Forum Masyarakat Jatim Tolak Keberadaan BPIP dan RUU BPIP

Forum Masyarakat Jatim Tolak Keberadaan BPIP dan RUU BPIP

SURABAYA(Jurnalislam.com)- Forum Masyarakat Jawa Timur dalam apel siaga jaga pancasila yang digelar di lapangan gedung Juang jl.Mayjend Sungkono no.45 Surabaya, Selasa pagi (18/08/2020), mengeluarkan pernyataan sikap bahwa Pancasila tidak memerlukan tafsir baru.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Agus Maksum dalam pembacaan pernyataan sikap,

“Kami memandang bahwa penafsiran Pancasila yang sah dan otoritatif adalah sebagaimana terdapat dalam pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945. Pancasila tidak membutuhkan tafsir baru”, tegasnya.

“Pancasila juga merupakan sumber dari segala sumber hukum, sebagaimana dinyatakan dalam pasal 2 UU No. 12 tahun 2011”, imbuhnya.

Forum masyarakat Jatim juga menilai jika RUU HIP ataupun RUU BPIP dipaksa untuk ditetapkan, secara nyata telah mendegradasi Pancasila sebagai Falsafah dan Dasar Negara.

“Kami juga memandang bahwa lembaga yang otoritatif memasyarakatkan konsensus Nasional : Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), lembaga yang dibentuk oleh rakyat melalui pemilu, hal ini juga ditegaskan dalam pasal 5 UU No. 17 tahun 2014”, katanya.

Adapun alasan penolakan terhadap keberadaan BPIP karena dianggap pemborosan keuangan negara,

“Adanya lembaga baru seperti BPIP adalah wujud institusionalisme radikal, pemborosan keuangan negara, sumber pertentangan baru, dan berbenturan dengan peraturan perundang-undangan yang lain”, pungkasnya.

Apel siaga juga dihadiri tokoh masyarakat Jawa Timur KH.Abdusshomad Buchori ketua MUI Jatim, Prof.Daniel M Rosyid, Prof.Dr.Aminuddin Kasdi, Ir.Prihandoyo Kuswanto, Ir.H .Mustahid Astari ketua DHD45 dan tokoh lainnya.

Kontributor: Bahri

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X