Responsive image
Responsive image
Responsive image

Cuitan Ozil dan Pentingnya Dakwah di Media Sosial

Cuitan Ozil dan Pentingnya Dakwah di Media Sosial

Oleh: Willy Azwendra M.Ag
Dosen Prodi Komunikasi & Penyiaran Islam STAI PTDII Jakarta

Beberapa hari yang lalu umat Islam di seluruh dunia dikejutkan dengan Postingan dari akun media sosial pesebakbola terkenal Mesut Ozil (Pemain Arsenal dan Timnas Jerman). Ozil mendapat kritik dan kecaman dari masyarakat China. Kritikan tersebut dikarenakan Mesut Ozil yang secara tegas dan berani dalam menanggapi penindasan yang dilakukan pemerintah Komunis Cina terhadap kaum minoritas Uighur.

Mantan pemain andalan Timnas Jerman ini menyatakan dukungannya secara tegas untuk Uighur. Dilansir dari Wikipedia, Uighur merupakan salah satu suku minoritas resmi di Republik Rakyat Tiongkok. Suku ini merupakan keturunan dari suku kuno Huihe yang tersebar di Asia Tengah, menuturkan bahasa Uighur dan memeluk agama Islam.

Selain Republik Rakyat Tiongkok, populasi suku ini juga tersebar di Kazakhstan, Kyrgystan dan Uzbekistan. Suku Uighur bersama suku Hui menjadi suku utama pemeluk Islam di Tiongkok, tetapi ada perbedaan budaya dan gaya hidup yang kentara di antaranya. Suku Uighur lebih bernafaskan Sufi sedangkan suku Hui lebih pada mazhab Hanafi. Suku Uighur terutama berdomisili dan terpusat di Daerah Otonomi Xinjiang (Sumber : Wikipedia)

Salah satu kalimat cuitannya adalah “(Di China) Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah teologi Islam-madrasah dilarang, cendikiawan dibunuh satu per satu. Terlepas dari itu semua, Muslim tetap diam,” tulis mantan pemain Real Madrid ini di akun media sosialnya akhir pekan lalu.

Berikut Postingan lengkap Mesut Ozil terkait penindasan terhadap Muslim Uighur :
“Turkistan Timur. Luka berdarah umat. Mereka melawan kekuatan yang coba memisahkan mereka dari agama mereka. Para laki-laki ditahan di kamp, sementara keluarga mereka dipaksa hidup dengan orang-orang China. Para wanita juga dipaksa menikah dengan orang China,”
“Tak tahukah mereka bahwa menutup mata terhadap penindasan adalah sesuatu yang keji? Tak tahukah mereka bahwa bukan derita saudara-saudara kita yang akan dikenang, melainkan sikap diam kita? Oh, Tuhan, tolong saudara-saudara kami di Turkistan Timur,” ucap Ozil.

Melihat sikap Ozil tersebut, betapa salutnya kita atas kepedulian Mesut Ozil terhadap agama yang dianutnya yaitu Islam. Ozil yang sudah terbiasa hidup di lingkungan minoritas Islam tentu lebih merasakan bagaimana rasanya hidup sebagai muslim yang minoritas. Cuitan Mesut Ozil ini merupakan tamparan keras bagi umat Islam di seluruh dunia termasuk Negara-negara yang mayoritas Islam yang terkesan Diam dan kurang vokal dalam menyampaikan kebenaran. Inilah dakwah yang sesungguhnya, karena sejatinya dakwah adalah menyeru umat untuk berbuat baik, menyampaikan kebenaran dan mencegah berbuat kemungkaran.

Pentingnya Dakwah di Media Sosial

Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih di era globalisasi saat ini memiliki dampak langsung terhadap semua orang di dunia. Di masa lalu orang tidak mengenal apa itu internet, tetapi sekarang zaman telah berbeda, di mana hampir semua orang, termasuk kelas menengah ke bawah, akrab dengan teknologi komunikasi media sosial, terutama WhatsApp, Facebook, Twitter dan Instagram.

Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju, maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Dengan kemajuan media sosial saat ini, para Ustadz dan para Da’i juga semakin gencar melakukan dakwahnya di media sosial, istilahnya Fastabikul Khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Internet memang memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya. Dengan internet kita dapat mengakses informasi secara mudah, cepat, dan terkini. Berbagai situs dalam internet seolah menjadi candu masyarakat dimana mereka menjadi mengandalkan internet untuk kepentingan hidup mereka. Baik itu kepentingan yang bersifat positif dan bermanfaat, tetapi ada juga yang memanfaatkan internet untuk kepentingan yang sifatnya negatif bahkan berdampak buruk bagi orang dan masyarakat.

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi”. Artinya media sosial bisa mempengaruhi cara berpikir dan cara pandang para penggunanya yang pada akhirnya juga bisa mengubah kehidupan umat manusia ke jalan yang lebih baik jika mampu menyikapi dan memanfaatkan media sosial dengan baik dan bijak.

Dakwah sangat diperlukan sebagai penyeimbang atau pembatas dalam melakukan hal apapun di dalam media sosial. Penyebaran nilai-nilai Islam tidak terlepas dari peran seorang pemuka agama atau Da’i dalam menyampaikan dakwah. Dakwah merupakan suatu kegiatan mengajak, mendorong, dan memotivasi orang lain untuk mengikuti jalan Allah dan istiqomah dijalannya serta berjuang bersama meninggikan agama Allah SWT.

Hal lain yang mendukung munculnya dakwah melalui media sosial adalah karena banyaknya masyarakat yang masih awam tentang pengetahuan agama, sehingga menjadikan para ulama berinisiatif untuk melakukan dakwah melalui media sosial dengan tujuan mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan internet sebagai suatu wadah untuk menambah ilmu pengetahuan dan menyampaikan kebaikan.

Firman Allah SWT tentang Dakwah:
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Tahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS an-Nahl (16): 125).

Dalam perspektif dakwah Islam, semua sarana seharusnya dapat digunakan untuk penyebaran dakwah Islam termasuk lewat media sosial. Melihat kondisi sekarang, baik itu anak-anak sampai orang dewasa memiliki ketergantungan dengan internet dan tidak sedikit yang terjerumus dalam hal-hal yang negatif. Untuk itu bagi siapapun dan para pendakwah khususnya, hendaknya menyampaikan nilai-nilai positif dan mengajak pada kebaikan lewat media sosial agar mendatangkan manfaat untuk banyak orang.

Dapat disimpulkan bahwa media sosial diibaratkan sebagai pisau, Jika digunakan untuk memotong buah-buahan, daging, dan sayuran tentu sangat berguna dan bermanfaat bagi manusia dalam mengolah bahan makanan, tetapi jika digunakan untuk mengancam, meneror, bahkan membunuh orang maka hal ini akan berdampak buruk, bahaya dan merugikan orang lain.

Jika media sosial digunakan untuk menyebarkan foto-foto, tulisan-tulisan seperti yang dilakukan oleh Mesut Ozil, tentu sangat baik dan berdampak baik juga untuk banyak orang. Tetapi jika digunakan untuk menyebarkan kebohongan, fitnah, adu domba dan lain sebagainya, maka ini bisa merugikan dan berdampak buruk bagi semua.

Dulu selain Ozil, mantan rekan satu timnya di Club Real Madrid yaitu Cristiano Ronaldo juga pernah beberapa kali melihatkan sikap penentangannya terhadap pembantaian yang dilakukan oleh Pemerintah Zionis Israel kepada rakyat Palestina.

Betapa pentingnya dakwah dilakukan di media sosial. Hanya dengan menggerakkan jari, kita bisa mengajak, menasehati, dan memotivasi banyak orang untuk berbuat kebaikan. Mungkin kita tidak sadar dengan apa yang kita sebarkan di media social sangat berpengaruh dan berdampak besar bagi orang-orang yang cinta akan kebaikan dan kedamaian. Kebaikan-kebaikan yang disampaikan dalam media sosial merupakan penyeimbang dari hal-hal negatif yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab di media sosial. Kalimat penutup yang pas adalah kebenaran harus disampaikan dan penindasan harus dihentikan.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X