Berita Terkini

Jokowi Mengaku Berkoordinasi dengan KBRI Cina, Akan Kirim Logistik

SURABAYA(Jurnalislam.com) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku masih berkoordinasi dengan tim KBRI di Cina untuk membantu sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang kini masih tertahan di Wuhan.

Berdasarkan catatan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Cina, terdapat 93 WNI, 60 di antaranya mahasiswa, yang masih bertahan di Wuhan.

Jokowi menyampaikan bahwa seluruh WNI tersebut saat ini masih berada di Wuhan dan terus dipantau kondisinya oleh Pemerintah Indonesia.

Ia pun mengungkapkan bahwa pengiriman logistik ke dalam Kota Wuhan bukan perkara mudah lantaran penjagaan yang ketat.

“Apalagi kita mengirimkan logistik ini masih dalam proses pendalaman dari KBRI kita agar semua bisa terlayani dan berjalan dengan baik,” jelas Presiden Jokowi usai memimpin rapat terbatas di PT PAL Indonesia, Senin (27/1).

Terkait antisipasi penyebaran di dalam negeri, Jokowi juga menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan upaya antisipasi terhadap penyebaran virus corona di Indonesia.

Ia mengungkapkan, pengawasan dilakukan lebih ketat di pintu-pintu kedatangan penumpang pesawat dari China. Meski begitu, Jokowi mengaku bahwa langkah ini bukan perkara mudah.

“Ini bukan sesuatu yang mudah karena pada masa inkubasi itu panas kadang-kadang tidak bisa terdeteksi dengan scanner yang kita miliki, semua negara juga mengalami hal yang sama. Yang paling penting hati-hati, waspada, terhadap gejala yang ada,” jelasnya.

Berdasarkan catatan pemerintah China, jumlah orang yang meninggal di Cina oleh virus korona telah meningkat menjadi 80 orang, dengan hampir 3.000 orang dinyatakan terinfeksi. Kota Wuhan di provinsi Hubei yang merupakan sumber wabah, sedang diisolasi dan beberapa kota memberlakukan larangan perjalanan.

Pejabat departemen kesehatan setempat mengatakan pada Senin (27/1) bahwa jumlah kematian di provinsi Hubei telah meningkat dari 56 menjadi 76 orang.

Jumlah keseluruhan kasus yang dikonfirmasi di China adalah 2.744 orang. Media pemerintah mengatakan lebih dari 300 orang sakit parah. Sebanyak 41 kasus lainnya telah dikonfirmasi di luar negeri, termasuk di Thailand, Amerika Serikat, dan Australia. Tidak ada kematian di luar China.

Sumber: republika.co.id

 

Cawagub DKI Alot, Kenapa?

Oleh: Tony Rosyid*

Beberapa bulan setelah Sandi mundur dari wagub, saya dan beberapa teman di MPI (Majelis Pelayan Indonesia) membincangkannya: “kalau lama dan alot, Anies akan jadi sasaran. Akan ada tuduhan Anies gak mau ada wagub. Supaya tuduhannya terlihat sempurna, maka ditambah kalimatnya: Anies gak ingin ada matahari kembar. Wow!

Seorang teman bilang:” Prabowo kalah di pilpres, wagub DKI akan direbut kembali oleh Gerindra”. Sampai disini, logis kalau kemudian prosesnya alot. Rupanya ada design untuk mengulur-ngulur, supaya ada alasan untuk take over jika Prabowo kalah di pilpres.

Ternyata benar, proses pengajuan cawagub DKI alot. Dimana alotnya? Jawaban atas pertanyaan ini akan memperjelas benar atau tidaknya tuduhan segelintir orang ke Anies. Kalau alotnya di meja Anies, maka tuduhan itu benar. Tapi kalau lancar di meja Anies, kenapa pula Anies yang disasar? Ini logika dasar untuk membuat kesimpulan. Gak perlu harus pinter untuk menyimpulkan logika sederhana ini.

Mekanisme pergantian wagub: Partai pengusung mengusulkan dua nama. Dua nama diserahkan kepada gubernur untuk diajukan ke DPRD. Gerindra-PKS sepakat mengusulkan Ahmad Saikhu dan Agung Yulianto. Surat sampai ke meja gubernur, dan oleh gubernur langsung dilanjutkan ke DPRD. Di DPRD gak dibahas. Dibiarin. Tak ada pembentukan panitia, tak ada pembahasan tatib, apalagi sampai sidang paripurna. Hingga anggota DPRD 2014-2019 masa baktinya habis, tak juga ada paripurna. Adakah salah Anies disini?

