BI Akui Ekonomi Syariah Jadi Arus Baru Penguat Ekonomi Nasional

BI Akui Ekonomi Syariah Jadi Arus Baru Penguat Ekonomi Nasional

SURABAYA(Jurnalislam.com) — Ketidakstabilan global masih menjadi tantangan jangka pendek dan menengah bagi perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) meyakini bahwa arus baru penguat perekonomian ada pada sektor syariah.

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo menyampaikan upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan perlu terus dilakukan.

Ekonomi dan keuangan syariah menjadi sektor yang sangat potensial dengan melihat potensi yang ada.

“Meskipun kedudukan kita saat ini masih terhitung sebagai konsumen utama produk halal dunia, namun kita cukup optimis, bahwa kedepan Indonesia dapat memainkan peran yang lebih besar sebagai produsen industri halal,” katanya di Surabaya, Rabu (6/11) malam.

Perekonomian Indonesia pada kuartal III tumbuh 5,02 persen (yoy), turun dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,05 persen (yoy). Menurut Dody, pertumbuhan ini masih lebih baik dibanding negara-negara tetangga yang jatuh lebih dalam.

Masih tumbuhnya ekonomi didukung permintaan domestik yang tetap terjaga dan kinerja sektor eksternal yang menguat.

Meski permintaan dan harga komoditas global yang masih menghadapi tekanan.

BI mendorong agar ekonomi syariah bisa masuk pada tataran penguat karena sektor ini dipercaya lebih tahan menghadapi ketidakstabilan.

Pengalaman dari berbagai negara menunjukkan bahwa tren pengembangan ekonomi dan keuangan syariah kini tidak hanya menjadi konsumsi negara dengan mayoritas penduduk muslim.

Misal Thailand yang memiliki visi sebagai pemasok makanan halal dunia, Cina yang merupakan pengekspor busana muslim terbesar dunia, Australia dan Brazil menjadi pemasok daging halal terbesar dunia, dan inggris yang sudah lama dikenal sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Indonesia bisa memulai dengan mencukupi kebutuhan di dalam negeri dulu. Untuk kemudian juga bisa memenuhi pasar global.

Namun meski masih dalam tahap substitusi, Indonesia bisa tetap memulai ekspansi ke kancah internasional.

Sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X