Responsive image

Dua Orang Tewas Saat Menolong Muslimah dari Serangan Islamophobik

Dua Orang Tewas Saat Menolong Muslimah dari Serangan Islamophobik

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Dua orang Samaria ditikam sampai mati di kereta api Portland ketika mereka turun tangan saat seorang pria melakukan serangan Islamophobik pada dua wanita, kata polisi Sabtu (27/5/2017), lansir Anadolu Agency.

Jeremy Joseph Christian, 35, “mengomel dan mengoceh” di dalam kereta Metropolitan Area Express kemudian “beberapa orang mendekatinya dan tampak berusaha untuk menghentikan perilakunya,” juru bicara polisi Portland Sersan Pete Simpson mengatakan. “Mereka diserang dengan senjata tajam oleh Jeremy dengan kejam.”

Salah satu pria tersebut tewas seketika di tempat kejadian dan yang lainnya dinyatakan tewas di rumah sakit, kata Simpson. Satu orang penumpang lagi dirawat akibat luka yang tidak parah.

“Mereka hanyalah penumpang kereta dan sayangnya terjebak dalam peristiwa ini,” kata Simpson.

Dia mengatakan Christian, yang ditahan tanpa jaminan, menggunakan “bahasa kebencian atau bahasa yang bias” terhadap wanita-wanita tersebut, salah satunya mengenakan jilbab.

Organisasi advokasi Muslim terbesar di Amerika Utara, Council on American-Islamic Relations (CAIR), pada hari Sabtu meminta Presiden Donald Trump untuk mencela “meningkatnya kefanatikan” terhadap umat Islam.

“Presiden Trump harus berbicara secara pribadi melawan arus pasang Islamofobia dan bentuk-bentuk kefanatikan dan rasisme lainnya di negara kita yang telah diprovokasi oleh berbagai pernyataan, kebijakan dan pengangkatannya yang berdampak negatif pada komunitas minoritas,” Direktur Eksekutif CAIR Nihad Awad mengatakan.

Serangan di Portland terjadi pada hari Jumat saat sebagian besar 1,6 miliar Muslim di dunia bersiap-siap menunaikan ibadah bulan Ramadhan.

Joseph Christian
Joseph Christian

Juru bicara kepolisian Simpson mengatakan: “Kami bersama dengan komunitas Muslim. Kejadian seperti ini hanya menanamkan rasa takut di komunitas.”

“Kami telah mengulurkan tangan sebelum kejadian ini kepada rekan komunitas Muslim kami dan juga pada para imam mengenai patroli ekstra selama bulan Ramadhan. Kami ingin meyakinkan mereka bahwa perlindungan itu akan berlanjut,” tambahnya. Portland adalah rumah bagi sekitar 50.000 Muslim.

“Kejadian ini setidaknya muncul sebagai insiden terisolasi berdasarkan apa yang kita ketahui pada saat ini,” kata Simpson.

Tersangka Christian menghadapi pidana pembunuhan yang keji dan percobaan pembunuhan, diantara pidana lain. Dia memiliki catatan kriminal penculikan, perampokan, dan kepemilikan senjata.

Bagikan
Close X