Setelah terpilih dan anggota DPRD baru periode 2019-2024 dilantik, Gerindra justru bermanuver. Ajukan empat nama ke PKS. Silahkan PKS pilih satu untuk disandingkan dengan calon dari PKS. PKS kaget, tersinggung dan marah. Katanya diserahkan ke PKS, kok Gerindra mengajukan nama? Alasan Gerindra, karena kader PKS tak diterima oleh mayoritas anggota DPRD. Belum paripurna, belum ada pemilihan, kok buru-buru bilang gak diterima, begitu protes PKS.

Apakah termasuk anggota DPRD dari Gerindra yang ikut menolak kader PKS? Atau malah anggota Gerindra yang jadi inspirator dan promotornya?

Gara-gara kasus ini, kongsi PKS-Gerindra pecah. Teman, tapi tak lagi bersekutu. Begitu kesimpulan Sohibul Iman, presiden PKS. Berpaling dari PKS, nampaknya Gerindra mulai membuat sekutu dengan PDIP. Gerindra-PDIP satu suara di DPRD DKI, menolak calon dari PKS. Ini baru terang!

PKS sadar posisinya terjepit. Abaikan, kasihan rakyat. Hak rakyat untuk memiliki dan dapat pelayanan wagub terabaikan jika PKS gak mau tanda tangan. Terpaksa, PKS terima usulan Gerindra. Dua nama akhirnya dikirim ke gubernur dan dilanjutkan ke DPRD, yaitu Ahmad Reza Patria dari Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS. Sampai disini, tak ada keterlibatan Anies. Kecuali berkewajiban meneruskan dua nama itu ke DPRD sesuai perintah undang-undang.

Jika alasan Gerindra bahwa kader PKS gak diterima DPRD, berarti besar peluangnya yang akan jadi adalah Ahmad Reza Patria. Soal ini kita tunggu saja. Yang publik perlu tahu, ini bukan soal person. Bukan soal Reza Patria dan Nurmansyah Lubis. Kedua orang ini adalah tokoh yang kredibel dan punya integritas. Ini lebih pada soal proses politik yang seringkali mengabaikan tatakrama dan etika.

Ada yang bertanya: Kenapa proses cawagub DKI harus sealot itu? Kenapa Gerindra-PDIP begitu ngotot dan berupaya keras mengganjal kader PKS? Ada dua faktor. Pertama, lebih karena faktor Prabowo. Prabowo tak serius menyerahkan jatah wagub DKI ke PKS. Ini soal karakter dan komitmen personal. Catat!

Kedua, ini kuat hubungannya dengan pemilu 2024. Posisi wagub DKI strategis untuk melakukan kampanye pemilu 2024 di DKI. Wagub berpeluang nyalon gubernur setelah Anies besar kemungkinan akan nyalon presiden. Posisi Wagub dengan aset kekuasaan di tangan akan sangat strategis untuk kampanye pilkada, pileg dan pilpres.

Dua faktor ini jadi sebab dominan kenapa PKS sulit menembus permainan politik di DPRD DKI yang saat ini dikuasai oleh PDIP (25 kursi) dan Gerindra (19). Ditambah lagi hadirnya delapan kursi dari PSI yang selama ini tampak tampil kontra PKS. Total jumlah kursi tiga partai ini adalah 52 kursi. Mayoritas!

Jadi, soal ini sama sekali tak ada kaitannya dengan Anies. Murni dinamika politik DPRD DKI yang permainannya sedang didominasi oleh PDIP dan Gerindra, yang besar peluangnya mendapat dukungan PSI.

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Muhammadiyah Desak Pemerintah Lakukan Langkah Pencegahan Penyebaran Virus Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – PP Muhammadiyah mendesak pemerintah melakukan langkah pencegahan terkait penyebaran virus Corona.

“Sehubungan dengan penyebaran virus corona yang sudah mewabah ke berbagai negara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak Pemerintah Indonesia segera melakukan langkah-langkah preventif,” Dr. Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Senin (27/1/2020).

Muhammadiyah juga meminta pemerintah memberikan perlindungan bagi warga negara dan masyarakat termasuk mahasiswa Indonesia yang sekarang masih berada di China.

