Hidayatullah Gelar Munas V, 47 Tahun Kiprah Dakwah Kokohkan Bangsa

Hidayatullah Gelar Munas V, 47 Tahun Kiprah Dakwah Kokohkan Bangsa

DEPOK(Jurnalislam.com)- Ormas Islam Hidayatullah secara resmi mulai menggelar Musyawarah Nasional (Munas) V secara virtual sejak Kamis hingga Sabtu (29-31/10/2020). Munas kali ini diikuti peserta secara terbatas karena pandemi Covid-19.

Pusat kegiatan munas kali ini bertempat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, dan secara serentak terdapat 34 kluster lain untuk kegiatan sebagai perwakilan wilayah DPW Hidayatullah se-Indonesia.

Panitia Munas memberlakukan protokol kesehatan secara ketat di lokasi acara, seperti memakai masker dan menjaga jarak, demi mencegah penyebaran Covid-19. Panitia membagikan masker medis secara gratis kepada semua peserta.

Munas V(irtual) Hidayatullah ini berpusat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, dan siarkan secara live melalui kanal Youtube Hidayatullah ID.

Setelah acara pembukaan, Munas dilanjutkan dengan acara musyawarah-musyawarah yang berlangsung secara tertutup dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, hingga Kamis sore dan malam.

Munas tadi dibuka secara resmi oleh Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad. Dalam amanatnya sekaligus membuka acara, Abdurrahman menyampaikan, Hidayatullah kapan saja dan di manapun selalu membawa misi rahmatan lil alamin sebagaimana tertera pula dalam tema Munas.

“Itu artinya, semua aktivis Hidayatullah harus siap mengambil peran untuk membangun kekuatan dan mempersatukan umat Islam sebagai mayoritas dari bangsa ini. Jika umat Islam kuat dan bersatu, Insya Allah bangsa ini akan bermartabat. Bermartabat artinya terhormat, memiliki peradaban tinggi. Bukan bermartabak, diperbutkan oleh bangsa bangsa yang lain,” katanya sebagaimana siaran pers Panitia Munas V Hidayatullah kepada media, Kamis sore (29/10/2020).

Munas yang dimulai hari ini adalah untuk menyusun langkah-langkah strategi dakwah dan tarbiyah ke depan. Abdurrahman berpesan agar Munas ini bisa menyusun langkah sejauh mungkin dan membuat target setinggi-tinggi dan sebesar-besarnya.

“Buatlah harapan seideal mungkin, seoptimal mungkin, dan dengan penuh pengharapan. Jangan membuat program yang mengecilkan harapan. Jangan membuat program yang mematikan spirit. Buatlah program besar yang mewakili Allah yang Maha Besar. Wa robbaka fa kabbir,” ujarnya.

Meskipun demikian, dia mengingatkan sebagaimana telah dituntunkan Allah untuk tidak memaksakan diri dan tidak sombong. Artinya, kita harus mencermati Sunnatullah dalam proses ikhtiar usaha maksimal, bekerja keras, berdoa, menuntun diri dengan ilmu dan melengkapi diri dengan keterampilan dan profesionalisme.

“Dalam menaiki tangga perjuangan, tidak lompat-lompat karena ingin cepat sampai. Walaupun Allah memiliki kuasa, kun fayakun, tetapi ketika menciptakan langit membutuhkan enam masa. Tentukan tahapan dan harus melalui tahapan demi tahapan,” katanya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X