DSKS Minta IAIN Surakarta Bentuk Tim Awasi Pemahaman Menyimpang

DSKS Minta IAIN Surakarta Bentuk Tim Awasi Pemahaman Menyimpang

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendatangi kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta untuk beraudiensi menyoal disertasi kontroversial yang ditulis Dosen Fakultas Syariah, Abdul Azis. 

DSKS meminta pihak kampus untuk membentuk tim pengaji yang akan memantau munculnya paham menyimpang yang berkembang di dalam kampus. 

“Membentuk Tim Khusus untuk membentengi penyebaran paham sesat dilingkungan IAIN Surakarta,” kata Humas DSKS Endro Sudarsono di hdapan Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir dan tiga wakil Rektor serta Dekan Fakultas Syariah.

“Ini untuk membatasi gerak semua pihak yang diduga pelaku penyebaran paham menyimpang yang bertentangan dengan ajaran Islam dan Pancasila maupun aturan yang berlaku di NKRI,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir berterimakasih atas masukan dari DSKS tersebut. Ia menjelaskan paska munculnya polemik disertasi Abdul Aziz, pihaknya akan membentuk tim khusus yang memantau setiap tesis maupun disertasi di lingkungan kampusnya.

“Belajar dari kasus Abdul Aziz ini kemudian kami sudah akan membentuk tim supaya mengawasi judul-judul tesis, disertasi, kalau semuanya lolos dan tidak menghargai umat Islam, potensi terjadinya keresahan publik sangat besar,” katanya.

Lebih lanjut, ia meminta publik dalam menyikapi polemik tersebut secara tenang, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta Abdul Aziz untuk mengikuti saran dari tim penguji yang meminta untuk merevisi disertasi yang akan digunakan untuk meraih gelar doktor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

“Kita sudah memberikan surat teguran kepada yang bersangkutan untuk tidak berbicara dengan media, mematuhi revisi yang disarankan oleh tim penguji,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Abdul Aziz adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta yang sedang mengejar gelar doktor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Disertasinya berjudul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital” menuai kontroversi karena dinilai membolehkan seks di luar pernikahan.

Abdul Aziz menerangkan alasan dirinya menuliskan disertasi kontroversial itu karena prihatin dengan fenomena kriminalisasi terhadap hubungan seksual di luar nikah.

“Berangkat dari itu saya mencoba membuat, menawarkan solusi-solusi, itu pun secara akademis. Diharapkan dari penelitian itu bermanfaat. Tentu kalau mau memakai. Namanya juga usulan. Kalau tidak, ya tidak apa-apa. Bukan fatwa,” ujar Abdul Aziz ditemui di Gedung Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (4/9/2019).

Abdul Aziz akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan akan merevisi hasil disertasinya sesuai kritik dan masukan dari promotor dan penguji saat ujian terbuka yang sudah dilakukan pada 28 Agustus 2019 lalu.

“Saya akan merevisi termasuk mengubah judul menjadi Problematika Konsep Milk al-Yamin dalam Pemikiran Muhammad Syahrur dan menghilangkan beberapa bagian kontroversial dalam disertasi,” kata Aziz di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta. Selasa (3/9/2019).

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X