Dua Bulan Lagi Ramadhan, Yuk Persiapkan Sambut 10 Keberkahan di Dalamnya

Dua Bulan Lagi Ramadhan, Yuk Persiapkan Sambut 10 Keberkahan di Dalamnya

(Jurnalislam.com)–Bulan Ramadhan selayaknya tamu istimewa yang sangat dinanti-nanti kedatangannya, karena begitu besar manfaat dan kebaikan yang dibawa oleh bulan Ramadhan, saking besarnya manfaat dan kebaikan yang dibawa bulan Ramadhan, bulan ini pun disebut sebagai bulan penuh keberkahan, seperti disabdakan Rasulullah SAW yang artinya :”Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).

 

Keberkahan itu diantaranya adalah :

  1. Allah melipatgandakan pahala untuk setiap kebaikan yang dilakukan, pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup, syaithan-syaithan di belenggu,

Rasulullah SAW bersabda “Bulan Ramadhan telah tiba menemui kalian, bulan (penuh) barokah, Allah wajibkan kepada kalian berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu (neraka) jahim ditutup, setan-setan durhaka dibelenggu. Padanya Allah memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka sungguh dia terhalang (mendapatkan kebaikan yang banyak).” (HR. Nasa’I dan Ahmad)

 

  1. Allah memberikan di bulan Ramadhan malam Lailatul Qadr yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan,

Firman Allah SWT “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar,” (QS. Al-Qadar : 1-5).

 

  1. Allah menjadikan puasa dan shalat di bulan Ramadhan yang dilakukan dengan keimanan dan mengharapkan pahala sebagai penggugur dosa-dosa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu,” (HR. Bukhari Muslim)

 

  1. Allah menganugerahkan setiap malam bulan Ramadan ada yang Allah bebaskan dari siksa neraka.

Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Pada setiap (waktu) berbuka, Allah ada orang-orang yang dibebaskan (dari siksa neraka)” (HR, Ahmad)

 

  1. Allah menjadikan puasa pada bulan Ramadan menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa setahun yang lampau.

Sebagaimana terdapat riwayat dalam shahih Muslim, no. 233, sesungguhnya Nabi sallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Dari shalat (ke shalat) yang lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadan ke Ramadhan, semua itu dapat menghapuskan (dosa-dosa) di antara waktu tersebut, jika menjauhi dosa-dosa besar.” (HR, Muslim)

 

  1. Allah menganugerahkan kepada orang yang menunaikan taraweh bersama imam hingga selesai, dicatat baginya seperti qiyamul lail semalam (penuh).

Keterangan ini sebagaimana terdapat dalam riwayat Abu Daud, no. 1370 dari Abu Dzar radhiallahu ’anhu, dia berkata: Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa menunaikan qiyamul lail bersama imam hingga selesai, dicatat baginya (pahala) qiyamul lail semalam (penuh),” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab ‘Shalat Taraweh’,  hal. 15)

 

  1. Allah menjadikan puasa di bulan Ramadan senilai puasa sepuluh bulan.

Diriwayatkan dari hadits Abu Ayub Al-Anshary, bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti (puasa) enam (hari) pada bulan Syawwal, maka hal itu seperti puasa setahun.” (HR. Muslim, no. 1164)

 

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, no. 21906, bahwa Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang berpuasa (pada bulan) Ramadhan, maka satu bulan sama seperti sepuluh bulan. Dan (siapa yang berpuasa setelah itu) berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawal), hal itu (sama nilainya dengan puasa) sempurna satu tahun,” (HR. Ahmad)

 

  1. Allah menjadikan ibadah umrah pada bulan Ramadhan, pahalanya sama seperti haji.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ’anhuma, dia berkata: Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada wanita dari Anshar:

”Apa yang menghalangi anda melaksanakan haji bersama kami?” Dia berkata: ”Kami hanya mempunyai dua ekor onta untuk menyiram tanaman. Bapak dan anaknya menunaikan haji dengan membawa satu ekor onta dan kami ditinggalkan satu ekor onta untuk menyiram tanaman.” Beliau bersabda: “Jika datang bulan Ramadan tunaikanlah umrah, karena umrah (di bulan Ramadhan) seperti haji”. Dalam riwayat Muslim: “(seperti) haji bersamaku,” (HR. Bukhari, no. 1782, dan Muslim, no. 1256)

 

  1. Allah pun menjadikan peristiwa besar turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia adalah di bulan Ramadhan

Sebagaiamana firman Allah Ta’ala:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil),” (QS. Al-Baqarah: 185)

 

  1. Allah pun menetapkan puasa di bulan Ramadhan sebagai rukun keempat dari rukun Islam. Sebagaimana firman-Nya:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,” (QS. Al-Baqarah: 185)

 

Dalam riwayat Ibnu Umar disebutkan bahwa Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

 

“Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari Muslim)

 

Kebiasaan para sahabat dengan mengetahui begitu banyaknya manfaat dan keberkahan yang dibawa oleh bulan Ramadhan mereka bersiap-siap menyambutnya jauh sebelum Ramadhan itu datang, sebagian ulama salaf mengatakan :

 

”Mereka (para sahabat) biasa berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadhan.” (Lathaaiful Ma’arif hal. 232)

 

Diantara doa yang diucapkan para salaf :

“Ya Allah, sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan, sampaikanlah bulan Ramadhan kepada kami, dan terimalah amalan-amalan kami.” (Lathaif Al-Ma’arif, Hal: 158)

 

Maha Baik Allah yang Maha Penyayang, Ia menganugerahi kepada umat Islam bulan yang penuh kebaikan yaitu bulan Ramadhan sebagai tanda bahwa Ia Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Orang-orang terbaik dari umat Islam ini pun mensyukuri anugerah Allah ini dengan siap menyambutnya dari 6 bulan sebelumnya. Sekarang, 2 bulan lagi Ramadhan tiba, sudahkah kita berbahagia dan siap menyambut kedatangannya.

 

Sumber :

Shahihfiqih.com

Islamqa.info

 

Gambar : suaramuslim.net

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X