Erdogan: Referendum Kurdi Buka Krisis dan Konflik Baru di Irak

Erdogan: Referendum Kurdi Buka Krisis dan Konflik Baru di Irak

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (19/9/2017) meminta pemerintah daerah Kurdi (Kurdish Regional Government-KRG) untuk menunda referendum merdeka yang dijadwalkan pekan depan, memperingatkan bahwa hal itu akan menimbulkan lagi ketidakstabilan kawasan ini.

Baghdad dan pemerintah daerah perlu mencapai kompromi “atas dasar integritas teritorial dan realisasi cita-cita untuk membangun masa depan bersama”, Erdogan mengatakan kepada anggota PBB dalam pidatonya kepada Majelis Umum, Anadolu Agency melaporkan.

“Langkah seperti tuntutan kemerdekaan yang bisa menyebabkan krisis dan konflik baru di kawasan harus dihindari,” katanya.

PM Zionis Dukung Kemerdekaan Suku Kurdi di Irak

Warga di provinsi yang dikuasai KRG pada 25 September akan memilih untuk merdeka dari Baghdad.

Provinsi Kirkuk yang kaya minyak adalah salah satu daerah yang diperebutkan di mana pemungutan suara direncanakan.

Pekan lalu, anggota parlemen Irak memilih untuk menentang referendum kemerdekaan tersebut dan meminta pemerintah Baghdad untuk bernegosiasi dengan Pemerintah Daerah Kurdi.

Pemerintah Irak menentang jajak pendapat tersebut, mengklaim bahwa jajak pendapat itu akan mempengaruhi perang melawan kelompok IS, menyebabkan ketidakstabilan dan melanggar Konstitusi Irak.

Bagikan
Close X