Menurut informasi dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) China sekarang ini masih terdapat sekitar 80 mahasiswa Indonesia di Wuhan.

“Karena itu demi keselamatan dan untuk melindungi  warga negara Indonesia, Muhammadiyah mengharapkan agar Pemerintah Indonesia dapat memulangkan para mahasiswa untuk sementara,” kata Abdul Mu’ti.

Hal ini, menurutnya, sangat penting dan mendesak karena penyebaran virus yang sangat cepat dan berbahaya.

 

Virus Corona Ancam Keamanan Nasional, Pakar Minta Pemerintah Berani Tutup Akses dari Cina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat hubungan internasional dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Alex Jemadu menilai, pemerintah perlu meningkatkan status keamanan menyusul penyebaran kasus Novel Coronavirus yang berasal dari Kota Wuhan, China, kian meluas.

Pemerintah tak cukup hanya menjadikan persoalan ini sebagai isu kesehatan, tetapi sudah perlu menjadikannya sebagai salah satu ancaman keamanan nasional.

“Harus ada tindakan yang di luar batas-batas mobilisasi sumber daya yang normal. Karena, ini kalau dalam hubungan internasional itu sudah masuk ke tahap sekuritisasi. Sekuritisasinya isu kesehatan dijadikan isu keamanan,” kata Alex, Senin (27/1/2020).

Ia meyakini, Pemerintah China dapat memahami kondisi Indonesia, sehingga tidak perlu khawatir bahwa langkah yang dilakukan akan mengganggu hubungan bilateral kedua belah negara.

Selain itu, Indonesia memiliki alasan yang cukup kuat untuk menjadikannya sebagai isu keamanan internasional.

Latar belakang ekonomi masyarakat yang tidak terlalu kuat serta fasilitas kesehatan yang masih belum terlalu canggih dapat menjadi alasan utama pemerintah.

“Tindakan seperti ini bisa dilakukan, dan China tidak perlu merasa tersinggung dengan itu. Karena kita ingin melakukan tindakan penyelamatan terhadap ancaman eksistensial seperti ini,” ujarnya.

“Kalau pun dia sewot dengan itu, kita bisa jelaskan. Bahwa ini ada situasi yang penyebarannya sudah lintas batas negara, dan sudah sampai Eropa dan Amerika,” imbuh dia.

sumber: kompas.com

Siapkan 100 RS, Jokowi: Virus Corona Belum Terindikasi Menyebar di Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan tak ada indikasi menyebarnya virus corona di Indonesia.

Namun, virus baru yang pertama kali muncul di Wuhan, Cina ini pun telah menyebar ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

“Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara telah mengkonfirmasi masuknya virus corona. Namun, sejauh ini, belum terdapat indikasi menyebarnya virus tersebut di Indonesia,” kata Jokowi melalui akun media sosial Instagram-nya, Senin (27/1/2020).

Kendati demikian, Jokowi meminta agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaannya.

Presiden pun juga telah menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah virus ini di Indonesia. Ia juga meminta agar Menkes meningkatkan kesiapsiagaan mengatasi munculnya virus ini.

Untuk mencegah masuknya virus baru ini, pemerintah telah memperketat pengawasan di bandara untuk mendeteksi dan memantau penumpang yang datang, terutama dari negara-negara yang diperkirakan telah mengkonfirmasi kemunculan virus baru ini.

Sebanyak 135 thermo scanner pun telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara baik di darat, laut, dan juga udara.

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan dengan fasilitas ruang isolasi terhadap pasien dengan gejala penyakit di paru-paru dan saluran pernapasan lain.

“Seperti RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, dan rumah sakit-rumah sakit lain di Jakarta dan berbagai daerah,” tambah Jokowi.

sumber: republika.co.id

Korban Meninggal Akibat Virus Corona Bertambah hingga 80 Orang

CINA (Jurnalislam.com) – Korban meninggal dunia akibat virus corona di Tiongkok bertambah dari 56 orang akhir pekan lalu (25/1/2020) menjadi 80 orang pada pagi hari ini (27/1/2020).

Jumlah yang terinfeksi pun meningkat dari 1.957 menjadi 2.761 orang. Dikutip dari AFP, tidak ada korban baru yang meninggal dunia di luar provinsi Hubei, Tiongkok. Wuhan, Hubei merupakan daerah pertama ditemukannya kasus virus corona.

