Kemungkinan Inilah Sosok Calon Pengganti al Baghdadi

16 Juli 2017
Kemungkinan Inilah Sosok Calon Pengganti al Baghdadi

LIBYA (Jurnalislam.com) -Setelah berita tentang kematian pemimpin kelompok Islamic State (IS), Abu Bakr al-Baghdadi, dilaporkan, IS diperkirakan akan segera mengumumkan nama pemimpin barunya, yang akan menggantikan Baghdadi, untuk mempertahankan para anggotanya, mempertahankan kelangsungan hidupnya dan memastikan kontinuitasnya, lansir Al Arabiya, Sabtu (15/7/2017).

Dalam sebuah pernyataan singkat yang dikeluarkan oleh IS beberapa hari lalu, organisasi tersebut berduka pemimpinnya yang terbunuh, Abu Bakr al-Baghdadi dan meminta anggotanya untuk tetap bersatu, bertahan di benteng-benteng dan tidak terseret bubar di balik runtuhnya kelompok tersebut.

IS kini menyaksikan masa kritis, terutama setelah serangan baru-baru ini di Irak dan kekalahan beruntun selama beberapa bulan terakhir, di mana mereka kehilangan sebagian besar wilayah dan  pemimpinnya.

Beberapa pemimpin masih tersisa, yang tertinggi adalah pemimpin organisasi di Libya Jalaluddin al-Tunisi, salah satu nama terpenting yang memenuhi syarat untuk menggantikan Baghdadi.

Nama asli Jalaluddin al-Tunisi yang berasal dari Tunisia adalah Mohamed Ben Salem al-Ayouni. Ia lahir pada tahun 1982 di daerah Masaken di provinsi pesisir Sousse.

Dia berimigrasi ke Prancis sejak tahun 90an dan berhasil mendapatkan kewarganegaraan Prancis sebelum kembali ke Tunisia pada saat revolusi.

Pada tahun 2011, ia pergi ke Tunisia dan kemudian pindah ke Suriah untuk ikut serta dalam perang. Dia mengumumkan bergabung dengan IS pada tahun 2014 setelah pembunuhan komandan “batalion Ghoraba.” Dia menjadi pemimpin batalyon dan menjadi salah satu pemimpin terpenting dalam organisasi tersebut dan sangat dekat dengan Abu Bakr al-Baghdadi. Dia membuat penampilan pertamanya di media dalam sebuah video di perbatasan antara Suriah dan Irak pada tahun 2014.

Setelah kekalahan IS di Libya, khususnya di kota Sirte tahun lalu, Baghdadi menunjuknya sebagai Amir IS di Libya karena dia yakin dapat memenangkan pertempuran dan mempertahankan kehadiran organisasi di sana.

Karena wilayah Afrika Utara berada di puncak wilayah di mana IS berusaha memperluas dan bertahan dan dengan keruntuhan baru-baru ini di Irak, IS mungkin berusaha meluas lagi di negara-negara Afrika mulai dari Libya, yang keamanannya masih dalam keadaan kacau.

Libya, terutama di selatan, menyediakan tempat yang cocok bagi mereka agar dapat beroperasi dengan bebas, mengatur ulang, merekrut dan melatih anggota. Libya juga membantu dalam pembiayaan melalui penyelundupan barang agar bisa menutup kerugian sesegera mungkin setelah runtuhnya IS baru-baru ini di Irak (Mosul) dan di Suriah (Raqqa) dalam ancaman besar.