IMM Bima Tuntut Densus 88 Dibubarkan

BIMA (Jurnalislam.com) – Puluhan mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima bersama Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima berunjuk rasa menuntut pembubaran Densus 88. Aksi digelar di simpang Gunung Dua, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bima, Senin (25/4/2016).

Koordinator aksi, Didik Irawansyah dalam orasinya menyatakan, proses penegakkan hukum yang dilakukan oleh aparat khususnya densus 88 bertentangan dengan pasal 1 ayat 3 UUD 1945.

“Selain itu proses penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 sudah sangat bertentangan dengan HAM, dimana mereka menangkap seseorang yang statusnya baru terduga tetapi langsung dieksekusi dan ditembak,” katanya.

Berdasarkan KUHP dan asas praduga tidak bersalah dalam pasal 28A UUD 1945, seseorang berhak hidup dan menjunjung tingi kemerdekaan pikiran, hati nurani dan kemerdekaan berekspresi, karena sesuai dengan bunyi pasal 27 ayat 1 negara juga menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama berdasarkan kepercayaannya.

“Maka oleh karena itu kami mendesak pemerintah untuk mengadili oknum Densus 88 yang terkait dengan pelanggaran HAM. Selain itu kami juga meminta supaya institusi Densus 88 segera dibubarkan serta menuntut penghapusan diskriminasi terhadap agama,” tegasnya.

IMM Bima juga menolak pernyataan kepolisian yang menuing Bima sebagai daerah zona merah terkait kasus terorisme. “Kami menilai pernyataan itu adalah pernyataan yang diskriminatif, karena selama ini daerah Bima aman-aman saja serta tidak ada teroris di daerah Bima,” tukasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.