerukan kepolisian menghindari tindakan kekerasan, karena kekerasan tak menyelesaikan masalah,” katanya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X