Digelar Pasca Ijtima Ulama, Ini Delapan Rekomendasi Helatan Multaqo Ulama

Digelar Pasca Ijtima Ulama, Ini Delapan Rekomendasi Helatan Multaqo Ulama

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Multaqo ulama, habaib, dan cendekiawan Muslim, yang digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, pada Jumat malam, 3 April 2019.

Acara menghasilkan delapan rekomendasi. Pertama, menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulama, yakni bentuk negara Indonesia adalah NKRI.

” NKRI adalah bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamain di Indonesia, Pancasila dasar negara dan falsafah bangsa,” ujar Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Manarul Hidayat.

Kedua, memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam hendaknya bersama-sama meningkatkan ukhuwah islamiyah.

Juga menjalankan silaturahmi, menghindari fitnah dan perpecahan, serta saling memaafkan.

“Tiga, kami menghimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan persamaan persaudaraan satu sama lain dari pada menonjolkan perbedaan,” ucap dia.

Keempat, umat Islam diajak untuk menghindari dan menangkal segala bentuk provokasi.

Apalagi  kekerasan dari pihak yang tidak bertanggung jawab selama dan setelah bulan Ramadan.

Hidayat melanjutkan, pesan kelima yakni mengajak umat Islam untuk senantiasa mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Enam, kami mengajak umat Islam untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi inkonsistitusional, baik langsung ataupun tidak. Itu bertentangan dengan ajaran Islam,” kata dia.

Pesan multaqo yang ketujuh yakni mengajak masyarakat untuk saling berlomba dalam kebaikan guna meningkatkan ekonomi, sehingga dapat ikut terlibat dalam proses pengentasan masalah ekonomi.

“Delapan, kegiatan multaqo ini akan dilakukan terus menerus dalam rangka mengawal implementasi kesepakatan yang dibuat hari ini,” ujar Hidayat.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X