Bincang Politik Anis Matta Bersama Aktivis Islam Tasikmalaya

11 April 2018
Bincang Politik Anis Matta Bersama Aktivis Islam Tasikmalaya
Anis Matta

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) bersama Persaudaraan Alumni 212 menggelar acara Tatsqif Siyasi bertajuk ‘Wawasan Politik Islam’ bersama Anis Matta di Hotel Horison, Kota Tasikmalaya, Selasa (10/4/2018) malam.

Dalam paparannya, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, Indonesia sedang mengalami krisis narasi dan krisis kepemimpinan.

Anis menjelaskan, Indonesia telah melewati dua gelombang sejarah. Gelombang pertama ialah gelombang menjadi Indonesia yang puncaknya adalah kemerdekaan 1945.

Gelombang kedua adalah menjadi Indonesia sebagai bangsa yang modern. Gelombang ini terjadi pada masa orde lama, orde baru, dan orde reformasi.

“Kita bangun konstitusi kita, institusi negara, kita bangun masyarakat kita. Dan dalam proses ini antara sistem dan outputnya adalah demokrasi dan kesejahteraan. Di masa orde lama ada demokrasi tapi tidak ada kesejahteraan, di masa orde baru ada kesejahteraan tapi tidak ada demokrasi, di masa reformasi ini kita berusaha mempertemukannya tapi terseok-seok,” jelas Anis Matta.

Kendati demikian, Anis mengakui demokrasi dan kesejahteraan sudah relatif ada di masa reformasi ini. Akan tetapi jika dibandingkan dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia, seharusnya keseimbangan demokrasi dan kesejahteraan itu dapat berjalan dengan baik.

“Langit kita terlalu tinggi tapi kita terbang terlalu rendah, yang kita punya terlalu banyak tapi yang kita ciptakan terlalu sedikit. Dan ini yang saya maksud dengan krisis narasi dan krisis kepemimpinan,”

Selanjutnya, Indonesia memasuki gelombang ketiga yaitu menjadi kekuatan utama dunia. Ia menyampaikan potensi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan kelima di dunia.

Sebagai bangsa dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya mampu menjadi penopang kebangkitan Islam di dunia.

“Ini momentum yang harus kita raih. Seharusnya kita bisa membangun negara kita ini dalam parameter ekonomi, teknologi dan militer menjadi negara yang kuat. Karena kita bisa memberikan model keseimbangan baru secara global,” papar Anis.

Sebelumnya, Anis juga mengisi acara serupa di Pondok Pesantren Miftahul Huda 2, Ciamis.