Pemerintah Tiongkok memutuskan untuk memperpanjang libur kerja dan sekolah di Tiongkok dalam rangka Tahun Baru Imlek. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pimpinan Komite Pusat Partai Komunis China (CPC) yang dipimpin Perdana Menteri Li Keqiang, di Beijing, Ahad (26/1/2020).

Dengan begitu, slibur kerja yang semula berlangsung pada 24-30 Januari 2020, diperpanjang hingga 2 Februari 2020.

Sedangkan libur sekolah yang seharusnya berakhir pada Februari, akan diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Rapat pengurus CPC tersebut juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai negara untuk memprioritaskan pengiriman staf medis dan peralatan kesehatan, seperti pakaian pelindung dan masker wajah. Langkah itu utamanya dilakukan di Wuhan, Hubei.

sumber: katadata.co.id

 

Resmi Ditutup, Jambore Ukhuwah Pemuda Solo Diharap Jadi Wadah Silaturahim

TAWANGMANGU (Jurnalislam.com) – Jambore Ukhuwah Pemuda Islam (Jumpa) 3 Surakarta secara resmi ditutup pada Ahad (26/1/2020) di Camp Tawangmangu Resort Karanganyar.

Kegiatan yang dimulai pada Jum’at (24/1/2020) itu diikuti oleh sejumlah elemen ormas dan pemuda Soloraya. Selain mempererat ukhuwah, panitia Jumpa 3 juga menghadirkan Basarnas sebagai pemateri search and rescue (SAR).

“Kemudian inti kegiatan di hari kedua, karena kita kumpulkan elemen SAR di Karanganyar dibawah Basarnas, ada pemateri dari Basarnas sendiri dan SAR Karanganyar dari PMI, Tagana mengisi materi dari sejak pagi hingga sore hari mulai dari teori dan simulasinya,” kata sekretaris panitia Habib Adnan.

“Dan diharapkan kegiatan ini menjadi bekal bagi peserta pemuda Islamiyah untuk berkontribusi nyata khususnya dalam bidang kerelawanan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Habib berharap Jumpa 3 bisa menjadi wadah silaturahmi bagi pemuda muslim Soloraya, sebab, katanya, pemuda adalah agen perubahan bagi agama dan bangsa.

“Untuk tujuan dari kegiatan ini adalah mensyukuri nikmat Allah, kemudian menggalang dan menjalin ukhuwah antar peserta yang tiada lain yang berasal dari ormas Islam, mahad dan elemen muslim Soloraya,” ungkap Habib.

“Khususnya dan yang terakhir sesuai dengan konteks materi kita dalam mempererat ukhuwah dan menjaga NKRI, menjaga negara kita Indonesia ini,” pungkasnya.

Taklim Jurnalistik Jabodetabek Gelar Kelas Fotografi Beretika

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Bertempat di Tugu Monas Jakarta Pusat, Ahad (26/1/2020) Pengurus Internal Komunitas Taklim Jurnalistik (Taktik Community) Perwakilan Jabodebek & Banten menggelar Meet & Greet.

Rangkaian sederhana ini menghadirkan pemateri dari Jasa Fotografer CoGan Galeri juga Pemotret profesional dari Betawi.

Mas Andre Hariyanto, Sang Founder Taklim Jurnalistik memaparkan selain pertemuan  pengurus sebagai evaluasi dan pemantapan program kerja acara juga digabung penambahan ilmu Jurnalistik, baik Kepenulisan ataupun fotografer.

“Meet & Greet sebagai wadah silaturahmi antar pengurus, namun juga upgrade diri salah satunya kali ini menghadirkan pemateri seorang Fotografer. Jadi pertemuan ini mendapat manfaat sekaligus,” jelas pria asal Surabaya, Jawa Timur.

Hadir juga Eks Ketua Taklim Jurnalistik Perwakilan Jabodetabek 2017-2018, Wakil Ketua Umum Taklim Jurnalistik Pusat, Humas Cahaya Pena Nusantara dan Bendahara Taklim Jurnalistik Perwakilan Jawa Barat serta Pengurus Jabodetabek khususnya.

Dalam penyampaian Kak Andriant sebagai Narasumber, ia katakan bahwa Fotografer saat ini menjadi kegiatan lazim yang dilakukan oleh banyak orang. Namun ada etika dalam memotret.

“Etika ini menjadi penting  jika berkaitan dengan manusia lain,” ucapnya.

