JEDDAH (Jurnalislam.com) – Seorang pembom martir tewas setelah meledakkan dirinya di dekat konsulat AS di kota Jeddah, Arab Saudi, kementerian dalam negeri mengatakan Senin (04/07/2016).
Petugas pada Senin pagi mencurigai seorang pria dekat tempat parkir Rumah Sakit Dr. Faqeeh Suleiman, yang tepat berada di seberang kantor misi diplomatik AS.
Ketika mereka mendekat untuk menyelidiki, “ia meledakkan dirinya dengan sabuk bom di dalam lahan parkir rumah sakit,” kata kementerian itu, dengan menambahkan bahwa dua petugas keamanan mengalami luka ringan.
Serangan itu terjadi sekitar pukul 2.15am (23:15 GMT) pada tanggal 4 Juli, ketika orang Amerika merayakan hari kemerdekaan mereka.
Tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Penyelidikan sedang berlangsung, dan beberapa orang sedang diinterogasi atas hubungan mereka dengan serangan itu, sumber keamanan mengatakan kepada Al Jazeera, Senin.
Dalam sebuah pernyataan, konsulat AS mengatakan tidak ada korban tewas atau cedera di kalangan staf konsulat, menambahkan bahwa ia dan kedutaan besar AS saling kontak dengan pihak berwenang Saudi yang menyelidiki insiden itu.
Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan bahwa mereka peduli dengan ledakan di Jeddah dan bekerja dengan pemerintah Saudi untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.
Pada tahun 2004, lima orang menyerbu konsulat AS di Jeddah dengan bom dan senjata, menewaskan empat personel keamanan Saudi di luar dan lima staf lokal di dalam kantor.
Tiga penyerang juga tewas dalam serangan itu dan dua lainnya ditangkap.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam