Di Balik Gelar Pahlawan Mr. Kasman Singodimedjo

Di Balik Gelar Pahlawan Mr. Kasman Singodimedjo

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November, tekah mengesahkan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh nasional melalui Keppres Nomor 123/TK/Tahun 2018.

Dua orang di antaranya adalah tokoh Muhammadiyah yakni AR Baswedan dan Mr. Kasman Singodimedjo.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan perjuangan untuk mengusulkan Pak Kasman menjadi pahlawan nasional berat sebab perjuangannya adalah perjuangan kebenaran yang jernih dan tidak diliputi oleh nafsu.

“Beliau adalah tokoh yang senantiasa berjuang di jalan yang benar,” ungkapnya dalam membuka acara Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah dengan tema ‘Prof. Dr. Mr. R.H Kasman Singodimedjo Santri Nasionalis Berkemajuan’ di Gedung Muhammadiyah, Menteng, Jakpus, Jumat (9/11/2018).

Dia menjelaskan, pada November 2012, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendaftarkan pengajuan gelar Pahlawan Nasional bagi tiga tokoh Bapak Republik Indonesia dari latar belakang Muhammadiyah, yakni Ki Bagus Hadikusumo, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Prof. Abdul Kahar Muzakkir.

Ketua tim pengajuan gelar adalah mendiang almarhum AM Fatwa. Dari tiga nama yang diajukan tersebut, Ki Bagus Hadikusumo lebih dahulu mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 2015 berdasar pada Keppres Nomor 116/TK/2015. Dengan demikian, hanya Prof. Abdul Kahar Muzakkir yang menanti pengesahan gelar dari Presiden.

Setelah pengesahan gelar Ki Bagus, Abdul Mu’ti bercerita bahwa ketua tim pengajuan gelar AM Fatwa mengirim sebuah pesan pendek bahwa ada tugas PP Muhammadiyah yang belum selesai dikerjakannya, yaitu gelar Mr. Kasman.

“Kata Pak Fatwa ini (Mr. Kasman) yang paling berat dan ternyata ajal menjemput Pak Fatwa. Karena itu saya merasa berhutang sehingga kita akan perjuangkan bagaimana caranya agar Pak Kasman mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,” ungkap Abdul Mu’ti.

Lebih lanjut, menurut Abdul Mu’ti kegigihan PP Muhammadiyah mengawal perjuangan pengajuan gelar Pahlawan Mr. Kasman bukan karena beliau adalah tokoh Muhammadiyah, tetapi karena kesadaran bahwa sejarah harus ditulis dengan benar dan generasi sekarang harus mendapatkan informasi yang benar tentang sejarah yang benar.

“Selamat kepada keluarga Mr. Kasman, terimakasih juga kepada Pak Fatwa dan keluarga. Keberhasilan gelar ini adalah dedikasi Pak Fatwa untuk umat dan bangsa,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X