Jadi sebagai fotografer, lanjutnya, ada beberapa etika dalam memotret diantaranya; usahakan orang menerima kehadiran kita, Jangan Pernah memberi tips dan janji muluk, bisa membedakan area, Hindari Memotret nude, Jangan Memotret minuman keras, hentikan memotret korban Musibah, Menghormati jalannya upacara keagamaan, Memasukkan form kontrak rilis.

“Setelah teman Sekalian memahami tips tersebut, insya Allah menjadi Fotografer beretika,” tutupnya. (AR CoGan)

 

Pemakaman Wakaf Firdaus Memorial Park Akan Hadir di Kabupaten Bandung dan Bogor

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Setelah sukses hadir di Cikalong Wetan, Bandung Barat, kini Firdaus Memorial Park siap menebar manfaatnya di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bogor.

Sinergi Foundation melalui Firdaus Memorial Park mencoba menjadi solusi atas sempitnya lahan pemakaman, serta susahnya mencari pemakaman syar’i dan jauh dari unsur bisnis, yang menjadi persoalan dewasa ini.

“Berkonsep wakaf, Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park” mengusung konsep Asri, Nyaman, Ramah Lingkungan dan Sesuai Syariah. FMP menjadi aset sebuah aset publik, non-profit oriented, yang sepenuhnya dimiliki oleh masyarakat, dan bersumber dari dana wakaf,” tutur Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Ia menjelaskan, wakaf tersebut telah termasuk sejumlah benefit. Di antaranya: 1 kavling makam untuk pewakif (2 lubang, bisa menampung 6 jenazah), penyediaan makam untuk dhuafa, wakaf produktif, berpartisipasi dalam 9 program wakaf yang dikelola Sinergi Foundation (9 in 1 Wakaf), serta layanan pemulasaraan jenazah.

“Insya Allah, dana yang wakif wakafkan dalam program Firdaus Memorial Park, akan menjadi amal jariah yang pahalanya akan terus mengalir dan bertumbuh sebagai bekal dalam menapaki perjalanan hidup selanjutnya,” kata Asep.

Ia pun mengutip QS Al Baqarah: 261, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Asep mengajak masyarakat turut serta bersinergi wakaf di Sinergi Foundation. Ia melanjutkan, masyarakat yang berminat dengan program Firdaus Memorial Park 2 & 3, dapat langsung mengunjungi www.sinergifoundation.org. []

JAS dan Mualaf Center Semarang Gelar Kajian Keluarga

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharu Syariah (JAS) Semarang bersama Mualaf Center Indonesia (MCI) Semarang menggelar kegiatan Safari Dakwah di beberapa masjid di Kota Semarang pada Sabtu (18/1/2020).

Kegiatan yang berlangsung hingga Ahad (19/1/2020) ini digelar di Perum BPI Ngalian, lalu ke Masjid At Taufiq Jalan Durian Raya, dan terakhir di Masjid Taqwa, Jalan Halmahera 3 Karang Tempel. Safari Dakwah diisi oleh anggota Majelis Syariah Jamaah Ansharu Syariah, Ustadz Fuad Al-Hazimi.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Fuad menjelaskan tentang tugas berat dari seorang laki laki ketika menjadi seorang kepala keluarga.

Ia dituntut untuk bisa bertanggung jawab dalan membawa keluarganya masuk ke dalam Surga.

“Tugas besar seorang suami atau bapak telah disampaikan dalam surat At-Tahrim ayat 6, ‘Wahai orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu’, ayat ini memberikan peringatan kepada seluruh kepala keluarga agar anak dan istrinya jangan sampai tersentuh api neraka walaupun hanya satu detik saja,” katanya.

“Dan inilah tugas yang paling mulia dan berat bagi seorang suami atau ayah dalam menghindarkan keluarganya dari api neraka,” imbuh ustaz Fuad.

Sedangkan tugas seorang istri atau ibu, kata ustaz Fuad, adalah menaati suami dalam hal kebaikan karena surga terdekat seorang istri adalah pada suaminya.

“Dalam hadist disampaikan apabila seorang istri sholat lima waktu dengan menjaganya, lalu ia melaksanakan puasa ramadhan secara penuh, dan taat kepada suaminya serta menjaga kehormatan diri dan keluarganya maka akan dikatakan kepadanya di akhirat masuklah kamu ke dalam surga dari pintu manapun yang kamu kehendaki,” pungkasnya.