Jika Spanduk Hilang, Polsek Kiaracondong akan Datangi Muthahhari

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dewan Pembina Pembela Ahlu Sunnah (PAS), ustadz Roinul Balad menegaskan kericuhan yang terjadi tadi malam, Rabu (21/10/2015) yang diakibatkan oleh ulah penganut Syiah yang mencoba melepas spanduk penolakan warga Kiaracondong terhadap perayaan Asyuro telah ditangani oleh kepolisian dari Polsek Kiaracondong, Bandung.

"Alhamdulillah kericuhan yang diakibatkan oleh upaya penurunan spanduk penolakan ritual Asyuro Syiah yang dilakukan oleh oknum Syiah sudah bisa ditangani dengan baik oleh pihak aparat kepolisian sektor Kiaracondong Bandung," kata Ustadz Roin dalam rilisnya kepada Jurniscom, Kamis (22/10/2015).

Setelah diintrogasi, para pelaku kemudian disuruh pulang dan diwajibkan melapor kembali pada hari ini, Kamis (22/10/2015) pukul 08.00 WIB.

"Setelah semua temen-temen datang, kita datangi lagi Polsek, akhirnya disuruh pulang tapi hari ini jam 8 harus lapor. Nah, nanti kita pengen tahu siapa dalang di balik aksi mereka tadi malam," lanjutnya.

Sementara itu kapolsek Kiaracondong menegaskan pihaknya memastikan tidak akan ada penurunan spanduk.

"Dia akan mengamankan lingkungan di situ, tidak akan ada spanduk yang diturunkan. Kalau ada yang diturunkan, saya (kapolsek) akan minta pertanggungjawabannya ke Muthahhari," ujar ustadz Roin mengutip pernyataan Kapolsek Kiaracondong. (Baca juga : Hendak Copot Spanduk Penolakan Asyuro, 3 penganut Syiah Ditangkap Warga Kiaracondong)

Pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk dukungan umat Islam kepada keputusan MUI Jawa Barat yang telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait penolakannya terhadap perayaan Asyuro Syiah dalam Surat Pernyataan kepada PAS dengan Nomor 643/MUI-JB/X/2015.

Salah satu poinnya, MUI Jawa Barat menyatakan bahwa Syiah telah menyimpang dari ajaran Islam.

"Adapun sikap Majelis Ulama Islam (MUI ) Provinsi Jawa Barat terhadap aliran Syi'ah sudah sangat jelas, yaitu " Syi'ah telah menyimpang dari kemurnian ajaran Islam yang telah diperkuat oleh sepuluh kriteria aliran sesat" yang telah ditetapkan dalam RAKERNAS MUI tahun 2007 di Jakarta," tegas Ketua MUI Jabar, KH. Rafani Achyar.

Ustadz Roin juga mengundang umat Islam pada acara sosialisasi pernyataan MUI Jawa Barat terkait kesesatan Syiah.

"Insyaa Allah kami tunggu kehadiran antum semua dalam acara: "Gerakan Ummat Islam Jabar Bersatu dalam Penolakan Acara Asyuro Syi'ah, dan sosialisasi serta dukungan kepada MUI Jabar terkait pernyataan Kesesatan & Penyimpangan Syi'ah" hari ini di Gedung Wanita Dewan Da'wah Provinsi Jabar
Jl.Pungkur  No. 151 Bandung," tutupnya.

Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.