Kemenlu Turki Kecam Pembantaian Warga Sipil Aleppo oleh Rezim Assad

Kemenlu Turki Kecam Pembantaian Warga Sipil Aleppo oleh Rezim Assad

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Turki mengecam pembantaian sejumlah besar warga sipil di kota Aleppo Suriah, oleh rezim Bashar Assad, lansir Anadolu Agency Selasa (13/12/2016).

“Kami kuatir dan geram atas pembantaian sejumlah besar warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak akibat pengepungan dan pemboman berat rezim [Suriah] dan milisi Syiah pendukungnya di Aleppo timur sejak Juli lalu,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Pasukan rezim Assad tidak mengizinkan akses bantuan kemanusiaan selama berbulan-bulan bagi penduduk di Aleppo timur dan menghancurkan infrastruktur sipil seperti rumah sakit, sekolah, serta jaringan air dan listrik, kata kementerian itu.

“Warga sipil tidak diberikan kesempatan untuk meninggalkan kota,” tambah pernyataan itu.

Turki juga menyerukan penghentian segera serangan di Aleppo dan evakuasi yang aman bagi penduduk di bagian timur kota.

“Turki terus melakukan inisiatif dengan negara-negara yang relevan dan organisasi-organisasi internasional,” tambah kementerian itu.

Menurut PBB, rezim Suriah dan sekutunya (milisi Syiah Libanon, Irak dan Iran) memasuki rumah dan menembak puluhan warga sipil hingga tewas dalam serangan di Aleppo timur, pada hari Senin.

“Kami telah menerima laporan banyaknya warga sipil yang ditahan oleh pasukan pro rezim. Kami juga telah diberitahu bahwa pasukan pro rezimmemasuki rumah warga sipil dan membunuh siapa saja yang ditemukan di dalam, termasuk perempuan dan anak-anak,” Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (the UN High Commissioner for Human Rights), mengatakan pada konferensi pers di Jenewa, Selasa.

“Kami menerima laporan bahwa pasukan pro rezim menewaskan sedikitnya 82 warga sipil, termasuk 11 perempuan dan 13 anak-anak,” tambah Colville.

Selama 27 hari terakhir, diperkirakan 990 warga sipil telah tewas di Aleppo timur dalam serangan oleh rezim Suriah dan sekutu milisi, menurut laporan setempat berdasarkan sumber dari kota.

Bagikan
Close X