BPN Sayangkan Pidato “Marah-marah” Jokowi

BPN Sayangkan Pidato “Marah-marah” Jokowi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyayangkan pernyataan keras dari calon presiden petahana, Joko Widodo saat berpidato di Yogyakarta, Sabtu (23/3/19) kemarin.

Menurut Jubir BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, capres 01 seharusnya tidak perlu berpidato dengan nada marah-marah seperti itu. Karena, selain seorang presiden Jokowi adalah seorang pemimpin.

“Kita sangat menyayangkan ya apa yang terjadi di Jogja, pidato Pak Jokowi yang marah nadanya. Sebetulnya tidak perlu seperti itu. Pak Jokowi, saya pikir harus bisa menjadi pemimpin bukan hanya sekedar presiden,” katanya melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Senin (25/03/2019).

Politikus Partai Demokrat ini menjelaskan, seorang pemimpin itu selalu menerima semua kritikan. Alasannya, dengan kritikan, bisa membuatnya besar serta telaten dalam menguraikan permasalahan bangsa.

Lagi pula, kata Ferdinand, sangat wajar tidak semua masyarakat itu memuji kepemimpinan Jokowi. Oleh karena itu, sebuah kritikan itu harus dianggap biasa saja.

“Pemimpin itu menerima semua kritik, caci maki dari rakyat. Karena, tentu tidak semua rakyat memuji Jokowi. Tidak semua rakyat memuji pemimpinnya, pasti ada yang akan mengkritik, menghina, mencaci, semua itu adalah tumbuh dalam sebuah kepemimpinan dan pemimpin harus bisa menerima itu,” tegasnya.

Sebelumnya, capres nomor urut 01, Jokowi nampak menggebu-gebu saat berorasi di hadapan pendukungnya. Dalam pidato itu, Jokowi mengaku dirinya telah difitnah dan dijelek-jelekan namun ia hanya diam. Tapi ia menegaskan, mulai saat ini ia akan melawan.

“Namun hari ini di Yogyakarta saya nyatakan saya akan lawan. Ingat, ingat, sekali lagi, akan saya lawan!” tegasnya menggebu-gebu.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X