Cerita Baksos dari Banten: ‘Tak Hanya Berbentuk Sembako, Bantuan Spiritual Lebih Penting’

Cerita Baksos dari Banten: ‘Tak Hanya Berbentuk Sembako, Bantuan Spiritual Lebih Penting’

SERANG (Jurnalislam.com) – Lembaga Forum Medis dan Kemanusiaan (Me-Dan) bekerjasa sama dengan Divisi Pelayanan Masyarakat Ansyorush Syari’ah Banten menggelar bakti sosial di kampung Kesatrian Rt 04 08 kel. Banten kec. Kasemen kota Serang Banten. Ahad (27/7/2019)

Acara mendapat sambutan hangat dari warga dan juga ketua RT hingga tokoh masyarakat.

Kampung Kesatrian Kasemen dipilih menjadi tempat baksos tim Me-Dan bulan karena berdasarkan informasi dari salah satu tokoh masyarakat bahwa kampung tersebut sangat membutuhkan bantuan.

Mata pencaharian rata-rata kepala keluarga di kampung Kesatrian adalah sebagai kuli panggul kayu yang pekerjaan tersebut tidak selalu ada setiap bulannya.

 

“Suami saya kuli panggul kayu dari gunung, tapi dari sebelum ramadhan kemarin sudah 3 bulan kayu dari gunung kosong, jadi gak ada pekerjaan. Sekarang kerja serabutan” cerita bu Sarniyah salah satu warga kampung Kesatrian kepada Jurnalislam.com

 

Mata pencaharian yang lebih banyak sebagai kuli panggul kayu dan kemudian tidak menentu dari kebanyakan kepala keluarga di kampung ini menyebabkan tingkat pendidikan pun menjadi rendah.

 

“Warga khususnya di RT 04 RW 08 belum ada yang lulus hingga perguruan tinggi negeri, kebanyakan mereka hanya lulus SD saja, karena orangtua tidak mampu menyekolahkan” papar pak Abdul Qadir ketua RT 04 kampung Kesatrian yang telah menjabat ketua RT selama 3 periode tersebut.

“Baksos seperti ini baru pertama kali di kampung kami, kami sangat bahagia sekali dan menyambutnya dengan senang hati, namun harapan saya dari baksos ini, tidak hanya sekedar bantuan kebutuhan pokok yang didapat warga kami,” katanya.

“Namun,” lanjutnya, “Ada yang lebih penting, melalui bantuan kebutuhan pokok sentuhlah warga kami dalam segi kekuatan beragama, kekuatan spiritualnya, agar mereka tangguh dan ikhlas menghadapi kehidupan yang kekurangan” lanjut pak RT kepada Jurnalislam.com, ungkapan ini diaminkan pula oleh salah satu tokoh masyarakat setempat bapak Muhidin.

 

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X