Ditembak Tepat di Dada, Serdadu Zionis Bunuh Pendemo Cacat Mental

10 Maret 2018
Ditembak Tepat di Dada, Serdadu Zionis Bunuh Pendemo Cacat Mental

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel telah membunuh seorang pria Palestina yang lumpuh secara mental dalam bentrokan di daerah Bab al-Zawiya di kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki, menurut seorang anggota keluarga dan pejabat.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pada hari Jumat (9/3/2018) bahwa orang yang dibunuh tersebut sebagai Mohammad Zain al-Jabari.

Pria berusia 24 tahun itu ditembak di dada oleh pasukan zionis pada hari sebelumnya saat demonstrasi menentang keputusan nyeleneh Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menurut kementerian tersebut, al-Jabari menyerah pada luka pelurunya setelah dilarikan ke rumah sakit pemerintah Hebron.

Tentara Israel Berondong Pasangan Palestina yang Gendong Bayi dengan Granat

Abu Nasser, paman al-Jabari, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa keponakannya cacat mental dan menderita gangguan bicara.

Al-Jabari bekerja di bidang konstruksi dan meninggalkan seorang anak berusia empat tahun.
Terlepas dari ketidakmampuannya, Abu Nasser mengatakan bahwa al-Jabari sering menjadi orang pertama yang tiba di tempat kejadian ketika pasukan Israel terlihat di daerah tersebut.

“Mohammad mencintai Palestina, dan dia tidak akan pernah bisa duduk dan melakukan aktifitas apapun saat tentara [Israel] memasuki kota,” kata Abu Nasser.

“Dia adalah sumber kebanggaan bagi keluarga kita, kematiannya sangat mengejutkan dan tidak akan mudah bagi kita, tapi ini adalah kehendak Tuhan sehingga kita tidak boleh bersedih.

“Kematiannya telah menunjukkan kepada kita betapa berharganya hidupnya.”

16 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri dan 9 Dibunuh Temannya Sendiri

Seorang juru bicara pasukan Israel mengatakan seorang cacat mental tersebut sebagai provokator kepada Al Jazeera bahwa pasukan mereka menembaki penghasut utama dari apa yang mereka katakan sebagai “sebuah kerusuhan di Hebron ketika bom bom dilemparkan” ke arah pasukan Israel.

Pria itu “memegang bom bunuh diri dengan maksud untuk melemparkannya ke pasukan”, klaim juru bicara tersebut.

Dia mengatakan bahwa insiden tersebut akan ditinjau ulang.

Ratusan warga Palestina berpartisipasi dalam pemakaman al-Jabari.

Mereka membawa jasadnya melewati jalan-jalan Hebron dan berjanji untuk melanjutkan perjuangan mereka untuk kebebasan.

Bentrokan pecah antara penduduk kota yang berduka dan pasukan Israel setelah pemakaman.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel melukai puluhan warga Palestina lainnya saat terjadi bentrokan di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang terkepung pada hari Jumat.

Protes terus berlanjut di wilayah Palestina yang diduduki setiap Jumat sejak pernyataan Trump mengenai Jerusalem.

Warga Palestina mempertahankan bahwa Yerusalem Timur harus menjadi ibu kota negara Palestina masa depan dalam kesepakatan damai masa depan dengan Israel, sementara Israel menganggap seluruh Yerusalem menjadi bagian dari wilayahnya.

Gara-gara Pajak Israel, Para Pemimpin Gereja Tutup Gereja Paling Bersejarah di Dunia

Israel menduduki dan kemudian mencaplok Yerusalem Timur pada tahun 1967 dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Sedikitnya 27 warga Palestina telah terbunuh sejak keputusan Trump tiga bulan lalu, sebagian besar ditembak dan tewas dalam bentrokan dengan pasukan penjajah Israel.

Warga Palestina di wilayah yang diduduki telah tinggal di bawah penjajahan militer Israel selama lebih dari setengah abad.